Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Zakat Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Kotak Amal”

“Zakat Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Kotak Amal”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 604
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu hukum alam yang tak tertulis, tapi selalu berlaku uang hanya mau datang ke tempat yang dipercaya. Mau itu duit parkir, arisan ibu-ibu, sampai zakat. Kalau sudah ragu, tangan refleks masuk saku, bukan ke dompet. Pepatah modernnya begini bukan pelit, tapi takut nyasar.

Itulah kira-kira pesan terkait soal zakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, saat menerima audiensi Baznas Sumsel mengeturakan kalimat sederhana, namun bisa dibilang maknanya dalam, yaitu kepercayaan publik adalah kunci utama. Tanpa itu, jangan berharap zakat mengalir deras. Paling banter menetes, itu pun kalau tidak mampet.

Zakat, infak, dan sedekah sejatinya ibarat air, zakat  akan mengalir ke tempat yang dianggap bersih, jernih, dan punya saluran jelas.

Begitu wadahnya keruh, bocor, atau tak jelas ujungnya ke mana, air akan mencari jalan lain.

Bahkan rela muter jauh, asal hati tenang.

Zakat masalahnya bukan pada niat masyarakat, melainkan pada rasa percaya, banyak orang ingin berzakat, tapi masih bertanya-tanya “Uangnya ke mana?, “Disalurkan ke siapa?,” “Dampaknya apa?.” Pertanyaan ini bukan nyinyir, tapi refleksi zaman.

Di era serba terbuka, rakyat tak cukup diyakinkan dengan niat baik saja.

Oleh sebab itu, Sekda Sumsel tampaknya paham betul soal ini. Karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, bukan sekadar laporan formal yang tebalnya seperti skripsi, tapi informasi yang mudah dipahami, jujur, dan terasa manfaatnya.

Singkatnya, rakyat ingin melihat zakatnya bekerja, bukan sekadar tercatat.

Masalahnya, selama ini zakat kerap dipersepsikan seperti kotak amal di pojok masjid, kita masukkan uang, lalu selesai.

Soal ke mana dan bagaimana, itu urusan “yang di atas” pola pikir seperti ini mungkin masih laku 20 tahun lalu. Sekarang? jangan harap, di era sudah digital, rakyat sudah kritis, dan kepercayaan tidak lagi gratis.

Fakta  target penghimpunan zakat Baznas Sumsel tahun ini Rp50 miliar, sementara realisasi baru sekitar Rp5 miliar, sebetulnya sudah bicara banyak.

Ini bukan soal malas berzakat, namun soal belum tumbuhnya keyakinan kolektif. Kalau kepercayaan sudah penuh, target bukan lagi mimpi, tapi hitungan teknis.

Karena itu, dorongan Sekda agar Baznas berinovasi terasa relevan. Zakat hari ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan proposal dan seremonial.

Harus ada cerita nyata, harus ada bukti hidup, rumah yang benar-benar terbedah, UMKM yang benar-benar bangkit, keluarga yang benar-benar keluar dari jerat kemiskinan. Bukan sekadar foto serah terima dengan senyum tiga detik.

Transparansi juga bukan cuma soal angka, tapi soal narasi, masyarakat ingin tahu kisah di balik angka. Rp10 juta itu jadi apa? Rp100 juta itu mengubah siapa?

Kalau zakat bisa menghadirkan cerita yang menyentuh, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya, tanpa perlu dikhotbahkan.

Peran penting

Pemerintah daerah tentu punya peran penting, dukungan terhadap pengumpulan zakat dari ASN, BUMN, dan BUMD bukan sekadar soal target, tapi contoh.

Ketika negara hadir dan memberi teladan, publik akan ikut, karena dalam banyak hal, rakyat bukan tak mau patuh, mereka hanya ingin yakin  yang mereka ikuti benar.

Baznas pun tak bisa lagi berdiri sebagai lembaga administratif semata. Ia harus tampil sebagai institusi moral yang dipercaya. Kredibilitas hari ini lebih mahal dari baliho dan spanduk.

Sekali rusak, memperbaikinya butuh waktu panjang. Tapi sekali dipercaya, alirannya bisa deras dan berkelanjutan.

Jadi sebenaranya kalau kita sadari, zakat itu bukan sekadar kewajiban agama, tapi kontrak sosial berbasis kepercayaan.

Misalnya, Muzaki menitipkan hartanya dengan harapan ada perubahan.

Ketika harapan itu dijaga, kepercayaan tumbuh. Ketika kepercayaan tumbuh, zakat akan mengalir tanpa perlu dikejar-kejar.

