Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Genderang Perang dari Lahat, Muba Ikut Menabuh

Genderang Perang dari Lahat, Muba Ikut Menabuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 449
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandar jangan sampai ‘Cetak’ kurir desa

ADA bunyi yang tidak bisa di-mute, bukan suara notifikasi WA grup keluarga atau RT, bukan pula suara knalpot motor tengah malam. Kamis (22/1/2026).

Bunyi itu datang dari GOR Kabupaten Lahat, tabuhannya tegas bahkan suaranya bulat, mantap, dan bernada perlawanan, irama perang itu, ya.. perang terhadap narkoba.

Sekali ditabuh, artinya serius, tidak main-main, tidak juga buat lucu-lucuan, tidak buat penggugur kewajiban, ini serius, genderang yang bilang, “cukup, sudah kebablasan.”

Lahat berdiri di depan, Muba juga datang tidak sekadar menonton. Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kiai Abdur Rohman Husen, ikut hadir. Bukan bawa genderang sungguhan, tapi bawa pesan yang beratnya bisa bikin meja rapat miring, narkoba itu musuh bersama, bukan urusan tetangga.

Narkoba sekarang tidak lagi tampil sangar, tidak pakai wajah garang, penampilannya santai, duduk manis. Istilah ngopi, ngobrol lalu menyusup pelan-pelan. Sekali lengah, tahu-tahu sudah terjebak.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Mathinus Hukom, tidak bicara pakai perumpamaan manis. Ia lempar data ke meja sebab 1.719 wilayah di Sumatera Selatan masuk kategori siaga narkotika.

Angka ini bukan hiasan slide, ini tanda bahaya.

Apalagi, bandar narkoba bekerja seperti pabrik,  terstruktur, rapi, ada target, ada jenjang karier. Mulai dari coba-coba, naik jadi pemakai, lanjut pecandu, lalu promosi jabatan jadi kurir.

Dan desa saat ini menjadi sasaran empuk, kenapa? karena desa punya anak muda, punya ruang kosong, dan sering dianggap aman.

Kalimat Komjen Mathinus Hukom ini terasa seperti sirene “Jangan sampai bandar berhasil mencetak kurir di tingkat desa.”

Desa seharusnya mencetak gabah, bukan mencetak masalah.

Di tengah kondisi genting, Kabupaten Lahat memilih jalur tidak populer, kerja nyata, tidak berhenti di deklarasi. Tidak puas dengan baliho bertuliskan slogan.

Lahat menyiapkan rumah sakit khusus rehabilitasi narkoba.

Ini langkah berani, pasalnya melawan narkoba itu tidak cukup dengan borgol. Ada manusia yang harus disembuhkan, ada pula generasi yang masih bisa diselamatkan dari jalan buntu.

Pecandu bukan aktor utama. Mereka korban dari permainan besar, dan korban perlu ditolong, bukan diusir.

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menyampaikan kenyataan pahit. Narkoba telah masuk desa. Tidak lagi sopan, tidak lagi malu.

Desa sekarang bukan penonton,  desa berada di garis depan,  bahkan dana desa juga ikutan menentukan arah. Dana ini bisa berubah menjadi benteng, bisa pula menjadi lubang.

Oleh sebab itu, pemuda desa yang sibuk berlatih, berusaha, dan berkarya tidak punya waktu buat narkoba. Lapangan hidup, UMKM jalan, pelatihan ada, ruang kreatif terbuka. Di situ narkoba kehilangan panggung.

Namun sebaliknya desa yang sepi kegiatan biasanya ramai gosip, ramai masalah.

Wakil Bupati Muba mengingatkan hal paling sederhana, sekaligus paling sering dilupakan. Perang narkoba dimulai dari rumah.

Bukan dari status media sosial, bukan dari caption panjang. Tapi dari obrolan nyata antara orang tua dan anak. Dari kepedulian yang konsisten, bukan musiman.

Narkoba tidak pernah datang sambil teriak. Ia datang sambil senyum. Rayuan selalu lebih berbahaya dari ancaman. Sekali orang tua abai, narkoba masuk sebagai teman. Sekali lingkungan diam, bandar bekerja tanpa gangguan.

Keren itu tidak hancur

Narkoba bukan gaya hidup, bukan simbol pergaulan, bukan tiket cepat menuju sukses. Keren itu sehat, keren itu punya tujuan dan keren itu pulang ke rumah tanpa menyembunyikan apa pun.

