Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Lebaran di Rumah Wakil Bupati Muba: Dari Ketupat ke Panti, dari Rakyat ke Hati

Lebaran di Rumah Wakil Bupati Muba: Dari Ketupat ke Panti, dari Rakyat ke Hati

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
  • visibility 929
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Hari itu, matahari belum juga sempat buka puasa (eh), tapi aroma ketupat udah mengudara kayak sinyal 5G pas deket tower. Di Sungai Lilin, kampung tercinta yang biasanya damai kayak hati santri habis subuh, pagi itu berubah jadi TKP halal bihalal nasional level RW. Warga pada dandan rapi, sandal jepit pada disemir, bahkan ayam tetangga sempat dimandiin pakai sabun bayi. Karena apa?

Dan bukan sembarang open house. Ini open house edisi VIP Wakil Bupati Muba, Pak Rohman, buka pintu rumah selebar-lebarnya buat warga. Bukan cuma warga kompleks, tapi juga warga-warga yang gak pernah absen tiap pemilu. “Saya gak kenal politik, tapi saya kenal Pak Rohman. Orangnya humble, suka bagi lontong,” kata Bu Erni sembari nyetrika jilbab pake setrika arang, karena listrik di rumahnya disabotase ayam tetangga.

Jam 08.30 pagi, suara speaker masjid udah gak lagi azan, tapi update situasi.
“Assalamualaikum warga Sungai Lilin, saat ini Pak Bupati sudah mendekat. Mohon barisan salaman dirapikan, dan kue lapis jangan dimakan dulu.”
Warga panik. Pak Bupati datang? Di siniiii?

Mobil dinas Pak Toha masuk dengan gaya elegan, ditemani Bu Patimah yang elegan dengan tas warna toska matching sama gelang karet gelang anak TK. Kamera hape mulai nge-zoom, emak-emak udah siapin Instagram Story dengan filter “Glow Up Lebaran”.

Begitu pintu mobil dibuka, suara soundtrack sinetron mendadak kayak nongol di udara. Pak Toha turun, melambaikan tangan dengan gaya Presiden di film dokumenter. Anak-anak kecil langsung bisik-bisik.

“Itu yang suka nongol di baliho ya?”

“Iya, yang bajunya selalu rapi, gak pernah pakai kaos bola!”
“Wuihh… kayak Pak RT tapi versi premium.”

Pak Rohman langsung meluncur nyambut bosnya.
“Selamat datang, Pak Bupati! Maaf rumah berantakan, tadi pagi ada ayam masuk ruang tamu.”

Semua ngakak. Ayam emang jago banget merusak suasana formal.

Pak Bupati jawab santai, “Gak papa, ayam juga mau silaturahmi. Asal jangan nyilet sofa.”

Masuklah para pejabat itu ke dalam rumah Wakil. Ruang tamunya udah disulap kayak kafe fancy. Ada kue lebaran berjejer, dari nastar, kastangel, sampai yang gak jelas bentuknya tapi manis banget kayak mantan yang udah move on duluan.

Warga satu-satu masuk. Ada yang salaman, ada yang selfie, ada juga yang kodein amplop dengan pandangan mata tajam kayak sinyal satelit. Bocah kecil pun mendekat ke Pak Toha“Pak, saya belum punya HP. Tapi kalau saya salaman tiga kali, dapet THR gak?”

Pak Toha ngakak, “Kalau kamu hafal Pancasila sambil gaya Spiderman, baru kita omongin!”

Sementara itu, Bu Patimah juga sibuk. Tapi bukan sibuk makan. Dia sibuk jadi tempat curhat dadakan.
“Bu, anak saya susah makan opor.”
“Bu, saya putus sama pacar pas malam takbiran.”
“Bu, suami saya tidur dari jam 9 pagi sampe sekarang.”

Bu Patimah cuma senyum sambil bagi-bagi tisu dan tips parenting yang nggak ada di TikTok. Bener-bener Ibu Negara-nya Muba!

Tiba-tiba, ada kejadian random. Seekor kucing oranye nyelonong masuk, langsung lompat ke meja kue. Semua heboh. Tapi ada satu bapak-bapak yang kalem banget.

“Biarkan dia. Mungkin dia juga ingin bersilaturahmi. Lagian dia warga juga.”

Semua langsung manggut, mungkin si bapak habis nonton film “Garfield” dan merasa tercerahkan.

Lanjut ke sesi spesial: kunjungan ke Panti Asuhan Sungai Lilin Jaya. Anak-anak udah pada dandan, rambut klimis, baju baru, senyum 300 watt. Tapi ada satu anak yang jujur banget.

“Aku gugup, Kak. Takut nanti Pak Bupati ngajak main tebak-tebakan.”

Dan benar saja. Sesampainya di sana, Pak Toha langsung ngajak main kuis dadakan:

“Siapa nama Wakil Bupati Muba?”

Semua diem.
“Siapa yang suka makan ketupat pake kuah rendang?”

Semua nunjuk Pak Rohman.

“Siapa yang pengen dapet THR?”

Pak Toha ketawa sampe sandalnya copot.

“Luar biasa ya, anak-anak ini. Jujur dan cepat tanggap. Cocok jadi pemimpin masa depan. Tapi sabar, THR-nya nunggu rapelan dari bendahara daerah ya,” katanya sambil nyengir.

Acara di panti pun ditutup dengan pembagian hadiah, selfie grup, dan pengakuan mengejutkan dari anak kecil yang bilang .“Pak, nanti kalau saya gede, saya juga mau jadi bupati. Tapi bupatinya khusus buat ngurusin kucing.”

