Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Bangga Buatan Indonesia, Pemerintah Tetapkan Tujuh Jurus Genjot Pemanfaatan Alkes Dalam Negeri, Apa Saja Langkah Strategi Itu ? By

Bangga Buatan Indonesia, Pemerintah Tetapkan Tujuh Jurus Genjot Pemanfaatan Alkes Dalam Negeri, Apa Saja Langkah Strategi Itu ? By

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
  • visibility 888
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH berkomitmen untuk mendorong percepatan pengembangan industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri. Pemerintah percaya bahwa produsen dalam negeri mempunyai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurut data Kementerian Kesehatan, 358 jenis Alkes yang sudah diproduksi di dalam negeri, 79 jenis Alkes sudah mampu mensubstitusi atau menggantikan produk impor untuk kebutuhan nasional, antara lain elektrokardiogram, implant ortopedi, nebulizer dan oximeter.

Hal ini membuktikan bahwa produsen Alkes dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik serta menggantikan produk impor. “Berdasarkan data LKPP, untuk tahun anggaran 2021, jumlah pemesanan Alkes melalui E-Katalog, pesanan produk impor diketahui lima kali lebih besar senilai 12,5 triliun dibandingkan pesanan Alkes dalam negeri, senilai 2,9 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan pada Konferensi Pers Virtual Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Bidang Alat Kesehatan pada Selasa (15-06-2021).

“Terdapat 5.462 Alkes impor yang sudah tersubstitusi produk dalam negeri sejenis dan akan dialihkan untuk belanja produk dalam negeri di E-Katalog. Valuasi dari substitusi Alkes impor mencapai 6,5 triliun,” papar Menko Luhut.

Menko Luhut melanjutkan, untuk mendukung pengembangan industri Alkes dalam negeri, Pemerintah akan melakukan tujuh langkah strategis peningkatan ketersediaan pasar untuk produk Alkes dalam negeri.

Pertama adalah keberpihakan pada PDN melalui belanja barang atau jasa pemerintah, kedua peningkatan kapasitas produksi Alkes dalam negeri, ketiga subsidi sertifikasi TKDN melalui dana PEN, keempat skema insentif bagi investor Alkes dan farmasi.

Kelima peningkatan Alkes berteknologi tinggi berbasis riset, keenam kebijakan tenggat waktu untuk pembelian produk impor, serta ketujuh prioritas penayangan PDN di E-Katalog.

“Indonesia telah berubah sekarang, dan kita harus menjadi bagian dari perubahan itu. Jangan kita menghambat perubahan itu. Kita menghadapi masalah disana-sini, tapi kita sekarang bergerak maju, melakukan perubahan. Kita melakukan terobosan untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik,” kata Menko Luhut.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan yang sama menyampaikan permasalahan utama terkait penggunaan Alkes dalam negeri dan pengadaan Alkes impor adalah adanya rentang jenis yang sangat luas mulai dari Alkes sederhana sampai teknologi tinggi dan memiliki bahan baku yang sangat beragam. Selain itu, bahan baku dengan spesifikasi medical grade belum banyak tersedia di dalam negeri.

“Selain itu juga penguasaan teknologi alat kesehatan yang masih terbatas dan masih perlu dikembangkan khususnya untuk teknologi menengah sampai tinggi, serta banyaknya produk alat kesehatan impor yang membanjiri Indonesia”, kata Menkes.

Sampai saat ini sebanyak 358 jenis produk alat kesehatan yang sudah diproduksi di dalam negeri, dalam sistem regalkes, Kemenkes. Beberapa strategi peningkatan Produk Dalam Negeri (PDN) untuk alat kesehatan dapat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu fase riset, fase registrasi, produksi, dan distribusi serta fase penjualan.

Diantaranya dilakukan regulasi yang mendukung alat kesehatan dalam negeri, pembelian melalui E-Katalog, TKDN alat kesehatan dan pengembangan bahan baku alat kesehatan, transfer knowledge dan transfer teknologi Sumber Daya Manusia khususnya pengembangan SDM dalam bidang biomedical engineering.

Promosi alat kesehatan dalam negeri, serta peningkatan awareness penggunaan Alkes dalam negeri ke user, dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, potensi sebesar Rp607,7 triliun merupakan peluang pasar produk dalam negeri yang dapat dioptimalkan. Sehingga Pemerintah mengupayakan agar 79 produk prioritas alat kesehatan dalam negeri dapat dimanfaatkan dalam belanja APBN di bidang kesehatan.

