Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Anak Sulit Fokus dan Membaca? Bisa Jadi Bukan Karena Malas

Anak Sulit Fokus dan Membaca? Bisa Jadi Bukan Karena Malas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 23 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK sulit berkonsentrasi saat belajar sering kali dianggap tidak serius, mudah bosan, atau kurang berusaha. Begitu pula ketika anak membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca, sebagian orang tua mungkin mengira ia kurang rajin berlatih.

Padahal, tidak semua kesulitan belajar disebabkan oleh kemalasan. Ada anak membutuhkan pendekatan belajar berbeda karena mengalami kesulitan memusatkan perhatian atau memproses informasi tertulis.

Kondisi seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan disleksia menjadi dua hal yang perlu dipahami orang tua. Keduanya memiliki karakteristik berbeda, sehingga tidak tepat jika setiap anak yang sulit fokus atau lambat membaca langsung dianggap mengalami gangguan tersebut.

Hal terpenting adalah mengenali kesulitan yang dialami anak tanpa terburu-buru memberikan cap negatif.

Mengapa anak bisa kesulitan fokus atau membaca?

Setiap anak memiliki perkembangan dan cara belajar yang berbeda. Kesulitan berkonsentrasi bisa muncul karena berbagai hal, mulai dari kurang tidur, kelelahan, lingkungan belajar yang penuh gangguan, hingga masalah emosional.

Namun, jika kesulitan tersebut berlangsung terus-menerus dan mengganggu kegiatan sehari-hari, orang tua perlu memperhatikan lebih jauh.

ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi perhatian, pengendalian impuls, dan aktivitas. Anak dengan kondisi ini mungkin kesulitan mempertahankan perhatian, mengikuti instruksi, atau menyelesaikan tugas. Gejalanya dapat terlihat dalam lebih dari satu lingkungan, misalnya di rumah dan sekolah.

Sementara itu, disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang terutama memengaruhi kemampuan membaca. Anak mungkin kesulitan mengenali kata, menghubungkan huruf dengan bunyinya, mengeja, atau membaca dengan lancar meskipun sudah mendapatkan latihan.

Kedua kondisi ini tidak sama. Anak dengan ADHD belum tentu mengalami disleksia, begitu pula sebaliknya. Sebagian anak juga bisa mengalami keduanya.

Kemenkes RI melansir laman resmi kemkes, mengingatkan ADHD dan disleksia bukan bentuk kemalasan ataupun akibat kesalahan pola asuh. Pemahaman keluarga dan dukungan lingkungan diperlukan agar anak memperoleh bantuan sesuai kebutuhannya.

Tanda yang perlu diperhatikan orang tua

Orang tua tidak perlu langsung khawatir ketika anak sesekali kehilangan konsentrasi atau salah membaca. Hal yang lebih penting adalah melihat pola kesulitan, seberapa sering terjadi, dan dampaknya terhadap kegiatan sehari-hari.

Beberapa hal yang bisa diperhatikan antara lain:

  • Anak berulang kali kesulitan menyelesaikan tugas karena kehilangan fokus.
  • Anak membutuhkan bantuan berulang untuk mengikuti instruksi yang sesuai dengan usianya.
  • Anak terus mengalami kesulitan mengenali kata, mengeja, atau membaca meskipun sudah berlatih.
  • Anak terlihat sangat frustrasi ketika diminta membaca atau mengerjakan tugas tertentu.
  • Kesulitan mulai memengaruhi kepercayaan diri, hubungan dengan teman, atau kegiatan di sekolah.

Tanda-tanda tersebut bukan alat untuk mendiagnosis ADHD maupun disleksia. Kesulitan yang terlihat serupa bisa memiliki penyebab berbeda dan perlu dinilai sesuai kondisi masing-masing anak.

Jika masalah terus berulang, orang tua dapat berdiskusi dengan guru dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional yang memiliki kompetensi dalam perkembangan anak dan kesulitan belajar.

Lima cara membantu anak di rumah

Sambil mencari tahu penyebab kesulitan anak, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dicoba keluarga.

1. Hindari membandingkan anak dengan teman sebayanya

Membandingkan kemampuan membaca atau konsentrasi anak dengan saudara dan teman justru bisa membuatnya merasa tidak mampu. Lebih baik perhatikan kemajuannya sendiri, termasuk pencapaian kecil yang sebelumnya sulit dilakukan.

