Belida Asli Palembang Nyaris Tinggal Cerita, Kini Ditemukan Lagi: Bisakah Kembali ke Sungai Musi?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Belida asli Palembang, Chitala hypselonotus, yang sempat menghilang sejak 2015 kembali teridentifikasi melalui riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju. Penemuan kembali spesies tersebut kini dilanjutkan dengan upaya pengembangbiakan dan pengembangan teknologi pembenihan untuk membuka jalan menuju restocking di Sungai Musi.
Langkah itu menjadi bagian dari kelanjutan kerja sama riset Kilang Plaju dan BRIN untuk periode 2026-2029. Perjanjian kerja sama ditandatangani antara Kilang Plaju dan Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN di Kawasan Sains Teknologi (KST) Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno, Cibinong, Bogor, pada Selasa (18/8/2026).
Target akhirnya bukan sekadar menghasilkan Belida di fasilitas pemeliharaan. Riset diarahkan agar ikan yang berhasil dikembangbiakkan dapat dikembalikan ke habitat alaminya di sepanjang aliran Sungai Musi.
Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Delicia Yunita Rahman, mengatakan penguasaan teknologi pemijahan yang telah dicapai dalam riset sebelumnya menjadi dasar penting untuk pengembangan konservasi Belida.
“Penelitian sebelumnya bersama Pertamina ini turut membantu KKP dan BRIN dalam assessment stok dan rantai ekonomi Ikan Putak/Belida Jawa (Notopterus notopterus) hingga terbitnya policy brief Kepmen KP No. 83 Tahun 2024,” kata Delicia.
Menurut dia, riset lanjutan juga diarahkan untuk mendukung penyesuaian status perlindungan Ikan Belida Lopis melalui Kepmen KP No. 66 Tahun 2025. Dengan penguasaan teknologi pembenihan, spesies tersebut diharapkan nantinya dapat dibudidayakan masyarakat secara aman dan sah.
Dalam riset sebelumnya, tim berhasil mengembangkan lebih dari 571 individu dari tiga spesies Belida, yakni Notopterus notopterus, Chitala lopis, dan Chitala hypselonotus. Ikan hasil pengembangan tersebut tersebar di sejumlah lokasi, termasuk BRIN, Jagat Satwa Nusantara, dan Universitas PGRI Palembang.
Salah satu capaian pentingnya adalah pengembangan teknologi pemijahan semi-buatan menggunakan hormon GnRH secara presisi dalam sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).
Namun, keberhasilan memijahkan Belida belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan konservasi. Tantangan berikutnya adalah pembenihan dan pembesaran ikan di dalam wadah pemeliharaan.
Karena itu, riset periode 2026–2029 akan menggunakan pendekatan OMICS, yang mencakup genomik, metabolomik, dan proteomik. Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan kebutuhan pakan secara lebih presisi pada setiap fase pertumbuhan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan Belida Lopis.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Siti Fauzia, mengatakan upaya penyelamatan Belida tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak.
“Bagi kami, Sungai Musi bukan sekadar nadi transportasi untuk operasional kilang, tetapi juga rumah alami bagi keanekaragaman hayati yang harus terus dijaga,” ujar Fauzia.
Menurut Fauzia, konservasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga riset, akademisi hingga masyarakat. Ia berharap keberadaan Belida tidak berhenti sebagai simbol atau ikon Palembang, tetapi kembali ditemukan secara nyata di habitat alaminya.
Kerja sama konservasi Belida tersebut telah dirintis Pertamina sejak 2018. Dalam perjalanannya, riset bersama menghasilkan tiga artikel jurnal internasional bereputasi tinggi, satu jurnal internasional bereputasi menengah, satu artikel Sinta 1, serta dua paten terdaftar.
Program Belida Musi Lestari juga telah diterapkan melalui kurikulum cinta Belida di 20 sekolah dan satu universitas.
Konsistensi program tersebut turut mengantarkan Kilang Plaju meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2024 dan 2025. Program yang sama juga memperoleh predikat GOLD dalam The 16th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards di Vietnam.
Kini, setelah spesies Belida asli Palembang yang sempat menghilang berhasil teridentifikasi kembali dan teknologi pemijahannya terus dikembangkan, pekerjaan berikutnya jauh lebih besar: memastikan ikan tersebut tidak hanya bertahan di fasilitas konservasi, tetapi suatu hari dapat kembali hidup di Sungai Musi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
