Gempa NTT Putus Akses Rujukan, Dokter Lakukan SC Cito di Tengah Keterbatasan, Bayi Prematur 1.500 Gram Selamat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemkes.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa NTT membuat akses rujukan di Kabupaten Nagekeo terputus. Kondisi itu memaksa dokter melakukan operasi sesar darurat atau SC Cito dengan fasilitas terbatas demi menyelamatkan ibu dan bayi.
Dokter Restu bersama tim medis mengambil keputusan tersebut setelah jembatan dan jalan menuju fasilitas rujukan mengalami kerusakan akibat gempa.
Operasi dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan. Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi tim medis melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien.
“Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak,” kata dr. Restu saat berdialog dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Nagekeo, belum lama ini.
Hasilnya, bayi prematur dengan berat 1.500 gram berhasil lahir selamat. Bayi tersebut kini menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi.
Kasus ini menjadi salah satu gambaran kondisi layanan kesehatan setelah gempa NTT pada 15 Agustus 2026. Dua rumah sakit utama di Nagekeo, RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, mengalami gangguan operasional. Tiga puskesmas juga mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan situasi Kementerian Kesehatan, gempa NTT menyebabkan 70 orang meninggal dunia dan 43.391 warga mengungsi. Di Nagekeo, sebanyak 170.669 jiwa terdampak, dengan delapan orang meninggal, 13 luka berat, dan 29 luka ringan.
Untuk menjaga layanan medis, Kementerian Kesehatan menyiagakan rumah sakit lapangan di Nagekeo. Sejumlah peralatan medis esensial, termasuk mesin anestesi dan alat kauter untuk membantu menghentikan pendarahan, turut disiapkan.
Menkes Budi mengatakan penyelamatan pasien menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat. Sistem triase diterapkan untuk menentukan penanganan korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
Selain penanganan korban luka, Kemenkes juga menyiapkan trauma healing bagi warga yang terdampak gempa. Konselor akan didatangkan ke wilayah terdampak untuk membantu menangani trauma psikologis warga.
Sementara untuk fasilitas kesehatan yang rusak, Kemenkes menargetkan proses pembangunan dan renovasi dapat diselesaikan dalam 8 hingga 12 bulan.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
