Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Bukan Hanya Gemuk, Obesitas Bisa Merusak Hidup

Bukan Hanya Gemuk, Obesitas Bisa Merusak Hidup

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AWALNYA sering dianggap sepele.

Celana yang dulu pas mulai terasa sempit. Satu lubang ikat pinggang bergeser.

Bahkan, napas sedikit lebih pendek saat naik tangga. Tapi karena tubuh masih bisa diajak bekerja, banyak orang memilih mengabaikannya.

“Nanti juga turun sendiri.”

Kalimat itu mungkin paling sering dipakai untuk menenangkan diri.

Padahal tubuh tidak bekerja seperti utang yang bisa ditunda sesuka hati. Ia mencatat semua kebiasaan kita, diam-diam.

Segelas kopi manis setiap pagi. Minuman dingin saat siang. Gorengan di sela pekerjaan. Duduk terlalu lama. Tidur terlalu malam. Lalu besok diulang lagi, seperti tidak ada masalah.

Sampai suatu hari, tubuh mulai memberi tanda yang tak bisa lagi diabaikan.

Cepat lelah. Tekanan darah naik. Gula darah ikut melonjak. Dokter mulai bicara pelan sambil menunjukkan hasil laboratorium.

Terdekteksi masalah itu banyak orang baru sadar, persoalannya ternyata bukan hanya gemuk.

Obesitas hari ini telah menjadi ancaman kesehatan yang nyata.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 23,4 persen orang dewasa Indonesia hidup dengan obesitas.

Angka itu meningkat dibanding 2018 yang berada di kisaran 21,3 persen.

Artinya sederhana, semakin banyak orang Indonesia hidup dengan risiko penyakit yang lebih besar.

Di balik lingkar perut yang bertambah, ada ancaman diabetes.

Ada hipertensi.

Ada penyakit jantung.

Ada stroke yang mengintai pelan-pelan, cocok kan!

Karena itulah Kementerian Kesehatan RI mulai memberi perhatian lebih serius terhadap isu ini.

Dalam kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Jakarta, Kamis (7/5/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar soal penampilan.

“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi justru karena sederhana, sering diabaikan.

Hidup makin nyaman, tapi kenyataannya kesehatan orang justru makin banyak  bermasalah.

Makanan makin mudah ditemukan, tetapi tubuh makin jarang dipakai bergerak.

Pagi duduk di kendaraan. S

Siang duduk di kantor.

Sore duduk di kafe.

Malam rebahan sambil menatap layar ponsel sampai lupa waktu.

Kalau dulu orang berkeringat karena bekerja di ladang atau berjalan kaki ke mana-mana, kini banyak orang berkeringat hanya karena panik melihat angka timbangan.

Modernitas memang memberi kenyamanan. Tapi diam-diam ia juga melahirkan generasi yang terlalu akrab dengan kursi.

Masalahnya, obesitas bukan cuma lahir dari makanan.

Obesitas juga lahir dari gaya hidup.

Dari stres yang dilampiaskan dengan makanan manis.

Dari kurang tidur yang membuat tubuh mudah lapar.

Dari pekerjaan yang menyita waktu sampai olahraga terasa seperti kemewahan.

Karena itu, menyederhanakan obesitas hanya menjadi “orang malas” adalah kekeliruan besar.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, mengingatkan  obesitas adalah persoalan kesehatan global yang kompleks.

“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan,” katanya.

Pernyataan itu penting.

Sebab selama ini, terlalu banyak orang sibuk menilai bentuk tubuh orang lain, tetapi terlalu sedikit yang memahami penyebabnya.

Kita mudah bercanda soal badan seseorang. Menyebutnya makmur, subur, atau terlalu bahagia.

Padahal bisa jadi, dibalik tubuh yang membesar itu ada stres yang tidak selesai.

Ada pola hidup yang kacau.

Ada tekanan hidup yang tak terlihat.

Tubuh tidak pernah berdusta.

Ia hanya sering tidak didengar.

Edukasi

Oleh karena itu, pemerintah mulai mendorong edukasi yang lebih sederhana, termasuk melalui pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman.

Menurut Menkes Budi, masyarakat perlu diberi informasi yang mudah dipahami agar bisa menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat.

“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti,” katanya.

Namun sejujurnya, perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar.

Sering kali ia lahir dari keputusan kecil di rumah sendiri.

Mengurangi gula satu sendok.

Memilih jalan kaki lima belas menit.

Tidur lebih cepat.

Berhenti menganggap rebahan sebagai olahraga.

Hal-hal kecil seperti itu memang tidak terlihat heroik.

Tidak Instagramable.

Tidak bisa dipamerkan.

Tapi, justru itulah yang paling sering berhasil.

Menkes Budi juga menambahkan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup.

“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement.  Mau lari,  Jalan kaki,  Badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” ujarnya.

Pesannya tubuh tidak meminta kesempurnaan. Ia hanya ingin dipakai bergerak.