Sebagaimana pepatah lama yang masih relevan hingga hari ini “Kepercayaan itu seperti kaca, sekali retak, susah kembali utuh.”

Maka tugas Baznas bukan sekadar mengumpulkan zakat, tapi menjaga kaca itu tetap bening. Karena tanpa kepercayaan, seberapa besar pun niat baik, zakat akan tetap seret di jalan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nah Benarkah Jaringan Internet akan Mati karena Perbaikan Kabel Bawah Laut Palapa Ring

    Nah Benarkah Jaringan Internet akan Mati karena Perbaikan Kabel Bawah Laut Palapa Ring

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah informasi melalui pesan berantai WhatsApp yang menyatakan bahwa akan ada perbaikan kabel jaringan bawah laut Palapa Ring, yang mengakibatkan jaringan internet mati pada 24-30 September 2021. Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah keliru. Dilansir dari portalsitaro.com, Jacson Baginda Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sitaro menjelaskan bahwa Palapa Ring paket tengah memang akan […]

  • Sekda Muba : Kontraktor Nakal Pasti Masuk Daftar Hitam

    Sekda Muba : Kontraktor Nakal Pasti Masuk Daftar Hitam

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.232
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Kabupaten Muba mengingatkan setiap proyek pembangunan di evaluasi dan jika ada kontraktor yang bekerja asal-asalan akan dimasukan daftar hitam (blacklist) di Layanan Pengadaan  Secara Elektronik (LPSE). Hal itu salah satu bentuk komitmen Muba untuk menyelesaikan seluruh proyek pembangunan di Muba sesuai jadwal [tepat waktu,] Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi saat […]

  • Pegawai Pemkot Dilarang Cuti Mudik Nataru

    Pegawai Pemkot Dilarang Cuti Mudik Nataru

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.347
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Palembang melarang pegawai baik ASN dan Non PNSD untuk cuti mudik keluar Palembang selama Natal dan Tahun Baru. Kebijakan ini mengacu pada keputusan pemerintah pusat yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan tersebut berlaku mulai 24 Desember 2021 – […]

  • Duet dengan GOJEK, Dewa Dorong Digitalisasi Pengusaha Pempek

    Duet dengan GOJEK, Dewa Dorong Digitalisasi Pengusaha Pempek

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Pemerintah Kota Palembang Ratu Dewa mendorong seluruh pengusaha pempek di Seberang Ulu I, Kota Palembang memanfaatkan digitalisasi melalui jualan daring, guna memajukan industri rumah tangga. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka sosialisasi sistem penjualan pempek melalui sistem penjualan online. Sosialisasi yang diselenggarakan antara Pemerintah kota Palembang bersama PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK) ini […]

  • Personalisasi Tanpa Batas di Galaxy S25 Series: Animasi, Wallpaper, hingga Filter Foto

    Personalisasi Tanpa Batas di Galaxy S25 Series: Animasi, Wallpaper, hingga Filter Foto

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Samsung Galaxy S25 Series menawarkan pengalaman personalisasi dengan efek visual interaktif, bikin smartphone kamu semakin unik. Galaxy S25 Series dirancang dengan teknologi AI canggih yang mampu menghadirkan pengalaman personalisasi sesuai preferensi pengguna yang beragam. Lebih dari beragam pengaturan widget yang selama ini sudah Samsung berikan, Galaxy S25 Series memungkinkan kita untuk dapat mengutak-atik efek visual dan […]

  • Dampak Covid-19, Palembang Siap Bersinergi  Atasi Perekonomian Yang Terpuruk

    Dampak Covid-19, Palembang Siap Bersinergi  Atasi Perekonomian Yang Terpuruk

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    DINAS Komunikasi dan Informatika – Melalui Audiensi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Walikota Palembang, H. Harnojoyo melalui, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menyampaikan apresiasinya atas dukungan serta dorongan kepada Pemerintah kota Palembang. “Apapun yang menjadi keputusan, mereka akan mendukung. Akan tetapi apa yang mereka pikirkan bukanlah masalah itu […]

expand_less
WordPress Archive Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme Evana – Responsive WooCommerce Theme Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme Evenday – Event Management & Expo Orgaziner Elementor Template Kit Evendo – Event & Conference WordPress Theme Eveng - Event Catering Services Elementor Pro Template Kit Evenio – Event Conference WordPress Theme Evenizer – Event Planner & Organizer Elementor Template Kit Event Booking for WooCommerce