Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Zakat Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Kotak Amal”

“Zakat Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Kotak Amal”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 611
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu hukum alam yang tak tertulis, tapi selalu berlaku uang hanya mau datang ke tempat yang dipercaya. Mau itu duit parkir, arisan ibu-ibu, sampai zakat. Kalau sudah ragu, tangan refleks masuk saku, bukan ke dompet. Pepatah modernnya begini bukan pelit, tapi takut nyasar.

Itulah kira-kira pesan terkait soal zakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, saat menerima audiensi Baznas Sumsel mengeturakan kalimat sederhana, namun bisa dibilang maknanya dalam, yaitu kepercayaan publik adalah kunci utama. Tanpa itu, jangan berharap zakat mengalir deras. Paling banter menetes, itu pun kalau tidak mampet.

Zakat, infak, dan sedekah sejatinya ibarat air, zakat  akan mengalir ke tempat yang dianggap bersih, jernih, dan punya saluran jelas.

Begitu wadahnya keruh, bocor, atau tak jelas ujungnya ke mana, air akan mencari jalan lain.

Bahkan rela muter jauh, asal hati tenang.

Zakat masalahnya bukan pada niat masyarakat, melainkan pada rasa percaya, banyak orang ingin berzakat, tapi masih bertanya-tanya “Uangnya ke mana?, “Disalurkan ke siapa?,” “Dampaknya apa?.” Pertanyaan ini bukan nyinyir, tapi refleksi zaman.

Di era serba terbuka, rakyat tak cukup diyakinkan dengan niat baik saja.

Oleh sebab itu, Sekda Sumsel tampaknya paham betul soal ini. Karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, bukan sekadar laporan formal yang tebalnya seperti skripsi, tapi informasi yang mudah dipahami, jujur, dan terasa manfaatnya.

Singkatnya, rakyat ingin melihat zakatnya bekerja, bukan sekadar tercatat.

Masalahnya, selama ini zakat kerap dipersepsikan seperti kotak amal di pojok masjid, kita masukkan uang, lalu selesai.

Soal ke mana dan bagaimana, itu urusan “yang di atas” pola pikir seperti ini mungkin masih laku 20 tahun lalu. Sekarang? jangan harap, di era sudah digital, rakyat sudah kritis, dan kepercayaan tidak lagi gratis.

Fakta  target penghimpunan zakat Baznas Sumsel tahun ini Rp50 miliar, sementara realisasi baru sekitar Rp5 miliar, sebetulnya sudah bicara banyak.

Ini bukan soal malas berzakat, namun soal belum tumbuhnya keyakinan kolektif. Kalau kepercayaan sudah penuh, target bukan lagi mimpi, tapi hitungan teknis.

Karena itu, dorongan Sekda agar Baznas berinovasi terasa relevan. Zakat hari ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan proposal dan seremonial.

Harus ada cerita nyata, harus ada bukti hidup, rumah yang benar-benar terbedah, UMKM yang benar-benar bangkit, keluarga yang benar-benar keluar dari jerat kemiskinan. Bukan sekadar foto serah terima dengan senyum tiga detik.

Transparansi juga bukan cuma soal angka, tapi soal narasi, masyarakat ingin tahu kisah di balik angka. Rp10 juta itu jadi apa? Rp100 juta itu mengubah siapa?

Kalau zakat bisa menghadirkan cerita yang menyentuh, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya, tanpa perlu dikhotbahkan.

Peran penting

Pemerintah daerah tentu punya peran penting, dukungan terhadap pengumpulan zakat dari ASN, BUMN, dan BUMD bukan sekadar soal target, tapi contoh.

Ketika negara hadir dan memberi teladan, publik akan ikut, karena dalam banyak hal, rakyat bukan tak mau patuh, mereka hanya ingin yakin  yang mereka ikuti benar.

Baznas pun tak bisa lagi berdiri sebagai lembaga administratif semata. Ia harus tampil sebagai institusi moral yang dipercaya. Kredibilitas hari ini lebih mahal dari baliho dan spanduk.

Sekali rusak, memperbaikinya butuh waktu panjang. Tapi sekali dipercaya, alirannya bisa deras dan berkelanjutan.

Jadi sebenaranya kalau kita sadari, zakat itu bukan sekadar kewajiban agama, tapi kontrak sosial berbasis kepercayaan.

Misalnya, Muzaki menitipkan hartanya dengan harapan ada perubahan.

Ketika harapan itu dijaga, kepercayaan tumbuh. Ketika kepercayaan tumbuh, zakat akan mengalir tanpa perlu dikejar-kejar.

