Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Selama Ini Pasien BPJS Harus Naik Level, Kini Sistem Rujukannya Dibalik

Selama Ini Pasien BPJS Harus Naik Level, Kini Sistem Rujukannya Dibalik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 21 menit yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Selama ini, pasien BPJS Kesehatan yang membutuhkan layanan lebih lanjut harus mengikuti alur rujukan berjenjang. Dari satu tingkat rumah sakit, pasien bisa dirujuk ke tingkat berikutnya sebelum akhirnya mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pola tersebut kini mulai diubah karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang menguji sistem rujukan baru yang tidak lagi menjadikan jenjang rumah sakit sebagai patokan utama. Nantinya, pasien akan diarahkan langsung ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai dengan kondisi medisnya.

Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk menguji pola baru tersebut. Perubahan ini dikenal dengan Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP). Sederhananya, pasien tidak lagi harus melewati urutan rumah sakit tipe D, C, B hingga A hanya karena mengikuti jenjang rujukan.

Jika fasilitas kesehatan tertentu sudah memiliki kemampuan untuk menangani penyakit atau kondisi pasien, maka pasien dapat langsung diarahkan ke fasilitas tersebut. Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, dr. Obrin Parulian, mengatakan perubahan ini diperlukan untuk menyempurnakan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah berjalan sejak 2014.

“Nantinya rujukan pasien tidak lagi harus berjenjang dari rumah sakit tipe D, C, B, lalu ke A. Melalui skema Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), pasien akan langsung dikirim ke fasilitas kesehatan terdekat yang kompetensinya sesuai dengan diagnosis medisnya,” kata dr. Obrin usai melakukan audiensi di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, akhir pekan lalu melansir dilaman kemkes.

Pertimbangan rujukan tidak lagi semata-mata soal rumah sakit berada di tingkat mana. Yang menjadi perhatian adalah apakah fasilitas tersebut mampu menangani kebutuhan medis pasien atau tidak.

Bukan Mengubah Jalur Rujukan

Perubahan rujukan ternyata hanya satu bagian dari pembenahan JKN. Kemenkes menyiapkan tiga pilar utama dalam Transformasi JKN. Selain RBKP, ada perubahan pada standar ruang rawat inap dan sistem pembiayaan rumah sakit.

Pada layanan rawat inap, pemerintah menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).Melalui KRIS, ruang perawatan akan memiliki standar yang lebih seragam. Salah satunya, jumlah tempat tidur maksimal empat dalam satu ruangan.

Selain itu, standar tersebut mencakup ketersediaan oksigen sentral, tombol pemanggil perawat atau nurse call, hingga kamar mandi di dalam ruangan, sistem pembayaran rumah sakit juga akan ikut berubah.

Kemenkes menyiapkan penerapan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) untuk menggantikan sistem tarif lama. Skema ini dirancang agar pembiayaan pelayanan kesehatan lebih mempertimbangkan karakteristik serta tingkat kompleksitas klinis pasien.

Artinya, perubahan JKN tidak berhenti pada pertanyaan “pasien dirujuk ke mana?”. Sistem pelayanan dan cara fasilitas kesehatan dibayar juga ikut dibenahi.

Kenapa Muara Enim Dipilih?

Muara Enim menjadi salah satu dari empat daerah yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba Transformasi JKN. Tiga daerah lainnya adalah Bandung, Makassar, dan Tulungagung. Untuk Muara Enim, pemerintah melihat daerah ini memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di persimpangan jalur lintas daerah. Kabupaten tersebut juga dinilai dapat mewakili karakteristik daerah di luar Pulau Jawa. Sebelum sistem baru dijalankan, kesiapan fasilitas kesehatan di Muara Enim mulai diperiksa.

Tim gabungan Kemenkes dan BPJS Kesehatan telah meninjau sejumlah fasilitas kesehatan secara langsung. Di tingkat pelayanan primer, Puskesmas Tanjung Enim dan Klinik Rahayu Medika disebut telah memiliki infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan sistem tersebut.

Kesiapan fasilitas menjadi penting karena sistem rujukan baru membutuhkan data dan konektivitas antar-fasilitas kesehatan agar pasien dapat diarahkan ke tempat yang benar-benar memiliki kemampuan sesuai diagnosisnya.

