Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Bukan Hanya Gemuk, Obesitas Bisa Merusak Hidup

Bukan Hanya Gemuk, Obesitas Bisa Merusak Hidup

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AWALNYA sering dianggap sepele.

Celana yang dulu pas mulai terasa sempit. Satu lubang ikat pinggang bergeser.

Bahkan, napas sedikit lebih pendek saat naik tangga. Tapi karena tubuh masih bisa diajak bekerja, banyak orang memilih mengabaikannya.

“Nanti juga turun sendiri.”

Kalimat itu mungkin paling sering dipakai untuk menenangkan diri.

Padahal tubuh tidak bekerja seperti utang yang bisa ditunda sesuka hati. Ia mencatat semua kebiasaan kita, diam-diam.

Segelas kopi manis setiap pagi. Minuman dingin saat siang. Gorengan di sela pekerjaan. Duduk terlalu lama. Tidur terlalu malam. Lalu besok diulang lagi, seperti tidak ada masalah.

Sampai suatu hari, tubuh mulai memberi tanda yang tak bisa lagi diabaikan.

Cepat lelah. Tekanan darah naik. Gula darah ikut melonjak. Dokter mulai bicara pelan sambil menunjukkan hasil laboratorium.

Terdekteksi masalah itu banyak orang baru sadar, persoalannya ternyata bukan hanya gemuk.

Obesitas hari ini telah menjadi ancaman kesehatan yang nyata.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 23,4 persen orang dewasa Indonesia hidup dengan obesitas.

Angka itu meningkat dibanding 2018 yang berada di kisaran 21,3 persen.

Artinya sederhana, semakin banyak orang Indonesia hidup dengan risiko penyakit yang lebih besar.

Di balik lingkar perut yang bertambah, ada ancaman diabetes.

Ada hipertensi.

Ada penyakit jantung.

Ada stroke yang mengintai pelan-pelan, cocok kan!

Karena itulah Kementerian Kesehatan RI mulai memberi perhatian lebih serius terhadap isu ini.

Dalam kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Jakarta, Kamis (7/5/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar soal penampilan.

“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi justru karena sederhana, sering diabaikan.

Hidup makin nyaman, tapi kenyataannya kesehatan orang justru makin banyak  bermasalah.

Makanan makin mudah ditemukan, tetapi tubuh makin jarang dipakai bergerak.

Pagi duduk di kendaraan. S

Siang duduk di kantor.

Sore duduk di kafe.

Malam rebahan sambil menatap layar ponsel sampai lupa waktu.

Kalau dulu orang berkeringat karena bekerja di ladang atau berjalan kaki ke mana-mana, kini banyak orang berkeringat hanya karena panik melihat angka timbangan.

Modernitas memang memberi kenyamanan. Tapi diam-diam ia juga melahirkan generasi yang terlalu akrab dengan kursi.

Masalahnya, obesitas bukan cuma lahir dari makanan.

Obesitas juga lahir dari gaya hidup.

Dari stres yang dilampiaskan dengan makanan manis.

Dari kurang tidur yang membuat tubuh mudah lapar.

Dari pekerjaan yang menyita waktu sampai olahraga terasa seperti kemewahan.

Karena itu, menyederhanakan obesitas hanya menjadi “orang malas” adalah kekeliruan besar.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, mengingatkan  obesitas adalah persoalan kesehatan global yang kompleks.

“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan,” katanya.

Pernyataan itu penting.

Sebab selama ini, terlalu banyak orang sibuk menilai bentuk tubuh orang lain, tetapi terlalu sedikit yang memahami penyebabnya.

Kita mudah bercanda soal badan seseorang. Menyebutnya makmur, subur, atau terlalu bahagia.

Padahal bisa jadi, dibalik tubuh yang membesar itu ada stres yang tidak selesai.

Ada pola hidup yang kacau.

Ada tekanan hidup yang tak terlihat.

Tubuh tidak pernah berdusta.

Ia hanya sering tidak didengar.

Edukasi

Oleh karena itu, pemerintah mulai mendorong edukasi yang lebih sederhana, termasuk melalui pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman.

Menurut Menkes Budi, masyarakat perlu diberi informasi yang mudah dipahami agar bisa menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat.

“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti,” katanya.

Namun sejujurnya, perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar.

Sering kali ia lahir dari keputusan kecil di rumah sendiri.

Mengurangi gula satu sendok.

Memilih jalan kaki lima belas menit.

Tidur lebih cepat.

Berhenti menganggap rebahan sebagai olahraga.

Hal-hal kecil seperti itu memang tidak terlihat heroik.

Tidak Instagramable.

Tidak bisa dipamerkan.

Tapi, justru itulah yang paling sering berhasil.

Menkes Budi juga menambahkan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup.

“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement.  Mau lari,  Jalan kaki,  Badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” ujarnya.

Pesannya tubuh tidak meminta kesempurnaan. Ia hanya ingin dipakai bergerak.

