Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Genderang Perang dari Lahat, Muba Ikut Menabuh

Genderang Perang dari Lahat, Muba Ikut Menabuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 470
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandar jangan sampai ‘Cetak’ kurir desa

ADA bunyi yang tidak bisa di-mute, bukan suara notifikasi WA grup keluarga atau RT, bukan pula suara knalpot motor tengah malam. Kamis (22/1/2026).

Bunyi itu datang dari GOR Kabupaten Lahat, tabuhannya tegas bahkan suaranya bulat, mantap, dan bernada perlawanan, irama perang itu, ya.. perang terhadap narkoba.

Sekali ditabuh, artinya serius, tidak main-main, tidak juga buat lucu-lucuan, tidak buat penggugur kewajiban, ini serius, genderang yang bilang, “cukup, sudah kebablasan.”

Lahat berdiri di depan, Muba juga datang tidak sekadar menonton. Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kiai Abdur Rohman Husen, ikut hadir. Bukan bawa genderang sungguhan, tapi bawa pesan yang beratnya bisa bikin meja rapat miring, narkoba itu musuh bersama, bukan urusan tetangga.

Narkoba sekarang tidak lagi tampil sangar, tidak pakai wajah garang, penampilannya santai, duduk manis. Istilah ngopi, ngobrol lalu menyusup pelan-pelan. Sekali lengah, tahu-tahu sudah terjebak.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Mathinus Hukom, tidak bicara pakai perumpamaan manis. Ia lempar data ke meja sebab 1.719 wilayah di Sumatera Selatan masuk kategori siaga narkotika.

Angka ini bukan hiasan slide, ini tanda bahaya.

Apalagi, bandar narkoba bekerja seperti pabrik,  terstruktur, rapi, ada target, ada jenjang karier. Mulai dari coba-coba, naik jadi pemakai, lanjut pecandu, lalu promosi jabatan jadi kurir.

Dan desa saat ini menjadi sasaran empuk, kenapa? karena desa punya anak muda, punya ruang kosong, dan sering dianggap aman.

Kalimat Komjen Mathinus Hukom ini terasa seperti sirene “Jangan sampai bandar berhasil mencetak kurir di tingkat desa.”

Desa seharusnya mencetak gabah, bukan mencetak masalah.

Di tengah kondisi genting, Kabupaten Lahat memilih jalur tidak populer, kerja nyata, tidak berhenti di deklarasi. Tidak puas dengan baliho bertuliskan slogan.

Lahat menyiapkan rumah sakit khusus rehabilitasi narkoba.

Ini langkah berani, pasalnya melawan narkoba itu tidak cukup dengan borgol. Ada manusia yang harus disembuhkan, ada pula generasi yang masih bisa diselamatkan dari jalan buntu.

Pecandu bukan aktor utama. Mereka korban dari permainan besar, dan korban perlu ditolong, bukan diusir.

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menyampaikan kenyataan pahit. Narkoba telah masuk desa. Tidak lagi sopan, tidak lagi malu.

Desa sekarang bukan penonton,  desa berada di garis depan,  bahkan dana desa juga ikutan menentukan arah. Dana ini bisa berubah menjadi benteng, bisa pula menjadi lubang.

Oleh sebab itu, pemuda desa yang sibuk berlatih, berusaha, dan berkarya tidak punya waktu buat narkoba. Lapangan hidup, UMKM jalan, pelatihan ada, ruang kreatif terbuka. Di situ narkoba kehilangan panggung.

Namun sebaliknya desa yang sepi kegiatan biasanya ramai gosip, ramai masalah.

Wakil Bupati Muba mengingatkan hal paling sederhana, sekaligus paling sering dilupakan. Perang narkoba dimulai dari rumah.

Bukan dari status media sosial, bukan dari caption panjang. Tapi dari obrolan nyata antara orang tua dan anak. Dari kepedulian yang konsisten, bukan musiman.

Narkoba tidak pernah datang sambil teriak. Ia datang sambil senyum. Rayuan selalu lebih berbahaya dari ancaman. Sekali orang tua abai, narkoba masuk sebagai teman. Sekali lingkungan diam, bandar bekerja tanpa gangguan.

Keren itu tidak hancur

Narkoba bukan gaya hidup, bukan simbol pergaulan, bukan tiket cepat menuju sukses. Keren itu sehat, keren itu punya tujuan dan keren itu pulang ke rumah tanpa menyembunyikan apa pun.