Beberapa produk di antaranya telah memiliki nilai TKDN di atas 40%, yang artinya produk dalam negeri tersebut wajib dibeli dan produk impor dilarang untuk dibeli. Bagi alat kesehatan produksi dalam negeri yang belum memiliki nilai TKDN, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan fasilitasi sertifikasi TKDN secara gratis untuk sekurang-kurangnya 9.000 produk di tahun anggaran 2021.InfoPublik (***)

Ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jubir : Masyarakat Jangan Percaya Hoaks Varian Baru Covid

    Jubir : Masyarakat Jangan Percaya Hoaks Varian Baru Covid

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    MASYARAKAT diminta untuk mewaspadai berita palsu atau hoaks mengenai varian baru virus Corona (COVID-19), yakni Omicron, yang mungkin beredar di berbagai media sosial. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Jubir Kominfo), Dedy Permadi, mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mempelajari berbagai informasi mengenai varian baru COVID-19 tersebut dan memutakhirkan langkah antisipasi dan sosialisasinya. “Kami berharap […]

  • Peran IBI Kata Ketua TP PKK OKI

    Peran IBI Kata Ketua TP PKK OKI

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

      ST- Ketua TP PKK Kabupaten OKI, Hj Lindasari Iskandar mengatakan IBI memiliki peran strategis sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan generasi sehat, kuat dan berkualitas. Pesan itu sampaikan dalam sambutan Seminar Kesehatan bersama dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS dalam rangka Peringatan Hari Bidan Nasional ke-72 tahun 2023 di GOR Biduk Kajang, diselenggarakan dengan […]

  • Ada kelompok kecil sebagai “Duta Hemat Energi”, ini kegiatannya..!

    Ada kelompok kecil sebagai “Duta Hemat Energi”, ini kegiatannya..!

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.010
    • 0Komentar

     Pingintau.id, Menjadi manusia berguna yang bermanfaat bagi negara, masyarakat dan lingkungan merupakan sebuah pilihan. Hal ini dimulai dari yang kecil dan sederhana, seperti yang ditunjukkan 5 siswa SMPN 51 Surabaya. Mereka tergabung dalam kelompok kecil sebagai “Duta Hemat Energi” yang mengkampanyekan hemat dan efisien menggunakan energi dan air kepada rekan-rekan sekolahnya dan keluarganya. Kegiatan “kampanye” […]

  • Kemenag – UI Kerjasama, Apa Tujuannya?

    Kemenag – UI Kerjasama, Apa Tujuannya?

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama dan Universitas Indonesia (UI) menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan Rektor UI Ari Kuncoro. Penandatanganan MoU berlangsung di ruang rapat Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (15/4/2021). Hadir, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar, […]

  • Pekan Keberlanjutan “Economist Impact Asia 2022” Soroti Tren Ini

    Pekan Keberlanjutan “Economist Impact Asia 2022” Soroti Tren Ini

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR,Online dan tatap muka, 14-17 Februari 2022 –Pembuat kebijakan, bisnis, dan pemimpin pemikiran dari perusahaan besar akan berkumpul secara online dan pada sesi tatap muka eksklusif di Economist Impact’s Sustainability Pekan Asia dari 14 hingga 17 Februari 2022. Asia mengalami pemulihan ekonomi yang sangat kuat setelah pandemi global tetapi risiko wabah baru, dikombinasikan […]

  • 327 Desa di OKI Siap Bantu Anggaran Desa untuk Kurangi Dampak COVID-19

    327 Desa di OKI Siap Bantu Anggaran Desa untuk Kurangi Dampak COVID-19

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.444
    • 0Komentar

    SEJUMLAH desa di Ogan Komering Ilir menggeser anggaran (refocusing) dana desa 2020 dari pos pembangunan fisik untuk digunakan menangani pandemi Covid-19. Hal itu menjadi langkah taktis desa melindungi warganya dari penyebaran virus corona. Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar mengatakan, kebijakan pengalihan dana desa tersebut sesuai dengan Permendes PDTT No 6 Tahun 2020 Tentang […]

expand_less
WordPress Archive MegaShop – Prestashop Theme MegaShop – WooCommerce MultiPurpose Theme For Electronics, Marketplaces Megazine – Responsive WordPress Theme Meki – Artist Makeup Business Services Elementor Template Kit Melady – Creative Blog & Magazine WordPress Theme Melier Hair & Beauty Salon Elementor Template Kit Melina – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Mellifera – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Mellow – Personal Portfolio WordPress Theme Melodica – Music Band & Musician WordPress Theme