Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Nataru 2022, Pemda Diingatkan Belajar Kembali Pengalaman Covid -19 2020, Satgas Sebut 5 Efek Setiap Kebijakan

Nataru 2022, Pemda Diingatkan Belajar Kembali Pengalaman Covid -19 2020, Satgas Sebut 5 Efek Setiap Kebijakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
  • visibility 2.381
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENYAMBUT periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang, pemerintah daerah (Pemda) dan seluruh lapisan masyarakat perlu belajar kembali dari pengalaman penanganan COVID-19 di Indonesia tahun 2020. Karena, dampak yang ditimbulkan dari periode Natal dan Tahun Baru 2021, berujung terjadinya lonjakan pertama (first wave) di Indonesia.

Untuk itu menuju periode Natal dan Tahun Baru mendatang, pemda harus mulai mempersiapkan kebijakan didasarkan pada situasi masing-masing daerah. “Seperti kebijakan relaksasi dapat dilakukan hingga 50% kapasitas. Namun harus mewaspadai potensi kenaikan kasus akibat periode libur,” Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (14/10/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Kemudian dilakukan Pemda melakukan pengawasan hingga tingkat terkecil melalui Satgas atau posko desa/kelurahan maupun Satgas fasilitas umum. Pemerintah daerah juga harus segera menyiapkan skenario pembatasan begitu terlihat tren kenaikan yang signifikan.

Pemda dan masyarakat juga perlu belajar kembali, serta efek yang ditimbulkan dari setiap kebijakan gas dan rem yang pernah diterapkan selama ini. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diikuti PPKM Level 1 – 4 yang berhasil mengatasi lonjakan kedua pada Juli 2021.

“Pembelajaran ini harus dijadikan pegangan utama pada periode Natal dan tahun baru yang berpotensi meningkatkan kembali kasus COVID-19,” tegas Wiku.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan sejumlah kebijakan bersifat gas dan rem, sejak Maret 2020 lalu. Kebijakan disesuaikan  perkembangan situasi daerah dengan memperhatikan aspek kesehatan dan ekonomi dan terus diperbaharui agar semakin komprehensif dan tepat sasaran.

“Kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian. Aplikasi indikator-indikator kesehatan tingkat nasional maupun tingkat kabupaten/kota menjadi landasan keputusan gas dan rem pembukaan aktivitas sosial-ekonomi,” jelasnya.

Berikut merupakan efek dari setiap kebijakan yang diterapkan terhadap perkembangan kasus:

PSBB 

Kebijakan pertama terhadap pembatasan aktivitas masyarakat. PSBB pertama diterapkan selama 8 minggu. Saat itu, mayoritas aktivitas masyarakat ditiadakan kecuali perkantoran sektor esensial dan transportasi yang dibatasi kapasitasnya. Efeknya, kasus tetap meningkat namun rata-rata hanya bertambah 1600 kasus perbulan.

 PSBB Transisi 

Memasuki Juni 2020, pemerintah merelaksasi dengan kebijakan PSBB transisi. Sekolah tatap muka masih ditiadakan, namun perkantoran, tempat umum, rumah ibadah dan kegiatan sosial mulai dibuka dengan kapasitas 50%. Masyarakat saat itu mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru. Namun, kasus meningkat 216% dengan rata-rata kenaikan 6.000 kasus per bulan.

Mengatasinya pemerintah kembali menerapkan PSBB selama 4 minggu dan berhasil menurunkan kasus sebesar 8% atau turun 1.421 kasus dalam 1 bulan. Penurunan ini diikuti PSBB transisi selama 14 minggu dengan kegiatan masyarakat maksimal kapasitas 50%. Sayangnya, pelonggaran ini  bertepatan periode libur Nataru 2021 sehingga kasus meningkat signifikan hingga 122% atau rata-rata naik 10.000 kasus perbulan. “Kenaikan ini menandakan first wave atau Puncak kasus pertama di Indonesia,” lanjutnya.

PPKM 

Kebijakan ini dikeluarkan setelah mengevaluasi PSBB dan PSBB transisi. Karena nyatanya tidak dapat menekan kasus secara konsisten dalam waktu yang panjang. PPKM awalnya dikhususkan di Pulau Jawa – Bali ssbagai penyumbang kasus terbanyak secara nasional.

Periode ini, untuk sekolah tatap muka, fasilitas umum dan kegiatan masyarakat ditutup. Namun perkantoran diperbolehkan work from home (WFH) dengan kapasitas 75%, restoran 25%, dan tempat ibadah 50%. Pembatasan yang lebih ketat ini berhasil menekan kasus sehingga kenaikannya hanya sebesar 5% dari yang kenaikan  kasus sebelumnya 122%.

