Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kriminal » 23.573 Butir Ekstasi Disulap Jadi Abu, Bukan Sulap, Bukan Sihir, Ini Polisi!

23.573 Butir Ekstasi Disulap Jadi Abu, Bukan Sulap, Bukan Sihir, Ini Polisi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 632
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI halaman Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Selasa pagi (15 Juli 2025), asap mengepul bukan karena kebakaran dapur atau orang bakar sate. Tapi ini lebih serius dari sekadar arang gosong yang dibakar adalah 4,55 kilogram sabu dan 23.573 butir ekstasi.

Kalau dihitung, itu cukup buat bikin kampung satu ngelantur seminggu, tapi tidak di Bumi Sriwijaya, Bung! Di sini, narkoba bukan teman ngopi, tapi musuh bebuyutan, dikasih salam, dibalas dengan borgol.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal menyelamatkan generasi,” kata Kombes Pol Yulian Perdana, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel.

Ia berbicara dengan mimik serius, tapi kalau disisipkan backsound gamelan dan efek zoom in, rasanya sudah pantas masuk film dokumenter Netflix “Sumsel Melawan Narkoba: Dari Palembang dengan Tegas”

Bayangkan saja, 95.182 jiwa bisa diselamatkan dari jurang narkoba gara-gara barang haram itu dimusnahkan. Itu artinya, satu dusun di OKI, dua kelurahan di Palembang, dan satu RT di Banyuasin tidak perlu ngelantur karena sabu. Pepatah lama bilang, “Sekali tepuk dua lalat mati, asal jangan pakai sabu buat nempuk”.

Coba bayangkan, kalau semua itu lolos dan beredar, kita bisa punya angkatan muda yang semangatnya bukan lagi ‘membangun bangsa’, tapi ‘ngudud sabu sambil ngelantur puisi absurd’. Bangsa ini tidak butuh penyair mabuk, kita butuh petani waras, guru sadar, dan sopir ojek online yang tahu jalan pulang.

Jangan kira Sumsel sendirian, di Kamboja, bandar narkoba bisa kena tembak di tempat, di Filipina? Presiden Rodrigo Duterte dulu terkenal karena gaya ‘gas pol’ tanpa rem, bandar baru nyengir sedikit langsung hilang dari peredaran, bukan karena insaf, tapi karena insyaf selamanya.

Tapi Indonesia, tetap mengedepankan hukum, para tersangka dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 UU Narkotika. Ancamannya? Bukan cuma kurungan, tapi bisa sampai hukuman mati, jadi kalau ada yang masih nekat main sabu-sabu, bisa-bisa terakhir kali lihat matahari cuma dari balik jeruji, itu pun sambil nunggu sidang.

Kita memang hidup di zaman serba ingin tahu, anak muda sekarang penasaran sama hal-hal aneh, namun  jangan sampai rasa ingin tahu itu jadi tiket masuk ke dunia gelap narkoba.

Ingat pepatah bijak “Kalau tidak bisa jadi pelita, jangan jadi asap yang bikin sesak dada”.

Banyak yang bilang, “Cuma coba-coba”. Nah, ini seperti bilang, “Cuma nyebur sebentar ke kolam buaya”. Coba-coba itu cocoknya untuk rasa boba baru, bukan untuk sabu. Sekali nyemplung, keluarnya bisa dalam kantong mayat atau minimal dalam berita kriminal.

Saat Ditresnarkoba Sumsel memusnahkan barang bukti, ada satu momen menggelitik asap pemusnahan sempat bikin salah satu wartawan bersin-bersin “Santai aja, Bang, itu bukan sabu yang nyebar, cuma angin Palembang” kata polisi sambil ngelawak.

Tapi dibalik tawa itu, ada kerja serius, bayangkan, 19 tersangka dalam dua bulan. Polisi bukan cuma jadi penegak hukum, tapi juga semacam ‘detektif Scooby-Doo’ yang nggak pakai anjing, tapi hasilnya tetap dapet.

Pesan Moral di Balik Asap

Dari cerita ini, kita belajar bahwa perang melawan narkoba bukan kerja polisi semata, ini kerja bareng, dari emak-emak di dapur sampai pemuda di warkop, semua bisa berperan. Kalau lihat gerak-gerik mencurigakan, lapor. Kalau tahu tetangga punya bisnis malam-malam tapi nggak ada produk, curigalah.

Seperti kata pepatah, “Jangan biarkan tikus pesta di lumbung padi”. Sumsel punya banyak potensi dari karet, sawit, sampai ikan patin jangan sampai yang tumbuh malah bisnis sabu.

Di tengah geliat Sumsel bangkit secara ekonomi, sosial, dan budaya, jangan sampai narkoba menyelinap jadi ‘oleh-oleh’ yang menggerogoti dari dalam. Kita bukan hanya butuh pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan karakter, karakter itu dimulai dari pilihan kecil, menolak sabu, menolak ekstasi, dan menolak jadi beban negara.

