Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Dapur Bukan Sekadar Tempat Masak, Bro! Di Sana Ada Masa Depan Ekonomi Sumsel”

“Dapur Bukan Sekadar Tempat Masak, Bro! Di Sana Ada Masa Depan Ekonomi Sumsel”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 2.903
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“BU, sambel kok pedes nian hari ini?”
“Lha…, wong lagi ngomongin ekonomi, Nak… mana ado ekonomi yang gak pedes sekarang…” ia ya….!

Begitulah percakapan singkat klasik di dapur rumah bu Yanti, emak-emak PKK yang kalau masak, aromanya bisa bikin tetangga sebelah salah fokus waktu nyetrika. Tapi hari itu bukan cuma bawang yang digoreng, ide pun ikut digoreng.

Bahkan gara-gara Festival Rempah 2025 kemarin yang baru dibuka Gubernur Herman Deru di PTC Mall, emak-emak sekampung mendadak bahas ekspor jahe, harga kunyit, dan branding lada hitam.

“Coba pikir, Deru tu benar jugo,” kata Bu Yanti sambil ngulek sambel sampai uleknya mau patah. “Selama ini kita remehke dapur, padahal dari situlah ekonomi bisa ngebul”.

Kalau dipikir-pikir, memang betul juga ya…
Sebab, selama ini, kita sibuk bahas industri besar, pabrik baja, migas, nikel, padahal tiap rumah di Sumsel punya pabrik mini, dapur.
Di sanalah inovasi muncul tanpa proposal, tanpa tender, tanpa rapat koordinasi, cuma pakai intuisi, cinta, dan sedikit garam.

Tapi sayangnya, dapur sering dianggap cuma urusan “emak-emak”, padahal, di dapurlah masa depan itu bisa juga diolah.
Coba tengok, sambel terasi Bu Yanti….. kalau dikemas bagus, dikasih label “Sambel Sriwijaya Heritage”, lalu dipromosikan lewat TikTok, bisa laku ke luar negeri.

Itulah yang dimaksud “Jangan anggap dapur cuma tempat masak, di sanalah letak potensi ekspor”, coba bayangkan lagi, kalau cuma karena rempah, Sriwijaya dulu diserbu pedagang Arab, India, sampai Portugis.
Sekarang… bukannya mereka datang lagi beli, malah kita yang beli bumbu instan mereka di minimarket, ironi rasa kari!

Festival Rempah di PTC Mall itu hebohnya bukan main, sebab aromanya campur-campur kayak gado-gado bumbu.hehehe.. antara kayu manis, kopi, dan minyak angin (gara-gara ada bapak-bapak yang kelamaan berdiri). Tapi yang paling wangi tentu semangat para emak-emak PKK dari berbagai kabupaten.

Ada yang jual bubuk jahe sachet, ada yang jual rendang daun jeruk kemasan, ada pula yang pamer “teh serai low sugar for millennial”.
Kreatif memang dan keren.

Gubernur Sumsel terlihat semangat, sembari bilang begini…. rempah-rempah bukan cuma soal rasa, tapi juga identitas dan peluang ekonomi, bahkan Belanda sendiri dulu mencari inilah di Indonesia.
Nah, ini menarik bukan….?

Kaya rasa

Sebab kalau bicara identitas, Sumsel tuh memang kaya rasa, bukan cuma di lidah, tapi juga dalam sikap, bahkan pedasnya bak sambel geprek level 10…. getirnya kopi, dan manisnya gula aren… semua merepresentasikan kehidupan “wong kito” keras, tapi ngangenin.

Sebenarnya, ada filosofi menarik dari rempah yang bikin menarik, yaitu semakin keras ditumbuk, semakin keluar aromanya.
Begitu pula  manusia Sumsel, semakin ditekan keadaan, semakin kreatif dia cari jalan. Cuma sayangnya, banyak yang belum sadar kalau potensi rempah itu bisa jadi ekonomi raksasa.

