Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kriminal » 23.573 Butir Ekstasi Disulap Jadi Abu, Bukan Sulap, Bukan Sihir, Ini Polisi!

23.573 Butir Ekstasi Disulap Jadi Abu, Bukan Sulap, Bukan Sihir, Ini Polisi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 645
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI halaman Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Selasa pagi (15 Juli 2025), asap mengepul bukan karena kebakaran dapur atau orang bakar sate. Tapi ini lebih serius dari sekadar arang gosong yang dibakar adalah 4,55 kilogram sabu dan 23.573 butir ekstasi.

Kalau dihitung, itu cukup buat bikin kampung satu ngelantur seminggu, tapi tidak di Bumi Sriwijaya, Bung! Di sini, narkoba bukan teman ngopi, tapi musuh bebuyutan, dikasih salam, dibalas dengan borgol.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal menyelamatkan generasi,” kata Kombes Pol Yulian Perdana, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel.

Ia berbicara dengan mimik serius, tapi kalau disisipkan backsound gamelan dan efek zoom in, rasanya sudah pantas masuk film dokumenter Netflix “Sumsel Melawan Narkoba: Dari Palembang dengan Tegas”

Bayangkan saja, 95.182 jiwa bisa diselamatkan dari jurang narkoba gara-gara barang haram itu dimusnahkan. Itu artinya, satu dusun di OKI, dua kelurahan di Palembang, dan satu RT di Banyuasin tidak perlu ngelantur karena sabu. Pepatah lama bilang, “Sekali tepuk dua lalat mati, asal jangan pakai sabu buat nempuk”.

Coba bayangkan, kalau semua itu lolos dan beredar, kita bisa punya angkatan muda yang semangatnya bukan lagi ‘membangun bangsa’, tapi ‘ngudud sabu sambil ngelantur puisi absurd’. Bangsa ini tidak butuh penyair mabuk, kita butuh petani waras, guru sadar, dan sopir ojek online yang tahu jalan pulang.

Jangan kira Sumsel sendirian, di Kamboja, bandar narkoba bisa kena tembak di tempat, di Filipina? Presiden Rodrigo Duterte dulu terkenal karena gaya ‘gas pol’ tanpa rem, bandar baru nyengir sedikit langsung hilang dari peredaran, bukan karena insaf, tapi karena insyaf selamanya.

Tapi Indonesia, tetap mengedepankan hukum, para tersangka dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 UU Narkotika. Ancamannya? Bukan cuma kurungan, tapi bisa sampai hukuman mati, jadi kalau ada yang masih nekat main sabu-sabu, bisa-bisa terakhir kali lihat matahari cuma dari balik jeruji, itu pun sambil nunggu sidang.

Kita memang hidup di zaman serba ingin tahu, anak muda sekarang penasaran sama hal-hal aneh, namun  jangan sampai rasa ingin tahu itu jadi tiket masuk ke dunia gelap narkoba.

Ingat pepatah bijak “Kalau tidak bisa jadi pelita, jangan jadi asap yang bikin sesak dada”.

Banyak yang bilang, “Cuma coba-coba”. Nah, ini seperti bilang, “Cuma nyebur sebentar ke kolam buaya”. Coba-coba itu cocoknya untuk rasa boba baru, bukan untuk sabu. Sekali nyemplung, keluarnya bisa dalam kantong mayat atau minimal dalam berita kriminal.

Saat Ditresnarkoba Sumsel memusnahkan barang bukti, ada satu momen menggelitik asap pemusnahan sempat bikin salah satu wartawan bersin-bersin “Santai aja, Bang, itu bukan sabu yang nyebar, cuma angin Palembang” kata polisi sambil ngelawak.

Tapi dibalik tawa itu, ada kerja serius, bayangkan, 19 tersangka dalam dua bulan. Polisi bukan cuma jadi penegak hukum, tapi juga semacam ‘detektif Scooby-Doo’ yang nggak pakai anjing, tapi hasilnya tetap dapet.

Pesan Moral di Balik Asap

Dari cerita ini, kita belajar bahwa perang melawan narkoba bukan kerja polisi semata, ini kerja bareng, dari emak-emak di dapur sampai pemuda di warkop, semua bisa berperan. Kalau lihat gerak-gerik mencurigakan, lapor. Kalau tahu tetangga punya bisnis malam-malam tapi nggak ada produk, curigalah.

Seperti kata pepatah, “Jangan biarkan tikus pesta di lumbung padi”. Sumsel punya banyak potensi dari karet, sawit, sampai ikan patin jangan sampai yang tumbuh malah bisnis sabu.

