Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Fenomena Politik “ Kutu Loncat”

Fenomena Politik “ Kutu Loncat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
  • visibility 1.878
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ISTILAH kutu loncat memang tidak ditemukan dalam teori politik, tetapi kata tersebut muncul sebagai sebutan bagi pelaku politik yang suka pindah-pindah partai. Selanjutnya, perilaku politisi yang berpindah-pindah dari satu partai politik ke partai politik lainnya telah dianggap sebagai suatu hal yang biasa oleh sebagian politisi, meskipun dianggap aneh dan tidak pantas bagi pandangan publik.

Sejumlah argumentasi mereka kemukakan sebagai pembenaran atas tindakan dan keputusan yang diambil. Publik melihat secara jelas bahwa perilaku tersebut selalu dilatari oleh peristiwa politik yang terjadi, seperti pemilihan Ketua Partai, proses pencalonan calon pejabat politik (kepala daerah maupun anggota legislatif), dan peritiwa lain yang beririsan dengan politik.

Peristiwa-peristiwa tersebut umumnya melahirkan kelompok-kelompok yang tidak puas (barisan sakit hati), itulah yang kemudian menyebabkan loyalitas seorang politisi  terhadap partainya menjadi luntur, kecintaan terhadap partai berubah menjadi kebencian, ikrar sumpah setia terhadap partai yang pernah diucapkan lenyap begitu saja dalam sanubarinya.

Kondisi tersebutlah yang mendorong seorang politisi untuk begitu mudah menerima pinangan dari partai politik lain atau bahkan menawarkan diri untuk masuk dalam barisan partai politik tertentu.

Lalu, apa motif partai politik begitu mudah menerima dan mengakomodir seorang figur yang berpindah dari partai tertentu, bahkan ditempatkan pada posisi strategis yang seharusnya ditempati oleh kader yang telah lama mengabdikan diri.

Meskipun tidak diungkap secara tegas, tapi sangat mudah terbaca oleh publik bahwa seorang figur yang memiliki kemampuan finansial yang besar akan lebih mudah memperoleh posisi penting dalam partai politik meskipun dirinya bukan kader.

Alasannya, jelas bahwa sistem politik dan demokrasi yang ada saat ini memerlukan biaya yang tidak sedikit (politik biaya tinggi). Kalau demikian, apakah niat (Innamal A’maalu Binniyat) atau motif seseorang berpolitik, memilih dan masuk dalam organisasi partai politik?. Faktor ideologikah?, hasrat berkuasakah?, ataukah untuk mencari atau mengumpulkan kekayaan?. Secara verbal, mereka pasti akan mengatakan bahwa motifnya adalah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, tapi fakta yang kebanyakan publik saksikan adalah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Memilih bertahan pada partai tertentu atau memutuskan untuk beralih pada partai lain memang adalah hak politik yang dimiliki oleh setiap warga negara yang dilindungi oleh konstitusi.

Tapi perilaku tersebut sangat tidak etis dan mempertontonkan politik elit yang tidak matang dan dewasa, serta memberi kesan publik bahwa politik tidak lebih dari petualangan mencari keuntungan (kekuasaan dan materi) bukan karena faktor ideologis yang melahirkan loyalitas terhadap partai yang dipilih sebagai basis perjuangan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.  [***]

 

Oleh : Taufik Akhyar

Dosen Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Vaksinisasi, Gubernur Segera Gandeng BUMD Sediakan Vaksin Gratis Untuk Masyarakat

    Percepat Vaksinisasi, Gubernur Segera Gandeng BUMD Sediakan Vaksin Gratis Untuk Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 8 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menghadiri Video Conference Arahan Bapak Presiden untuk Para Kepala Daerah, Evaluasi Perkembangan dan Tindak Lanjut PPKM Level IV di Wilayah Luar Jawa-Bali dari Sumsel Command Center, Kemaren. Gubernur ungkapkan untuk mengendalikan penyebaran covid-19 terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain mengurangi mobilitas dan melakukan vaksinasi. “Kemudian untuk vaksin, karena […]

  • Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    POLISI menggelar rekonstruksi pembunuhan di Sukarami pada malam hari raya Idul Fitri atau pada 23 Mei lalu. TH, seorang remaja berusia 16 tahun warga Alang Alang Lebar, ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menghabisi nyawa korban berinisial KL, usia 18 tahun. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono menerangkan, peristiwa bermula saat tersangka terlibat perkelahian dengan seseorang […]

  • 49 Cakasek di OKI Selesai Didiklat

    49 Cakasek di OKI Selesai Didiklat

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA  49 orang calon kepala sekolah (Kepsek) di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) selesai mengikuti diklat. Diklat ini dilaksanakan sejak Oktober lalu. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan OKI, Maulidini menyampaikan, kegiatan yang bekerja sama dengan LPMP Sumsel ini bertujuan meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah. “Semua pesertanya merupakan calon kepala sekolah yang […]

  • Diamanahkan angka gizi buruk Sumsel turun 24%

    Diamanahkan angka gizi buruk Sumsel turun 24%

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 angka stunting di Sumsel sebesar 24%, oleh sebab itu Provinsi Sumsel mendapat diamanah untuk  dapat menurunkan angka stunting secara nasional menjadi 14% di tahun 2024. Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru dihadapan ribuan bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) […]

  • Tebar 135 Ribu Bibit Ikan di Danau Ulak Lia

    Tebar 135 Ribu Bibit Ikan di Danau Ulak Lia

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Perikanan menebar ribuan bibit ikan Jelawat dan Nilem di Danau Ulak Lia Sekayu, Jumat (23/10/2020). Penebaran bibit ikan tersebut merupakan kerjasama antara Pemkab Muba dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Provinsi Jambi, sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan di Bumi Serasan Sekate. Plt Kepala Dinas Perikanan, Hendra […]

  • Muba Raih Medali Peparprov Pertama dari Enrico

    Muba Raih Medali Peparprov Pertama dari Enrico

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    KONTINGEN National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meraih medali pertama Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan (Sumsel) III-2021 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dari cabang olahraga (Cabor) chess atau catur. Adalah Enrico Caesar Delano atlet catur NPC Muba yang sukses mempersembahkan medali perak di kategori B 1 atau tuna netra total perorangan […]

expand_less
WordPress Archive AllSmiles – Dentist WordPress Theme Allure – Beauty & Fashion Blog WordPress Theme Alma – Minimalist Multi-Use WordPress Theme Alona – Tidy & Clean WordPress Portfolio Alone – Charity Multipurpose Non-profit WordPress Theme Alpas – AI & Data Analytics Startup Elementor WordPress Theme AlphaColor – Design & Printing Elementor Template Kit AlphaColor | Type Design & 3D Printing WordPress Theme + Elementor Alpins – Mountain And Hiking Theme Altaframe – Drone Aerial Videography and Photo School WordPress Theme