Pada akhirnya, menjaga berat badan bukan soal mengejar bentuk tubuh ideal seperti di media sosial.

Bukan pula demi pujian orang lain.

Ini soal menjaga agar tubuh tetap kuat menemani hidup.

Agar tetap bisa bekerja tanpa cepat lelah.

Agar masih mampu bermain dengan anak-anak.

Agar menua tidak harus ditemani terlalu banyak obat.

Karena tubuh, seperti sahabat lama, akan terus setia menemani.

Tapi kalau terlalu sering diabaikan, ia juga bisa lelah.

Dan ketika tubuh mulai menyerah, sering kali penyesalan datang terlambat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow, Aura Pengasih Masih di Minati Caleg

    Wow, Aura Pengasih Masih di Minati Caleg

    • calendar_month Sabtu, 23 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.092
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Ilmu pengasihan buka aura diri, adalah ilmu yang berguna untuk menciptakan rasa kasih sayang dan menyayangi, saya merupakan media pengasih, daya tarik supaya apa yang dia lakukan tertarik dan senang. Sejatinya, budaya ini memang ada di Indonesia, namun pada umumnya, orang yang ingin dan memakai ilmu ini, tidak mau secara langsung mengakuinya. […]

  • Sekarang Terus Dikembangkan, Polda Jateng Berhasil Tangkap Tiga Orang Tersangka Terkait Kasus Tindak Pidana Perdagangan Anak

    Sekarang Terus Dikembangkan, Polda Jateng Berhasil Tangkap Tiga Orang Tersangka Terkait Kasus Tindak Pidana Perdagangan Anak

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    POLDA Jawa Tengah berhasil membongkar praktik perdagangan anak di bawah umur yang dijual ke sebuah tempat karaoke di Kota Tegal. Ditreskrimum Polda Jateng berhasil meringkus menangkap tiga orang tersangka terkait kasus perdagangan anak tersebut. Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandani Puro Rahardjo menjelaskan bahwa kasus perdagangan anak yang terjadi di Kota Tegal itu sempat menghebohkan […]

  • Peletakan Batu Pertama Pembungunan Masjid Al -Hayza

    Peletakan Batu Pertama Pembungunan Masjid Al -Hayza

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru melakukan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Hayza di Desa Serinanti, Pedamaran, Kab.Ogan Komering Ilir [OKI]. Dalam arahannya H. Herman Deru menyebutkan tanah yang menjadi lokasi pembangunan masjid dengan luas lahan hampir 2 hektar yang nantinya dapat dimanfaatkan bagi warga dan pengguna jalan. Karena sepanjang ruas jalan Lintas Timur daerah Pedamaran […]

  • Tunda Vaksinasi Jika Anak Dalam Kondisi Ini

    Tunda Vaksinasi Jika Anak Dalam Kondisi Ini

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    SEGERAKAN vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun, kecuali jika anak dalam kondisi demam (37.5 derajat Celsiu atau lebih), baru sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan, dan berada dalam kondisi kurang dari 1 bulan setelah imunisasi lain. Tunda juga jika memiliki Hipertensi, Diabetes Melitus, penyakit-penyakit menahun, kelainan bawaan, defisiensi imun primer, penyakit autoimun, atau […]

  • Gagal Moto GP yang Datang Piala Dunia U-20

    Gagal Moto GP yang Datang Piala Dunia U-20

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.574
    • 0Komentar

    DALAM sebuah keterangan pers tahun 2017, saya teringat penjelasan yang disampaikan Alex Noerdin Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) masa jabatan (2008 – 2013 & 2013 – 2018), menyatakan pasca Asian Games XVIII – 2018, di komplek Jakabaring Sport City (JSC) akan memiliki Convention Halluntuk pertandingan tenis yang bisa menghadirkan bintang tenis dunia Maria Sharapova dan dibangunnya […]

  • Orang Tua Adalah Madrasah Pertama Untuk Anak

    Orang Tua Adalah Madrasah Pertama Untuk Anak

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    PENDIDIKAN agama harus dilakukan sedini mungkin kepada anak, oleh sebab itu orang tua harus berperan, karena 70 % keberhasilan anak ditentukan peran orang tuanya sendiri, sudah sepantasnya orang tua menjadi madrasah pertama untuk anak. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri Pengajian Perdana dan Pelantikan Pengurus Muslimat NU di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop WP Shortcode Pro MyThemeShop WP Subscribe Pro MyThemeShop WP Tab Widget Pro MyThemeShop WP Time To Read Myway – Onepage Bootstrap Parallax Retina Template Nù – Creative Portfolio WordPress Theme Nada – Guitar Lessons & Courses Elementor Template Kit NadTek – IT Solutions & Technology WordPress Theme Nadus – Creative WordPress Theme Nail&Knot - Carpentry & Woodworking Service Elementor Pro Template Kit