Di tengah geliat Sumsel bangkit secara ekonomi, sosial, dan budaya, jangan sampai narkoba menyelinap jadi ‘oleh-oleh’ yang menggerogoti dari dalam. Kita bukan hanya butuh pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan karakter, karakter itu dimulai dari pilihan kecil, menolak sabu, menolak ekstasi, dan menolak jadi beban negara.

Jadi, kalau hari ini kamu membaca artikel ini sambil minum kopi, bersyukurlah. Kamu tidak sedang pusing karena sidang pengadilan, tidak sedang tremor karena sakau. Mari tetap waras, tetap kocak, dan tetap kritis, karena seperti kata bijak rakyat Palembang “Lebih baik kenyang karena pempek, daripada mabuk karena sabu”.[**]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Minta Masyarakat NTB Tak Mudah Percaya Berita Hoaks

    BMKG Minta Masyarakat NTB Tak Mudah Percaya Berita Hoaks

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram meminta masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya untuk tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak benar (hoaks). “Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya diharapkan tidak panik, tetap tenang, selalu waspada dan tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak benar,” ujar Kepala BMKG […]

  • Alhamdulillah, Korban Rumah Roboh Di Banyuasin Dapat Bantuan Bupati

    Alhamdulillah, Korban Rumah Roboh Di Banyuasin Dapat Bantuan Bupati

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin, H Askolani Jasi menyampaikan turut prihatin atas musibah yang dialami oleh keluarga Solehan, korban rumah roboh akibat hujan dan angin kencang pada sabtu malam (10/05) di Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Ia mendatangi lokasi kejadian dan memberi bantuan senilai uang 20 Juta untuk membangun rumah layak huni. “Rumah milik Bapak Solehan ini kondisinya […]

  • Jangan Ragu Proses Oknum Polisi Pelanggar Aturan, Kapolri: Kasihan Polisi yang Kerja Keras, Capek, Lalu Hancur Gara-gara  Ada Yang Nakal

    Jangan Ragu Proses Oknum Polisi Pelanggar Aturan, Kapolri: Kasihan Polisi yang Kerja Keras, Capek, Lalu Hancur Gara-gara Ada Yang Nakal

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 592
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. Kapolri menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan. […]

  • Hanya 2 Jam, 3 Perampok Toko SM Diringkus Aparat

    Hanya 2 Jam, 3 Perampok Toko SM Diringkus Aparat

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.660
    • 0Komentar

    APARAT Kepolisian Polres OKI tak memerlukan waktu berhari-hari untuk meringkus tiga pelaku perampokan Toko Sumber Makmur, pada Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada rabu (17/6/2020) malam. Hanya 2 jam, tiga dari empat pelaku perampok sadis itu berhasil diamankan. Mereka adalah Feri (24), Sidik (22), dan Amaludin (25). Kapolsek Lempuing, AKP Darmanson mengungkapkan bahwa […]

  • Meski Bisa Imbangi Permainan Korsel, Timnas U-23 Kalah 2-1

    Meski Bisa Imbangi Permainan Korsel, Timnas U-23 Kalah 2-1

    • calendar_month Sabtu, 23 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta, – Timnas Indonesia U-23 yang dipersiapkan untuk Asian Games Agustus mendatang harus mengakui keunggulan Timnas U-23 Korea Selatan 2-1. Pertandingan laga uji coba yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (23/6/2018) dinilai sangat bermutu, pasalnya anak asuh Luis Milla mampu menekan Korsel. Namun pada babak pertama Timnas U-23 Korsel unggul dulu  melalui […]

  • Rakor Kapolda, Gub. Sumsel & Forkopimda Sumsel terkait isu- isu strategis Pilkada

    Rakor Kapolda, Gub. Sumsel & Forkopimda Sumsel terkait isu- isu strategis Pilkada

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kapolda Sumsel, Irjen Pol A. Rachmad Wibowo, Sik, bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Dr. Agus Fatoni, MSi, dan Forkopimda Provinsi Sumsel, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Isu-Isu Strategis dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Acara ini digelar di Ruang Rapat Gubernur Sumsel pada Rabu, (17/4). Dalam pertemuan tersebut, PJ Gubernur Sumsel Dr. Agus […]

expand_less
WordPress Archive Westpac (PayWay Classic API) Payment Gateway WooCommerce Plugin Westwood – Golf Club & Course Elementor Template Kit Westy – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme WeTravel – Travel and Tourism Template Kit Whal – Digital Marketing & SEO WordPress Theme WhatsApp Chat Support – WordPress Plugin WhatsApp Chat WordPress WhatsApp Chat – WordPress WhatsApp Chat WhatsApp Click to Chat Plugin for WordPress Wheel of Fortune – HTML5 Casino Game