Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Resep sederhana ala Menkes terkait penyakit kanker

Resep sederhana ala Menkes terkait penyakit kanker

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
  • visibility 559
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menganjurkan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan deteksi dini atau skrining kesehatan secara berkala.

Deteksi dini, lanjut Menkes, berpeluang besar untuk meningkatkan kesempatan seseorang menjadi penyintas untuk penyakit tidak menular seperti kanker. Dengan demikian, biaya perawatan, tingkat keparahan, kecacatan, bahkan kematian bisa dikendalikan. ”Kanker itu dapat dikendalikan, angka survival ratenya tinggi tapi syaratnya harus deteksi dini. Sekitar 90% bisa dikendalikan, kalau ditemukan pada stadium lanjut maka 90% akan meninggal,” kata Menkes dalam acara Fun Walk peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta.

Di Indonesia, sebagian besar pasien yang memeriksakan diri saat kanker sudah dalam stadium lanjut. Akibatnya 90% pasien kanker tidak mendapatkan penanganan yang optimal yang berakhir pada kematian.

Faktor penyebabnya beragam. Pertama, masyarakat takut untuk melakukan pemeriksaan karena khawatir karena keterbatasan dana, kedua keterbatasan peralatan sehingga belum banyak fasilitas kesehatan utamanya di daerah yang mampu melakukan skrining kanker dan ketiga kurangnya tenaga kesehatan yang berkompeten.

Ketiga faktor tersebut kini tengah menjadi fokus Kementerian Kesehatan untuk direformasi. Reformasi dilakukan dengan melakukan transformasi kesehatan layanan rujukan yang merupakan pilar kedua transformasi kesehatan.Dari sisi pembiayaan, Menkes menyebutkan bahwa saat ini skrining kanker sudah ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat bisa memanfaatkanya secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan.”Misalnya untuk kanker kolorektoral, sekarang untuk laki-laki usia diatas 50 tahun sudah bisa melakukan deteksi dini gratis di fasyankes,” ucap Menkes.

Kemudian dari segi peralatan medis, Kemenkes berupaya memenuhinya berdasarkan jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat.Menkes membeberkan bahwa saat ini Kemenkes berupaya memenuhi alat deteksi dini untuk penanganan kanker pada wanita, pria maupun anak.

Diantaranya ada mammografi dan USG di 514 kabupaten/kota untuk deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan, pemenuhan CT Scan di 514 kabupaten/kota untuk deteksi dini kanker kolorektoral pada laki-laki, serta pemenuhan 10.000 hematoanalyser untuk mendeteksi kelainan darah putih pada anak-anak.

”Kanker payudara paling banyak diderita perempuan, kita sudah memasang 6000 USG, mudah-mudahan 10.000 USG bisa kita penuhi tahun ini. Kedua ada serviks, kita sudah wajibkan vaksinasi HPV. Testingnya nanti kita geser dari tes IVA dan papsmear ke HPV DNA, ini untuk pencegahan,” jelas Menkes.

Selain upaya preventif melalui skrining kesehatan, Kemenkes juga mendorong seluruh daerah mampu melakukan perawatan dan pengobatan kanker. Hal ini mengingat banyak pasien kanker yang melakukan pemeriksaan sudah dalam stadium lanjut.”Kami mendorong agar 514 kabupaten/kota mampu melakukan bedah onkologi dan kemoterapi serta 34 provinsi bisa melakukan radioterapi”.

Selanjutnya dari segi tenaga kesehatan, Menkes berupaya mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan yang bermutu dan berkualitas di seluruh fasyankes di Indonesia melalui beberapa program khusus seperti pengiriman dokter spesialis adaptan luar negeri, penugasan khusus, dan program pengampuan.

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) sebagai salah satu organisasi profesi yang dekat dengan layanan ini diminta Menkes untuk membantu pemerintah dalam penyediaan tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Cosphiadi Irawan mengatakan di tahun 2020 setidaknya ada sekitar 10 juta penduduk dunia yang meninggal akibat kanker. Dari tahun ke tahun, jumlah ini dilaporkan terus meningkat dan di tahun 2023 diperkirakan ada sekitar 13 juta kematian akibat penyakit berbahaya ini

Cosphiadi membeberkan tingginya angka kematian kanker tersebut disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, merokok, dan minum alkohol.

Kebiasaan buruk ini, lanjutnya, diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Pada stadium awal, kanker tidak menunjukkan gejala, sehingga seringkali tidak disadari oleh penderita. Akibatnya banyak kasus kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut.

”Kebiasaan ini menyumbang hingga 30%, karena itu deteksi dini sangat penting untuk pencegahan,” katanya.

