Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kacamata Gratis untuk Warga Miskin, Ini Cara Mendapatkannya

Kacamata Gratis untuk Warga Miskin, Ini Cara Mendapatkannya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 31 menit yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTEKINI.CO.ID – Gangguan penglihatan bisa menjadi persoalan berlapis bagi keluarga berpenghasilan rendah. Ketika seseorang membutuhkan kacamata, biaya lensa dan bingkai dapat menjadi pertimbangan, terutama jika kebutuhan rumah tangga lainnya harus dipenuhi lebih dahulu.

Persoalan ini membuat akses terhadap layanan kesehatan mata tidak cukup berhenti pada pemeriksaan. Masyarakat yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan juga membutuhkan kepastian mengenai tindak lanjut, termasuk bagaimana memperoleh kacamata jika memang diperlukan.

Kementerian Kesehatan RI berupaya memperluas akses tersebut melalui penguatan layanan kesehatan mata berbasis masyarakat. Salah satunya melalui program Comprehensive Community Eye Care (CCEC), yang diluncurkan pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026.

Dalam program tiga tahun tersebut, Kemenkes bersama mitra menargetkan distribusi lebih dari 100.000 kacamata. Program ini juga mencakup skrining bagi siswa dan pekerja, pelatihan tenaga kesehatan dan guru, serta pengembangan pusat layanan kesehatan mata di masyarakat.

Namun, target distribusi itu perlu dibedakan dari realisasi bantuan. Belum ada angka realisasi penerima yang dapat dipastikan berdasarkan bahan yang tersedia.

Informasi mengenai wilayah penyaluran, kriteria penerima, dan mekanisme pengajuan menjadi penting agar masyarakat mengetahui apakah bantuan tersebut dapat diakses di daerah mereka.

Kemenkes Dorong Layanan Mata Lebih Dekat ke Masyarakat

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan pengembangan vision center menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat.

Model ini menghubungkan Puskesmas, dinas kesehatan, organisasi profesi, kader kesehatan, dan mitra pembangunan. Layanan yang dikembangkan diharapkan mencakup pemeriksaan mata, dukungan tenaga profesional, serta penyediaan kacamata hingga tingkat fasilitas kesehatan pertama.

Selama ini, sebagian besar layanan kesehatan mata dilakukan di rumah sakit. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat perlu menempuh perjalanan lebih jauh untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan.

Pengembangan layanan berbasis masyarakat diharapkan mempermudah akses. Meski demikian, ketersediaan layanan dan bantuan kacamata tetap perlu dipastikan berdasarkan program yang berjalan di setiap wilayah.

Bagaimana Cara Mencari Bantuan Kacamata?

Masyarakat yang membutuhkan kacamata dapat memulai dengan memeriksakan mata di fasilitas kesehatan untuk mengetahui kondisi penglihatannya. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan koreksi penglihatan atau penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, masyarakat dapat menanyakan kepada Puskesmas atau dinas kesehatan setempat apakah tersedia program bantuan kacamata, siapa yang memenuhi syarat, dan bagaimana proses pengajuannya.

Penting untuk memastikan cakupan bantuan sebelum mendaftar. Pemeriksaan mata gratis tidak selalu berarti kacamata, lensa, dan bingkai juga diberikan secara gratis.

Informasi mengenai program yang aktif, persyaratan penerima, dan ketersediaan bantuan perlu dikonfirmasi langsung kepada penyelenggara. Dengan begitu, masyarakat tidak mengandalkan informasi yang belum tentu berlaku di wilayahnya.

Target Bantuan Perlu Diikuti Kejelasan Akses

Selain distribusi kacamata, program CCEC menargetkan skrining lebih dari 60.000 siswa dan pekerja di lima provinsi dan 19 kabupaten/kota selama tiga tahun. Program tersebut juga menargetkan pembangunan 13 vision center baru dan penguatan 21 pusat layanan yang telah tersedia.

Target tersebut menjadi arah pengembangan layanan kesehatan mata berbasis masyarakat. Namun, manfaat program bagi keluarga berpenghasilan rendah juga bergantung pada ketepatan sasaran, ketersediaan layanan, serta kemudahan memperoleh bantuan.

