Senin, 2 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » WHO Bagi 2 Kategori Varian Covid-19, Satgas Ingatkan Yang Satu Ini Perlu Masyarakat Waspadai, Begini Alasannya..

WHO Bagi 2 Kategori Varian Covid-19, Satgas Ingatkan Yang Satu Ini Perlu Masyarakat Waspadai, Begini Alasannya..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
  • visibility 785
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah membagi 2 kategori utama jenis varian COVID-19. Yaitu variant of concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian, dan variant of interest (VOI) atau varian yang diamati.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut bahwa varian yang perlu diwaspadai ialah VOC. Karena sudah terbukti mengalami perubahan karakteristik yang lebih merugikan bagi yang terpapar. Seperti lebih menular, meningkatkan keparahan gejala, menurunkan efektifitas kekebalan tubuh, menurunkan alat diagnostik atau menurunkan efektifitas obat dan terapi.

“Dalam menghadapi VOC, respon yang tepat ialah memperketat kebijakan mobilitas dengan skrining berlapis. Khususnya bagi pelaku perjalanan asal negara dimana varian tersebut ditemukan. Selain itu perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi tertular dengan meningkatkan disiplin prokes dimanapun dan kapanpun kita berada,” jelasnya dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jumat (10/9/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Mengenai VOC, ada 4 varian yang harus diperhatikan. Diantaranya varian A (alpha) atau B.1.1.7 bersifat lebih menular dan lebih berpeluang menyebabkan keparahan gejala. Varian Beta (B.1.351) dan gamma (P.1) bersifat lebih menular dan meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di rumah sakit. Lalu, varian Delta (B.1.617.2) bersifat lebih menular bahkan bagi orang yang telah tervaksin serta meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di RS.

Disamping itu, WHO melaporkan ada 5 VOI yang sedang diamati. Yaitu, varian Eta (B.1.525), Iota (B.1.526), Kappa (B.1.517.1), Lambda (C.37) dan Mu (B.1621). Varian ini diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik virus dilihat dari perubahan genetiknya maupun perubahan transmisi di komunitas termasuk memunculkan klaster kasus di beberapa negara.

Terkait VOI ini, respon menghadapinya ialah terus memantau perkembangan dari WHO. Terdapat 2 kemungkinan yang dapat terjadi seiring studi lanjutan yaitu berubahnya status VOI menjadi VOC sepeti pada varian delta atau statusnya menjadi tidak aktif di suatu wilayah. “Untuk itu jangan terlalu panik dan tetap waspada dengan terus meningkatkan Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya.

WHO juga memantau varian-varian yang memiliki perubahan pada materi genetiknya namun pengaruhnya pada angka kasus di masyarakat belum jelas sehingga perlu penelitian lebih lanjut. Kategori tambahan ini disebut alert for further monitoring salah satunya dari Indonesia yaitu B1.4662 yang ditetapkan pada kategori tersebut pada April 2021.

Meski demikian, pengaruh dari varian COVID-19 seperti VOC yang berdampak terhadap efektifitas vaksin perlu ditanggapi dengan cermat. Yaitu meningkatkan kewaspadaan tanpa ketakutan berlebih dan terus melakukan pembelajaran dan perbaikan tiada henti. Pembelajaran dari hasil monitoring dan evaluasi di lapangan seharusnya menjadikan atmosfir keilmuan dan perkembangan teknologi semakin pesat di kalangan penelitian dan pakar di Indonesia.

“Mendorong kita semakin mempercepat memenuhi kebutuhan vaksinasi bahkan melampaui standar minimal cakupan vaksinasi di komunitas karena efektivitas vaksin masih berada dk ambang minimal yaitu lebih dari 50 persen dan terus berupaya menekan penularan di segala lini,” lanjut Wiku.

Kedepannya seiring dengan hidup berdampingan COVID-19, Pemerintah berkomitmen meningkatkan surveilans atau pencatatan kasus COVID-19, meningkatkan kapasitas sequencing, menyampaikan informasi sebaran varian di Indonesia secara transparan serta antisipatif mendeteksi kasus yang tidak biasa di lapangan.

Dan menjadi catatan bahwa edukasi terkait data sequencing kepada publik dan Pemda adalah tanggung jawab  pemerintah pusat. Karenanya komunikasi edukasi ini harus disampaikan dengan jelas dan harapannya agar pemerintah dapat segera mengakses, dan menavigasi data tersebut sehingga dapat melakukan antisipasi maksimal apabila ditemukan varian baru.

