TN Gunung Maras Genap 10 Tahun, KSDA Perkuat Perlindungan Satwa Endemik Bangka
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Pulau Bangka menyusul satu dekade penetapan Taman Nasional (TN) Gunung Maras.
Peringatan juga menjadi momen mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian hutan beserta seluruh ekosistem di dalamnya.
Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari pengawasan jalur pendakian, sosialisasi kepada pengunjung, hingga edukasi mengenai pentingnya menaati aturan selama berada di kawasan. Pengelola juga memberikan cendera mata kepada 10 pendaki pertama yang mengikuti ketentuan sebagai bentuk apresiasi terhadap wisata alam yang bertanggung jawab.
Kawasan yang ditetapkan sebagai taman nasional pada Juli 2016 itu merupakan salah satu dari 11 area konservasi di bawah pengelolaan Balai KSDA Sumsel, Kementerian Kehutanan.
Wilayahnya mencakup Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat dengan bentang alam yang memadukan ekosistem mangrove, hutan dataran rendah, serta pegunungan.
Puncak Gunung Maras menjulang sekitar 710 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai titik tertinggi di Pulau Bangka. Julukan “Atap Bangka Belitung” pun melekat karena posisinya yang mendominasi lanskap pulau sekaligus menjadi salah satu tujuan favorit bagi pecinta alam.
Nilai penting kawasan ini tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga sebagai habitat berbagai spesies khas Bangka Belitung. Kukang bangka (Nycticebus bancanus) dan tarsius bangka (Cephalopachus bancanus) masih dapat dijumpai di dalam hutan tersebut.
Selain itu, terdapat sejumlah objek wisata alam seperti Air Terjun Berbura, Air Terjun Bidadari, dan Air Terjun Tujuh Tingkat yang menambah daya tarik bagi pengunjung.
Kepala Balai KSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengatakan perjalanan selama satu dekade menjadi pijakan untuk memperkuat perlindungan ekosistem dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu kelestariannya.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal dapat terus ditingkatkan agar kelestarian satwa endemik serta potensi wisata alam di kawasan ini dapat tetap terjaga hingga generasi mendatang,” ujarnya, senin (27/7/2026).
Mengusung tema “Melestarikan Keanekaragaman Hayati Bangka” peringatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran publik menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar fungsi ekologis, keanekaragaman hayati, dan potensi wisata yang dimiliki Gunung Maras tetap lestari untuk generasi mendatang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
