Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » WHO Bagi 2 Kategori Varian Covid-19, Satgas Ingatkan Yang Satu Ini Perlu Masyarakat Waspadai, Begini Alasannya..

WHO Bagi 2 Kategori Varian Covid-19, Satgas Ingatkan Yang Satu Ini Perlu Masyarakat Waspadai, Begini Alasannya..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
  • visibility 773
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah membagi 2 kategori utama jenis varian COVID-19. Yaitu variant of concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian, dan variant of interest (VOI) atau varian yang diamati.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut bahwa varian yang perlu diwaspadai ialah VOC. Karena sudah terbukti mengalami perubahan karakteristik yang lebih merugikan bagi yang terpapar. Seperti lebih menular, meningkatkan keparahan gejala, menurunkan efektifitas kekebalan tubuh, menurunkan alat diagnostik atau menurunkan efektifitas obat dan terapi.

“Dalam menghadapi VOC, respon yang tepat ialah memperketat kebijakan mobilitas dengan skrining berlapis. Khususnya bagi pelaku perjalanan asal negara dimana varian tersebut ditemukan. Selain itu perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi tertular dengan meningkatkan disiplin prokes dimanapun dan kapanpun kita berada,” jelasnya dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jumat (10/9/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Mengenai VOC, ada 4 varian yang harus diperhatikan. Diantaranya varian A (alpha) atau B.1.1.7 bersifat lebih menular dan lebih berpeluang menyebabkan keparahan gejala. Varian Beta (B.1.351) dan gamma (P.1) bersifat lebih menular dan meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di rumah sakit. Lalu, varian Delta (B.1.617.2) bersifat lebih menular bahkan bagi orang yang telah tervaksin serta meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di RS.

Disamping itu, WHO melaporkan ada 5 VOI yang sedang diamati. Yaitu, varian Eta (B.1.525), Iota (B.1.526), Kappa (B.1.517.1), Lambda (C.37) dan Mu (B.1621). Varian ini diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik virus dilihat dari perubahan genetiknya maupun perubahan transmisi di komunitas termasuk memunculkan klaster kasus di beberapa negara.

Terkait VOI ini, respon menghadapinya ialah terus memantau perkembangan dari WHO. Terdapat 2 kemungkinan yang dapat terjadi seiring studi lanjutan yaitu berubahnya status VOI menjadi VOC sepeti pada varian delta atau statusnya menjadi tidak aktif di suatu wilayah. “Untuk itu jangan terlalu panik dan tetap waspada dengan terus meningkatkan Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya.

WHO juga memantau varian-varian yang memiliki perubahan pada materi genetiknya namun pengaruhnya pada angka kasus di masyarakat belum jelas sehingga perlu penelitian lebih lanjut. Kategori tambahan ini disebut alert for further monitoring salah satunya dari Indonesia yaitu B1.4662 yang ditetapkan pada kategori tersebut pada April 2021.

Meski demikian, pengaruh dari varian COVID-19 seperti VOC yang berdampak terhadap efektifitas vaksin perlu ditanggapi dengan cermat. Yaitu meningkatkan kewaspadaan tanpa ketakutan berlebih dan terus melakukan pembelajaran dan perbaikan tiada henti. Pembelajaran dari hasil monitoring dan evaluasi di lapangan seharusnya menjadikan atmosfir keilmuan dan perkembangan teknologi semakin pesat di kalangan penelitian dan pakar di Indonesia.

“Mendorong kita semakin mempercepat memenuhi kebutuhan vaksinasi bahkan melampaui standar minimal cakupan vaksinasi di komunitas karena efektivitas vaksin masih berada dk ambang minimal yaitu lebih dari 50 persen dan terus berupaya menekan penularan di segala lini,” lanjut Wiku.

Kedepannya seiring dengan hidup berdampingan COVID-19, Pemerintah berkomitmen meningkatkan surveilans atau pencatatan kasus COVID-19, meningkatkan kapasitas sequencing, menyampaikan informasi sebaran varian di Indonesia secara transparan serta antisipatif mendeteksi kasus yang tidak biasa di lapangan.

Dan menjadi catatan bahwa edukasi terkait data sequencing kepada publik dan Pemda adalah tanggung jawab  pemerintah pusat. Karenanya komunikasi edukasi ini harus disampaikan dengan jelas dan harapannya agar pemerintah dapat segera mengakses, dan menavigasi data tersebut sehingga dapat melakukan antisipasi maksimal apabila ditemukan varian baru.

