Kabut Asap Karhutla Paparkan 3 Juta Warga, Kasus ISPA Melonjak di Sejumlah Daerah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemkes.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kabut asap karhutla kini berdampak langsung terhadap sekitar 3 juta warga di 37 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi. Di tengah kualitas udara yang memburuk, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ikut melonjak di sejumlah wilayah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat karhutla hingga 21 Agustus 2026 telah meluas ke 87 kabupaten/kota di Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam provinsi di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana.
Lonjakan ISPA salah satunya terlihat di Kalimantan Tengah. Dalam sepekan, kasus meningkat dari 402 menjadi 716 kasus atau naik 78,1 persen. Kalimantan Barat juga mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026, dengan peningkatan menonjol di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.
Keluhan gangguan pernapasan, termasuk asma dan iritasi, juga dilaporkan di Riau dan Kalimantan Selatan. Meski paparan asap semakin luas, hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap tersebut.
Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan
Menghadapi dampak kesehatan karhutla, Kemenkes mengerahkan 314 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog. Penempatan diprioritaskan di wilayah dengan dampak kesehatan yang tinggi, terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Selain tenaga kesehatan, pemerintah juga menyalurkan berbagai logistik kesehatan. Bantuan tersebut mencakup 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, delapan set APD, 33 dus pemberian makanan tambahan, serta obat-obatan dan vitamin.
Pos kesehatan dan ruang oksigen turut disiapkan di sejumlah titik rawan, antara lain Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya. Di Kalimantan Barat, fasilitas kesehatan juga menjalankan program Oase Udara untuk menjaga ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.
Kemenkes mengingatkan asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk hingga bagian terdalam paru-paru. Paparan tersebut dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk penyakit paru kronis.
Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker, serta rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi resmi.
Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat. Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
