Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Bangga Buatan Indonesia, Pemerintah Tetapkan Tujuh Jurus Genjot Pemanfaatan Alkes Dalam Negeri, Apa Saja Langkah Strategi Itu ? By

Bangga Buatan Indonesia, Pemerintah Tetapkan Tujuh Jurus Genjot Pemanfaatan Alkes Dalam Negeri, Apa Saja Langkah Strategi Itu ? By

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
  • visibility 895
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH berkomitmen untuk mendorong percepatan pengembangan industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri. Pemerintah percaya bahwa produsen dalam negeri mempunyai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurut data Kementerian Kesehatan, 358 jenis Alkes yang sudah diproduksi di dalam negeri, 79 jenis Alkes sudah mampu mensubstitusi atau menggantikan produk impor untuk kebutuhan nasional, antara lain elektrokardiogram, implant ortopedi, nebulizer dan oximeter.

Hal ini membuktikan bahwa produsen Alkes dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik serta menggantikan produk impor. “Berdasarkan data LKPP, untuk tahun anggaran 2021, jumlah pemesanan Alkes melalui E-Katalog, pesanan produk impor diketahui lima kali lebih besar senilai 12,5 triliun dibandingkan pesanan Alkes dalam negeri, senilai 2,9 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan pada Konferensi Pers Virtual Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Bidang Alat Kesehatan pada Selasa (15-06-2021).

“Terdapat 5.462 Alkes impor yang sudah tersubstitusi produk dalam negeri sejenis dan akan dialihkan untuk belanja produk dalam negeri di E-Katalog. Valuasi dari substitusi Alkes impor mencapai 6,5 triliun,” papar Menko Luhut.

Menko Luhut melanjutkan, untuk mendukung pengembangan industri Alkes dalam negeri, Pemerintah akan melakukan tujuh langkah strategis peningkatan ketersediaan pasar untuk produk Alkes dalam negeri.

Pertama adalah keberpihakan pada PDN melalui belanja barang atau jasa pemerintah, kedua peningkatan kapasitas produksi Alkes dalam negeri, ketiga subsidi sertifikasi TKDN melalui dana PEN, keempat skema insentif bagi investor Alkes dan farmasi.

Kelima peningkatan Alkes berteknologi tinggi berbasis riset, keenam kebijakan tenggat waktu untuk pembelian produk impor, serta ketujuh prioritas penayangan PDN di E-Katalog.

“Indonesia telah berubah sekarang, dan kita harus menjadi bagian dari perubahan itu. Jangan kita menghambat perubahan itu. Kita menghadapi masalah disana-sini, tapi kita sekarang bergerak maju, melakukan perubahan. Kita melakukan terobosan untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik,” kata Menko Luhut.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan yang sama menyampaikan permasalahan utama terkait penggunaan Alkes dalam negeri dan pengadaan Alkes impor adalah adanya rentang jenis yang sangat luas mulai dari Alkes sederhana sampai teknologi tinggi dan memiliki bahan baku yang sangat beragam. Selain itu, bahan baku dengan spesifikasi medical grade belum banyak tersedia di dalam negeri.

“Selain itu juga penguasaan teknologi alat kesehatan yang masih terbatas dan masih perlu dikembangkan khususnya untuk teknologi menengah sampai tinggi, serta banyaknya produk alat kesehatan impor yang membanjiri Indonesia”, kata Menkes.

Sampai saat ini sebanyak 358 jenis produk alat kesehatan yang sudah diproduksi di dalam negeri, dalam sistem regalkes, Kemenkes. Beberapa strategi peningkatan Produk Dalam Negeri (PDN) untuk alat kesehatan dapat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu fase riset, fase registrasi, produksi, dan distribusi serta fase penjualan.

Diantaranya dilakukan regulasi yang mendukung alat kesehatan dalam negeri, pembelian melalui E-Katalog, TKDN alat kesehatan dan pengembangan bahan baku alat kesehatan, transfer knowledge dan transfer teknologi Sumber Daya Manusia khususnya pengembangan SDM dalam bidang biomedical engineering.