Pak Toha menjawab bijak: “Bisa, Nak. Asal kamu gak lupa makan sayur dan belajar ngitung pajak dari sekarang.”

Akhirnya, semua pulang. Warga pulang bawa lemper, anak-anak panti pulang bawa harapan. Dan satu hal yang semua sepakat

Bahkan kucing oranye tadi, waktu pulang, sempat nengok ke kamera dan meong satu kali. Entah itu ucapan terima kasih… atau protes karena dia gak dapet rendang.

Gimana, bro? Mau sekuel? Bisa gue terusin ke “Idul Adha di Kantor Camat: Sapi Ngamuk, Cinta Tumbuh”? Atau “Pengajian Akbar Tapi Lupa Bawa Mic”? Pokoknya tinggal kode, gua gass terus.

Dari segala kekonyolan, tawa lepas, sampai momen haru di balik lemper dan lontong sayur, satu hal yang bisa kita simpulin dari kisah Lebaran di rumah Wakil Bupati ini adalah silaturahmi itu gak harus formal, gak harus serius, tapi harus tulus.

 

Bahkan di tengah acara yang penuh sambal dan sandal hilang, kita bisa nemuin arti kebersamaan yang sesungguhnya, bukan soal seberapa mewah rumahnya, tapi seberapa hangat pintu hatinya terbuka buat semua.

Pak Bupati dan Pak Wakil berhasil nunjukin kalau jadi pemimpin gak harus selalu kaku dan duduk di balik meja. Kadang, cukup duduk lesehan bareng warga sambil makan rengginang, dengerin keluhan sambil minum kopi, dan nyapa anak-anak sambil bagi-bagi tawa. Dan ternyata, dari kode THR sampai kucing nyelonong, semuanya justru bikin hari itu jadi lebih hidup, lebih dekat, dan lebih manusiawi.

Jadi, kalau tahun depan ada open house lagi, jangan cuma siapin perut dan outfit. Siapin hati juga buat tertawa, menerima, dan menyambung rasa. Karena di balik kerupuk lebaran, ada nilai kehidupan yang kadang gak bisa ditulis di naskah pidato.[***]/cerpenone

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Sumsel Babel Mohon Perbaiki Layanan Anda

    Bank Sumsel Babel Mohon Perbaiki Layanan Anda

    • calendar_month Minggu, 8 Jan 2023
    • account_circle Bono
    • visibility 2.122
    • 0Komentar

    Saya Erwin Yusrizal, saya mau mengeluhkan atas layanan ATM Bank Sumsel Babel. Hari ini tanggal 08 Januari 2023 sekitas pukul 14.10 saya mencoba tarik tunai di ATM Bank Sumsel Babel Jalan May Zen Lebak Jaya III (Klinik Dokter Haikal) sebesar Rp 1.000.000, sistem ATM sangat lambat sampai saya harus menunggu sekitar lebih kurang 2 – […]

  • Perpanjang  Belajar Daring Sampai 25 April 2020

    Perpanjang  Belajar Daring Sampai 25 April 2020

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran untuk  memperpanjang pembelajaran daring bagi para pelajar tingkat SMA dan SMK. Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi, MM, mengatakan pelajar dipersilahkan untuk belajar di rumah hingga tanggal 25 April 2020, hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. “Karena situasi saat ini penularan wabah […]

  • Kolaborasi  BSI & Laznas BSU Bikin ISDP Untuk Kembangkan UMKM

    Kolaborasi  BSI & Laznas BSU Bikin ISDP Untuk Kembangkan UMKM

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 656
    • 0Komentar

    BANK syariah terbesar di Indonesia PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Laznas Bangun Sejahtera Umat mengadakan Workshop Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) Internship Series yang merupakan bagian dari program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) tahun 2020. Workshop ini merupakan wujud komitmen BSI untuk mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan program ISDP 2020 merupakan program lanjutan beasiswa […]

  • “Bong”

    “Bong”

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

        Komikus : Septian Mauludi      

  • Masyarakat Sumsel Harus Bangga, Wakil 45 Negara Asia Bakal Kunjungi Sumsel

    Masyarakat Sumsel Harus Bangga, Wakil 45 Negara Asia Bakal Kunjungi Sumsel

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID Palembang – Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyampaikan, agar pelajar berbangga berada di Provinsi yang saat ini menjadi lirikan dunia. Sebab hanya ada dua kota yang menjadi saksi penyelenggaraan event olahraga internasional, dimana hadir kembali setelah 1962 lalu, yakni Asian Games 2018 mendatang. “Masyarakat Sumsel harus bangga bahwa provinsi Sumsel menjadi tuan […]

  • Gen Z Masak Ikan, Dari Pizza Udang hingga Cendol Laut

    Gen Z Masak Ikan, Dari Pizza Udang hingga Cendol Laut

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.457
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Ikan Nila Bisa Jadi Corndog, Sih?!” bener gak sich..?, Ya Ia-Lah!.  Pernah gak, kalian kebayang kalau ikan yang biasa kita makan cuma digoreng atau dibakar, bisa jadi pizza? Atau lebih kocaknya lagi, jadi corndog ikan nila?. Itu semua bukan mimpi lho, bro! Di workshop daring yang digelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), […]

expand_less
WordPress Archive Moren – Fashion WooCommerce Theme Moresa – Startup Agency WordPress Theme Morgan – Creative Agency & Portfolio Elementor Template Kit Morii – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Moro – Multi-purpose Magazine Theme with Portfolio Moros – eCommerce WordPress Theme Morris – WordPress App & Product Landing Page Mortar – WPBakery Page Builder Addons Bundle Morvan – Elegant WooCommerce Theme Morz – Logistics WordPress Theme