Nazila Barqiah Harum Serukan 3 Makna Kemerdekaan di HUT RI, Ada Pesan untuk Anak Indonesia
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Nazila Barqiah Harum menyerukan tiga makna kemerdekaan bagi anak-anak Indonesia melalui puisi ‘Kamipun Ingin Merdeka’ dalam pembukaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta itu menyampaikan pesan tersebut di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta jajaran pejabat dan pegawai Kemensos.
“Dahulu para pahlawan berjuang agar Indonesia merdeka. Hari ini, mari kita berjuang agar setiap anak Indonesia merasakan kemerdekaan!” kata Nazila saat membacakan puisinya.
Dalam puisi tersebut, Nazila mengisahkan perjuangan sejumlah tokoh bangsa, mulai dari Bung Karno, Bung Hatta, KH Hasyim Asy’ari, Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, Cut Nyak Dien, Pattimura hingga Sultan Hasanuddin.
Setelah mengisahkan perjuangan para pahlawan, Nazila Barqiah Harum mengaitkannya dengan perjuangan anak-anak Sekolah Rakyat pada masa kini.
“Hari ini, kami tidak mengangkat bambu runcing. Kami tidak bergerilya menembus hutan,” kata Nazila dalam puisinya.
Ia kemudian menyampaikan bahwa perjuangan anak-anak Sekolah Rakyat dilakukan melalui pendidikan.
“Kami adalah anak-anak Sekolah Rakyat! Perjuangan kami adalah belajar. Musuh kami adalah kebodohan. Yang ingin kami kalahkan adalah kemiskinan!” ujarnya.
Pesan Nazila untuk Anak Indonesia
Nazila juga menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga sederhana memiliki hak untuk memperoleh pendidikan dan masa depan.
“Kami berhak sekolah! Kami berhak bermimpi! Kami berhak punya masa depan!” katanya.
Tiga makna kemerdekaan yang disampaikan Nazila kemudian ditegaskan pada bagian akhir puisinya, yakni merdeka dari kebodohan, kemiskinan, dan rasa takut untuk bermimpi.
“Merdeka dari kebodohan! Merdeka dari kemiskinan! Merdeka dari rasa takut untuk bermimpi!” serunya.
Pembacaan puisi Nazila Barqiah Harum menjadi salah satu rangkaian pembukaan peringatan HUT ke-81 RI di Kemensos. Sejumlah siswa Sekolah Rakyat lainnya juga tampil membawakan paduan suara.
Pegawai Kemensos dari berbagai unit kerja turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan yel-yel bertema kemerdekaan. Mereka mengenakan kaos bertuliskan ‘Kemensos Hemat Layanan Hebat Tanpa Korupsi’ serta membawa atribut bernuansa merah putih.
Menteri Sosial Gus Ipul mengatakan peringatan HUT RI menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarunit kerja di lingkungan Kemensos.
“Semangat dari perayaan ini adalah membangun sinergi kolaborasi antar unit kerja supaya ke depan program-program kita bisa lebih efektif,” kata Gus Ipul seusai acara.
Menurut Gus Ipul, kolaborasi juga perlu diperluas dengan kementerian, lembaga lain, dan pemerintah daerah agar program di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengingatkan jajaran Kemensos untuk bekerja secara jujur dan terbuka. Ia meminta pegawai tidak melakukan penyimpangan maupun mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.
“Saya akan mengajak terus menerus ini, mengingatkan diri saya, Pak Wamen, Pak Sekjen, semuanya, jangan udah, jangan korupsi, udah lupakan kebiasaan lama, tinggalkan kebiasaan lama,” tegasnya.
Gus Ipul juga menyinggung konsolidasi data sebagai salah satu strategi pemerintah dalam menekan kemiskinan. Menurut dia, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil karena bantuan sosial dapat disalurkan lebih tepat sasaran dan efektif.
“Strateginya sudah mulai menampakkan hasil, yaitu konsolidasi data. Sehingga bansos-bansos kita lebih tepat sasaran, efektif, dan itu bisa menurunkan kemiskinan,” ujarnya.
Usai pembukaan, Gus Ipul bersama Wamensos Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos Robben Rico, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo membuka lomba HUT ke-81 RI secara simbolis melalui pertandingan bulu tangkis.
Selain bulu tangkis, pegawai Kemensos mengikuti berbagai perlombaan lain, di antaranya futsal, voli, tenis meja, catur, estafet, tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, dan sendok kelereng. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
