Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » 960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Indonesia tak mau kecolongan dua kali, pasalnya  dibalik klaim pemulihan imunisasi nasional, tersimpan fakta yang mengkhawatirkan, hampir 960 ribu anak di Indonesia belum pernah menerima satu pun vaksin.

Angka itu bukanya hanya statistik, namun dalam dunia kesehatan masyarakat, celah sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk wabah. Apalagi jika jumlahnya mendekati satu juta anak, sehingga kelompok yang sama sekali belum memiliki perlindungan dasar terhadap penyakit menular.

Setelah pandemi COVID-19 sempat membuat cakupan imunisasi menurun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini tancap gas memperkuat program imunisasi nasional. Fokusnya dengan  mengejar anak-anak zero-dose, yakni mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Komitmen ini ditegaskan dalam puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5).

Kegiatan tersebut melibatkan mitra global seperti UNICEF dan WHO sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.

Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 80,2% pada 2025. Angka ini memang menunjukkan pemulihan pascapandemi, namun belum cukup untuk memastikan keamanan kolektif.

Dalam epidemiologi, wabah sering kali tidak dimulai dari angka besar melainkan dari celah yang dibiarkan terlalu lama.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengingatkan  imunisasi rutin harus kembali menjadi prioritas utama. Risiko penyakit seperti campak, difteri, hingga pertusis, kata dia, tetap nyata jika cakupan tidak optimal.

“Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa bisa meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan  persoalan ketersediaan vaksin bukan lagi hambatan. Stok nasional disebut aman hingga sembilan bulan ke depan. Artinya, tantangan kini bergeser bukan lagi soal ada atau tidaknya vaksin, melainkan apakah vaksin tersebut benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.

Masalahnya, anak zero-dose umumnya berada di wilayah yang sulit dijangkau atau berasal dari kelompok masyarakat dengan akses layanan kesehatan terbatas. Selain itu, faktor kepercayaan dan paparan informasi yang keliru juga menjadi tantangan tersendiri.

Sistem kuat

Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menambahkan tidak ada anak yang seharusnya tertinggal dari program imunisasi. “Tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama,” ujarnya, merujuk pada pengalaman global melalui program The Big Catch-Up yang telah mendistribusikan lebih dari 100 juta dosis vaksin di berbagai negara.

Namun ia mengingatkan, kampanye besar tidak bisa menggantikan pentingnya sistem imunisasi rutin yang kuat. Tanpa sistem yang konsisten, capaian yang sudah diraih bisa kembali menurun.

Sementara secara global, WHO menyebutkan imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif, sebab lebih dari 150 juta jiwa di dunia berhasil diselamatkan berkat vaksin.

Oleh karena itu ketika imunisasi melemah, risiko yang muncul bukan kecil melainkan potensi krisis kesehatan yang bisa berulang.

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri, menilai momenPekan Imunisasi Dunia 2026 harus dimanfaatkan sebagai percepatan, bukan hanya sebagai acara  seremoni tahunan.

“Ini adalah gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ujarnya.

Tema global tahun ini, “For Every Generation, Vaccines Work”, menegaskan vaksin efektif melindungi semua kelompok usia. Di tingkat nasional, tema “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia” memperluas pendekatan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak, tetapi perlindungan sepanjang siklus hidup.

Meski demikian, pekerjaan rumah terbesar tetap sama yaitu memastikan tidak ada yang tertinggal. Sebab dalam konteks imunisasi, keberhasilan tidak diukur dari rata-rata nasional, melainkan dari sejauh mana kelompok paling rentan bisa dijangkau.

Upaya mendekatkan layanan terus dilakukan, termasuk melalui kegiatan imunisasi langsung dalam rangkaian PID 2026. Akses yang mudah dan layanan yang ramah menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Dila (33), salah satu orang tua peserta, mengaku merasakan langsung manfaat layanan tersebut saat membawa anaknya untuk imunisasi PCV ke-3.

“Seru dan nggak perlu antre panjang. Saya berharap ini bisa melindungi anak saya dari penyakit menular,” katanya.

Pengalaman ini menjadi gambaran ketika akses diperluas dan kepercayaan tumbuh, partisipasi masyarakat akan mengikuti.

Oleh sebab itu, tantangan imunisasi Indonesia hari ini bukan lagi soal kemampuan, melainkan konsistensi.