Jadi generasi bebas narkoba merupakan aset terbesar daerah. Tanpa generasi sehat, pembangunan hanya jadi laporan tebal tanpa isi. Jalan mulus tidak ada artinya saat pemudanya tumbang satu per satu.

Genderang perang telah ditabuh dari Lahat, Muba ikut menabuh. Gema suaranya menyebar ke seluruh Sumatera Selatan. Perang ini panjang. Perang ini melelahkan. Namun perang ini tidak bisa ditinggalkan. Semua harus turun tangan.

Makanya desa seharusnya mencetak petani tangguh, pengusaha muda, pemimpin masa depan, bukan mencetak kurir narkoba.

Bandar jangan diberi ruang.
Desa jangan dibiarkan kosong.
Generasi harus diselamatkan.

Karena desa seharusnya mencetak masa depan, bukan kehancuran. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cintai Produk Lokal, BI Gandeng Pemerintah Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM

    Cintai Produk Lokal, BI Gandeng Pemerintah Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) bersinergi dengan Pemerintah menyelenggarakan kegiatan Belanja Bersama Produk UMKM #Eksotisme Lombok sebagai rangkaian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 Seri 1. Kegiatan Belanja Bersama merupakan bentuk konkrit dukungan para pemangku kebijakan terhadap produk-produk UMKM, khususnya dari NTB, sebagai tema utama dari penyelenggaraan KKI 2021 Seri 1. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk senantiasa […]

  • MHKI –PDEI Keluarkan Rekomendasi Terkait Penanganan CoVid-19, Begini Isinya

    MHKI –PDEI Keluarkan Rekomendasi Terkait Penanganan CoVid-19, Begini Isinya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    ORGANISASI Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan Masyarakat Hukum Kedokteran Indonesia (MHKI) mengeluarkan penyataan terkait penanganan CoVid-19 untuk masyarakat. Dalam keterangan rilisnya yang diterima Sumselterkini.co.id, Rabu [4/3/2020] melalui  PDEI, disampaikan dr Moh Adib Khumaidi, SpOT – Ketua Pengurus Pusat PDEI: Pertama, Distribusi masker harus diambil alih oleh pemerintah dan  disediakan gratis oleh pemerintah di tempat […]

  • Pesan Presiden dalam Rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepda se- Indonesia, Salah Satunya Daerah Ini

    Pesan Presiden dalam Rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepda se- Indonesia, Salah Satunya Daerah Ini

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang- Bertempat di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Pj Sekda Muba H Musni Wijaya S Sos MSi mengikuti Rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah tahun 2022 Secara Virtual, Selasa (31/1/2023).   Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Tito menyampaikan Arahan […]

  • Update COVID-19 Muba: Satu Kasus Sembuh, Satu Positif

    Update COVID-19 Muba: Satu Kasus Sembuh, Satu Positif

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (27/8/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus sembuh. “Satu kasus sembuh yakni kasus 75 warga Desa Lais yang sebelumnya mendapatkan perawatan selama 21 hari di RSUD Sekayu,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Dikatakan, saat ini masih ada 4 orang PDP dirawat diantaranya 3 di RSUD Sekayu […]

  • Pengerjaan pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro tahap II dimulai

    Pengerjaan pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro tahap II dimulai

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.415
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang  mulai melanjutkan kembali pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro tahap II setelah pengerjaan proyek yang pertama sepanjang 2,5 km selesai. Proyek tahap II itu dimulai dari Palembang Indah Mall (PIM) hingga ke kantor DPRD Sumsel.   Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo saat meninjau langsung lokasi Sungai Sekanak Lambidaro di Jalan Radial […]

  • Indonesia Dampingi Perjuangan WNI Memperoleh Keputusan Pengadilan Tinggi untuk Perwalian Anak

    Indonesia Dampingi Perjuangan WNI Memperoleh Keputusan Pengadilan Tinggi untuk Perwalian Anak

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 571
    • 0Komentar

    CAPE TOWN, Afrika Selatan – Pengadilan Tinggi Western Cape, Afrika Selatan mengeluarkan Keputusan hak perwalian anak-anak almarhumah Farah Munif (WNI) dari ayah mereka kepada Khairunnisa (adik almarhumah), serta ijin relokasi ke Indonesia. Selama satu tahun pendampingan oleh KJRI Cape Town, ketiga anak almarhumah diasuh sementara oleh Insoaaf Manuel dan menempati Guest House KJRI Cape Town. Hal ini […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme CSS Igniter Corner WordPress Theme CSS Igniter Decorist WooCommerce Theme