3.500 Hotspot Terdeteksi di Muba, Bayung Lencir Paling Rawan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : mubakab.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebaran titik panas (hotspot) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mencapai sekitar 3.500 titik hingga Selasa (20/10/2026). Kecamatan Bayung Lencir tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 629 titik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut.
Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto SSTP MSi, menyampaikan karhutla tahun ini memiliki kemiripan dengan kejadian pada 2019. Karena itu, upaya penanganan dan pencegahan perlu terus ditingkatkan.
Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Muba, lima kecamatan dengan jumlah titik panas terbanyak adalah Bayung Lencir sebanyak 629 titik, Lais 536 titik, Sekayu 387 titik, Batang Hari Leko 375 titik, dan Tungkal Jaya 337 titik.
Jika dijumlahkan, kelima kecamatan tersebut menyumbang 2.264 titik panas. Dengan mengacu pada total sekitar 3.500 titik, terdapat sekitar 1.236 titik lainnya yang tersebar di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Muba.
Rincian sebaran titik panas yang telah diketahui, antara Bayung Lencir 629 titik, Lais 536 titik, Sekayu, 387 titik, Batang Hari Leko, 375 titik, Tungkal Jaya: 337 titik dan Kecamatan lainnya: sekitar 1.236 titik secara gabungan, berdasarkan selisih dari total perkiraan.
Hingga berita ini disusun, rincian jumlah titik panas untuk masing-masing kecamatan lainnya belum tersedia dalam data yang disampaikan, oleh karena itu, angka 1.236 titik tersebut belum dapat dibagi secara akurat berdasarkan nama kecamatan. Tingginya sebaran titik panas, Bupati Muba H M Toha Tohet turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026).
Dalam peninjauan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran perangkat daerah tersebut, api di lokasi yang ditinjau dilaporkan telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama petugas gabungan dan masyarakat.
Proses pemadaman melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta warga setempat. Toha mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut melakukan penanganan awal sebelum petugas gabungan tiba.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah, petugas, perusahaan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas serta menekan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan warga.
Marko menambahkan, kawasan gambut memerlukan perhatian khusus karena karakteristik lahannya membuat penanganan kebakaran lebih sulit dan membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Muba berencana mendorong pembangunan embung di Desa Muara Medak guna mendukung ketersediaan air ketika terjadi kebakaran. Namun, jadwal pembangunan dan besaran anggarannya belum dijelaskan.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sementara itu, perusahaan diminta menjaga kawasan konsesi masing-masing untuk mengantisipasi munculnya titik api.
Perlu diketahui, data hotspot merupakan indikator awal untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa setiap titik telah terkonfirmasi sebagai kebakaran.
BPBD Muba diharapkan dapat menyampaikan data persebaran titik panas secara lebih terperinci untuk setiap kecamatan agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai wilayah rawan karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin. (***)/diolah mubakab.go.id
- Penulis: Irwan Wahyudi