Sekarang ini, jahe kita dikirim mentah, diolah di luar negeri, lalu dibeli balik dalam bentuk “ginger latte”.
Harga naik 10 kali lipat, dan yang kaya malah bukan petaninya.

Oleh karena itu, Festival Rempah ini mestinya bukan cuma jadi ajang pameran, tapi juga ajang pencerahan, sebab  yang dibutuhkan bukan cuma stand pamer, tapi standar ekonomi.

Jangan cuma pamer botol, tapi pikirkan rantai pasok, pengemasan, sertifikasi halal, sampai digital marketing.
Dan…jangan cuma jual wangi, tapi jual nilai tambah.

Maka, kadang kegiatan semacam festival ini cuman jadi ajang foto-foto, selfie bareng Gubernur, terus posting di Instagram #RempahKito #BanggaProdukLokal. Setelah tiga hari kemudian, stan ditutup, aroma rempah hilang, ekonomi balik lagi ke rasa hambar.

Sebenarnya gampang, kalau mau festival rempah ini gak jadi sekadar acara “wangi sebentar”. Pertama, harus ada follow up.
Misalnya, bikin pelatihan pengemasan dan digitalisasi produk UMKM tiap kabupaten.

Kedua, pemerintah bisa bantu riset tentang diversifikasi produk rempah, misalnya bikin parfum, sabun herbal, sampai minuman kesehatan dan Ketiga, PKK bisa jadi brand ambassador rempah lokal,  kalau ada influencer emak-emak Sumsel yang review sambel lokal dengan gaya lucu, bisa viral bro!.

Oleh karena itu, kesimpulannya yaitu, hidup itu kayak sambel, kalau gak diulek, gak keluar rasanya. Kalau gak diuji, gak ada aromanya.

Festival Rempah 2025 ini mestinya jadi ulek-an pertama buat ekonomi kerakyatan Sumsel bukan hanya untuk gaya-gayaan di mall, tapi untuk nyadarkan bahwa potensi ekonomi itu sering tersembunyi di dapur.

Dapur bukan cuma tempat masak tapi melainkan untuk tempat mimpi diracik. Dan dari situlah bisa lahir pengusaha, inovator, dan penopang ekonomi keluarga.

Kalau emak-emak bisa jual sambel botolan ke luar negeri, kenapa anak muda gak bisa bikin startup bumbu digital?, siapa tahu, nanti kita punya aplikasi “RempahGo”, pesan cabe rawit premium bisa diantar pake drone.

Jadi,  aroma bawang dan kunyit bisa kalahkan aroma dolar, asal dikelola dengan cerdas, pasalnya rempah itu bukan sekadar urusan dapur, tapi soal masa depan ekonomi. Kita cuma perlu satu hal: keseriusan tanpa kehilangan humor, seperti kata pepatah lama. “Kalau sudah bisa menumis masa depan, jangan biarkan cita-cita gosong di wajan birokrasi”.

Dan… buatlah semua pejabat yang hadir di Festival Rempah kemarin, semoga pulangnya bukan cuma bawa goodie bag, tapi juga good idea, karena kalau cuma nyium aroma rempah tapi gak bikin kebijakan, itu namanya cuma jadi penonton di dapur sejarah.

Mari kita rawat dapur, karena di sanalah masa depan ekonomi Sumsel sedang menunggu untuk ditumis dengan ide-ide segar, ingat  jangan remehkan emak-emak PKK. Mereka bukan cuma ahli masak, tapi juga ahli meracik masa depan bangsa dengan spatula, bukan wacana!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menilik Gerakan Cinta Zakat di Sebatik Timur Yang Perlu Dicontoh, Sehari Tembus 70 Juta Rupiah

    Menilik Gerakan Cinta Zakat di Sebatik Timur Yang Perlu Dicontoh, Sehari Tembus 70 Juta Rupiah

