Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » 960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

960 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Alarm Imunisasi RI Nyala

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Indonesia tak mau kecolongan dua kali, pasalnya  dibalik klaim pemulihan imunisasi nasional, tersimpan fakta yang mengkhawatirkan, hampir 960 ribu anak di Indonesia belum pernah menerima satu pun vaksin.

Angka itu bukanya hanya statistik, namun dalam dunia kesehatan masyarakat, celah sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk wabah. Apalagi jika jumlahnya mendekati satu juta anak, sehingga kelompok yang sama sekali belum memiliki perlindungan dasar terhadap penyakit menular.

Setelah pandemi COVID-19 sempat membuat cakupan imunisasi menurun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini tancap gas memperkuat program imunisasi nasional. Fokusnya dengan  mengejar anak-anak zero-dose, yakni mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Komitmen ini ditegaskan dalam puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5).

Kegiatan tersebut melibatkan mitra global seperti UNICEF dan WHO sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.

Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 80,2% pada 2025. Angka ini memang menunjukkan pemulihan pascapandemi, namun belum cukup untuk memastikan keamanan kolektif.

Dalam epidemiologi, wabah sering kali tidak dimulai dari angka besar melainkan dari celah yang dibiarkan terlalu lama.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengingatkan  imunisasi rutin harus kembali menjadi prioritas utama. Risiko penyakit seperti campak, difteri, hingga pertusis, kata dia, tetap nyata jika cakupan tidak optimal.

“Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa bisa meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan  persoalan ketersediaan vaksin bukan lagi hambatan. Stok nasional disebut aman hingga sembilan bulan ke depan. Artinya, tantangan kini bergeser bukan lagi soal ada atau tidaknya vaksin, melainkan apakah vaksin tersebut benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.

Masalahnya, anak zero-dose umumnya berada di wilayah yang sulit dijangkau atau berasal dari kelompok masyarakat dengan akses layanan kesehatan terbatas. Selain itu, faktor kepercayaan dan paparan informasi yang keliru juga menjadi tantangan tersendiri.

Sistem kuat

Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menambahkan tidak ada anak yang seharusnya tertinggal dari program imunisasi. “Tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama,” ujarnya, merujuk pada pengalaman global melalui program The Big Catch-Up yang telah mendistribusikan lebih dari 100 juta dosis vaksin di berbagai negara.

Namun ia mengingatkan, kampanye besar tidak bisa menggantikan pentingnya sistem imunisasi rutin yang kuat. Tanpa sistem yang konsisten, capaian yang sudah diraih bisa kembali menurun.

Sementara secara global, WHO menyebutkan imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif, sebab lebih dari 150 juta jiwa di dunia berhasil diselamatkan berkat vaksin.

Oleh karena itu ketika imunisasi melemah, risiko yang muncul bukan kecil melainkan potensi krisis kesehatan yang bisa berulang.

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri, menilai momenPekan Imunisasi Dunia 2026 harus dimanfaatkan sebagai percepatan, bukan hanya sebagai acara  seremoni tahunan.

“Ini adalah gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ujarnya.

Tema global tahun ini, “For Every Generation, Vaccines Work”, menegaskan vaksin efektif melindungi semua kelompok usia. Di tingkat nasional, tema “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia” memperluas pendekatan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak, tetapi perlindungan sepanjang siklus hidup.

Meski demikian, pekerjaan rumah terbesar tetap sama yaitu memastikan tidak ada yang tertinggal. Sebab dalam konteks imunisasi, keberhasilan tidak diukur dari rata-rata nasional, melainkan dari sejauh mana kelompok paling rentan bisa dijangkau.

Upaya mendekatkan layanan terus dilakukan, termasuk melalui kegiatan imunisasi langsung dalam rangkaian PID 2026. Akses yang mudah dan layanan yang ramah menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Dila (33), salah satu orang tua peserta, mengaku merasakan langsung manfaat layanan tersebut saat membawa anaknya untuk imunisasi PCV ke-3.

“Seru dan nggak perlu antre panjang. Saya berharap ini bisa melindungi anak saya dari penyakit menular,” katanya.

Pengalaman ini menjadi gambaran ketika akses diperluas dan kepercayaan tumbuh, partisipasi masyarakat akan mengikuti.

