Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Statistik Bukan Sekadar Angka, Ulak Paceh Bukan Sekadar Desa, Dari Gubuk Data Menuju Istana Cantik

Statistik Bukan Sekadar Angka, Ulak Paceh Bukan Sekadar Desa, Dari Gubuk Data Menuju Istana Cantik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 867
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di satu sudut Kabupaten Musi Banyuasin, tepatnya di Desa Ulak Paceh Jaya, sedang terjadi gerakan sunyi tapi mengguncang revolusi data, jangan bayangkan revolusi ini pakai bambu runcing atau toa masjid yang digunakan di sini adalah Excel, pelatihan intensif, dan semangat warga yang meletup-letup seperti wajan gorengan baru.

Kalau dulu data desa hanya berakhir di rak sebelah printer yang sudah uzur, kini data mulai dihargai, seperti martabak manis isi keju coklat, kacang, pisang padat, bermutu, dan bikin kenyang wacana pembangunan.

Rimbun sawit dan aroma kopi sore hari juga, Desa Ulak Paceh Jaya di Kabupaten Musi Banyuasin mendadak jadi sorotan, bukan karena ada hajatan tujuh hari tujuh malam atau lomba gaple antar RT, tapi karena satu hal yang sering dianggap tak seksi statistik.

Ya, statistik, kawan, kata yang biasanya bikin ngantuk di kelas, sekarang jadi jimat sakti untuk membawa desa kecil ini menuju panggung nasional lewat Lomba Desa Cantik (Desa Cinta Statistik). Bukan lomba kecantikan fisik, melainkan kecantikan data rapi, lengkap, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan, seperti rapor anak kos yang rajin ngisi buku tabungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Dinas Kominfo Muba tak main-main. Mereka menggelar pembinaan khusus, lengkap dengan operator, agen statistik, sampai pelatihan ngolah data yang lebih rumit dari ngeracik kuah pempek. Kepala Dinas Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga, bilang ini bagian dari dukungan terhadap gerakan Satu Data Indonesia.

“Kita ingin Ulak Paceh Jaya bisa naik kelas, bukan cuma dari desa berkembang ke desa mandiri, tapi juga jadi role model. Kita gak mau desa ini cuma jadi penonton lomba, tapi ikut naik panggung,” ujarnya sambil pegang pointer seperti pemandu seminar.

Pelatihannya bukan kaleng-kaleng, dari pelatihan dasar statistik, analisis data, sampai pendampingan langsung. Pokoknya mirip pelatihan ninja, tapi versi data.

       Info grafis

Kalimat itu keluar dari mulut Trio Wira Dharma, Kepala BPS Musi Banyuasin, yang memimpin langsung acara pembinaan, katanya, data yang akurat itu seperti GPS kalau nggak ada, pembangunan bisa nyasar ke jalan buntu, atau lebih parah: ke kantong yang salah.

“Desa tanpa data itu kayak gorengan tanpa minyak gak bisa mateng,” tambahnya. Analogi yang sederhana tapi menohok, kayak sambal terasi pas Ramadan.

Trio juga mengingatkan kalau Musi Banyuasin ini bukan pemain baru di panggung statistik nasional. Tahun 2022, Desa Bukit Selabu menyabet penghargaan Desa Cantik nasional. Tahun 2023, giliran Desa Bailangu yang naik panggung. Jadi tahun 2025? Semua harap-harap cemas pada Ulak Paceh Jaya, si jagoan baru. Tapi jangan salah. Ulak Paceh gak sendirian di jalan terjal menuju gelar Desa Cantik. Di penjuru nusantara, ada beberapa desa yang sudah lebih dulu naik daun berkat statistik, seperti :

  1. Desa Bukit Selabu, Muba, Sumsel – Tahun 2022, masuk 12 besar nasional. Data dipegang erat seperti simpanan emas, jadi fondasi pembangunan.

  2. Desa Bailangu, Muba, Sumsel – 2023 menyabet Anugerah Award. Operatornya katanya bisa ngolah data sambil ngasi makan ayam, multitasking luar biasa.

  3. Desa Cibiru Wetan, Bandung, Jabar – Pakai sistem digital, data penduduk dan potensi ekonomi langsung masuk dashboard. Ibu-ibu PKK di sana lebih fasih statistik daripada gossip artis.

  4. Desa Pujon Kidul, Malang, Jatim – Kombinasi wisata dan data. Mereka tahu jam paling ramai wisatawan, hingga tren penjualan tahu susu.

  5. Desa Ponggok, Klaten, Jateng – Terkenal dengan BUMDes-nya, tapi juga hebat dalam data ekonomi desa. Uangnya muter, datanya mutakhir.

Kalau desa-desa ini bisa, kenapa Ulak Paceh Jaya tidak? Kan sama-sama Indonesia. Cuma beda letak, bukan beda semangat.