Jadi generasi bebas narkoba merupakan aset terbesar daerah. Tanpa generasi sehat, pembangunan hanya jadi laporan tebal tanpa isi. Jalan mulus tidak ada artinya saat pemudanya tumbang satu per satu.

Genderang perang telah ditabuh dari Lahat, Muba ikut menabuh. Gema suaranya menyebar ke seluruh Sumatera Selatan. Perang ini panjang. Perang ini melelahkan. Namun perang ini tidak bisa ditinggalkan. Semua harus turun tangan.

Makanya desa seharusnya mencetak petani tangguh, pengusaha muda, pemimpin masa depan, bukan mencetak kurir narkoba.

Bandar jangan diberi ruang.
Desa jangan dibiarkan kosong.
Generasi harus diselamatkan.

Karena desa seharusnya mencetak masa depan, bukan kehancuran. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APJII : Tata Kelola Internet PR Bagi RI

    APJII : Tata Kelola Internet PR Bagi RI

    • calendar_month Sabtu, 5 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai masih banyak PR bagi Indonesia dalam mengatur tata kelola internet sehingga pengguna terjamin data pribadinya. Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga di dewan pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tedi Supardi Muslih hal yang besar, seperti industri e-commerce, tanpa faktor keamanan bagaimana bisa tumbuh,” ujar Tedi dalam keterangannya […]

  • Hoaks Video Demonstrasi Bermodus Rekaman Lama, Komdigi Ungkap Polanya

    Hoaks Video Demonstrasi Bermodus Rekaman Lama, Komdigi Ungkap Polanya

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Hoaks video demonstrasi kembali beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Sejumlah unggahan memanfaatkan rekaman lama, video dari luar negeri, hingga konten yang telah diedit lalu disebarkan ulang dengan narasi seolah-olah menggambarkan situasi terkini di Indonesia. Pola semacam itu dinilai berpotensi membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat. […]

  • Bangkitkan Ekonomi dengan SGS

    Bangkitkan Ekonomi dengan SGS

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    KETUA Panitia Penyelenggara Sriwijaya Great Sales (SGS) 2020, Herlan Asfiudin mengatakan, terlaksananya SGS 2020 dilatarbelakangi selama pandemi covid-19 telah menyebabkan pelaku usaha sempat mati suri. Berangkat dari hal ini pihaknya bersama pemprov Sumsel dan pemkot Palembang bersatu padu menyelenggarakan SGS 2020. “Ini sebagai usaha kami untuk ikut membangkitkan perekonomian yang sempat terpuruk dan pemulihan ekonomi. […]

  • Kembali di Buka dengan Prokes, Masjid Istiqlal Hanya Tampung 2.000 Jamaah

    Kembali di Buka dengan Prokes, Masjid Istiqlal Hanya Tampung 2.000 Jamaah

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    PENGELOLA Masjid Istiqlal Jakarta membuka kembali masjid untuk pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan pada bulan Ramadan 1442H/2021M. Pembukaan masjid kebanggaan umat muslim Indonesia ini akan dilakukan secara bertahap dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Masjid Istiqlal hanya akan menampung sekitar 2.000 jemaah dari total daya tampung sebanyak 250 ribu jemaah pada pelaksanaan ibadah salat tarawih di […]

  • Kemenangan untuk Loek Hartog, gelar rookie Theo Oeverhaus dan Team GP Elite

    Kemenangan untuk Loek Hartog, gelar rookie Theo Oeverhaus dan Team GP Elite

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Balapan kedua dari belakang musim Porsche Carrera Cup Deutschland 2023 berakhir dengan kemenangan tiga kali lipat untuk Tim GP Elite dan podium seluruh Belanda. Loek Hartog menang di Hockenheimring, mengalahkan Huub van Eijndhoven dan Larry ten Voorde. Dengan hasil ini, GP Elite pun mengamankan gelar juara di klasifikasi Teams. Finis kelima pada balapan […]

  • Pejabat Sumsel ‘Ijonkan’ Proyek untuk ‘Serangan Fajar’ Anak

    Pejabat Sumsel ‘Ijonkan’ Proyek untuk ‘Serangan Fajar’ Anak

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta –Puluhan warga Sumatera Selatan berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4) siang. Mereka yang menamakan diri Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KAPAKKN Sumsel itu meminta KPK mengawasi ketat para pejabat pemerintahan mulai gubernur, bupati/walikota, camat, lurah, hingga ketua RT/RW di Sumsel yang memiliki kerabat calon legislatif untuk mencegah […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme CSS Igniter Corner WordPress Theme CSS Igniter Decorist WooCommerce Theme