Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kemarau Bikin Debu Jalan Makin Tebal, Begini Cara Menjaga Mata Tetap Nyaman

Kemarau Bikin Debu Jalan Makin Tebal, Begini Cara Menjaga Mata Tetap Nyaman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Musim kemarau membuat jalan lebih cepat kering. Debu yang biasanya tertahan oleh air hujan kini lebih mudah terangkat ketika angin berembus atau kendaraan melintas.

Kondisinya makin terasa di jalan yang ramai kendaraan berat. Truk-truk besar yang melintas bisa membuat debu dari permukaan jalan kembali beterbangan. Dalam hitungan detik, pengguna jalan bisa berhadapan dengan kepulan debu yang cukup mengganggu.

Bukan hanya jarak pandang yang terganggu. Mata juga menjadi bagian tubuh yang langsung terkena paparan tersebut.

Debu yang masuk ke mata dapat menimbulkan rasa sepet, gatal, berair, perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal. Udara yang panas dan kering selama kemarau juga bisa membuat mata terasa semakin tidak nyaman.

Yang sering terjadi, tangan langsung bergerak mengucek mata begitu rasa gatal muncul.

Padahal, kebiasaan itu justru sebaiknya dihindari.

Debu Lebih Mudah Beterbangan Saat Jalan Kering

Hujan memiliki peran sederhana dalam menjaga debu tetap berada di permukaan tanah dan jalan. Ketika hujan jarang turun, permukaan menjadi kering dan partikel debu lebih mudah terbawa angin.

Lalu lintas kendaraan kemudian membuat debu semakin mudah berpindah.

Ban kendaraan dapat mengangkat partikel dari permukaan jalan. Pada kendaraan berukuran besar, hembusan udara yang ditimbulkan saat melintas juga dapat membuat debu di sekitarnya kembali mengepul.

Itu sebabnya kondisi jalan yang sama bisa terasa jauh lebih berdebu ketika musim kemarau dibandingkan saat hujan masih sering turun.

Bagi orang yang setiap hari berkendara atau beraktivitas di pinggir jalan, paparan seperti ini tentu tidak hanya terjadi sekali.

Mata Bisa Langsung Merasakan Paparannya

Mata memiliki permukaan yang terus terbuka dan berhubungan dengan lingkungan. Ketika debu, angin, dan udara kering datang bersamaan, rasa tidak nyaman pun lebih mudah muncul.

Sebagian orang mungkin hanya mengalami mata sepet atau berair. Pada kondisi lain, mata terasa gatal, merah, atau seperti kemasukan benda asing.

Respons pertama biasanya mengucek mata untuk menghilangkan rasa tersebut.

Masalahnya, tangan yang baru memegang setang motor, helm, kendaraan, atau benda lain belum tentu bersih. Ketika langsung digunakan untuk menggosok mata, kotoran yang menempel di tangan bisa ikut berpindah.

Gesekan yang terlalu kuat juga dapat memperparah iritasi pada permukaan mata.

Kalau Debu Masuk, Jangan Panik dan Jangan Dikucek

Ketika mata terasa kemasukan debu, cobalah berkedip beberapa kali terlebih dahulu. Air mata secara alami membantu menjaga permukaan mata tetap lembap dan dapat membantu mengeluarkan partikel kecil.

Jika rasa mengganjal masih terasa, mata bisa dibilas menggunakan air bersih.

Sebelum menyentuh wajah, pastikan tangan sudah dicuci. Jangan mencoba mengambil debu menggunakan kuku atau benda lain secara langsung.

Cara sederhana ini lebih aman daripada memaksakan tangan masuk ke mata hanya karena ingin segera menghilangkan rasa mengganjal.

Lindungi Mata Sebelum Terkena Debu

Menjaga mata bukan hanya soal bagaimana membersihkannya setelah terkena debu. Mengurangi paparan sejak awal juga penting.

Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan kacamata dapat membantu mengurangi kontak langsung mata dengan debu dan partikel dari jalan.

Perhatikan juga kondisi di depan ketika sebuah truk besar hendak melintas. Jika debu mulai mengepul, memberi jarak, memperlambat kendaraan, atau berhenti sejenak di tempat yang aman bisa menjadi pilihan.

Tidak perlu memaksakan diri menerobos kepulan debu hanya untuk mengejar waktu.

Beberapa detik menunggu bisa lebih baik daripada harus berhadapan dengan mata yang kemudian perih dan terus berair.

Pulang dari Jalan, Bersihkan Wajah

Debu yang beterbangan tidak selalu terasa langsung. Sebagian dapat menempel di wajah, tangan, rambut, pakaian, hingga perlengkapan yang digunakan selama perjalanan.

Setelah sampai di rumah, mencuci wajah dengan air bersih dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membersihkan debu yang menempel.

Tangan juga sebaiknya dicuci sebelum menyentuh area mata.

Jika mata terasa lelah setelah seharian berada di luar ruangan, berikan waktu untuk beristirahat. Hindari kebiasaan menyentuh atau menggosok mata hanya karena terasa sepet.

Jangan Asal Memakai Bahan Rumahan

Perawatan sederhana di rumah bukan berarti semua bahan yang tersedia di dapur atau halaman aman digunakan untuk mata.

Ada berbagai saran penggunaan bahan alami untuk mengatasi mata merah atau iritasi. Namun, bahan yang dianggap alami belum tentu aman jika langsung diteteskan ke mata.

Untuk mata yang terkena debu, cukup lakukan langkah dasar seperti tidak mengucek, membilas dengan air bersih, menjaga tangan tetap bersih, dan mengurangi paparan debu.

Tidak perlu bereksperimen dengan bahan yang memang tidak ditujukan untuk mata.

Kapan Keluhan Mata Tidak Boleh Dianggap Sepele?

Mata yang terasa tidak nyaman setelah terkena debu belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, keluhan tertentu perlu mendapat perhatian lebih.

Jika mata terasa sangat sakit, penglihatan menjadi kabur atau berubah, sangat sensitif terhadap cahaya, atau sensasi seperti ada benda asing tetap terasa meski sudah dibersihkan, sebaiknya periksakan ke tenaga kesehatan.

Begitu pula jika kondisi mata semakin merah atau keluhan tidak kunjung membaik.

Jangan terus menganggapnya sebagai akibat debu biasa, terutama jika sudah mengganggu penglihatan.

Kemarau Boleh Panas, Mata Tetap Harus Dijaga

Debu jalan memang sulit dihindari ketika musim kemarau tiba. Apalagi di ruas jalan yang kering dan ramai dilalui kendaraan besar.

Namun, bukan berarti mata harus dibiarkan terus terkena paparan.

Menggunakan kacamata saat berada di jalan, menjaga jarak dari kepulan debu, tidak mengucek mata, mencuci tangan, serta membilas mata dengan air bersih ketika terkena debu merupakan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata bukan soal melakukan sesuatu yang rumit. Kadang justru dimulai dari hal kecil: tidak mengucek mata saat debu masuk dan tidak memaksakan diri menerobos kepulan debu di jalan.

Kemarau mungkin membuat jalan semakin berdebu. Tetapi dengan sedikit perhatian, mata tetap bisa dijaga agar nyaman sepanjang aktivitas. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaringan Internasional, BNNP Sumsel Ringkus Kawanan Pengedar Sabu Seberat 3,5 KG

    Jaringan Internasional, BNNP Sumsel Ringkus Kawanan Pengedar Sabu Seberat 3,5 KG

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 634
    • 0Komentar

    BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus penangkapan sabu seberat 3,5 KG. Komplotan penggedar sabu ini merupakan jaringan Internasional antar Negara yang berasal dari daerah Mesuji Kabupaten OKI. “Dari hasil penangkapan tersangka telah di dapatkan barang bukti sabu seberat 3,5 KG. Kami beserta tim akan selalu mengoptimalkan kinerja guna melindungi masa depan […]

