Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Genderang Perang dari Lahat, Muba Ikut Menabuh

Genderang Perang dari Lahat, Muba Ikut Menabuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 464
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandar jangan sampai ‘Cetak’ kurir desa

ADA bunyi yang tidak bisa di-mute, bukan suara notifikasi WA grup keluarga atau RT, bukan pula suara knalpot motor tengah malam. Kamis (22/1/2026).

Bunyi itu datang dari GOR Kabupaten Lahat, tabuhannya tegas bahkan suaranya bulat, mantap, dan bernada perlawanan, irama perang itu, ya.. perang terhadap narkoba.

Sekali ditabuh, artinya serius, tidak main-main, tidak juga buat lucu-lucuan, tidak buat penggugur kewajiban, ini serius, genderang yang bilang, “cukup, sudah kebablasan.”

Lahat berdiri di depan, Muba juga datang tidak sekadar menonton. Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kiai Abdur Rohman Husen, ikut hadir. Bukan bawa genderang sungguhan, tapi bawa pesan yang beratnya bisa bikin meja rapat miring, narkoba itu musuh bersama, bukan urusan tetangga.

Narkoba sekarang tidak lagi tampil sangar, tidak pakai wajah garang, penampilannya santai, duduk manis. Istilah ngopi, ngobrol lalu menyusup pelan-pelan. Sekali lengah, tahu-tahu sudah terjebak.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Mathinus Hukom, tidak bicara pakai perumpamaan manis. Ia lempar data ke meja sebab 1.719 wilayah di Sumatera Selatan masuk kategori siaga narkotika.

Angka ini bukan hiasan slide, ini tanda bahaya.

Apalagi, bandar narkoba bekerja seperti pabrik,  terstruktur, rapi, ada target, ada jenjang karier. Mulai dari coba-coba, naik jadi pemakai, lanjut pecandu, lalu promosi jabatan jadi kurir.

Dan desa saat ini menjadi sasaran empuk, kenapa? karena desa punya anak muda, punya ruang kosong, dan sering dianggap aman.

Kalimat Komjen Mathinus Hukom ini terasa seperti sirene “Jangan sampai bandar berhasil mencetak kurir di tingkat desa.”

Desa seharusnya mencetak gabah, bukan mencetak masalah.

Di tengah kondisi genting, Kabupaten Lahat memilih jalur tidak populer, kerja nyata, tidak berhenti di deklarasi. Tidak puas dengan baliho bertuliskan slogan.

Lahat menyiapkan rumah sakit khusus rehabilitasi narkoba.

Ini langkah berani, pasalnya melawan narkoba itu tidak cukup dengan borgol. Ada manusia yang harus disembuhkan, ada pula generasi yang masih bisa diselamatkan dari jalan buntu.

Pecandu bukan aktor utama. Mereka korban dari permainan besar, dan korban perlu ditolong, bukan diusir.

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menyampaikan kenyataan pahit. Narkoba telah masuk desa. Tidak lagi sopan, tidak lagi malu.

Desa sekarang bukan penonton,  desa berada di garis depan,  bahkan dana desa juga ikutan menentukan arah. Dana ini bisa berubah menjadi benteng, bisa pula menjadi lubang.

Oleh sebab itu, pemuda desa yang sibuk berlatih, berusaha, dan berkarya tidak punya waktu buat narkoba. Lapangan hidup, UMKM jalan, pelatihan ada, ruang kreatif terbuka. Di situ narkoba kehilangan panggung.

Namun sebaliknya desa yang sepi kegiatan biasanya ramai gosip, ramai masalah.

Wakil Bupati Muba mengingatkan hal paling sederhana, sekaligus paling sering dilupakan. Perang narkoba dimulai dari rumah.

Bukan dari status media sosial, bukan dari caption panjang. Tapi dari obrolan nyata antara orang tua dan anak. Dari kepedulian yang konsisten, bukan musiman.

Narkoba tidak pernah datang sambil teriak. Ia datang sambil senyum. Rayuan selalu lebih berbahaya dari ancaman. Sekali orang tua abai, narkoba masuk sebagai teman. Sekali lingkungan diam, bandar bekerja tanpa gangguan.

Keren itu tidak hancur

Narkoba bukan gaya hidup, bukan simbol pergaulan, bukan tiket cepat menuju sukses. Keren itu sehat, keren itu punya tujuan dan keren itu pulang ke rumah tanpa menyembunyikan apa pun.

Jadi generasi bebas narkoba merupakan aset terbesar daerah. Tanpa generasi sehat, pembangunan hanya jadi laporan tebal tanpa isi. Jalan mulus tidak ada artinya saat pemudanya tumbang satu per satu.

