MUBA Terkini

Kolaborasi Dekranasda Muba & Disnakertrans, Latih Emak-emak & Milenial Tingkatkan Kualitas Gampo

Foto : Istimewa

DINAS Tenaga Kerja  dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Muba terus memaksimalkan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal di Bumi Serasan Sekate.

Kali ini, bersama Dekranasda Muba yang diketuai Thia Yufada Dodi Reza, Disnakertrans menyisir kalangan emak-emak dan remaja putri milenial untuk dilatih dan meningkatkan kualitas produksi kain jumputan Gambo Muba.

“Hari ini Disnakertrans bersama Dekranasda Muba memberikan pelatihan kepada ibu-ibu dan remaja putri untuk memproduksi kain jumputan Gambo Muba,” ungkap Kepala Disnakertrans, Mursalin SE MM saat Acara Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan dan Jumputan Gambo Muba di Balai Desa Toman, Selasa (10/11/2020).

Dijelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan mulai 9-23 November 2020 yang dikhususkan untuk ibu-ibu dan remaja putri di Muba. “Untuk tahap ini ada 20 peserta pelatihan yang ikut serta dan pelatihan ini gratis tanpa dipungut biaya,” terangnya.

Mursalin menyebutkan, pelatihan yang dilakukan di tingkat kelurahan/desa untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan produktif masyarakat yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan Masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

“Kemudian, pelatihan dilaksanakan terhadap ibu-ibu dan remaja putri berorientasi pada peningkatan keterampilan, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja dalam aspek kualitas, kuantitas produk dan pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar .Pelatihan ditujukan untuk meningkatakan kualitas dan produksi usaha jumputan Gambo yang telah ada di Desa Toman,” tambahnya.

Ketua Dekranasda Muba Thia Yufada Dodi Reza menuturkan, pelatihan ini akan memberikan kontribusi positif untuk ibu-ibu rumah tangga serta remaja putri. “Dengan pelatihan ini, produksi kain Jumputan Gambo Muba akan meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,” jelasnya.

Inisiator Gambo ini mengatakan Gambo Muba sebagai Eco Fashion yang mampu mengangkat ekonomi petani getah gambir karena dikerjakan oleh tangan-tangan terampil para ibu-ibu di desa tepatnya di Desa Toman.

Selain itu, Dikatakan Thia kerajinan menjumput kain khas Gambo Muba ini dari pemberdayaan wanita. Ia juga katakan bahwa pihaknya juga berencana akan membuat buku terkait tentang Gambo Muba dengan tujuan agar mendekatkan kaum Muda sehingga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman mereka.

Kemudian, disini juga mendekatkan kerajinan ini kepada kaum pemuda. “Kami akan memasukkan kerajinan menjemput ini di kurikulum sekolah tingkat SD, SMP di bawah binaan Dikbud Kabupaten Muba, dikurikulum pelajaran prakarya, namun untuk SMA dibawah dinas provinsi, kami masukkan di kurikulum ekstrakurikuler,” ungkap.[***]

ril

Comments

Terpopuler

To Top