Promosi alat kesehatan dalam negeri, serta peningkatan awareness penggunaan Alkes dalam negeri ke user, dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, potensi sebesar Rp607,7 triliun merupakan peluang pasar produk dalam negeri yang dapat dioptimalkan. Sehingga Pemerintah mengupayakan agar 79 produk prioritas alat kesehatan dalam negeri dapat dimanfaatkan dalam belanja APBN di bidang kesehatan.

Beberapa produk di antaranya telah memiliki nilai TKDN di atas 40%, yang artinya produk dalam negeri tersebut wajib dibeli dan produk impor dilarang untuk dibeli. Bagi alat kesehatan produksi dalam negeri yang belum memiliki nilai TKDN, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan fasilitasi sertifikasi TKDN secara gratis untuk sekurang-kurangnya 9.000 produk di tahun anggaran 2021.InfoPublik (***)

Ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Jemaah Hati Anti ‘Rewel Perut’

    Resep Jemaah Hati Anti ‘Rewel Perut’

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ibadah haji itu lari marathon, maka makan adalah bahan bakarnya. Bayangkan kalau pelari marathon cuma ngopi doang, ya finish-nya bisa pingsan duluan! Nah, jemaah haji kita ini ibarat atlet yang mesti tahan banting menghadapi panas Arab Saudi yang bukan main ganasnya kayak oven gede yang tiap hari nyalain api 200 derajat. Maka, […]

  • Idul Adha 1440 H, Gubernur : Mari Pererat Silahturahmi

    Idul Adha 1440 H, Gubernur : Mari Pererat Silahturahmi

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 955
    • 0Komentar

    “Saya kesini membawa  satu ekor sapi. mohon di sembelih, selanjutnya dagingnya dibagikan dengan rata kepada masyarakat. Kepada panitia kurban untuk didata warga yang berhak menerimanya,”

  • Jangan Ngebut, Polda Lampung Mulai Berlakukan Tilang Elektronik di Tol Trans Sumatera

    Jangan Ngebut, Polda Lampung Mulai Berlakukan Tilang Elektronik di Tol Trans Sumatera

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 688
    • 0Komentar

    POLDA Lampung dan PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola jalan tol memberlakukan tilang elektronik bertajuk Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jalan Tol Trans Sumatera untuk menambah kesadaran pengguna jalan dalam mematuhi kecepatan maksimum dan lebih berhati hati berkendara di jalan bebas hambatan tersebut. Wakil Direktur Lalulintas Polda Lampung, AKBP Muhammad Ali menjelaskan untuk mekanismenya […]

  • Buku Saku Halal Dirilis, Begini Harapannya Kemenag

    Buku Saku Halal Dirilis, Begini Harapannya Kemenag

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama hari ini merilis Buku Saku Halal. Peluncuran dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag dan Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM-PIN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Peluncuran dilaksanakan secara virtual, bersamaan dengan acara diskusi publik. Hadir sebagai narasumber, Sekretaris BPJPH M Arfi Hatim, Kepala Biro Administrasi […]

  • Solusi dari Eep Saefulloh Terkait Hasil Pilpres 2019

    Solusi dari Eep Saefulloh Terkait Hasil Pilpres 2019

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta –   Dari hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei, paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin dinyatakan unggul atas paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, dengan kisaran selisih 9-11 persen suara. Sementara itu, Prabowo-Sandi mengklaim pihaknya telah memenangkan Pilpres 2019. Hal ini didasari oleh real count yang dilakukan oleh tim internalnya, di mana […]

  • Wow, BNI Gelar Acara Akad Kredit Secara Massal

    Wow, BNI Gelar Acara Akad Kredit Secara Massal

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.777
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar acara akad kredit secara massal untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 1.046 debitur kredit kepemilikan rumah [KPR]. Acara ini salah satu bentuk komitmen perseroan dalam mendukung program 1 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Akad kredit tersebut dilakukan di beberapa kota […]

expand_less
WordPress Archive MegaShop – Prestashop Theme MegaShop – WooCommerce MultiPurpose Theme For Electronics, Marketplaces Megazine – Responsive WordPress Theme Meki – Artist Makeup Business Services Elementor Template Kit Melady – Creative Blog & Magazine WordPress Theme Melier Hair & Beauty Salon Elementor Template Kit Melina – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Mellifera – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Mellow – Personal Portfolio WordPress Theme Melodica – Music Band & Musician WordPress Theme