“Kerjasama yang baik antara pusat dan daerah adalah salah satu kunci penanganan COVID-19 di Indonesia,” pesan Wiku.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Kekerasan terhadap Anak, Pemkab Muba Lakukan Ini

    Tekan Kekerasan terhadap Anak, Pemkab Muba Lakukan Ini

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Komisi Perlindungan Anak Daerah(KPAD) dibentuk oleh Pemerintah Daerah. Terbentuknya KPAD ini sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk meminimalisir kekerasan terhadap anak. “Saya sebagai pimpinan di Kabupaten Muba sangat mendukung serta mengapresiasi keberadaan KPAD. Kinerja dari KPAD untuk memberikan pengawasan dan juga perlindungan terhadap anak. Untuk itu, silahkan berkoordinasi dengan OPD terkait, lakukan juga kerjasama dengan instansi […]

  • BUDAYA :”Ruwatan di Tengah Derasnya Zaman, Ketika Air Batu Menolak Lupa”

    BUDAYA :”Ruwatan di Tengah Derasnya Zaman, Ketika Air Batu Menolak Lupa”

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Artikel ini tersedia dalam dua bahasa, versi Bahasa Inggris tersedia di bawah setelah garis pemisah. ADA yang bilang, kalau tradisi itu ibarat akar pohon. Meski batangnya tumbuh menjulang, kalau akarnya lepas dari tanah, maka siap-siaplah tumbang saat angin besar datang, dan inilah yang ditolak mentah-mentah oleh warga Air Batu, Banyuasin, ketika mereka ramai-ramai menyelenggarakan ruwatan […]

  • Jalankan Penerapan New Normal, Pemkot Pagaralam Akan Cabut Kegiatan WFH Bagi ASN

    Jalankan Penerapan New Normal, Pemkot Pagaralam Akan Cabut Kegiatan WFH Bagi ASN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.646
    • 0Komentar

    DENGAN dikeluarkanya Izin kewenangan pada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang dinyatakan berada dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19 atau penerapan New normal. Kota Pagaralam yang termasuk salah satu daerah di Sumsel yang boleh menerapkan rencana New Normal tersebut mulai menyusun langkah-langkah dalam penerapan hal tersebut. Salah satunya dengan membuka kembali larangan […]

  • Penelitian SiteMinder : Traveler Baru Paham Digital, Sangat Dipengaruhi Medsos & Lebih Cenderung Gabungkan Pekerjaan & Liburan dalam Perjalanan Mereka

    Penelitian SiteMinder : Traveler Baru Paham Digital, Sangat Dipengaruhi Medsos & Lebih Cenderung Gabungkan Pekerjaan & Liburan dalam Perjalanan Mereka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.125
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Singapura – Sebuah survei terhadap lebih dari 8.000 pelancong di seluruh dunia, termasuk 2.461 pelancong di China, Indonesia, dan Thailand, mengungkapkan minat yang meningkat untuk perjalanan ke luar negeri ketika negara-negara dibuka kembali, yang tidak terhalang oleh kenaikan biaya hidup.   Di 3 negara yang disurvei di Asia Pasifik, 71% wisatawan di China […]

  • Ingat ! Kepala Daerah Harus Proaktif Tagih CSR Perusahaan 

    Ingat ! Kepala Daerah Harus Proaktif Tagih CSR Perusahaan 

    • calendar_month Jumat, 14 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan, Ir H Mawardi Yahya meminta  semua perusahaan  baik yang bergerak dibidang jasa maupun barang untuk  ikut andil dalam memajukan daerah  salah satunya yang tidak kalah penting yakni merealisasikan kewajibannya  dalam bentuk  program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Hal tersebut diungkapkannya ketika memberikan sambutan dalam acara silaturahmi Pemerintah Kabupaten Penukal […]

  • Lonjakan Kasus Covid di Sumsel Karena Tracing Petugas Aktif & Agresif

    Lonjakan Kasus Covid di Sumsel Karena Tracing Petugas Aktif & Agresif

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru mengumpulkan sejumlah Kepala OPD, Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang  dan  juga Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid 19  Sumsel di kantornya, Sabtu (16/5/2020). Ia sengaja mengundang mereka untuk melakukan diskusi terbatas guna mengetahui langsung kondisi terkini Covid 19, pasca peningkatan signifikan kasus positif Covid yang mencapai 119 […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Order Tracker - Custom Order Status, Tracking Templates and Order Email Notifications WooCommerce Orders and Products Export WooCommerce Orders Tracking – SMS – PayPal Tracking Autopilot WooCommerce Page Builder For WPBakery Page Builder WooCommerce Page Builder For Elementor WooCommerce PagSeguro WooCommerce Partial COD – Payment Gateway Restrictions & Fees WooCommerce Partial Orders WooCommerce Password Protected Categories, Products & Pages Plugin WooCommerce Pay Your Price