Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Disuruh Urus Semuanya, Posyandu Kelebihan Tugas?

Disuruh Urus Semuanya, Posyandu Kelebihan Tugas?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POSYANDU di Palembang kini tak lagi hanya tempat untuk menimbang bayi dan imunisasi, perannya diperluas menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor.

Namun pertanyaannya,  apakah penguatan layanan atau justru menambah beban di lapangan?

Transformasi ini ditegaskan dalam pengembangan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), hingga pekerjaan umum.

Ketua TP Posyandu Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, belum lama ini mengakui arah kebijakan ini memang bertujuan memperluas manfaat Posyandu bagi masyarakat.

“Posyandu kini tidak lagi sekadar melayani urusan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu,” ujarnya dalam pertemuan koordinasi lintas sektor.

Di atas kertas, konsep ini terdengar ideal. Layanan menjadi lebih dekat, masyarakat tak perlu berpindah-pindah untuk mengakses kebutuhan dasar.

Namun, realitas di lapangan tidak selalu sesederhana konsep.

Posyandu selama ini bertumpu pada kader mayoritas relawan yang bekerja dengan semangat gotong royong. Mereka terbiasa menangani kesehatan ibu dan anak, bukan mengelola berbagai urusan lintas sektor yang kompleks.

Ketika enam bidang digabungkan dalam satu wadah, yang berubah bukan hanya fungsi, tapi juga beban kerja.

Dari yang semula fokus, menjadi serba harus bisa.

Masalahnya, Posyandu ditingkat kelurahan masih bergulat dengan keterbatasan sumber daya. Di saat yang sama, kader dituntut memahami pendidikan, sosial, hingga ketertiban lingkungan. Kader kini diharapkan memahami persoalan pendidikan, membantu urusan sosial, hingga ikut dalam aspek ketertiban lingkungan.

Hal ini  bukan cuma peningkatan kapasitas, tetapi  bisa membuat lonjakan ekspektasi. sehingga apakah lonjakan ini diikuti dengan dukungan yang memadai?

Data yang disampaikan TP Posyandu Kota Palembang menunjukkan, dari total 996 Posyandu yang ada, baru 106 yang terdaftar sebagai Posyandu 6 SPM di Kementerian Dalam Negeri.

“Artinya, saat ini kita baru mencapai rasio satu kelurahan satu Posyandu 6 SPM. Kita harus berupaya lebih keras agar seluruh Posyandu segera bertransformasi,” kata Dewi.

Angka ini bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan  proses transformasi masih jauh dari tuntas.

Ada kemungkinan sebagian belum siap. Ada juga kemungkinan kendala administratif yang belum sepenuhnya teratasi.

Dewi juga mengakui bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya pada implementasi program, tetapi juga pada proses pendaftaran administratif.

“Meskipun visi besar telah ditetapkan, tantangan dalam pendaftaran administratif masih menjadi fokus utama,” ujarnya.

Tentunya menunjukkan satu hal yang penting sebab persoalan di lapangan bukan semata soal niat, tapi juga sistem.

Sering kali, kebijakan publik berangkat dari asumsi  memperluas fungsi berarti memperkuat peran. Padahal, tanpa fondasi yang cukup, perluasan justru bisa berujung pada kelelahan.

Kader yang sebelumnya fokus kini harus membagi perhatian ke banyak sektor. Waktu yang terbatas harus mencakup lebih banyak urusan, sementara tuntutan pelayanan tetap tinggi.

Jika tidak diimbangi dengan pelatihan, pendampingan, dan sistem yang jelas, yang muncul bukan efisiensi, melainkan tekanan.

Pendekatan realistis

Langkah sosialisasi dan penguatan kapasitas kader memang telah direncanakan  TP Posyandu sebagai bagian dari percepatan transformasi.

Namun, pertanyaan yang tersisa adalah soal ritme.

Apakah perubahan ini bisa berjalan serentak di semua wilayah, atau justru membutuhkan pendekatan bertahap yang lebih realistis?

Perluasan peran Posyandu sejatinya adalah langkah maju. Mendekatkan layanan dasar ke masyarakat adalah kebutuhan, terlebih di kota dengan dinamika sosial yang kompleks.

Namun, transformasi tidak cukup hanya dengan menetapkan target.

Ia membutuhkan kesiapan baik dari sisi sumber daya manusia, sistem pendukung, maupun beban kerja yang proporsional.

Yang perlu dijaga adalah keseimbangan. Antara ambisi kebijakan dan kapasitas pelaksana. Antara target dan realitas.