Pemerintah memiliki stok, dukungan global, dan strategi. Namun satu hal yang tak boleh terlewat yaitu memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk terlindungi, karena dalam urusan imunisasi, satu anak yang terlewat bukan hanya angka melainkan potensi awal dari masalah yang jauh lebih besar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Ada yang Dicopot

    1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Ada yang Dicopot

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO. ID – Judi online membuat sejumlah pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) harus berhadapan dengan sanksi disiplin. Salah satunya bahkan sudah dijatuhi hukuman berat. Seorang PNS di lingkungan Kemensos dibebaskan dari jabatannya dan ditempatkan sebagai pejabat pelaksana selama 12 bulan karena terindikasi terlibat judi online. Hukuman tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 11/MS/KP.06.08/9/2026. Kasus ini […]

  • Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    HUT Kabupaten Komering Ilir [OKI] yang jatuh pada Jumat [11/10/2019] besok merupakan hari sakral bagi masyarakat OKI, dimana Kabupaten ‘Bende Seguguk’ tersebut telah berusia 74 tahun. Di usianya yang hampir satu abad ini, Pemkab OKI pun membuat branding logo dan tagline . Logo dan tagline tersebut tidak sembarang dibuat, karena memiliki filosofi dan penuh makna. Tim branding […]

  • Sumsel Konsisten Prioritaskan  Pembangunan Pendidikan

    Sumsel Konsisten Prioritaskan  Pembangunan Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 26 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Provinsi Sumsel konsisten prioritaskan pembangunan pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja oleh sebab itu rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Mei 2018 mendatang, Pemrov. Sumsel mengusung tema guru profesional yang berkarakter. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd menambahkan, kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian hari pendidikan nasional. Untuk tema yang diangkat, mengenai guru […]

  • Bangun Istana Surga dari Masjid Al Mustanir Palembang

    Bangun Istana Surga dari Masjid Al Mustanir Palembang

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.545
    • 0Komentar

    Siapa yang membangun masjid karena Allah, niscaya Allah SWT akan membangunkan untuknya Istana di Syurga (HR Bukhari). MASJID Al Mustanir yang berada di bawah Yayasan Daar El Mustanir Palembang, saat ini sedang menyelesaikan pembangunan Masjid Al Mustanir yang berlokasi di Jakabaring.  Tepatnya di seberang Rumah Sakit  (RS) Hermina Palembang. Mahmud Jamhur, Pengurus Masjid Al Mustanir Palembang […]

  • Anak Sulit Fokus dan Membaca? Bisa Jadi Bukan Karena Malas

    Anak Sulit Fokus dan Membaca? Bisa Jadi Bukan Karena Malas

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    ANAK sulit berkonsentrasi saat belajar sering kali dianggap tidak serius, mudah bosan, atau kurang berusaha. Begitu pula ketika anak membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca, sebagian orang tua mungkin mengira ia kurang rajin berlatih. Padahal, tidak semua kesulitan belajar disebabkan oleh kemalasan. Ada anak membutuhkan pendekatan belajar berbeda karena mengalami kesulitan memusatkan perhatian atau memproses […]

  • Alat Kesehatan Makin Canggih, Masalah Besarnya Justru Ada di SDM

    Alat Kesehatan Makin Canggih, Masalah Besarnya Justru Ada di SDM

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Alat kesehatan terus berkembang seiring kemajuan teknologi medis. Namun, kecanggihan peralatan belum otomatis membuat pelayanan kesehatan semakin merata. Ketersediaan tenaga medis yang memiliki kompetensi serta penyebarannya hingga ke berbagai daerah masih menjadi tantangan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Annual Meeting of ISICM (Indonesian Society of Intensive Care Medicine) 2026 yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, […]

expand_less
WordPress Archive dizzy – Support Creators Content Script DJ Rainflow | Music Band & Musician WordPress Theme Djaen – Restaurant Elementor Template Kit Djompo Kit – Senior Care Elementor Template Kit D’leh – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Dlisting – Real Estate WordPress Theme Docar – Repair Shop Elementor Template Kit Doccure – Doctor & Clinic Appointment Booking and Medical Management WordPress Theme Doccure – HTML Angular Vue & Laravel Clinic & Doctor Appointment Booking Template + Admin Dashboard Docle – Digital Agency Services Template Kit