Sementara di luar, yakni Finlandia, Desa Padasjoki bisa petakan populasi dan pengelolaan hutan pakai sistem digital. Di Jepang, Desa Kamikatsu bisa hitung jumlah sampah harian tiap warga hingga ke gram terakhir. Kita? Jangan mau kalah. Minimal kita tahu jumlah warga yang suka bakso dan jumlah kolam lele aktif per RW. Mulai dari data kecil, nanti bisa jadi kebijakan besar.

Data desa itu seperti mantan. Kalau dibiarkan berantakan, bisa bikin hidup ruwet. Tapi kalau dicatat rapi dan dipelajari, bisa jadi pelajaran berharga. Dari jumlah kepala keluarga, kondisi jalan, sampai penyandang disabilitas semua penting buat menentukan arah pembangunan.

Kata Prof. Emil Salim, tokoh di Indonesia, “Data adalah mata dari kebijakan.” Tanpa data, pembangunan bisa jalan tapi buta. Bisa-bisa kita bikin program bantuan perahu di desa yang tidak punya sungai.

Kita doakan, semoga Ulak Paceh Jaya bukan cuma tampil cantik di kertas, tapi juga jadi inspirasi nasional, karena data itu bukan soal angka saja, tapi soal arah, kalau kita bisa menertibkan data, maka pembangunan akan tahu kemana harus melangkah.

Karena kata pepatah baru yang kami buat khusus “Desa yang cinta statistik akan cantik, desa yang abai data akan merana dipojokan Excel.”. Jadi mari kita semangati operator dan agen statistik Ulak Paceh Jaya, siapa tahu, 2025 nanti bukan cuma jadi tahun politik nasional, tapi juga jadi tahun Statistik Bersemi di Tanah Ulak.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi Refleksi HUT RI ke- 78

    Puisi Refleksi HUT RI ke- 78

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.003
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Republiknya setiap tanggal 17 Agustus, untuk memperingati proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. HUT RI ke -78 tahun 2023 jatuh pada hari Kamis. Setiap tahun, peringatan ini diadakan dengan berbagai acara, upacara, dan kegiatan meriah yang menghormati sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan. Berikut Puisinya : […]

  • Sumsel Lakukan Analisa Epidemologi Songsong Persiapan New Normal

    Sumsel Lakukan Analisa Epidemologi Songsong Persiapan New Normal

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Sumatera Selatan (Sumsel) sejauh ini telah melakukan sejumlah persiapan  menuju Sumsel New Normal. Salah satunya persiapan melalui Analisis Epidemiologi Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Di Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan Indikator Epidemilogi melalui  converence pers bersama dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra  Setda Sumsel, Akhmad Najib, kemarin. Bedasarkan hasil analisis pada dua minggu […]

  • “Merdeka Belajar”

    “Merdeka Belajar”

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.229
    • 0Komentar

            Komikus : Septian Mauludi  

  • Anak Muda Harus Mampu Berinovasi, Kalau Tidak…

    Anak Muda Harus Mampu Berinovasi, Kalau Tidak…

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    GENERASI Muda yang tergabung dalam organisasi Kepramukaan diharapkan dapat memiliki semangat kebangsaan melalui peningkatan keterampilan dengan mengedepankan kecerdasan spritual, intelektual, emosional, sosial dan wawasan kebangsaan. Melalui kegiatan kepramukaan sepetri ini selain untuk melatih keterampilan juga sebagai ajang dalam menimba ilmu interaksi dalam rangka meningkatakan kreatifitas anak sehingga mampu bersaing dalam menghadapi kondisi  yang kian kompetitif. […]

  • “Jangan Takut Ya !, Hanya Seperti Digigit Nyamuk,” Hibur Wawako Saat Pantau Vaksinasi Anak Usia Dini

    “Jangan Takut Ya !, Hanya Seperti Digigit Nyamuk,” Hibur Wawako Saat Pantau Vaksinasi Anak Usia Dini

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memantau vaksinasi Covid 19 anak  usia 6- 11 tahun  di Sekolah Dasar (SD) Negeri 27 di Jalan Pembangunan Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Fitri yang datang pagi pukul 08.30 WIB ini, langsung melihat proses pendaftaran kesehatan dan vaksinasi yang dilakukan petugas tenaga kesehatan.“Jangan takut ya?,” sapa Fitri […]

  • Perusahaan Digital Malaysia Berminat Berinvestasi di Startup Binaan IDX

    Perusahaan Digital Malaysia Berminat Berinvestasi di Startup Binaan IDX

    • calendar_month Jumat, 16 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    “Namun sekitar satu hingga dua perusahaan yang kami incar,”

expand_less
WordPress Archive Digital downloads with Arforms Digitech – Technology Theme for WooCommerce WordPress Digitize – Digital Marketing Agency WordPress Theme Digitron – Software & SaaS Elementor Template Kit Digits : WordPress Mobile Number Signup and Login Digixon – Digital Marketing Strategy Consulting WP Theme Digixon – Digital Marketing Strategy WP Theme Dikan – Creative Business Studio Elementor Template Kit Dillmill – Organic Food Store Elementor Template Kit Dimita – Electronics WordPress Theme for WooCommerce