Sebab pada akhirnya, kualitas pelayanan tidak ditentukan oleh seberapa banyak fungsi yang ditambahkan.

Tapi oleh seberapa baik fungsi itu dijalankan.

Posyandu selama ini kuat karena kedekatannya dengan masyarakat. Karena kepercayaan yang dibangun perlahan. Karena kader yang hadir bukan sekadar menjalankan program, tapi menjadi bagian dari lingkungan itu sendiri.

Transformasi seharusnya memperkuat itu, bukan justru membebani secara diam-diam.

Jika tidak, Posyandu memang akan terlihat lebih besar. Tapi belum tentu menjadi lebih efektif. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hentikan Aktivitas Penambangan Ilegal

    Hentikan Aktivitas Penambangan Ilegal

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi menghentikan penambangan batubara ilegal, pasca insiden tewasnya 11 penambang batu bara secara ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjungagung, Kabupaten Muaraenim. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru menegaskan hal itu dilakukan, guna mengantisipasi kecelakaan dan dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan secara ilegal. Dia menjelaskan, sebelumnya Pemprov Sumsel telah mengeluarkan larangan keras yang […]

  • Untuk Jawa dan Bali, PKM Diperpanjang Hingga Akhir Mei

    Untuk Jawa dan Bali, PKM Diperpanjang Hingga Akhir Mei

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, dan luar Jawa-Bali diperpanjang sejak 10 Mei hingga 23 Mei 2022 mengingat Pandemi Covid masih ada. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/5/2022). Safrizal menuturkan, perpanjangan PPKM Jawa Bali diatur dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) […]

  • Terkait Dana Penanganan Covid-19, KPK Plototin Bansos dengan Aplikasi ‘Jaga Bansos”

    Terkait Dana Penanganan Covid-19, KPK Plototin Bansos dengan Aplikasi ‘Jaga Bansos”

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Komjen. Pol. Drs.  Firli Bahuri, M.Si. mengaku mengatakan dalam pengawasan dana penanganan Covid-19, KPK mengawal langsung agar dana bansos sampai kepada masyarakat yang tepat, dan memanstikan hak seluruh warga negara diberikan dan tidak ada yang dikurangi. “ Bansos  yang masuk dalam program Jaring Pengaman Sosial merupakan satu dari sejumlah fokus pengawasan […]

  • Agar Bisa Sukses, Arif Yahya : Pengusaha Kuliner Harus Bikin Keputusan di Era Transformasi Digital

    Agar Bisa Sukses, Arif Yahya : Pengusaha Kuliner Harus Bikin Keputusan di Era Transformasi Digital

    • calendar_month Senin, 30 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.588
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan dukungannya pada even HBDI yang telah digelar sejak tahun 2017. “Perhelatan ini merupakan sebuah atraksi bagi wisatawan kuliner dan belanja, bukan saja untuk wisatawan Nusantara, namun HBDI juga mampu menarik wisatawan mancanegara khususnya dari negara tetangga,” ungkap Arief dalam Press Conference – 10 Days To Hari Belanja […]

  • Sungai Kalibener Meluap Akibatkan Tanggul Jebol, 15 Unit Rumah Terendam Air

    Sungai Kalibener Meluap Akibatkan Tanggul Jebol, 15 Unit Rumah Terendam Air

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    LUAPAN anak sungai Kalibener menyebabkan tanggul yang berbatasan dengan perumahan Karang Pucung Permai di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas jebol. Jebolnya tanggul disebabkan tingginya curah hujan selama lebih dari 3 jam yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan kemarin. Menurut laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, melansir situs resmi bnpn, minggu,  jebolnya tanggul menyebabkan sedikitnya 15 […]

  • Jelajahi Pesona Lucu dari Jajaran Casing Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5

    Jelajahi Pesona Lucu dari Jajaran Casing Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.614
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bagi pengguna yang ingin menjaga perangkatnya tetap dalam kondisi terbaik, case ponsel wajib dimiliki. Terlebih lagi, casing meningkatkan pengalaman seluler dengan fungsionalitas tambahan dan gaya yang dapat dipilih tanpa batas. Untuk membantu pengguna mempersonalisasi perangkat mereka dan menjaganya tetap terlindungi, Samsung Electronics telah meluncurkan jajaran casing baru yang dapat disesuaikan untuk Galaxy Z […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog WooCommerce Custom Product Designer Woocommerce custom product tabs WooCommerce Custom T-Shirt Designer