“Kerjasama yang baik antara pusat dan daerah adalah salah satu kunci penanganan COVID-19 di Indonesia,” pesan Wiku.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Harus Kembangkan Tebu dan Terong ? Ini Penjelasan Ketua TP PKK Sumsel

    Kenapa Harus Kembangkan Tebu dan Terong ? Ini Penjelasan Ketua TP PKK Sumsel

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.302
    • 0Komentar

    “Saya mengajak kepada semua anggota PKK untuk dapat melihat potensi dan peluang yang ada di sekitar kita, sekaligus menciptakan produk unggulan yang dapat menjadi tambahan penghasilan keluarga”

  • Komit Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ini yang Dilakukan Pemkab Muba

    Komit Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ini yang Dilakukan Pemkab Muba

    • calendar_month Senin, 1 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba -Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama di bidang pendidikan yang merata dan berkualitas, mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Ini terefleksikan melalui peningkatan alokasi anggaran pendidikan sejak beberapa tahun terakhir. Dimana pada tahun 2022 mengalokasikan sebesar 24,2% dari total APBD, yang kemudian direalisasikan beberapa program, diantaranya […]

  • Dari Infaq ASN dan Bantuan Anggota DPRD Muba, Ishak Dapat Rumah Baru

    Dari Infaq ASN dan Bantuan Anggota DPRD Muba, Ishak Dapat Rumah Baru

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.403
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Muba, H. Apriyadi melakukan peletakan batu pertama bantuan Program Bedah Rumah melalui Badan Amil Zakat Nasional Muba ke-53. Yang mendapat bantuan program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Muba ini atas nama Ishak (50) di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Rabu (29/7/2020). Dalam kesempatan tersebut Sekda Muba mengatakan, dana Program Bedah Rumah […]

  • Soal Penghinaan Nabi Muhammad SAW Oleh Presiden Francis, FPI Pagar Alam : Tak Ada Unjuk Rasa, Setujui Keputusan MUI

    Soal Penghinaan Nabi Muhammad SAW Oleh Presiden Francis, FPI Pagar Alam : Tak Ada Unjuk Rasa, Setujui Keputusan MUI

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.557
    • 0Komentar

    FRONT Pembela Islam [FPI] Kota Pagar Alam menegaskan tidak ada unjuk rasa terkait penghinaan dilakukan Presiden Francis Emmannuel Macron, melalui penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW. Ketua Fron Pembelah Islam (FPI) Kota Pagaralam Ustadz Muhaemin saat di mengatakan, kami di Pagaralam FPI sepakat menyetujui keputusan yang diambil MUI Pusat. “Dipastikan FPI Kota Pagaralam tidak akan mengadakan […]

  • Panen Raya Mitra PTPN VII

    Panen Raya Mitra PTPN VII

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    HAMPARAN dengan padi menguning di Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan menenteramkan pandangan. Dari ribuan hektare, 260 hektare diantaranya pembiayaan operasional garapnya dipinjami PTPN VII melalui pola kemitraan. Tujuh hektare diantaranya dipanen Selasa (18/5) dihadiri Sekretaris PTPN VII Bambang Hartawan “Hari ini kami mengadakan seremoni sederhana panen raya padi dari Gapoktan yang berada di Kecamatan […]

  • Jenguk Langsung Pasien Positif Covid-19 di RSUD Besemah,Walikota Pagaralam Kasih Semangat

    Jenguk Langsung Pasien Positif Covid-19 di RSUD Besemah,Walikota Pagaralam Kasih Semangat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.299
    • 0Komentar

    WALIKOTA Pagar Alam Alpian Maskoni mendatangi langsung pasien  terkonfirmasi positif Covid 19, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Besemah Pagar Alam, Sabtu (20/6/2020). Dengan menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap, Walikota berinteraksi langsung dengan pasien tersebut dengan pembatas pintu kaca serta menggunakan Handphone sebagai sarana komunikasi suara. Walikota ingin memberikan semangat kepada […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Order Tracker - Custom Order Status, Tracking Templates and Order Email Notifications WooCommerce Orders and Products Export WooCommerce Orders Tracking – SMS – PayPal Tracking Autopilot WooCommerce Page Builder For WPBakery Page Builder WooCommerce Page Builder For Elementor WooCommerce PagSeguro WooCommerce Partial COD – Payment Gateway Restrictions & Fees WooCommerce Partial Orders WooCommerce Password Protected Categories, Products & Pages Plugin WooCommerce Pay Your Price