2. Bagi tugas menjadi bagian yang lebih pendek

Daripada meminta anak menyelesaikan banyak soal sekaligus, berikan satu tugas kecil terlebih dahulu. Setelah selesai, beri jeda singkat sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.

Cara ini dapat membantu membuat kegiatan belajar terasa lebih terarah. Namun, kebutuhan setiap anak berbeda sehingga durasi belajar perlu disesuaikan.

3. Ciptakan tempat belajar yang nyaman

Pilih tempat dengan pencahayaan cukup dan gangguan yang minim. Singkirkan benda yang tidak diperlukan ketika anak sedang mengerjakan tugas.

Jika anak lebih mudah memahami instruksi secara lisan daripada melalui tulisan, orang tua dapat mencoba menjelaskan langkah-langkahnya dengan kalimat sederhana.

4. Dampingi latihan membaca tanpa membuat anak tertekan

Ajak anak membaca buku yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Orang tua bisa bergantian membaca kalimat, menggunakan buku bergambar, atau membagi bacaan menjadi bagian pendek.

Hindari memarahi anak setiap kali melakukan kesalahan. Jika kesulitan membaca terus berlanjut, latihan di rumah sebaiknya dilengkapi dengan evaluasi dan dukungan yang sesuai, bukan menjadi satu-satunya cara penanganan.

5. Bangun komunikasi dengan guru

Guru dapat membantu menjelaskan apakah kesulitan anak juga terlihat di kelas, misalnya ketika mengikuti instruksi, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan sekolah.

Informasi dari rumah dan sekolah dapat membantu orang tua memahami pola kesulitan anak. Jika diperlukan, catatan tersebut bisa dibawa saat berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Jangan menunggu sampai anak kehilangan kepercayaan diri

Kesulitan belajar tidak hanya berkaitan dengan nilai rapor. Anak yang terus merasa tertinggal atau sering dimarahi karena kesulitan tertentu juga dapat mengalami tekanan emosional.

Konsultan Neurologi Anak FK Unpad/RSHS, dr. Purboyo Solek, menjelaskan anak dengan disleksia dapat memiliki tingkat kecerdasan normal, tetapi memproses informasi dengan cara berbeda.

Tanpa dukungan yang tepat dari keluarga dan sekolah, anak dengan disleksia rentan mengalami perundungan, kecemasan, hingga masalah kesehatan jiwa.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk tidak menjadikan kemampuan membaca atau berkonsentrasi sebagai satu-satunya ukuran kecerdasan anak. Dukungan yang sesuai dapat membantu anak belajar dengan cara yang lebih cocok dengan kebutuhannya.

Jika kesulitan membaca, perhatian, atau perilaku mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari penilaian profesional. Semakin jelas kebutuhan anak, semakin mudah keluarga dan sekolah menyusun dukungan yang tepat.

Kesehatan jiwa anak juga perlu diperhatikan

Persoalan belajar tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari kondisi emosional anak. Anak yang mengalami kesulitan berkepanjangan bisa merasa malu, takut melakukan kesalahan, atau enggan mengikuti kegiatan sekolah.

Dalam konteks yang lebih luas, Kemenkes RI menyoroti pentingnya dukungan keluarga terhadap kesehatan jiwa. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun tercatat 1,4 persen, atau diperkirakan sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.

Angka tersebut merupakan data depresi pada kelompok usia di atas 15 tahun, bukan angka depresi pada anak yang mengalami ADHD atau disleksia. Meski demikian, data itu memperlihatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa dan akses terhadap pertolongan yang sesuai.

Kemenkes juga terus mendorong perluasan layanan kesehatan jiwa di puskesmas. Orang tua dapat mencari informasi mengenai layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan setempat apabila membutuhkan konsultasi atau rujukan.

Pada akhirnya, anak yang sulit fokus atau membaca tidak membutuhkan label negatif. Mereka membutuhkan orang dewasa yang mau memahami kesulitannya, memberikan kesempatan untuk berkembang, dan mencari bantuan ketika diperlukan.

