Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » 1 Muharram di Sungai Angit, Masjid di Tengah Desa, Doa di Tengah Jiwa

1 Muharram di Sungai Angit, Masjid di Tengah Desa, Doa di Tengah Jiwa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
  • visibility 705
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SABTU pagi di Desa Sungai Angit itu rasanya seperti semesta sedang menyusun ulang kalender dan perasaan warga sekaligus. Ada drum band menggema, anak-anak melenggangkan tarian daerah, bahkan semilir angin pun seolah ikut mengucap Allahu Akbar pelan-pelan sambil menyibak tenda.

Hari itu bukan cuma soal peresmian bangunan, namun tentang perasaan, tentang masjid, tentang At-Tauhid, tentang babak baru yang dimulai dari lantai masjid yang licin dan mimbar yang masih wangi cat.

Kalau biasanya peresmian gedung identik dengan gunting pita dan pidato panjang yang bikin kantuk level nasional, kali ini beda. Yang diresmikan bukan cuma masjid, tapi juga harapan. Yang digunting bukan pita, tapi rasa malu untuk tidak ikut meramaikan rumah Allah. Yang hadir pun bukan cuma Bupati Muba H. M. Toha SH dan rombongannya, tapi juga para doa yang menumpuk di ubun-ubun warga sejak lama “Kapan masjid ini jadi, Ya Allah?”, Nah, sabtu kemarin doa itu keturutan!.

Acara itu ibarat nasi campur spiritual, ada peresmian masjid, peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, dan Milad ke-16 TPA Nurul Ilmi, plus Haflah Akhirussanah, semuanya dijadikan satu piring. Biar lebih komplit, ditambah pemotongan tumpeng, dan ceramah dari Ustadz KMS M Mukhtaruddin SAg yang suaranya lembut tapi menghujam seperti status mantan di malam Jumat.

Kalau ada yang bilang acara keagamaan itu serius, di Desa Sungai Angit ini justru cerah ceria, dari anak-anak TPA sampai ibu-ibu PKK yang bahunya masih pegal karena semalam begadang masak lontong, semua ikut hadir. Tak lupa, camat, anggota DPRD, hingga Kepala Desa Zubaidah yang gayanya lugas tapi penuh semangat, ikut larut dalam kemeriahan rohani ini.

Dalam sambutannya, Bupati Toha bilang masjid itu bukan sekadar bangunan, dan betul juga. Masjid itu seperti terminal hati. Tempat semua luka ditinggalkan, semua doa dititipkan, dan semua rasa ingin jadi lebih baik, dikumpulkan.

“Masjid bukan cuma tempat salat, tapi tempat menyatukan umat,” kata beliau, seperti seorang motivator yang mendadak sadar mikrofon-nya nyambung ke langit.

Yang menarik, masjid ini dibangun atas inisiatif Tohet ayahanda Bupati sendiri yang kemudian diteruskan oleh Bu Kades Zubaidah. Artinya, masjid ini bukan hanya hasil dana dan semen, tapi juga darah perjuangan dan keringat silaturahmi. Seperti kata pepatah lama yang entah siapa penciptanya, “Yang dibangun dengan cinta, akan berdiri lebih lama dari sekadar beton”

Satu lagi yang bikin hati hangat, TPA Nurul Ilmi sudah 16 tahun. Artinya, tahun depan bisa dirayakan dengan acara joget halal-haram mix dan lomba tilawah antar RT. Tapi serius, ini bukan perkara umur. TPA itu seperti akar. Makin tua, makin dalam menghujam ke bumi. Anak-anak di desa ini mungkin masih belum paham filosofi hijrah, tapi mereka sudah belajar mengeja Al-Qur’an sambil sesekali melirik es lilin di luar pagar.

Bupati Toha mengucapkan terima kasih kepada para guru TPA. Ya memang harus diucapkan, Pak! Guru TPA itu adalah manusia-manusia setengah malaikat.

Mereka sabar ngajarin huruf hijaiah ke bocah-bocah yang lebih sering kejar-kejaran daripada hafalan. Tapi lihatlah, dari tangan mereka lahir calon imam, calon ustazah, dan paling tidak: calon menantu yang tahu hukum tajwid!

Kalau hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah bisa mengubah arah sejarah dunia, maka peresmian Masjid At-Tauhid ini bisa jadi awal dari hijrah kecil-kecilan di Sungai Angit. Dari malas ke rajin salat, dari bengong ke ikut pengajian, dari rebahan ke rebahan di serambi masjid sambil dzikir.

Masjid ini bukan hanya lambang fisik, tapi arah baru spiritual. Tempat warga bisa bertemu bukan karena hutang, tapi karena pengajian. Tempat anak-anak bisa tertawa sambil belajar, dan orang tua bisa termenung sambil mengingat mati. Eh, maksudnya mengingat akhirat.

