Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Muba & Jurus ‘Cegah Stunting Rasa Gotong Royong’

Muba & Jurus ‘Cegah Stunting Rasa Gotong Royong’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.744
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

URUSAN stunting sering dianggap kayak colokan listrik di pojokan rumah, ada tapi baru dicari waktu butuh, tapi di Musi Banyuasin (Muba), ceritanya beda, mereka nggak nunggu anak tumbuh pendek baru heboh, tapi udah duluan nyusun strategi biar piring keluarga rakyatnya nggak cuma isi nasi, tapi juga gizi.

Dan hasilnya? Tahu-tahu Muba nongol di panggung nasional, dibacain sebagai salah satu dari 20 kabupaten terbaik di Indonesia dalam pengendalian percepatan penurunan stunting versi ADINKES Pusat, dari total 286 daerah yang dinilai, Muba nongol di deretan atas  bukan karena koneksi, tapi karena kerja keras yang nggak kenal kata ‘besok aja’.

Biar makin komplet, Baznas Muba juga sekalian bawa pulang Piala Kategori Penanggulangan dan Pencegahan AIDS,Tuberkulosis,Malaria (ATM). Jadi kalau dibilang Muba ini rajin, bukan cuma rajin rapat tapi rajin berbuat.

Penghargaannya diserahkan langsung di Hotel Lorin Dwangsa Solo, Selasa (21/10/2025) malam. Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen maju ke depan panggung mewakili Bupati HM Toha Tohet SH, didampingi dr. Azmi Dariusmansyah MARS, Perwakilan Baznas H.M. Madali, dan pasukan dinas yang kalau jalan bareng, kelihatan kayak rombongan studi banding tapi isinya prestasi beneran.

Dari podium, Wakil Mendagri Dr. Bima Arya kasih wejangan yang nadanya lebih nyentil daripada notifikasi tagihan listrik. “Jangan ngurus stunting cuma dari laporan kertas. Turun ke lapangan, cek langsung, biar datanya bukan hasil duga-duga”.

Kalimat yang sederhana tapi makjleb karena banyak pejabat masih sibuk ngurus laporan PowerPoint, sementara anak-anak di pelosok masih rebutan lauk.

Wabup Kyai Husen dalam sambutannya bilang, penghargaan ini bukan hasil sulap, tapi kerja bareng dari semua lini. Dari kader posyandu yang tiap pagi ngukur bayi sambil ngelap keringat, sampai petugas gizi yang sabar jelasin kalau susu bukan satu-satunya sumber protein. “Ini semangat gotong royong. Dari desa, kecamatan, sampai kabupaten, semua nyatu. Semoga Muba makin sehat, makin bersih, dan makin bahagia,” kata Kyai dengan gaya ademnya yang khas.

Kadis Kesehatan dr. Azmi Dariusmansyah ikut nimbrung kasih konteks. Katanya, penilaian ADINKES berlangsung sejak Januari 2024 sampai Juli 2025. Selama itu, Pemkab Muba jalanin program intervensi gizi spesifik, penguatan posyandu, sampai ketahanan pangan keluarga.

“Yang bikin bangga, ini hasil kerja nyata dari bawah. Kader, kades, dan OPD semua kompak. Kita nggak nunggu dikasih spotlight, tapi kerja terus walau nggak difoto,” jelas Azmi.

Kalimat yang bikin pembaca sadar, ternyata di Muba masih banyak pejabat yang kerja dulu baru ngumbar hasil  bukan kebalikannya.

Stunting itu bukan cuma soal tinggi badan, tapi soal masa depan. Anak yang kurang gizi itu ibarat hape baterainya ngedrop bisa nyala, tapi performanya nggak maksimal. Nah, Muba paham betul, makanya mereka nggak cuma fokus kasih makanan tambahan, tapi juga bangun sistem supaya keluarga tetap punya daya tahan ekonomi.

Karena percuma kasih susu kalau dapurnya tetap sepi. Di sinilah kolaborasi Muba terasa. Baznas bantu penguatan pangan, Dinas Kesehatan urus edukasi, dan Pemkab jadi dirigen yang nyatukan irama. Nggak ada yang main solo, semua main orkestra.

Penghargaan dari ADINKES ini bukan sekadar piala buat disandingin sama bunga plastik di ruang tamu kantor bupati. Ini tanda bahwa kerja tulus itu selalu nemu jalannya sendiri buat kelihatan.

Orang tua dulu bilang “Kalau mau padi berisi, jangan cuma doa di sawah, tapi turun ngarit”,  itulah Muba, mereka nggak sibuk ngeluh soal anggaran, tapi sibuk nyari cara biar rakyatnya kenyang dan sehat.

Kesehatan itu bukan cuma urusan dokter, tapi urusan semua orang yang peduli masa depan. Karena bangsa kuat dimulai dari anak yang sarapannya cukup, bukan dari pejabat yang makannya berlebih.