Sebagaimana pepatah lama yang masih relevan hingga hari ini “Kepercayaan itu seperti kaca, sekali retak, susah kembali utuh.”

Maka tugas Baznas bukan sekadar mengumpulkan zakat, tapi menjaga kaca itu tetap bening. Karena tanpa kepercayaan, seberapa besar pun niat baik, zakat akan tetap seret di jalan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berwisata Khayal

    Berwisata Khayal

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    BUKALAH gerbang ide khayalanmu Maka kau kan mengembara Ke negeri antah beranta luas Biarkan pikiranmu menari-nari mengelilingi dunia bak marcopolo Kelak kau akan titahkan perjalanan fiksimu pada helaian2 terbungkus diari nan indah Masuklah Tajamkanlah Pecahkan ide kreatifmu Jangan kau simpan..Mengendap Hingga HILANG..percuma..     Penulis: Darwin Effendi Dosen Univ. PGRI Palembang Penulis Kumcen : Sekelumit […]

  • Libur Nataru, Tim Gabungan Sidak Terminal

    Libur Nataru, Tim Gabungan Sidak Terminal

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.445
    • 0Komentar

      POLRES Blora Polda melalui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Lilin Candi 2021 bersama petugas gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Tim Medis, pasukan BKO Brimob Polda Jateng melakukan inspeksi mendadak (sidak) di terminal Cepu, kemaren. Inspeksi Mendadak tersebut dilakukan untuk memeriksa situasi terminal serta kesiapan para sopir angkutan dan armada yang digunakan dalam beraktivitas […]

  • Gubernur Beri Warning Bupati-Walikota Perketat Prokes dan  Percepat Vaksinasi

    Gubernur Beri Warning Bupati-Walikota Perketat Prokes dan  Percepat Vaksinasi

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 688
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengingingat agar pemerintah kabupaten dan kota  kembali meningkatkan kesiapsiagaan  menyusul meningkatnya jumlah kasus penderita Covid-19 varian  Omicron yang saat ini telah terjadi   di Indonesia seperti di pulau Jawa dan Bali. “Kita perlu mewaspadai gelombang ketiga covid-19 ini. Saya minta kabupaten dan kota tetap siaga dalam penanganan tanpa mengubah format sebelumnya […]

  • Ada perubahan jam kerja selama ramadhan di untuk ASN Pemkot Palembang

    Ada perubahan jam kerja selama ramadhan di untuk ASN Pemkot Palembang

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bulan Ramadan untuk memberi kesempatan kepada karyawan yang berpuasa untuk beristirahat atau untuk menyesuaikan jadwal kerja dengan waktu berbuka puasa dan ibadah lainnya, seperti salah satunya Pemerintah Kota Palembang bakal ada perubahan jam kerja, memberikan jadwal yang lebih fleksibel untuk memungkinkan karyawan untuk beristirahat lebih awal menjelang berbuka puasa atau untuk memberi mereka […]

  • Salut, Tanpa Uang Komite, Sekolah Ini Mampu Bangun Infrastruktur     

    Salut, Tanpa Uang Komite, Sekolah Ini Mampu Bangun Infrastruktur  

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Semenjak diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang mengatur batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah yang ditujukan untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah dengan azas gotong royong. Didalam Permendikbud tersebut juga mengatur Komite Sekolah, diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa sumbangan pendidikan, bantuan […]

  • Dari Morowali untuk Bumi, Jangan Tukar Masa Depan dengan ‘Tail-ing’

    Dari Morowali untuk Bumi, Jangan Tukar Masa Depan dengan ‘Tail-ing’

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di Morowali, Sulawesi Tengah, bukan hanya nikel yang meleleh, tapi juga kesabaran warga dan keteguhan bumi. Bayangkan, di negeri yang katanya “Gemah Ripah Loh Jinawi”, kita malah menemukan open dumping, limbah mengalir ke laut bebas seperti cinta yang tak direstui, dan tungku meledak yang lebih seram dari petasan malam tahun baru. Kalau kata […]

expand_less
WordPress Archive Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme Evana – Responsive WooCommerce Theme Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme Evenday – Event Management & Expo Orgaziner Elementor Template Kit Evendo – Event & Conference WordPress Theme Eveng - Event Catering Services Elementor Pro Template Kit Evenio – Event Conference WordPress Theme Evenizer – Event Planner & Organizer Elementor Template Kit Event Booking for WooCommerce