Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Belida Asli Palembang Nyaris Tinggal Cerita, Kini Ditemukan Lagi: Bisakah Kembali ke Sungai Musi?

Belida Asli Palembang Nyaris Tinggal Cerita, Kini Ditemukan Lagi: Bisakah Kembali ke Sungai Musi?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 37 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Belida asli Palembang, Chitala hypselonotus, yang sempat menghilang sejak 2015 kembali teridentifikasi melalui riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju. Penemuan kembali spesies tersebut kini dilanjutkan dengan upaya pengembangbiakan dan pengembangan teknologi pembenihan untuk membuka jalan menuju restocking di Sungai Musi.

Langkah itu menjadi bagian dari kelanjutan kerja sama riset Kilang Plaju dan BRIN untuk periode 2026-2029. Perjanjian kerja sama ditandatangani antara Kilang Plaju dan Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN di Kawasan Sains Teknologi (KST) Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno, Cibinong, Bogor, pada Selasa (18/8/2026).

Target akhirnya bukan sekadar menghasilkan Belida di fasilitas pemeliharaan. Riset diarahkan agar ikan yang berhasil dikembangbiakkan dapat dikembalikan ke habitat alaminya di sepanjang aliran Sungai Musi.

Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Delicia Yunita Rahman, mengatakan penguasaan teknologi pemijahan yang telah dicapai dalam riset sebelumnya menjadi dasar penting untuk pengembangan konservasi Belida.

“Penelitian sebelumnya bersama Pertamina ini turut membantu KKP dan BRIN dalam assessment stok dan rantai ekonomi Ikan Putak/Belida Jawa (Notopterus notopterus) hingga terbitnya policy brief Kepmen KP No. 83 Tahun 2024,” kata Delicia.

Menurut dia, riset lanjutan juga diarahkan untuk mendukung penyesuaian status perlindungan Ikan Belida Lopis melalui Kepmen KP No. 66 Tahun 2025. Dengan penguasaan teknologi pembenihan, spesies tersebut diharapkan nantinya dapat dibudidayakan masyarakat secara aman dan sah.

Dalam riset sebelumnya, tim berhasil mengembangkan lebih dari 571 individu dari tiga spesies Belida, yakni Notopterus notopterus, Chitala lopis, dan Chitala hypselonotus. Ikan hasil pengembangan tersebut tersebar di sejumlah lokasi, termasuk BRIN, Jagat Satwa Nusantara, dan Universitas PGRI Palembang.

Salah satu capaian pentingnya adalah pengembangan teknologi pemijahan semi-buatan menggunakan hormon GnRH secara presisi dalam sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).

Namun, keberhasilan memijahkan Belida belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan konservasi. Tantangan berikutnya adalah pembenihan dan pembesaran ikan di dalam wadah pemeliharaan.

Karena itu, riset periode 2026–2029 akan menggunakan pendekatan OMICS, yang mencakup genomik, metabolomik, dan proteomik. Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan kebutuhan pakan secara lebih presisi pada setiap fase pertumbuhan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan Belida Lopis.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Siti Fauzia, mengatakan upaya penyelamatan Belida tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak.

“Bagi kami, Sungai Musi bukan sekadar nadi transportasi untuk operasional kilang, tetapi juga rumah alami bagi keanekaragaman hayati yang harus terus dijaga,” ujar Fauzia.

Menurut Fauzia, konservasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga riset, akademisi hingga masyarakat. Ia berharap keberadaan Belida tidak berhenti sebagai simbol atau ikon Palembang, tetapi kembali ditemukan secara nyata di habitat alaminya.

Kerja sama konservasi Belida tersebut telah dirintis Pertamina sejak 2018. Dalam perjalanannya, riset bersama menghasilkan tiga artikel jurnal internasional bereputasi tinggi, satu jurnal internasional bereputasi menengah, satu artikel Sinta 1, serta dua paten terdaftar.

Program Belida Musi Lestari juga telah diterapkan melalui kurikulum cinta Belida di 20 sekolah dan satu universitas.