Dan kalau semua daerah meniru Muba, bisa jadi Indonesia bukan cuma bebas stunting tapi juga bebas alasan. Karena seperti kata pepatah bikinan warga Muba sendiri “Kerja bareng itu kayak lauk sambal terasi makin pedas, makin nikmat hasilnya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengadaan Alat GeNose C19 Oleh Pemkab Muratara, Efektifkah ?

    Pengadaan Alat GeNose C19 Oleh Pemkab Muratara, Efektifkah ?

    • calendar_month Minggu, 8 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.803
    • 0Komentar

    GeNose C19 merupakan alat screening (deteksi dini) Covid-19 yang dikembangkan khusus oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Cara alat GeNose ini bekerja yaitu dengan menghembuskan nafas ke sebuah alat yang berbentuk tabung plastik. Kemudian, alat sensor dalam tabung tersebut akan mendeteksi VOC (Volatile Organic Compound) dalam nafas yang dihembuskan. Pengedaran alat skrining GeNose […]

  • Gubernur  Harapkan Alumni STIQ Al- Lathifyyah  Terus Syiarkan Islam Dengan  Ilmu Al- Qur’an 

    Gubernur  Harapkan Alumni STIQ Al- Lathifyyah  Terus Syiarkan Islam Dengan  Ilmu Al- Qur’an 

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru hadiri Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Al- Lathifyyah Palembang, di Ballroom Hotel Aston Palembang, Sabtu (21/5). Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku bangga kepada pendiri dan penurus STIQ Al-Qur’an Al-Lathifyyah yang mampu mendirikan STIQ pertama di Kota Palembang. “Bangga sekali rasanya bisa hadir disini secara langsung, rasa […]

  • Kebun Plasma, Janji Manis & Realita Asam – Jalan Tengah Antara Kapital & Keadilan Sosial

    Kebun Plasma, Janji Manis & Realita Asam – Jalan Tengah Antara Kapital & Keadilan Sosial

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.016
    • 0Komentar

    NGOMONGIN kebun plasma, orang desa udah kayak dengar lagu lama, nadanya itu-itu aja, liriknya manis di awal, tapi ujung-ujungnya nyesek di hati. Banyak perusahaan sawit yang janjinya “nanti kita kasih plasma, tenang bae…”, tapi sampai matahari pensiun pun, yang dikasih cuma plasma darah dari Puskesmas. Nah, Kamis (16/10/2025) kemarin, Sekda Muba Dr. Apriyadi MSi kembali […]

  • Pembayaran JKN Tertunda 2 Bulan, Pemkab Muara Enim Siap Bayar di APBD P

    Pembayaran JKN Tertunda 2 Bulan, Pemkab Muara Enim Siap Bayar di APBD P

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.717
    • 0Komentar

    Bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekundang Muara Enim, Selasa (04/05), Penjabat (Pj.) Sekda Muara Enim Drs. Emran Thabrani memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Muara Enim. Turut hadir pada kesempatan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Prabumulih Yunita Ibnu, SE, AAK, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Muara Enim Harson Sunardi, Kepala […]

  • DOLA BELUT dari Palembang, Digital Sendirian, Tapi Sinyalnya Full Bar

    DOLA BELUT dari Palembang, Digital Sendirian, Tapi Sinyalnya Full Bar

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 608
    • 0Komentar

    DI ZAMAN serba daring, ketika sinyal lebih dicari daripada sandal hilang di masjid, kabar angin dari Jakarta Selatan bikin gaduh grup WhatsApp warga Palembang. Kementerian Kominfo dan Chevening bikin gebrakan kirim anak-anak muda terpilih ke Inggris buat belajar jadi pemimpin digital masa depan. Di antara nama-nama keren dan kampus kelas dunia, tampak satu sosok sederhana […]

  • Cara KBRI Maputo promosikan batik

    Cara KBRI Maputo promosikan batik

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.055
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Maputo, Mozambique – KBRI Maputo Mozambique bekerjasama dengan  penyelenggara Mozambique Fashion Week (MFW), Federasi Industri dan Ekonomi Kreatif Mozambik (FEMICC) serta Asosiasi Wanita Baobab menyelenggarakan pelatihan membatik pada tanggal 12, 13 dan 14 Desember di Maputo, Mozambique.  Pelatihan selama 3 hari tersebut mendatangkan instruktur dari Yayasan Batik House Indonesia dan dihadiri oleh 83 orang dari kalangan pelaku industri fesyen, […]

expand_less
WordPress Archive Fruteez – Healthy Food & Drinks Brand Elementor Template Kit FS Poster GPL – WordPress auto poster & scheduler FS Poster – WordPress Social media Auto Poster & Scheduler [Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest] Ftech – IT Solution Technology WordPress Theme Fudo – Real Estate Elementor Template Kit Fugu – NFT & Crypto WordPress Theme Full Width Background Image Slider Fuller – Creative Portfolio, Resume & Agency WordPress Theme FullPage – Fullscreen One Page Theme Fullscreen Parallax WordPress Plugin