Kemarau Bikin Debu Jalan Makin Tebal, Begini Cara Menjaga Mata Tetap Nyaman
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ilustrasi/AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Musim kemarau membuat jalan lebih cepat kering. Debu yang biasanya tertahan oleh air hujan kini lebih mudah terangkat ketika angin berembus atau kendaraan melintas.
Kondisinya makin terasa di jalan yang ramai kendaraan berat. Truk-truk besar yang melintas bisa membuat debu dari permukaan jalan kembali beterbangan. Dalam hitungan detik, pengguna jalan bisa berhadapan dengan kepulan debu yang cukup mengganggu.
Bukan hanya jarak pandang yang terganggu. Mata juga menjadi bagian tubuh yang langsung terkena paparan tersebut.
Debu yang masuk ke mata dapat menimbulkan rasa sepet, gatal, berair, perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal. Udara yang panas dan kering selama kemarau juga bisa membuat mata terasa semakin tidak nyaman.
Yang sering terjadi, tangan langsung bergerak mengucek mata begitu rasa gatal muncul.
Padahal, kebiasaan itu justru sebaiknya dihindari.
Debu Lebih Mudah Beterbangan Saat Jalan Kering
Hujan memiliki peran sederhana dalam menjaga debu tetap berada di permukaan tanah dan jalan. Ketika hujan jarang turun, permukaan menjadi kering dan partikel debu lebih mudah terbawa angin.
Lalu lintas kendaraan kemudian membuat debu semakin mudah berpindah.
Ban kendaraan dapat mengangkat partikel dari permukaan jalan. Pada kendaraan berukuran besar, hembusan udara yang ditimbulkan saat melintas juga dapat membuat debu di sekitarnya kembali mengepul.
Itu sebabnya kondisi jalan yang sama bisa terasa jauh lebih berdebu ketika musim kemarau dibandingkan saat hujan masih sering turun.
Bagi orang yang setiap hari berkendara atau beraktivitas di pinggir jalan, paparan seperti ini tentu tidak hanya terjadi sekali.
Mata Bisa Langsung Merasakan Paparannya
Mata memiliki permukaan yang terus terbuka dan berhubungan dengan lingkungan. Ketika debu, angin, dan udara kering datang bersamaan, rasa tidak nyaman pun lebih mudah muncul.
Sebagian orang mungkin hanya mengalami mata sepet atau berair. Pada kondisi lain, mata terasa gatal, merah, atau seperti kemasukan benda asing.
Respons pertama biasanya mengucek mata untuk menghilangkan rasa tersebut.
Masalahnya, tangan yang baru memegang setang motor, helm, kendaraan, atau benda lain belum tentu bersih. Ketika langsung digunakan untuk menggosok mata, kotoran yang menempel di tangan bisa ikut berpindah.
Gesekan yang terlalu kuat juga dapat memperparah iritasi pada permukaan mata.
Kalau Debu Masuk, Jangan Panik dan Jangan Dikucek
Ketika mata terasa kemasukan debu, cobalah berkedip beberapa kali terlebih dahulu. Air mata secara alami membantu menjaga permukaan mata tetap lembap dan dapat membantu mengeluarkan partikel kecil.
Jika rasa mengganjal masih terasa, mata bisa dibilas menggunakan air bersih.
Sebelum menyentuh wajah, pastikan tangan sudah dicuci. Jangan mencoba mengambil debu menggunakan kuku atau benda lain secara langsung.
Cara sederhana ini lebih aman daripada memaksakan tangan masuk ke mata hanya karena ingin segera menghilangkan rasa mengganjal.
Lindungi Mata Sebelum Terkena Debu
Menjaga mata bukan hanya soal bagaimana membersihkannya setelah terkena debu. Mengurangi paparan sejak awal juga penting.
Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan kacamata dapat membantu mengurangi kontak langsung mata dengan debu dan partikel dari jalan.
Perhatikan juga kondisi di depan ketika sebuah truk besar hendak melintas. Jika debu mulai mengepul, memberi jarak, memperlambat kendaraan, atau berhenti sejenak di tempat yang aman bisa menjadi pilihan.
Tidak perlu memaksakan diri menerobos kepulan debu hanya untuk mengejar waktu.
Beberapa detik menunggu bisa lebih baik daripada harus berhadapan dengan mata yang kemudian perih dan terus berair.
Pulang dari Jalan, Bersihkan Wajah
Debu yang beterbangan tidak selalu terasa langsung. Sebagian dapat menempel di wajah, tangan, rambut, pakaian, hingga perlengkapan yang digunakan selama perjalanan.
Setelah sampai di rumah, mencuci wajah dengan air bersih dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membersihkan debu yang menempel.
Tangan juga sebaiknya dicuci sebelum menyentuh area mata.
Jika mata terasa lelah setelah seharian berada di luar ruangan, berikan waktu untuk beristirahat. Hindari kebiasaan menyentuh atau menggosok mata hanya karena terasa sepet.
Jangan Asal Memakai Bahan Rumahan
Perawatan sederhana di rumah bukan berarti semua bahan yang tersedia di dapur atau halaman aman digunakan untuk mata.
Ada berbagai saran penggunaan bahan alami untuk mengatasi mata merah atau iritasi. Namun, bahan yang dianggap alami belum tentu aman jika langsung diteteskan ke mata.
Untuk mata yang terkena debu, cukup lakukan langkah dasar seperti tidak mengucek, membilas dengan air bersih, menjaga tangan tetap bersih, dan mengurangi paparan debu.
Tidak perlu bereksperimen dengan bahan yang memang tidak ditujukan untuk mata.
Kapan Keluhan Mata Tidak Boleh Dianggap Sepele?
Mata yang terasa tidak nyaman setelah terkena debu belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, keluhan tertentu perlu mendapat perhatian lebih.
Jika mata terasa sangat sakit, penglihatan menjadi kabur atau berubah, sangat sensitif terhadap cahaya, atau sensasi seperti ada benda asing tetap terasa meski sudah dibersihkan, sebaiknya periksakan ke tenaga kesehatan.
Begitu pula jika kondisi mata semakin merah atau keluhan tidak kunjung membaik.
Jangan terus menganggapnya sebagai akibat debu biasa, terutama jika sudah mengganggu penglihatan.
Kemarau Boleh Panas, Mata Tetap Harus Dijaga
Debu jalan memang sulit dihindari ketika musim kemarau tiba. Apalagi di ruas jalan yang kering dan ramai dilalui kendaraan besar.
Namun, bukan berarti mata harus dibiarkan terus terkena paparan.
Menggunakan kacamata saat berada di jalan, menjaga jarak dari kepulan debu, tidak mengucek mata, mencuci tangan, serta membilas mata dengan air bersih ketika terkena debu merupakan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata bukan soal melakukan sesuatu yang rumit. Kadang justru dimulai dari hal kecil: tidak mengucek mata saat debu masuk dan tidak memaksakan diri menerobos kepulan debu di jalan.
Kemarau mungkin membuat jalan semakin berdebu. Tetapi dengan sedikit perhatian, mata tetap bisa dijaga agar nyaman sepanjang aktivitas. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