Oleh sebab itu, tantangan imunisasi Indonesia hari ini bukan lagi soal kemampuan, melainkan konsistensi.

Pemerintah memiliki stok, dukungan global, dan strategi. Namun satu hal yang tak boleh terlewat yaitu memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk terlindungi, karena dalam urusan imunisasi, satu anak yang terlewat bukan hanya angka melainkan potensi awal dari masalah yang jauh lebih besar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Desain Tak Lagi Cuma Tampilan, DKV dan Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

    Ketika Desain Tak Lagi Cuma Tampilan, DKV dan Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Selama bertahun-tahun, desain sering dipandang sebagai urusan mempercantik tampilan. Sebuah kemasan dibuat lebih menarik, sebuah poster dirancang lebih memikat, atau sebuah merek dibangun agar mudah dikenali. Namun, perkembangan industri kreatif menunjukkan desain memiliki peran yang jauh lebih besar  guna menciptakan nilai, membangun identitas, dan menggerakkan ekonomi. Desain Komunikasi Visual (DKV) kini berada di […]

  • Gempa 6,1 SR Goncang Jakarta

    Gempa 6,1 SR Goncang Jakarta

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    “Warga dan karyawan yang berada di gedung bertingkat berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri,”

  • 788 Ribu Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sumbawa, Nilainya Rp827 Juta

    788 Ribu Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sumbawa, Nilainya Rp827 Juta

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 788.369 batang rokok ilegal yang sebelumnya beredar di wilayah Sumbawa berakhir di tempat pemusnahan. Bea Cukai Sumbawa menghancurkan seluruh barang tersebut bersama tembakau iris dan minuman beralkohol ilegal dengan nilai total mencapai Rp827,08 juta. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Sumbawa dan TPA Raberas, Kamis (13/8). Barang-barang itu merupakan hasil penindakan […]

  • Bupati OKi Dinobatkan sebagai Bupati Peduli Petani Sawit

    Bupati OKi Dinobatkan sebagai Bupati Peduli Petani Sawit

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    Sumselterkini,.co.id, –Bupati Ogan Komering Ilir, H.Iskandar, SE dinobatkan sebagai bupati yang peduli kepada para petani sawit. Penghargaan itu diberikan oleh PT. Sampoerna Agro atas dukungan Bupati Iskandar kepada industri kelapa sawit dan kesejahteraan petani melalui program Replanting terluas di Indonesia. Regional Head (RH) PT. Sampoerna Agro, Eldy Nuzan mengatakan dukungan Bupati OKI kepada industri kepala […]

  • Sejarah Lokomotif Kereta Api: Mesin Uap yang Mengubah Dunia Perjalanan

    Sejarah Lokomotif Kereta Api: Mesin Uap yang Mengubah Dunia Perjalanan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    “Aku hanyalah sebuah mesin besi. Tubuhku besar, rodaku berat, dan suaraku bergemuruh ketika berjalan di atas rel. Banyak orang dulu menganggapku aneh. Namun sejak aku hadir, jarak yang terasa jauh perlahan menjadi lebih dekat.” Dulu, sebelum aku dikenal manusia, perjalanan bukanlah sesuatu yang mudah. Jika seseorang ingin pergi ke tempat yang jauh, mereka harus berjalan […]

  • Pengembangan Program KaTa Kreatif, Begini Harapan Menparekraf

    Pengembangan Program KaTa Kreatif, Begini Harapan Menparekraf

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.279
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan program pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia Tahun 2022, sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Peluncuran Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia Tahun 2022 ini ditandai dengan dimulainya kegiatan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Kota Bitung, Sulawesi […]

expand_less
WordPress Archive dizzy – Support Creators Content Script DJ Rainflow | Music Band & Musician WordPress Theme Djaen – Restaurant Elementor Template Kit Djompo Kit – Senior Care Elementor Template Kit D’leh – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Dlisting – Real Estate WordPress Theme Docar – Repair Shop Elementor Template Kit Doccure – Doctor & Clinic Appointment Booking and Medical Management WordPress Theme Doccure – HTML Angular Vue & Laravel Clinic & Doctor Appointment Booking Template + Admin Dashboard Docle – Digital Agency Services Template Kit