  • Lokasi di Bogor, Bareskrim Polri  Ungkap Pabrik Produksi Obat Ilegal

    Lokasi di Bogor, Bareskrim Polri Ungkap Pabrik Produksi Obat Ilegal

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    BARESKRIM Polri menggerebek sebuah rumah di Cibinong, Kabupaten Bogor. Rumah tersebut diduga memproduksi obat-obatan keras ilegal di Kampung Pabuaran dekat Simpang Cikaret, Cibinong, Bogor sekaligus mengamankan diduga tersangka. Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Krisno Halomoan Siregar menyampaikan bahwa rumah yang dijadikan sebagai produksi obat illegal tersebut digerebek pada 25 Januari 2022 kemarin dan ada […]

  • Semangat dan Doa dari Bupati Muba Bikin Ketua LVRI Sumsel Terharu

    Semangat dan Doa dari Bupati Muba Bikin Ketua LVRI Sumsel Terharu

    • calendar_month Jumat, 11 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Padatnya jadwal sebagai Bupati Musi Banyuasin [Muba] tak menghalangi Dodi Reza Alex Noerdin untuk melakukan silahturahmi dengan sesama, terlebih orang yang tengah sakit. Cucu pejuang Noerdin Pandji ini menyempatkan untuk menjenguk Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumsel, Marsma TNI (Purn) Ir Robert Siagian MM di kediamannya di Palembang yang sejak Agustus 2018 […]

  • Jika Muba Jadi Produksi IVO Low FFA, Ini Targetnya..

    Jika Muba Jadi Produksi IVO Low FFA, Ini Targetnya..

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    ESTIMASI Bio-Hydrocarbon di Muba diperkirakan menghasilkan Bio Gasoline (425.258ton), Bio Diesel (340. 206 ton), dan akan menghasilkan avtur sebanyak 425.258 ton. Oleh sebab itu komunitas pertama yang akan dilakukan pemerintah yaitu sawit yaitu melaksanakan Industri Bio Hydrocarbon sebagai energi terbarukan untuk mengatasi tantangan di sektor kelapa sawit. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah [Sekda] Kabupaten Muba, […]

  • Wujudkan Pemerintah Berbasis Digital, Kominfo Bangun Empat Pusat Data Nasional

    Wujudkan Pemerintah Berbasis Digital, Kominfo Bangun Empat Pusat Data Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.572
    • 0Komentar

    GUNA mewujudkan pemerintahan berbasis digital Kominfo membangun empat Pusat Data Nasional (PDN) di empat lokasi, yakni di Kawasan Deltamas Industrial Estate (Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat), Nongsa Digital Park (Batam, Kepulauan Riau), Ibu Kota Negara baru (Kalimantan Timur), serta di Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) berstandar global. “Pemerintah akan membangun empat PDN berstandar global Tier- […]

  • Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

        GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (11/3/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus.  “Tidak ada penambahan kasus per 11 Maret 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 11 Maret 2021 ada sebanyak 1042 kasus diantaranya 980 kasus sembuh. Kemudian, 18 masih dirawat, dan 44 kasus meninggal dunia. Berdasarkan data […]

expand_less
WordPress Archive Filter Everything — WordPress/WooCommerce Product Filter Finacia – Finance & Business WordPress Theme FinaCorp – Finance Corporate Elementor Template Kit Final User – WP Front-end User Profiles Finance – Business Accounting WordPress Theme Finance Consultant – Consulting WordPress Theme Finance Hawk – Consulting Business WordPress Theme FinanceBank – Business Consulting WordPress Themes FinancePlus – Consulting Business WordPress Theme Financerr – Business & Finance Template Kit