Seperti kata pepatah kocak tapi dalam “Siapa yang membangun masjid, bukan cuma dapat pahala… tapi juga dapat tempat berteduh di surga, dan kemungkinan besar, dapat titipan doa dari jamaah yang tertinggal sandal”.

Makmurkan masjid, kalau kata orang dulu “Biar langit tak selalu cerah, asal hati tetap terang,”.  Dan di masjid inilah, terang itu kita cari bareng-bareng, sambil bawa sajadah dan niat baik. Aamiin!

Kalau Bupati sudah datang, camat sudah berpantun, dan tumpeng sudah dipotong, maka tinggal kita yang harus terus hadir… di masjid, bukan cuma pas ada wartawan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngantor Hari Pertama, Sekda Prov Langsung Sidak, Apa Hasilnya ?

    Ngantor Hari Pertama, Sekda Prov Langsung Sidak, Apa Hasilnya ?

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    PASCA libur Tahun baru 2020, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H.Nasrun Umar, Kamis (2/1/2019) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kesejumlah ruangan Biro dan Bagian di Lingkungan Setda Pemprov. Sumsel. Dengan didampingi Kepala Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan,  Kasat Pol PP H. Aris Saputra, Sekda mengecek absensi pegawai baik yang berstatus Aparatur Sipil Negera (ASN) dan […]

  • Forum Bisnis Global Malaysia: Stabilitas politik untuk antarkan era baru bisnis

    Forum Bisnis Global Malaysia: Stabilitas politik untuk antarkan era baru bisnis

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Sumse,terkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA –  Ketua Pendiri Forum Bisnis Global Malaysia (MGBF), Nordin Abdullah, hari ini berbicara di acara bincang-bincang berbahasa Inggris terkemuka Bernama TV, The Brief, yang dibawakan oleh Jessy Chahal, dengan topik realitas politik yang stabil dan apa artinya bagi ekonomi Malaysia.   Nordin mengatakan, “Hal pertama yang dilakukan adalah memungkinkan investor, baik […]

  • SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

    SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang bilang, “Kalau mau lihat masa depan suatu bangsa, tengoklah bagaimana anak mudanya memperlakukan buku.” Tapi di negeri ini, buku sering diperlakukan kayak mantan gebetan cuma dibuka pas kangen, lalu ditinggalin pas udah nemu yang lebih viral. Padahal buku itu bukan sambal, yang cuma dicolek pas makan mie instan kehidupan. Buku itu […]

  • 1,3 Juta Siswa Didaftarkan dalam PDSS SPAN PTKIN 2022

    1,3 Juta Siswa Didaftarkan dalam PDSS SPAN PTKIN 2022

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    PENGISIAN  Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk mengikuti Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) telah berakhir. Dibuka sejak 7 Februari 2022, pengisian PDSS ini ditutup pada 28 Februari 2022. Ketua Panitia Nasional SPAN PTKIN Imam Taufiq mengatakan, jumlah siswa yang didaftarkan sekolah untuk mengikuti SPAN PTKIN tahun 2022 ini […]

  • Sumsel Juga Ada Masuk, Ini 60 Finalis STQH Nasional ke-26

    Sumsel Juga Ada Masuk, Ini 60 Finalis STQH Nasional ke-26

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    SELEKSI Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI tahun 2021 memasuki babak final. Sebanyak 60 peserta ditetapkan sebagai finalis oleh Dewan Hakim berdasarkan perolehan nilai tertinggi. Penetapan finalis dituangkan dalam Surat Keputusan bernomor 02/Kep.DH/STQHN-XXVI/2021 tentang Penetapan Peserta Finalis Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits Tingkat Nasional XXVI Tahun 2021 di Provinsi Maluku Utara. “Keputusan ini […]

  • Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional, Harus Manfaatkan Produk Dalam Negeri

    Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional, Harus Manfaatkan Produk Dalam Negeri

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menegaskan perlunya mengoptimalkan pembelian produk-produk industri dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah pusat, daerah, hingga badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperkuat ekonomi nasional. Hal itu dinilai mampu membangun kemandirian serta ketahanan ekonomi nasional, bahkan berdampak pada ekonomi rakyat bawah. “Pada Sidang Kabinet Paripurna kemarin, Bapak Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa […]

expand_less
WordPress Archive Booked – Appointment Booking for WordPress Bookflare – Modern Education & Online Learning Elementor Template Kit Booking And Reservation Plugin for WooCommerce Booking System Booking365 – Responsive WordPress Appointment Plugin Bookingo – Course Booking System for WordPress Booklovers – Publishing House, Bookshop & BookStore WordPress Theme + RTL Bookly Advanced Google Calendar (Add-on) Bookly Authorize.Net (Add-on) Bookly Chain Appointments (Add-on)