Ia pun berharap upaya pemerintah untuk memperkuat deteksi dini penyakit kanker, dapat menekan jumlah kesakitan dan kematian akibat kanker.

”Di Puskesmas nantinya akan ada 10 ribu USG yang akan digunakan untuk deteksi dini kanker payudara, sehingga delay of diagnosis harapannya bisa kita kurangi,” kata Cosphiadi.

”Ini tentunya tidak terlepas dari peran teman-teman di rumah sakit, saatnya kita duduk bersama untuk mendukung pemerintah melakukan reformasi layanan kanker yang lebih baik,” pungkasnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengacara Tewas di Kamar Kos

    Pengacara Tewas di Kamar Kos

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.336
    • 0Komentar

    SEORANG perempuan berstatus disebutkan sebagai pengecara, asal Bengkulu Selatan  ditemukan tak bernyawa di Kos Siganti, Jalan Dwikora Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu (29/4/20). Diketahui perempuan yang tewas itu bernama Desmadasari alias Ema (40). Mayat Ema (40) pertama kali ditemukan tewas oleh penjaga kost Ibramsyah (47), yang langsung memberitahukan penghuni kos […]

  • Palembang Sebut GM IPC Palembang Jadi Lokasi Strategis untuk Cargo Curah Cair & Basah, Kok Bisa ?

    Palembang Sebut GM IPC Palembang Jadi Lokasi Strategis untuk Cargo Curah Cair & Basah, Kok Bisa ?

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.997
    • 0Komentar

    PALEMBANG menjadi salah satu daerah yang strategis untuk cargo curah cair dan curah kering, karena letak dari Sumatera Selatan sangat strategis, dapat melakukan expor serta merupakan Industrial Province. “Dampaknya sangat besar sekali terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Palembang,“ Kata General Manager Pelindo II/ IPC Palembang, Silo Santoso kepada wartawan saat bersilahturahmi di Kantor Pelindo […]

  • Penutupan HPN & HUT PWI di Muba Bertabur Hadiah

    Penutupan HPN & HUT PWI di Muba Bertabur Hadiah

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI)  Kabupaten Musi Banyuasin menutup rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun PWI  ke-76 di Stadion Serasan Sekate dengan pertandingan persahabatan sepakbola dengan Jajaran Polres Muba, Jumat (25/2/2022). Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19, Penutupan HPN yang bertaburan hadiah ini dihadiri Plt Bupati Beni Hernedi diwakili oleh Asisten Administrasi […]

  • Alhamdulillah, Olla Ramlan Lahirkan Anak ke-3 dengan Selamat

    Alhamdulillah, Olla Ramlan Lahirkan Anak ke-3 dengan Selamat

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    “Sehat terus, semoga jadi anak sholehah yang pintar,” kata salah satu warganet

  • Karang Taruna Peduli Lingkungan, Bupati : Insya Allah Usulan Akan Dipenuhi

    Karang Taruna Peduli Lingkungan, Bupati : Insya Allah Usulan Akan Dipenuhi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengajak Karang Taruna Kabupaten Musi Banyuasin berkolaborasi untuk membantu pemerintahan desa setempat dalam masalah kepemudaan khususnya di bidang sosial. Dirinya juga mengapresiasi pengurus Karang Taruna baik Kecamatan maupun Desa yang yang telah ikut partisipasi peduli akan lingkungan sosial terutama dalam pandemi Covid19, dan lain sebagainya. “Pemkab Muba mengucapkan terima […]

  • Berkat CSR OKI Pulp, Alhamdullilah, Akhirnya Masyarakat Air Sugihan Bisa Nikmati Air Bersih
    CSR

    Berkat CSR OKI Pulp, Alhamdullilah, Akhirnya Masyarakat Air Sugihan Bisa Nikmati Air Bersih

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.152
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, OKI I- Masyarakat di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), selama berpuluh tahun kesulitan air bersih akhirnya dapat menikmati suplai air bersih berkat bantuan dana CSR PT OKI Pulp and Paper Mils yang telah membangun unit pengolahan air (RO) dengan kapasitas 1.000 liter/jam air siap minum dan 2.000 liter/jam air bersih untuk […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Local Pickup Plus WooCommerce LookBook – Shop by Instagram – Shoppable with Product Tags WooCommerce Lottery - WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Lottery – WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Magnifier – Image Panning with Slider WooCommerce Mailchimp Discount WooCommerce Manual Pricing – Name Your Price Plugin WooCommerce Marketplace daily deals addon plugin WooCommerce Measurement Price Calculator WooCommerce Measurement Price Calculator Plugin