Tidak Langsung Berlaku Nasional

Meski uji coba sudah disiapkan, perubahan ini belum otomatis berlaku untuk seluruh peserta JKN. Uji coba di empat daerah tersebut direncanakan berlangsung selama 12 bulan. Pelaksanaan efektifnya menunggu Peraturan Presiden (Perpres) ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto. Jika penerapan berjalan sesuai rencana, pola rujukan yang selama ini dikenal pasien BPJS akan mengalami perubahan cukup besar.

Pasien tidak lagi  mengikuti tangga rujukan dari satu tipe rumah sakit ke tipe berikutnya. Penentunya akan bergeser pada satu hal yang lebih penting: fasilitas mana yang paling mampu menangani kondisi medis pasien. Muara Enim pun kini menjadi salah satu tempat untuk melihat apakah pola baru tersebut benar-benar bisa membuat perjalanan pasien BPJS menjadi lebih sederhana, cepat, dan tepat sasaran. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 Disetujui

    Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 Disetujui

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 603
    • 0Komentar

    SETELAH agenda pembahasan yang cukup panjang akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 disepakati dan diterima oleh legislatif  Sumsel. Kesepakatan antara Ketua DPRD Sumsel, Hj. Anita Noeringhati dengan Gubernur H Herman Deru tersebut dilakukan dalam bentuk penanda tanganan nota kesepahaman bersama pada  sidang paripurna DPRD […]

  • Lampion, Bhante & Doa Mengudara, Dari Borobudur Menuju Langit yang Rukun

    Lampion, Bhante & Doa Mengudara, Dari Borobudur Menuju Langit yang Rukun

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Waktu menunjukkan hampir tengah malam, tapi suasana di Candi Borobudur bukannya meredup justru makin terang benderang. Bukan karena lampu disko atau konser Didi Kempot Reborn, melainkan karena ribuan lampion yang melesat naik ke langit, kayak balon gas yang dilepas emak-emak habis arisan. Tapi jangan salah, ini bukan acara ulang tahun anak komplek. Ini […]

  • Muba Gelar Pasar Murah Sembako

    Muba Gelar Pasar Murah Sembako

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Menjelang memasuki bulan suci ramadhan 1440 H, bahan sembako sudah biasanya mengalami kenaikan, tentu kondisi yang sulit bagi masyarakat ekonomi lemah untuk memenuhi kebutuhan. Demi menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Muba, Pemkab Muba melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Muba gelar Pasar Murah Sembako bertempat di Kantor […]

  • Ingin Berinvestasi di Muba ? Ini Syarat Utamanya Kata Sekda

    Ingin Berinvestasi di Muba ? Ini Syarat Utamanya Kata Sekda

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    “Muba ini sangat potensial, terlebih sejak dua tahun belakangan perkembangan dan percepatan pembangunan di Muba sangat pesat,”

  • Sepekan Penerapan Kerja & Belajar dari Rumah  Trafik Data XL Axiata di Sumatera Naik 16%

    Sepekan Penerapan Kerja & Belajar dari Rumah Trafik Data XL Axiata di Sumatera Naik 16%

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.780
    • 0Komentar

    JARINGAN PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengalami lonjakan trafik data yang signifikan sepanjang sepekan masyarakat menerapkan bekerja dan belajar dari rumah. Data dari pusat pemantauan jaringan Customer Experience and Service Operation Center menunjukkan kenaikan cukup tajam yaitu rata-rata sebesar 10% dibandingkan hari normal pada trafik penggunaan seluruh layanan data dalam cakupan nasional. Akses ke […]

  • ITB Gulirkan Platform Kewirausahan Nasional, Ini Harapan Teten

    ITB Gulirkan Platform Kewirausahan Nasional, Ini Harapan Teten

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.490
    • 0Komentar

    MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi usulan platform kewirausahaan nasional yang digulirkan kalangan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). “Platform model kewirausahaan seperti itu juga dipakai di Jepang. Pemerintah akan menyediakan biaya untuk startup buatan mahasiswa yang masuk dalam program inkubator,” ucap Teten pada acara diskusi Potensi Kerja Sama Pengembangan Kewirausahaan, secara daring, Senin (1/3). […]

expand_less
WordPress Archive Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme Yogaa – Healthy Beauty WordPress Theme YogaCare – Coach, Speaker & Motivation WordPress Theme Yogala – Yoga & Pilates Club WordPress Theme Yogalaxy – Yoga Pilates Fitness Studio Elementor Template Kit Yogasan – Yoga Studio & Meditation Elementor Template Kit Yoge – Fitness and Yoga WordPress Theme