Konsistensi program tersebut turut mengantarkan Kilang Plaju meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2024 dan 2025. Program yang sama juga memperoleh predikat GOLD dalam The 16th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards di Vietnam.

Kini, setelah spesies Belida asli Palembang yang sempat menghilang berhasil teridentifikasi kembali dan teknologi pemijahannya terus dikembangkan, pekerjaan berikutnya jauh lebih besar: memastikan ikan tersebut tidak hanya bertahan di fasilitas konservasi, tetapi suatu hari dapat kembali hidup di Sungai Musi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Sebut  Serapan DAK Fisik OKI Tertinggi di Sumsel.

    Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Sebut  Serapan DAK Fisik OKI Tertinggi di Sumsel.

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi  raih capaian tertinggi realisasi anggaran dana alokasi khusus (DAK) Fisik Triwulan II Tahun Anggaran 2021 di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, cut of 21 Juli 2021 sebesar 32,3 % yang diikuti oleh Kota Prabumulih dengan realisasi sebanyak 22,7% dan Provinsi Sumatera Selatan dengan realisasi sebanyak 20,8%. Hal itu terungkap […]

  • FOKAL IMM Bangun Kekuatan Umat dengan BSI

    FOKAL IMM Bangun Kekuatan Umat dengan BSI

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    FORUM Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM), yang merupakan wahana berkumpulnya para alumni IMM, melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding ( MoU) dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta, Senin (02/08/2021). Penandatangan ini pun dihadiri lebih dari 300 pimpinan FOKAL IMM se-Indonesia secara virtual. Menurut Ketua Umum Kornas FOKAL IMM, Armyn Goeltom, […]

  • Agar Tak Tumpang Tindih, Pemprov Sumsel Minta Raperda Inisiatif Dikaji

    Agar Tak Tumpang Tindih, Pemprov Sumsel Minta Raperda Inisiatif Dikaji

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.855
    • 0Komentar

    DPRD Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel) menggelar Rapat paripurna XX (20) dengan agenda mendengarkan pendapat Gubernur Sumsel terhadap Raperda Usul Inisiatif DPRD Provinsi Sumsel,  Tentang  Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Pencegahan dan pengendalian Wabah Penyakit Menular dan Bencana  (16/11/2020). Rapat paripurna di pimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki dan dihadiri Wakil Gubenur Sumsel […]

  • Seat Penumpang Garuda Jelang Imlek 2018 Naik 85% di Sejumlah Destinasi Favorit

    Seat Penumpang Garuda Jelang Imlek 2018 Naik 85% di Sejumlah Destinasi Favorit

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    Puncak trafik diperkirakan akan terjadi di tanggal 15-16 Februari 2018.

  • Ombudsman dorong OKI bisa tingkatkan opini tertinggi, Pj Bupati ingatkan soal ini kebawahan

    Ombudsman dorong OKI bisa tingkatkan opini tertinggi, Pj Bupati ingatkan soal ini kebawahan

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Ombudsman RI Perwakilan Sumsel mendorong agar Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] dapat meningkatkan opini tinggi menjadi opini tertinggi pada 2024. Asisten Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, Hendrico SH CLA  mengatakan, capaian poin dari tahun ke tahun kepatuhan pelayanan publik Pemkab OKI sudah cukup baik dengan predikat zona hijau kategori opini […]

  • Momentum Ramadhan, UMKM harus Naik Kelas

    Momentum Ramadhan, UMKM harus Naik Kelas

    • calendar_month Minggu, 26 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.123
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkaf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pelaku UMKM di Provinsi Gorontalo memanfaatkan momentum Ramadan untuk naik kelas. Menparekraf Sandiaga saat Talkshow Wirausaha Parekraf, di Foodcourt Limboto, Sabtu (25/3/2023) menjelaskan saat bulan puasa diperkirakan terjadi potensi kenaikan omzet usaha hingga 35-45 persen, untuk itu […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms ClickSend SMS Ninja Forms Conditional Logic Ninja Forms Constant Contact Ninja Forms ConvertKit Ninja Forms Elavon Ninja Forms EmailOctopus Ninja Forms Emma Ninja Forms Excel Export Ninja Forms File Uploads Ninja Forms for AMP