Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Dapur Bukan Sekadar Tempat Masak, Bro! Di Sana Ada Masa Depan Ekonomi Sumsel”

“Dapur Bukan Sekadar Tempat Masak, Bro! Di Sana Ada Masa Depan Ekonomi Sumsel”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 2.894
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“BU, sambel kok pedes nian hari ini?”
Lha…, wong lagi ngomongin ekonomi, Nak… mana ado ekonomi yang gak pedes sekarang…” ia ya….!

Begitulah percakapan singkat klasik di dapur rumah bu Yanti, emak-emak PKK yang kalau masak, aromanya bisa bikin tetangga sebelah salah fokus waktu nyetrika. Tapi hari itu bukan cuma bawang yang digoreng, ide pun ikut digoreng.

Bahkan gara-gara Festival Rempah 2025 kemarin yang baru dibuka Gubernur Herman Deru di PTC Mall, emak-emak sekampung mendadak bahas ekspor jahe, harga kunyit, dan branding lada hitam.

“Coba pikir, Deru tu benar jugo,” kata Bu Yanti sambil ngulek sambel sampai uleknya mau patah. “Selama ini kita remehke dapur, padahal dari situlah ekonomi bisa ngebul”.

Kalau dipikir-pikir, memang betul juga ya…
Sebab, selama ini, kita sibuk bahas industri besar, pabrik baja, migas, nikel, padahal tiap rumah di Sumsel punya pabrik mini, dapur.
Di sanalah inovasi muncul tanpa proposal, tanpa tender, tanpa rapat koordinasi, cuma pakai intuisi, cinta, dan sedikit garam.

Tapi sayangnya, dapur sering dianggap cuma urusan “emak-emak”, padahal, di dapurlah masa depan itu bisa juga diolah.
Coba tengok, sambel terasi Bu Yanti….. kalau dikemas bagus, dikasih label “Sambel Sriwijaya Heritage”, lalu dipromosikan lewat TikTok, bisa laku ke luar negeri.

Itulah yang dimaksud “Jangan anggap dapur cuma tempat masak, di sanalah letak potensi ekspor”, coba bayangkan lagi, kalau cuma karena rempah, Sriwijaya dulu diserbu pedagang Arab, India, sampai Portugis.
Sekarang… bukannya mereka datang lagi beli, malah kita yang beli bumbu instan mereka di minimarket, ironi rasa kari!

Festival Rempah di PTC Mall itu hebohnya bukan main, sebab aromanya campur-campur kayak gado-gado bumbu.hehehe.. antara kayu manis, kopi, dan minyak angin (gara-gara ada bapak-bapak yang kelamaan berdiri). Tapi yang paling wangi tentu semangat para emak-emak PKK dari berbagai kabupaten.

Ada yang jual bubuk jahe sachet, ada yang jual rendang daun jeruk kemasan, ada pula yang pamer “teh serai low sugar for millennial”.
Kreatif memang dan keren.

Gubernur Sumsel terlihat semangat, sembari bilang begini…. rempah-rempah bukan cuma soal rasa, tapi juga identitas dan peluang ekonomi, bahkan Belanda sendiri dulu mencari inilah di Indonesia.
Nah, ini menarik bukan….?

Kaya rasa

Sebab kalau bicara identitas, Sumsel tuh memang kaya rasa, bukan cuma di lidah, tapi juga dalam sikap, bahkan pedasnya bak sambel geprek level 10…. getirnya kopi, dan manisnya gula aren… semua merepresentasikan kehidupan “wong kito” keras, tapi ngangenin.

Sebenarnya, ada filosofi menarik dari rempah yang bikin menarik, yaitu semakin keras ditumbuk, semakin keluar aromanya.
Begitu pula  manusia Sumsel, semakin ditekan keadaan, semakin kreatif dia cari jalan. Cuma sayangnya, banyak yang belum sadar kalau potensi rempah itu bisa jadi ekonomi raksasa.

Sekarang ini, jahe kita dikirim mentah, diolah di luar negeri, lalu dibeli balik dalam bentuk “ginger latte”.
Harga naik 10 kali lipat, dan yang kaya malah bukan petaninya.

Oleh karena itu, Festival Rempah ini mestinya bukan cuma jadi ajang pameran, tapi juga ajang pencerahan, sebab  yang dibutuhkan bukan cuma stand pamer, tapi standar ekonomi.

Jangan cuma pamer botol, tapi pikirkan rantai pasok, pengemasan, sertifikasi halal, sampai digital marketing.
Dan…jangan cuma jual wangi, tapi jual nilai tambah.

Maka, kadang kegiatan semacam festival ini cuman jadi ajang foto-foto, selfie bareng Gubernur, terus posting di Instagram #RempahKito #BanggaProdukLokal. Setelah tiga hari kemudian, stan ditutup, aroma rempah hilang, ekonomi balik lagi ke rasa hambar.

Sebenarnya gampang, kalau mau festival rempah ini gak jadi sekadar acara “wangi sebentar”. Pertama, harus ada follow up.
Misalnya, bikin pelatihan pengemasan dan digitalisasi produk UMKM tiap kabupaten.

Kedua, pemerintah bisa bantu riset tentang diversifikasi produk rempah, misalnya bikin parfum, sabun herbal, sampai minuman kesehatan dan Ketiga, PKK bisa jadi brand ambassador rempah lokal,  kalau ada influencer emak-emak Sumsel yang review sambel lokal dengan gaya lucu, bisa viral bro!.

Oleh karena itu, kesimpulannya yaitu, hidup itu kayak sambel, kalau gak diulek, gak keluar rasanya. Kalau gak diuji, gak ada aromanya.