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 930
    • 0Komentar

    GERAKAN cinta zakat terus menggeliat di penjuru negeri. Salah satunya yang dilakukan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non-PNS Kantor Urusan Agama (KUA) Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Melalui program Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur, para penyuluh ini terus menggugah kesadaran umat muslim di area perbatasan Indonesia ini untuk berzakat. Berbagai upaya pun dilakukan, salah satunya […]

  • 30.269 ASN di Lingkungan Pemprov Sumsel Mulai Peroleh Beras

    30.269 ASN di Lingkungan Pemprov Sumsel Mulai Peroleh Beras

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.144
    • 0Komentar

    SEBANYAK 30.269 ASN di Lingkungan Pemprov Sumsel mulai memperoleh beras yang berasal dari pengadaan beras petani. Penyaluran beras insentif itu dibagikan untuk ASN dan tenaga honorer di lingkungan Provinsi Sumsel. Selain mengalurkan beras, pada kesempatan itu Pemerintah Provinsi juga mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR). Penyerahan beras dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru […]

  • Menunda silaturahmi, mengurangi tumpukan emisi

    Menunda silaturahmi, mengurangi tumpukan emisi

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    Lebaran sebentar lagi! NAMUN, tahun 2021 jadi tahun kedua masyarakat Indonesia dihimbau untuk tidak pulang kampung atau mudik jelang perayaan Idul Fitri. Penularan COVID-19 yang masih tinggi dan ditambah munculnya varian-varian baru dari berbagai negara jadi dua hal yang perlu dipertimbangkan. Sedih? Pasti banyak yang merasa demikian. Tapi, kami ingin sedikit menghibur kamu yang gagal […]

  • Bimtek TK/TPA BKPRMI, Meningkatkan Kualitas dan Wawasan Guru Mengaji Prabumulih

    Bimtek TK/TPA BKPRMI, Meningkatkan Kualitas dan Wawasan Guru Mengaji Prabumulih

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    LEMBAGA Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI), Wilayah Sumsel, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Mengaji, di Masjid Al Ikhsan Kecamatan Prabumulih Utara, Sabtu (23/10/2021). Pada kesempatan itu, Ust. H. Zulfikar Ali Fajri, S.Ag, M.Si, Direktur Wilayah (Dirwil) LPPTKA BKPRMI Sumsel mengatakan, melalui Bimtek ini diharapkan dapat memberikan […]

  • PB PGRI Apresiasi Bupati Muba

    PB PGRI Apresiasi Bupati Muba

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    SEJAK dua tahun belakangan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di Kabupaten Muba menjadi program prioritas Bupati Muba Dr (Cand) H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Meski belum terealisasi dengan merata, namun hingga saat ini Kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut terus gencar menjalankan program Pemerintahan yang pro kesejahteraan guru. Alhasil, dari program-program pro kesejahteraan guru […]

  • Konsisten Berikan Perhatian Gubernur Didaulat Jadi Bapak Perangkat Desa Indonesia

    Konsisten Berikan Perhatian Gubernur Didaulat Jadi Bapak Perangkat Desa Indonesia

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Herman Deru diangkat menjadi bapak Perangkat Daerah Indonesia oleh Pengurus Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Pengangkatan tersebut dilakukan berkat upaya gubernur yang terus memberikan perhatiannya terhadap kemajuan perangkat desa. Gubernur mengatakan, terbentuknya PPDI ini harus membawa manfaat bagi kemajuan desa. Oleh sebab itu, pengembangan SDM mutlak dilakukan sehingga upaya untuk membangun desa yang […]

expand_less
WordPress Archive Live Chat Experience Live Chat Pro Live Chat Unlimited Live Deals for WooCommerce Live Preview Switch Bar for WordPress Live Support Chat – Live Chat 3 LiveBlog for AMP Livemesh Addons for Beaver Builder Livemesh Addons for Elementor Premium LivePreview | Theme Demo Bar for WordPress