Terkadang, perubahan pertama yang paling berarti bukanlah membuat anak belajar lebih lama, melainkan mengubah cara orang tua melihat dan mendampinginya./ sumber : kemkes

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow, BNI Gelar Acara Akad Kredit Secara Massal

    Wow, BNI Gelar Acara Akad Kredit Secara Massal

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.770
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar acara akad kredit secara massal untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 1.046 debitur kredit kepemilikan rumah [KPR]. Acara ini salah satu bentuk komitmen perseroan dalam mendukung program 1 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Akad kredit tersebut dilakukan di beberapa kota […]

  • Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023 dalam Proyek Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung

    Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023 dalam Proyek Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Bandung

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes] – Whoosh International Cartoon Contest 2023, merayakan kreativitas dan kerjasama internasional melalui kompetisi kartun dan komik bertema kereta cepat yang telah menarik peserta dari berbagai negara. Pada malam tanggal 21 Desember 2023, Jakarta menyaksikan sebuah perhelatan yang menggabungkan seni dan diplomasi internasional melalui Gala Dinner Whoosh International Cartoon Contest 2023. Acara ini, yang […]

  • Hadiri Wisuda UTP, Begini Harapan Gubernur

    Hadiri Wisuda UTP, Begini Harapan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 29 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri wisuda Sarjana Program Strata I ke-60 dan Wisuda Ahli Madya Program Diploma III ke-74 serta Program Magister Manajemen ke-28 Universitas Tridinanti Palembang tahun akademik 2017-2018 di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/4/2018). Sebanyak 465 orang diwisuda dan hadir ribuan wali dan orangtua wisudawan dan wisudawati. Hadir juga Koordinator Kopertis […]

  • SIARAN PERS KELOMPOK SOLIDARITAS ADVOKAT (KORSA) UNTUK MUNARMAN:  PENANGKAPAN MUNARMAN MELANGGAR HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

    SIARAN PERS KELOMPOK SOLIDARITAS ADVOKAT (KORSA) UNTUK MUNARMAN: PENANGKAPAN MUNARMAN MELANGGAR HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.761
    • 0Komentar

    PENEGAKAN hukum tindak pidana terorisme dan penangkapan terhadap Munarman terlalu prematur, dan terkesan sangat dipaksakan; bahwa benar tindak pidana terorisme sebagai extra ordinary crime, akan tetapi upaya tersebut wajib tetap menghormati hukum dan menjunjung tinggi harkat martabat sebagai manusia. Demikian disampaikan Kelompok Solidaritas Advokat (Korsa) untuk Munarman, dalam rilis pers, sehubungan dengan tindakan Densus 88 […]

  • Produksi Mitra Tidak Efektif, Tahun Depan Pusri Stop Penyaluran Pupuk Organik

    Produksi Mitra Tidak Efektif, Tahun Depan Pusri Stop Penyaluran Pupuk Organik

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    Produksi yang dihasilkan mitra tidak mencapai target hanya sekitar 54% -60 %

  • Serahkan Bantuan PJUTS di Desa Sarang Elang Ogan Ilir, Begini Pesan Legislator Dapil Sumsel 2, Ini Warga  

    Serahkan Bantuan PJUTS di Desa Sarang Elang Ogan Ilir, Begini Pesan Legislator Dapil Sumsel 2, Ini Warga  

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    PIMPINAN Komisi VII DPR RI, H Alex Noerdin terus melakukan kunjungan berkeliling wilayah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya daerah pemilihan (Dapil) Sumsel 2, dalam rangka kunjungan kerja perseorangan pada reses masa persidangan III Tahun Sidang 2020-2021. Kali ini, mantan gubernur Sumsel periode 2008-2018 berkunjung ke desa Sarang Elang, Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, pada Jumat […]

expand_less
WordPress Archive Solarva – Ecology & Solar Energy Theme Solaz – An Elegant Hotel & Lodge WordPress Theme Sole – One Page WordPress Theme Soledad – Multi-Concept Blog/Magazine/News AMP WordPress Theme Soleil – Solar Panels WordPress Theme Soleng | Solar Energy WordPress Theme Solicians – Attorney Law Firm Elementor Template Kit Solida – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Soliloquy Carousel Addon Soliloquy CSS Addon