Kebijakan

Sumsel Evaluasi Unit Usaha

Humas Pemprov Sumsel

Palembang – Prov. Sumatera Selatan mengevaluasi sejumlah unit usahanya sehingga diharapkan ke depan dapat berkontribusi untuk pencapai Pendapatan Asli Daerah [PAD].

“Realisasi PAD ini adalah ujung tombak pembangunan Sumsel. Makanya ini harus dioptimalisasi dan potensi yang ada juha dieksplorasi secara maksimal,” jelas Sekda Prov Sumsel Nasrun Umar,  saat membuka Rapat Optimalisasi PAD (hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan) dan Retribusi Saerah Provinsi Sumsel di kantor Bapenda Provinsi Sumsel, kemarin.

Menurut dalam rapat ini optimalisasi yang rutin dilaksanakan ini juga bertujuan menyamakan persepsi serta melakukan evaluasi hasil pencapaian PAD dari hasik pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

Dimana ini merupakan penerimaan yang berasal dari kontribusi dividen perusahaan-perusahaan (BUMN, BUMD, dan perushaan swasta,” jelasnya.

Sampai triwulan IV tahun 2018, realisasi penerimaan kontribusi dividen dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp82 miliar dari target Rp86 miliar lebih atau sebesar 95,49%.

“Melihat pencapaian target pada tahun anggaran 2018 penerimaan kontribusi dividen dari masing-masing perusahaan khususnya BUMD yang mendapatkan penyertaan modal  dari Pemprov Sumsel, maka pada tahun 2019 perusahaan khususnya BUMD yang belum mencapai target agar dapat menggenjot capaian PAD,” tegasnya.

Sementara itu untuk bagian yang kurang efisien, seperti unit usaha yang kurang menguntungkan menurutnya harus segera dievaluasi. Hal itu juga menurutnya merupakan langkah meningkatkan PAD.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk yang sudah berperan aktif mendukung pembangunan di Provinsi Sumsel.

Untuk diketahui bahwa target yang sudah ditetapkan untuk hasil pengelolaan kekayaan diserah yang dipisahkan tahun 2019 adalah sebesar Rp64 miliar. Sedangkan sampai tanggal 31 Maret 2019 yang sudah memberikan kontribusi dividen kepada kas daerah adalah Bank Sumsel Babel sebesar Rp43 miliar atau sebesar 101,41% dari target yang ditetapkan.

“Untuk perusahaan lain yang belum merealisasika  kontribusi dividen diharaokan agar dapat segera merealisasikan kontribusi dividennya,” jelas Nasrun.

Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhibah mengatakan “Beberapa peserta itu seperti perwakilan BSB, Swarna Dwipa, ATS, Prodexim, PTBA. Jasa Raharja dan lainnya. Hari ini Sekda yang membuka kami harapkan ada arahan dari beliau dalam rangka meningkatkan PAD,” tandasnya.

Sebelum membuka rapat tersebut, Sekda juga sempat melakukan sidak sekaligus sosialisasi kedisiplinan jam kerja ASN di lingkungan Pemprov Sumsel. Sejumlah dinas disambangi olehnya seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Lingkungan Hidup (Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan) dan terakhir ke Badan Penerimaan Pendapatan Daerah (Bapenda).[**]

 

Penulis : One

Comments

Terpopuler

To Top