Kebijakan

Siap-siap, 17 ASN Muba Terancam Sanksi Disiplin dan Pemotongan TPP, Kenapa ?

foto : Humas Muba

LEBARAN Idul Fitri 1440 Hijriah sudah usai, dan cuti pun sudah selesai, namun masih ada saja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak mengindahkan aturan main yang telah dikeluarkan oleh pemda untuk bolos ataupun ‘Boboh’ [Nambah] cutinya.

Padahal sudah jelas, ASN sudah beberapa kali diingatkan untuk tetap masuk kerja sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Nah, kebiasaan ini sepertinya sudah jadi ‘penyakit’, seharusnya ASN juga sadar uang untuk gaji mereka itu berasal dari rakyat. Kewajiban untuk melayani rakyat sudah sepantasnya dilakukan.

Di Kabupaten Musibanyuasin [Muba]sendiri, ada sekitar 17 ASN yang masuk radar atasannya untuk siap-siap menerima sanksi, karena nambah libur alias bolos usai Hari Raya Idul Fitri.

Bahkan ASN yang bolos itu tanpa memberi keterangan, tentu dengan tidak disiplinnya ASN itu, Pemkab Muba memberi sanksi tegas, yakni pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

“Ini hari pertama kerja usai cuti bersama, dari jumlah ASN yang bertugas di Musi Banyuasin berjumlah 7.398  ASN/PNS dan jumlah

154 CPNS/CASN dari keseluruhan jumlah Pegawai Negeri tersebut  berdasarkan hasil absensi langsung bersama Kepala OPD masing Masing Institusi  terdapat  17 ASN yang membolos, dan tanpa keterangan yang jelas,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba, Sunaryo SSTP MSi,  Selasa (11/6/2019).

Selain ASN yang membolos, Sunaryo Yazid menambahkan bahwa pihaknya juga mencatat terdapat 71 ASN yang tidak mengikuti apel pagi, dengan alasan 15 orang ASN cuti melahirkan, 11 orang ASN izin, dan 18 orang ASN yang sedang menjalani dinas luar yakni bertugas  di posko bersama lebaran tahun 2019 diwilayah Musi Banyuasin.

“Bagi ASN yang membolos, tentunya akan diberikan sanksi tegas  kepada abdi negara yang membandel mengacu  berdasarkan PP 53 tahun 2010 Tentang Disiplin PNS,” jelas dia.

Lebih lanjut Sunaryo Yazid  menuturkan, data terkait ketidakhadiran ASN tersebut berasal dari intansi, kantor Camat Sekayu dan beberapa kelurahan di dalam kota Sekayu, itu belum termasuk dari kecamatan lainnya yang kita tunggu berdasarkan hasil evaluasi Tim.

Yang jelas, menurutnya hasil pelaksaan peningkatan disiplin ASN ini akan dilaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian, dan akan diputuskan apakah sanksinya berat atau tidak kembali kepada kesalahan masing masing.

Pasalmya sanksi disiplin dibagi ke dalam beberapa kategori, yakni ringan, sedang, dan berat.

“Bentuk hukuman ringan seperti teguran. Kemudian, hukuman disiplin dan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), serta terakhir sanksi terberat adalah pemberhentian  tak hormat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin ketika dikonfirmasi Media ini menegaskan, bahwa bagi ASN yang tidak hadir diberikan hukuman sesuai aturan berlaku.

Karena mereka telah diberikan libur bersama berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 13/2019 tentang Cuti Bersama PNS Tahun 2019. dan telah dihimbau sebelumnya berdasarkan  Kepres dimaksud melalui surat edaran No 800/931/BKPSDM/2019 tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Suci  Ramadhan dan Penetapan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang telah dilayangkan kepada seluruh OPD dalam lingkup Pemkab Muba untuk dapat dipatuhi bersama.

“Yang pasti sanksi tegas kita berikan bisa dengan pengurangan TPP, dan mengacu kepada hukuman disiplin ASN yang saat ini di kerjakan oleh tim,” tandas Dodi Reza Alex.[**]

 

Penulis : One

 

Comments

Terpopuler

To Top