Festival Rempah 2025 ini mestinya jadi ulek-an pertama buat ekonomi kerakyatan Sumsel bukan hanya untuk gaya-gayaan di mall, tapi untuk nyadarkan bahwa potensi ekonomi itu sering tersembunyi di dapur.

Dapur bukan cuma tempat masak tapi melainkan untuk tempat mimpi diracik. Dan dari situlah bisa lahir pengusaha, inovator, dan penopang ekonomi keluarga.

Kalau emak-emak bisa jual sambel botolan ke luar negeri, kenapa anak muda gak bisa bikin startup bumbu digital?, siapa tahu, nanti kita punya aplikasi “RempahGo”, pesan cabe rawit premium bisa diantar pake drone.

Jadi,  aroma bawang dan kunyit bisa kalahkan aroma dolar, asal dikelola dengan cerdas, pasalnya rempah itu bukan sekadar urusan dapur, tapi soal masa depan ekonomi. Kita cuma perlu satu hal: keseriusan tanpa kehilangan humor, seperti kata pepatah lama. “Kalau sudah bisa menumis masa depan, jangan biarkan cita-cita gosong di wajan birokrasi”.

Dan… buatlah semua pejabat yang hadir di Festival Rempah kemarin, semoga pulangnya bukan cuma bawa goodie bag, tapi juga good idea, karena kalau cuma nyium aroma rempah tapi gak bikin kebijakan, itu namanya cuma jadi penonton di dapur sejarah.

Mari kita rawat dapur, karena di sanalah masa depan ekonomi Sumsel sedang menunggu untuk ditumis dengan ide-ide segar, ingat  jangan remehkan emak-emak PKK. Mereka bukan cuma ahli masak, tapi juga ahli meracik masa depan bangsa dengan spatula, bukan wacana!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Ketum Forsesdasi, Nasrun Umar Tanda Tangan Pergantian Pengurus

    Jadi Ketum Forsesdasi, Nasrun Umar Tanda Tangan Pergantian Pengurus

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Sekda Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar menandatangani Serah Terima Administrasi, Keuangan dan Fisik dari Pengurus DPP Forsesdasi Periode 2016-2018 ke Pengurus DPP Forsesdasi Periode 2018-2021 di Ruang Rapat Sekda, Jumat (18/5/2018). Penandatanganan ini menindaklanjuti hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 di Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilihnya Sekda Sumsel H. Nasrun Umar sebagai […]

  • Simak Yuk ! 7 Resep Ala Suzuki Agar Tak Kesulitan Saat Parkir Paraler

    Simak Yuk ! 7 Resep Ala Suzuki Agar Tak Kesulitan Saat Parkir Paraler

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.980
    • 0Komentar

    Parkir mobil secara paralel bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi yang akan melakukan parkir. Keterbatasan lahan parkir sering membuat beberapa wilayah mengharuskan pengendara untuk memarkirkan mobilnya secara paralel. Kondisi parkir paralel membutuhkan teknik tersendiri, jarak mobil di depan dan belakang biasanya cukup berdekatan sehingga membuat parkir jenis ini lebih sulit dibandingkan parkir jenis lainnya. Selain […]

  • Antisipasi Kemacetan, Gubernur Sumsel Groudbreaking Flyover Simpang Skip Palembang  

    Antisipasi Kemacetan, Gubernur Sumsel Groudbreaking Flyover Simpang Skip Palembang  

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.148
    • 0Komentar

    UNTUK mengurai  kemacetan yang kerap terjadi di simpang skip atau tepatnya di perempatan  angkatan 66 dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan R  Sukamto Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemkot Palembang dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun flyover yang ditandai dengan Groundbreaking oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru  Selasa (7/6). Menurut  Herman Deru pembangunan flyover yang […]

  • Karang Taruna Cetak Trainer Nasional Lewat ToT

    Karang Taruna Cetak Trainer Nasional Lewat ToT

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) memulai langkah baru dalam pengembangan organisasi dengan menggelar Training of Trainers (ToT) nasional di Eco Edu Forest, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (31/7/2026). Selama tiga hari, pelatihan ini disiapkan untuk melahirkan trainer yang diharapkan menjadi penggerak konsolidasi sekaligus pengembangan kapasitas Karang Taruna hingga tingkat daerah. Sebanyak 125 peserta yang […]

  • Laju Pertumbuhan Ekonomi Palembang Relatif Stabil

    Laju Pertumbuhan Ekonomi Palembang Relatif Stabil

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.519
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Asisten III bidang Ekonomi dan Adminiatrasi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Agus Kelana menyampaikan, saat ini laju perekonomian di Palembang relatif stabil,  terlebih dari sisi infrastruktur semakin meningkat. “Ekonomi Palembang lumayan masih bisa bertahan,  apalagi dukungan UMKM terhadap produk lokal yang berbeda dari kota lainnya. Artinya kita bisa menjaga daya saing dengan produk […]

  • Urai Kepadatan H-3 Idul Fitri, Menhub Minta Perusahaan Berikan THR H-7

    Urai Kepadatan H-3 Idul Fitri, Menhub Minta Perusahaan Berikan THR H-7

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    ”Ini salah satu upaya untuk menekan angka kemacetan dan penumpukan kendaraan pada saat waktu mendekati lebaran,”

expand_less
WordPress Archive Live Chat Experience Live Chat Pro Live Chat Unlimited Live Deals for WooCommerce Live Preview Switch Bar for WordPress Live Support Chat – Live Chat 3 LiveBlog for AMP Livemesh Addons for Beaver Builder Livemesh Addons for Elementor Premium LivePreview | Theme Demo Bar for WordPress