Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Tidak Mudik Demi Keluarga, Ini Alasanya

Tidak Mudik Demi Keluarga, Ini Alasanya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
  • visibility 1.058
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERAYAAN hari raya Lebaran atau Idul Fitri 1442 H tak lama lagi. Berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman menjadi tradisi bagi setiap individu yang merayakannya. Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak pemerintah mengimbau warga untuk bersabar dan merayakan hari raya bersama keluarga secara virtual.

Hal tersebut sangat beralasan mengingat virus SARS-CoV-2 dapat menular melalui perantara manusia. Semakin tinggi mobilitas seseorang, potensi penyebaran Covid-19 kepada orang-orang terdekat bahkan orang tua di kampung halaman. Masyarakat tentu tidak ingin kejadian di India terjadi di Tanah Air. Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa badai infeksi virus Corona telah mengguncang negaranya. Di sisi lain, data badan PBB untuk kesehatan dunia (WHO) mencatat lebih dari 16 juta kasus konfirmasi positif di India saat ini, dengan angka kematian mencapai lebih dari 180 ribu.

Ini merupakan tragedi luar biasa yang dihadapi suatu negara ketika banyak kasus positif Covid-19 tak sebanding dengan sumber daya yang dimiliki. Jumlah kematian yang luar biasa menjadi taruhan. Seperti dikutip dari theguardian.com (25/4), India tak hanya mengalami gelombang kedua Covid-19 tetapi sebuah tsunami. Rumah-rumah sakit menolak banyak pasien karena tempat tidur dan oksigen tidak lagi tersedia.

Ini menjadi peringatan dini kepada masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami hal serupa. Belajar dari beberapa pengalaman libur panjang atau mudik, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 mengalami kenaikan. Fenomena ini yang harus dihindari bersama jelang hari raya Idul Fitri.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo mengingatkan masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi pandemi. Salah satunya menahan diri untuk tidak mudik dalam merayakan hari raya bersama orang tua. Langkah ini sangat penting dilakukan demi kepentingan yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus Covid dari satu daerah ke daerah lainnya,” imbau Doni melalui pesan digital, Minggu (25/4).

Doni berharap langkah tersebut dapat diwujudkan oleh setiap individu sehingga potensi kenaikan Covid-19 dapat dihindari. Kenaikan dapat terjadi apabila masyarakat menolak untuk bertindak atau tetap melakukan mudik. Memutuskan tidak mudik bertujuan untuk menghargai sesama, terlebih orang tua atau sanak saudara di kampung halaman.

“Yang berbahaya adalah mereka yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG),” tambahnya.

Setiap hari, penularan Covid-19 masih terjadi. Di Indonesia, Covid-19 rata-rata memakan 4 nyawa manusia setiap jamnya.

“Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini,” ucap Doni.

Sepanjang Ramadan, pemerintah telah mengambil kebijakan tegas peniadaan mudik dengan tujuan untuk mencegah hilangnya nyawa yang lebih banyak dari penularan Covid-19.

Menyikapi situasi tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan regulasi berupa Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah. Surat edaran ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

Dengan kebijakan peniadaan mudik, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengadakan acara keluarga dalam rangka Lebaran secara virtual. Hindari mudik atau pun bepergian, terutama dari daerah atau kota dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi ke kampung halaman. Ini sama saja membawa virus mematikan yang penularannya sangat cepat.

Doni mengatakan, sebanyak apa pun tempat tidur, RS, bahkan tenaga kesehatan di Indonesia, tidak akan pernah cukup jika terjadi lonjakan kasus yang disebabkan oleh penularan penduduk yang bepergian secara masif.

“Covid-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu!” pesan Doni.(***) Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jendral Hoegeng & Catatan Kinerja Kepolisian Era Jokowi

    Jendral Hoegeng & Catatan Kinerja Kepolisian Era Jokowi

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.896
    • 0Komentar

    BULAN lalu, tepatnya tanggal 14 Oktober, merupakan hari lahir Hoegeng Imam Santoso. Nama ini mungkin bagi mereka kalangan yang berprofesi sebagai pengayom masyarakat tidaklah asing lagi. Jenderal kepolisian (purn.) Drs. Hoegeng Imam Santoso, yang lahir di Pekalongan 14 Oktober 1921 adalah mantan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) ke-5 yang bertugas tahun 1968 hingga 1971. Sekilas tidak […]

  • Sambut HUT OKI, bagi-bagi beras ke masyarakat

    Sambut HUT OKI, bagi-bagi beras ke masyarakat

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten OKI bekerja sama dengan OKI Pulps and Papper Mills membagikan sebanyak 1.000 kantong beras berisi 10 kg kepada warga sebagai penerima manfaat di 23 desa/kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung, termasuk petugas kebersihan jalan sebanyak 176 orang dan petugas kebersihan kantor bupati sebanyak 49 orang. Penyerahan 1.000 kantong […]

  • Dari Sumatra Sampai Sulawesi, 17 Stadion Baru Buat Sepak Bola Indonesia

    Dari Sumatra Sampai Sulawesi, 17 Stadion Baru Buat Sepak Bola Indonesia

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.002
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bukan zamannya nonton bola sambil waswas tribun ambruk! Presiden Prabowo Subianto baru aja ngegas meresmikan 17 stadion hasil renovasi, Senin (17/3) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Ini bukan cuma soal cat stadion yang makin kinclong atau rumput yang makin hijau, tapi juga soal masa depan sepak bola kita yang harus naik kelas. Udah […]

  • Doakan Kemajuan Muba dan Jemaah Haji di Arafah

    Doakan Kemajuan Muba dan Jemaah Haji di Arafah

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    PEJABAT Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha bersama dengan Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah dan juga masyarakat Muba di Halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Minggu (10/7/2022). “Pada hari ini semua Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H. Dimana-mana berkumandang takbir, tahlil dan  tahmid, mengagungkan kebesaran Allah […]

  • 68 Peserta Pelajar Ikut Seleksi Paskibraka, Sekda Minta Sportif

    68 Peserta Pelajar Ikut Seleksi Paskibraka, Sekda Minta Sportif

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar menjadi Inspektur Upacara pada pembukaan Seleksi Paskibraka Nasional dan Provinsi Sumsel Tahun 2018 di Halaman Kantor Dispora Provinsi Sumsel, Senin (23/4/2018). Seleksi Paskibraka yang berlangsung mulai tanggal 23-26 April 2018, diikuti sebanyak 68 peserta Putra dan Putri yang terdiri dari seluruh Kabupaten/Kota se Sumsel. Seleksi Paskibraka […]

  • Pendidik di Muba Borong Prestasi Tingkat Provinsi

    Pendidik di Muba Borong Prestasi Tingkat Provinsi

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    SETELAH mengikuti rangkaian dan tahapan seleksi yang ketat dari tanggal 24 sd 27 Juni 2019, sebanyak tiga orang Guru dan Kepala Sekolah jenjang TK dan SMA di Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya membawa prestasi yakni Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Provinsi Sumsel. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muba, Musni Wijaya SSos MSi. […]

expand_less
WordPress Archive Bigbytes – Big Data & Analytics Company Elementor Template Kit Bigcart – Clean, Modern WordPress Theme for WooCommerce Bigex – Portfolio WordPress Theme Bigger – Construction WordPress Theme Bigtech – ICO & Crypto Landing WordPress Theme Bijoux - Jewellery Ecommerce WordPress Theme BikePro – WooCommerce Elementor Template Kit Bikersclub – Motorcycle Club WooCommerce WordPress Theme Bikeway – Sport Shop WooCommerce Theme Bili – Creative Agency WordPress Theme