SUMSELTERKINI.CO.ID – Green SM berencana menyiapkan 200 armada taksi listrik guna mengaspal di Palembang sebagai bagian dari ekspansi layanan transportasi berbasis kendaraan listrik di Indonesia.
Armada tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1,8 juta penduduk Kota Palembang setelah seluruh tahapan perizinan dan persyaratan operasional dinyatakan rampung.
Masuknya Green SM akan menambah pilihan moda transportasi di Palembang yang selama ini telah didukung layanan Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), angkutan feeder, transportasi sungai, hingga taksi konvensional. Kehadiran armada listrik itu juga menjadi bagian dari pengembangan transportasi rendah emisi di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan.
Meski demikian, 200 armada taksi listrik belum dapat langsung beroperasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menjelaskan proses perizinan masih berlangsung dan perusahaan wajib memenuhi seluruh ketentuan teknis sebelum layanan dibuka untuk masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, mengatakan Green SM telah mengajukan izin operasional dan saat ini masih menjalani proses sesuai regulasi yang berlaku.
Selain izin operasional, seluruh kendaraan diwajibkan lulus uji KIR sebagai syarat kelaikan jalan.
Pemkot Palembang juga meminta perusahaan memastikan aspek keselamatan, kesiapan operasional, hingga mitigasi risiko penggunaan kendaraan listrik telah dipenuhi sebelum armada mulai beroperasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani, menambahkan investasi Green SM dapat memberikan nilai tambah bagi sektor transportasi di daerah.
Namun, menurutnya, seluruh persyaratan administrasi maupun teknis tetap harus dipenuhi tanpa pengecualian.
” Hal ini merupakan investasi yang baik bagi Kota Palembang, tetapi harus dipersiapkan dari berbagai sisi, karena taksi listrik, perlu mitigasi risiko dan seluruh perizinan harus dipenuhi,” katanya.
Salah satu syarat utama ungkap dia adalah seluruh kendaraan wajib lulus uji KIR sebelum dioperasikan.
Pemkot Palembang juga meminta Green SM menyiapkan kebutuhan operasional secara mandiri, termasuk menyediakan pool kendaraan serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Langkah ini dinilai penting agar ke depannya operasional armada tidak bergantung pada fasilitas pengisian daya milik publik.
“Perusahaan juga harus memastikan ketersediaan SPKLU sehingga tidak membebani fasilitas publik yang telah ada,” kata Isnaini.
Palembang menjadi salah satu kota yang dibidik Green SM dalam memperluas jaringan layanannya di Indonesia.
Sebelumnya, perusahaan transportasi asal Vietnam itu telah mengoperasikan layanan taksi listrik di Jakarta, Bali, Surabaya, dan sejumlah wilayah di Sulawesi.
Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, kehadiran 200 armada taksi listrik Green SM diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Palembang sekaligus mendorong investasi sektor transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan.(***)/one