Kejelasan mengenai jumlah penerima yang telah memperoleh kacamata, daerah penyaluran, dan persyaratan bantuan akan membantu masyarakat memahami akses yang benar-benar tersedia.

Oleh sebab itu, keberhasilan perluasan layanan kesehatan mata bukan hanya soal berapa banyak orang yang diperiksa atau berapa banyak kacamata yang ditargetkan.

Hal penting lainnya adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kemampuan mereka. (***)/diolah dari sumber kemkes.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

    Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    KALAU pelayanan publik dulu itu ibarat jualan pisang goreng yang masing-masing pedagang berdiri sendiri-sendiri, berteriak sendiri tanpa tahu tetangga sebelah jual apa, sekarang zamannya berubah! Pemerintah Indonesia sedang ngotot banget buat mengubah gaya lama yang “government-centric” alias cuma mikirin kantornya sendiri, jadi “citizen-centric” fokus ke masyarakat, pengguna layanan. Bayangin, cukup sekali data dikasih, nanti instansi […]

  • Reses Anggota Komisi II DPRD Sumsel, Beni Beberkan  Potensi Muba  

    Reses Anggota Komisi II DPRD Sumsel, Beni Beberkan  Potensi Muba  

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    KOMISI II DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan reses di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Reses digelar guna menyerap aspirasi warga dan Pemkab Muba untuk dimasukan dalam anggaran pembangunan tahun 2022. Kedatangan Ketua, Wakil dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumsel beserta rombongan disambut langsung Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, di Rumah Dinas Wakil Bupati Muba, […]

  • Gubernur Sumsel Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri 

    Gubernur Sumsel Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri 

    • calendar_month Selasa, 31 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menerima peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi ( Sespimti) Polri ke-27 dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-27 tahun 2018, Selasa (31/7/2018) di Griya Agung. Adapun peserta KKDN antara lain Kombes Pol. Slamet Setiyono, SIK, Kombes Pol. Dwi Suryo, SIK., M.H, Kombes […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    GUGUS -Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (15/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19 per 15 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2707 Laki-laki usia 50 tahun […]

  • Pengembangan Pariwisata Jabar Kedepankan Konsep Kultural & Ecotourism

    Pengembangan Pariwisata Jabar Kedepankan Konsep Kultural & Ecotourism

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.751
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan pihaknya akan mengembangkan sektor pariwisata di Jawa Barat dengan mengedepankan konsep kultural dan ecotourism atau wisata berbasis alam. Dalam pembukaan Jabar Culture and Tourism Festival yang diselenggarakan secara daring, Minggu (21/3/2021), Sandiaga mengatakan Provinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata kultural yang […]

  • Ketika Dunia Kampus Mulai ‘Cium Bau Mesin’, Bukti Vokasi Gak Lagi Ngawang!

    Ketika Dunia Kampus Mulai ‘Cium Bau Mesin’, Bukti Vokasi Gak Lagi Ngawang!

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    DULU, kalau dengar kata vokasi, banyak orang yang langsung mikir, “Oh, itu sekolah buat yang gak keterima di Universitas”. Padahal sekarang, yang dulu dianggap kelas cadangan, malah jadi jalur tol menuju masa depan industri, diharapkan semua orang, ibaratnya balapan, anak vokasi udah ngegas di pit stop, sementara anak kampus umum masih sibuk baca teori aerodinamika. […]

expand_less
WordPress Archive All In One SEO PRO WordPress Plugin All In One Slider Responsive WordPress Slider Plugin All in One Support Button + Callback Request. WhatsApp, Messenger, Telegram, LiveChat and more… All Products for WooCommerce Subscriptions Alleat – Restaurant Elementor Template Kit Alliance | Intranet & Extranet BuddyPress WordPress Theme Alliance | Intranet & Extranet WordPress Theme Allied Health Care – Health And Medical WordPress Theme Allmart – Ultimate Electronics & Gadgets Store WordPress Theme AllSmiles – Dentist WordPress Theme