Jadi, kalau hari ini kamu membaca artikel ini sambil minum kopi, bersyukurlah. Kamu tidak sedang pusing karena sidang pengadilan, tidak sedang tremor karena sakau. Mari tetap waras, tetap kocak, dan tetap kritis, karena seperti kata bijak rakyat Palembang “Lebih baik kenyang karena pempek, daripada mabuk karena sabu”.[**]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keprihatinan MUI OKI Terkait Pembongkaran Makam

    Keprihatinan MUI OKI Terkait Pembongkaran Makam

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    MAJELIS Ulama Indonesia [MUI] Kabupaten Ogan Komering Ilir menyatakan prihatin atas pembongkaran makam yang terjadi di Desa Serigeni Lama Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir ,Rabu (7/8/2019). Wakil MUI Supardjon Ali Haq Al-Tsabit menyampaikan sudut pandangnya terkait suksesi pemilihan kades yang berlangsung serentak 19 November mendatang. “Proses politik semestinya berjalan lebih demokratis tanpa melibatkan persoalan pribadi. Terlebih […]

  • Berminatkah ! Ada vivo Y36 Series! Gaya Sultan, Performa Jagoan!

    Berminatkah ! Ada vivo Y36 Series! Gaya Sultan, Performa Jagoan!

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    VIVO – Perkenalkan entri smartphone terbaru seri Y vivo yang hadir dengan gaya sultan dan performa jagoan, vivo Y36 Series! Hape yang tampil menarik ini hadir dengan Dynamic Glass Design. Material Glass yang dipakai ini membuat desain yang tak hanya elegan tetapi juga nyaman untuk digenggam, terlebih lagi aman dari cipratan air, debu, dan goresan. […]

  • Dinilai Ganggu Potensi SDM, OKI Dukung Turunkan Target Nasional Gizi Buruk 3 %,

    Dinilai Ganggu Potensi SDM, OKI Dukung Turunkan Target Nasional Gizi Buruk 3 %,

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) turut menghadiri secara virtual Forum Nasional Stunting 2021 sebagai upaya akselerasi penurunan stunting. . Hal ini menjadi perhatian dan fokus pemerintah karena permasalahan terkait stunting ini dapat mengganggu potensi sumber daya manusia (SDM). Maka dari itu diperluakan kolaborasi antar pihak untuk dapat […]

  • Siapkan PP Terkait Penangkapan Ikan Terukur

    Siapkan PP Terkait Penangkapan Ikan Terukur

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyiapkan peraturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur yang telah diundangkan pada 6 Maret, lalu. Salah satunya pengaturan teknis terkait kuota penangkapan ikan dan tata cara penghitungannya.   Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat membuka […]

  • Dorong Dekarbonisasi & Digitalisasi, Infineon Tampilkan Solusi Cerdas Bersama dengan Mitra Ekosistem di Forum OktoberTech™

    Dorong Dekarbonisasi & Digitalisasi, Infineon Tampilkan Solusi Cerdas Bersama dengan Mitra Ekosistem di Forum OktoberTech™

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 470
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, MUNICH, JERMAN – Perjuangan melawan pemanasan global adalah salah satu tantangan terpenting umat manusia. Teknologi inovatif dan penggunaan energi listrik adalah kunci untuk mengurangi emisi karbon. Inovasi semikonduktor yang berkontribusi pada transformasi hijau dan digital adalah inti dari hampir semua solusi cerdas dan hemat energi. Namun, tantangan saat ini hanya dapat diatasi dengan […]

  • Ribuan Tendangan, Jaket Kamuflase, & Mimpi Indonesia Emas, Ketika Jakabaring Jadi Pabrik Ninja”

    Ribuan Tendangan, Jaket Kamuflase, & Mimpi Indonesia Emas, Ketika Jakabaring Jadi Pabrik Ninja”

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    JANGAN anggap enteng sepakan anak bangsa, kalau dulu kita bangga sama sepakan Kungfu Panda, sekarang giliran Taekwondoin Jakabaring yang bikin geger Hall Ranau kayak dapur nasi goreng panas, berasap, dan penuh teriakan. Hari Sabtu (26 Juli 2025), Jakabaring Sport City berubah bukan jadi tempat nonton badminton atau selfie di bawah jembatan Ampera mini, tapi jadi […]

expand_less
WordPress Archive Westpac (PayWay Classic API) Payment Gateway WooCommerce Plugin Westwood – Golf Club & Course Elementor Template Kit Westy – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme WeTravel – Travel and Tourism Template Kit Whal – Digital Marketing & SEO WordPress Theme WhatsApp Chat Support – WordPress Plugin WhatsApp Chat WordPress WhatsApp Chat – WordPress WhatsApp Chat WhatsApp Click to Chat Plugin for WordPress Wheel of Fortune – HTML5 Casino Game