Pada akhirnya, menjaga berat badan bukan soal mengejar bentuk tubuh ideal seperti di media sosial.

Bukan pula demi pujian orang lain.

Ini soal menjaga agar tubuh tetap kuat menemani hidup.

Agar tetap bisa bekerja tanpa cepat lelah.

Agar masih mampu bermain dengan anak-anak.

Agar menua tidak harus ditemani terlalu banyak obat.

Karena tubuh, seperti sahabat lama, akan terus setia menemani.

Tapi kalau terlalu sering diabaikan, ia juga bisa lelah.

Dan ketika tubuh mulai menyerah, sering kali penyesalan datang terlambat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Sumsel Alami Perbaikan, BI Fasilitasi UMKM Go Ekspor & Go Digital

    Ekonomi Sumsel Alami Perbaikan, BI Fasilitasi UMKM Go Ekspor & Go Digital

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.842
    • 0Komentar

    KEPALA Perwakilan Wilayah BI Sumsel, Harri Widodo mengatakan, saat ini perkembangan ekonomi di Sumsel terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tampak dari perbaikan pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya terkontraksi -1,56 persen pada triwulan II berkurang menjadi -1,4 persen pada triwulan III. “Hal ini menyiratkan optimisme, bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus membaik pada periode berikutnya karena hal ini […]

  • Inilah Film yang Diperankan Avent Bangun

    Inilah Film yang Diperankan Avent Bangun

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.360
    • 0Komentar

    Penyakit diabetes dan ginjal

  • Remukan Timor Leste 7-0 di ajang AFF U -19 Women’s Championship 2023, Awi raih player of the match, siapa dia ! 

    Remukan Timor Leste 7-0 di ajang AFF U -19 Women’s Championship 2023, Awi raih player of the match, siapa dia ! 

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 8.930
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Menang di laga perdana, bisa jadi modal selanjutnya Tim U-19 pada ajang AFF U-19 Women’s Championship 2023. Karena hantaman tujuh gol tanpa balas saat meremukkan Timor Leste di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, kemarin bisa memacu timnas U-19 wanita Indonesia melanjutkan perjuangan ajang AFF U-19 Women’s Championship 2023. Kemenangan itu juga tak lepas […]

  • Polisi Tangkap 11 Nelayan, 136 Bom Ikan Disita Serta Amankan 1,4 Ton Ikan Hasil Ilegal

    Polisi Tangkap 11 Nelayan, 136 Bom Ikan Disita Serta Amankan 1,4 Ton Ikan Hasil Ilegal

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    ANGGOTA Polairud Polda Sulawesi Barat mengamankan sebanyak 136 buah bom ikan serta menangkap 11 orang nelayan, di Pulau Kesepakatan, Kecamatan Kepulauan Balakbalakang, Mamuju, Sulawesi Barat. 11 orang nelayan digelandang ke Mako Dit Polairud Polda Sulbar, di Pelabuhan TPI Mamuju. 11 nelayan yang digelandang ke Mako Dit Polairud Polda Sulbar terdiri dari, abk dan nahkoda kapal. Selain menangkap […]

  • Pemkot Palembang Soroti Lapak Kurban Dadakan di Pinggir Jalan

    Pemkot Palembang Soroti Lapak Kurban Dadakan di Pinggir Jalan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MENJELANG Hari Raya Idul Adha 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang  menyoroti maraknya lapak kurban dadakan di pinggir jalan. Pemerintah khawatir penjualan hewan kurban musiman tanpa pengawasan ketat dapat membuat masyarakat membeli sapi atau kambing yang tidak sehat dan tidak layak konsumsi. Wakil Wali Kota Palembang, Aprizal, mengatakan Pemerintah Kota Palembang telah menurunkan tim dari Dinas […]

  • Belajar dari Rumah Dilanjutkan Hingga 30 September, Berlaku TK Hingga SMP, Kata Kadiknas Kota Palembang

    Belajar dari Rumah Dilanjutkan Hingga 30 September, Berlaku TK Hingga SMP, Kata Kadiknas Kota Palembang

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang melalui Disdik Kota Palembang mengumumkan kegiatan belajar dan mengajar tahun ajaran 2020/21 dimulai 13 Juli, namun dilanjutkan melalui belajar dari rumah hingga 30 September 2020 Belajar dari rumah akan diberlakukan untuk TK – SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang Ahmad Zulinto mengungkapkan, sebelumnya Kegiatan Pembelajaran pada satuan pendidikan yang direncanakan masuk pada […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop WP Shortcode Pro MyThemeShop WP Subscribe Pro MyThemeShop WP Tab Widget Pro MyThemeShop WP Time To Read Myway – Onepage Bootstrap Parallax Retina Template Nù – Creative Portfolio WordPress Theme Nada – Guitar Lessons & Courses Elementor Template Kit NadTek – IT Solutions & Technology WordPress Theme Nadus – Creative WordPress Theme Nail&Knot - Carpentry & Woodworking Service Elementor Pro Template Kit