Genderang perang telah ditabuh dari Lahat, Muba ikut menabuh. Gema suaranya menyebar ke seluruh Sumatera Selatan. Perang ini panjang. Perang ini melelahkan. Namun perang ini tidak bisa ditinggalkan. Semua harus turun tangan.

Makanya desa seharusnya mencetak petani tangguh, pengusaha muda, pemimpin masa depan, bukan mencetak kurir narkoba.

Bandar jangan diberi ruang.
Desa jangan dibiarkan kosong.
Generasi harus diselamatkan.

Karena desa seharusnya mencetak masa depan, bukan kehancuran. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Kebakaran Kemas Ridho Kertapati Terima Bantuan Bedah Rumah Kodim 0418/Palembang

    Korban Kebakaran Kemas Ridho Kertapati Terima Bantuan Bedah Rumah Kodim 0418/Palembang

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    KODIM 0418/Palembang melaksanakan kegiatan beda rumah warga di Jalan Kemas Ridho, Lorong Santai, Kelurahan, Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang. Bedah rumah tersebut guna membantu korban kebakaran yang terjadi Juli, selain itu kegiatan dilaksanakan untuk pembinaan tertorial [Binter] terpadu 2019. Dandim 0418/Palembang Kolonel Arm Widodo Noercahyo, meninjau kegiatan bedah rumah di lokasi tersebut, kemarin. Kedatangan Dandim 0418/Palembang di […]

  • Hotspot Sumsel Tinggal 60 Titik, Mengapa Udara Palembang Masih Buruk?

    Hotspot Sumsel Tinggal 60 Titik, Mengapa Udara Palembang Masih Buruk?

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID- Jumlah titik panas di Sumatera Selatan (Sumsel) tinggal 60 titik, meski demikian belum serta-merta menjadi kabar baik bagi kualitas udara, pasalnya turunnya hotspot dari 107 menjadi 60 titik itu belum bisa membuat udara menjadi sehat, bahkan persoalan kabut asap di Palembang masih menjadi perhatian. Data Kementerian Kehutanan menjelaskan, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan […]

  • Muba Peduli Penyandang Disabilitas

    Muba Peduli Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PERHATIAN terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Musi Banyuasin terus digencarkan, kali ini Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muba menyebar bantuan sosial berupa alat bantu dan sembako yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas di Bumi Serasan Sekate. Adapun dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dinsos Muba membagikan secara gratis alat bantu disabilitas dan sembako yakni […]

  • Sukses Kompetisi Pra Musim Piala Menpora Jadi Penentu Keluarnya Izin Kompetisi Liga 1 &Liga 2 Musim 2021-2022

    Sukses Kompetisi Pra Musim Piala Menpora Jadi Penentu Keluarnya Izin Kompetisi Liga 1 &Liga 2 Musim 2021-2022

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengaku telah melaporkan jalannya Piala Menpora 2021 kepada Presiden Joko Widodo. Dan, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi terhadap komitmen penonton dan penyelenggara serta semua yang terlibat dalam pertandingan yang bisa menjalankan protokol kesehatan, terutama tidak datang ke stadion dan nonton dari rumah. “Perjalanan kompetisi pra musim Piala […]

  • “Khayalan Kacibob yang Ketinggian “

    “Khayalan Kacibob yang Ketinggian “

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

    Hari ini adalah hari paling bahagia yang dirasoke oleh Kacibob sebab hari ini dio nak betemu samo kenalan barunyo di daerah supermarker/Mall paling kece dipalembang! Cewek itu namonyo bunga, sengajo disamarke!!! Sesampainyo di Mall itu kacibob langsung menuju salah satu tempat maka dan dio liat bunga la menunggu. Kacibob : “ Hay Bunga apo kabar […]

  • Kembalikan Kejayaan Sumsel Sebagai Lumbung Pangan

    Kembalikan Kejayaan Sumsel Sebagai Lumbung Pangan

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Di Hadapan Ratusan Petani Dari Berbagai Kabupaten/Kota Yang Berkumpul Di Auditorium Rri Palembang kemarin Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan akan mengembalikan Kejayaan Sumsel Sebagai Lumbung Pangan. “Kita akan kembalikan kejayaan Sumsel sebagai Lumbung Pangan. Sumsel Harus Menjadi Lumbung Pangan Nasional. Selama ini petani seperti tidak mendapatkan perhatian,” tegasnya. Mantan Bupati […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme CSS Igniter Corner WordPress Theme CSS Igniter Decorist WooCommerce Theme