 PPKM Mikro 

Keberhasilan PPKM mendorong pemerintah memperluas penerapannya di seluruh wilayah di Indonesia pada level yang lebih mikro melalui kebijakan PPKM Mikro. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi hingga tingkat RT RW dan didorong dengan pengawasan melalui Satgas posko tingkat desa atau kelurahan.

Pada periode ini aktivitas masyarakat dibuka dengan kapasitas 50%. Kebijakan ini berhasil menurunkan kasus hingga 134 persen selama 14 minggu. Namun sayangnya, paska Idul Fitri kasus kembali meningkat hingga 374% hanya dalam waktu 6 minggu.

PPKM Darurat dan PPKM Level 1 – 4 

Paska kenaikan kasus yang sangat signifikan dan menjadi lonjakan kedua, pemerintah memperketat lagi aktivitas masyarakat melalui kebijakan PPKM Darurat yang diikuti dengan ppkm level 4 selama 4 minggu. Pada periode ini Seluruh aktivitas masyarakat ditiadakan dan diberlakukan pengawasan yang ketat pada mobilitas penduduk.

Hasilnya dalam 4 minggu kasus sempat meningkat 104 persen, namun dapat segera ditekan hingga turun 22%. PPKM dengan level 1 – 4 yang dilanjutkan menyesuaikan situasi dan kesiapan masing-masing daerah hingga tingkat kabupaten/kota. Implementasi selama 10 minggu ini berhasil menurunkan kasus sebesar 97% dari puncak kedua.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cik Ujang: Jasa Alex Noerdin Masih Terasa di Sumsel

    Cik Ujang: Jasa Alex Noerdin Masih Terasa di Sumsel

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    40 hari wafatnya Alex Noerdin, ratusan jamaah padati Masjid Raya Taqwa Palembang EMPAT puluh hari setelah kepergian mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Masjid Raya Taqwa dipadati jamaah. Sejak sore, warga berdatangan, sebagian harus duduk di serambi karena ruang utama cepat terisi, Minggu (5/4/2026). Lantunan Yasin mengalun pelan, menghadirkan suasana tenang di dalam masjid. […]

  • Ini Resiko Jabatan Versi Gub, Sumsel Saat Silahturahmi dengan Anggota Legistatif Terpilih

    Ini Resiko Jabatan Versi Gub, Sumsel Saat Silahturahmi dengan Anggota Legistatif Terpilih

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.543
    • 0Komentar

    “Tekanan-tekanan itu bisa datang dari berbagai penjuru. Tak terkecuali keluarga dekat. Makanya saya ingatkan harus hati-hati kalau tidak habis semua, nama baik dan lainnya bisa hilang,”

  • Asa Menpora dalam Kongres Biasa PSSI 2022

    Asa Menpora dalam Kongres Biasa PSSI 2022

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.129
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengingatkan agar kongres biasa PSSI 2022 membahas langkah serta tujuan terbentuknya timnas yang tangguh serta tujuan meraih prestasi bisa benar-benar terwujud. “Banyak faktor yang membuat timnas kita tangguh, ada kompetisi, pembinaan, infrastruktur, tata kelola organisasi yang baik. Makanya saya harap dalam kongres ini dibicarakan termasuk […]

  • Haji 2025 Lancar, Ketika Peluh Jadi Pahala & Humor Jadi Obat

    Haji 2025 Lancar, Ketika Peluh Jadi Pahala & Humor Jadi Obat

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kalau ada lomba nasional untuk kalimat paling sering diucapkan jamaah haji Indonesia saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, maka “Alhamdulillah, lancar!” pasti jadi juaranya. Ya, tahun ini, Haji 2025 berjalan seperti supir truk yang hafal betul jalan tanjakan Sitinjau Lauik lurus, mantap, dan nggak banyak mogok. Begitulah kira-kira laporan pulang kampung dari Menteri Agama RI, […]

  • Kakanwil Kemenag Sumsel Serahkan Ribuan Blanko Ijazah, Mulai RA Hingga MA

    Kakanwil Kemenag Sumsel Serahkan Ribuan Blanko Ijazah, Mulai RA Hingga MA

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel menggelar kegiatan pendistribusian blanko ijazah siswa madrasah serta Sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (30/6). Kegiatan ini dibuka Kakanwil […]

  • Geliat Dollar AS Berpontesi Salip Uang Garuda Lagi

    Geliat Dollar AS Berpontesi Salip Uang Garuda Lagi

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.002
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Beberapa hari kemarin Uang Garuda mampu menggoyangkan perkasaan dollar AS, namun di perdagangan Selasa, [19/3/2019] Uang Garuda [Rupiah] dalam keadaan labil, dan berpotensi terancam kembali ditekan  dollar AS. Kondisi ini terlihat pada perdagangan spot hari ini. Pasalnya, geliat dolar AS untuk berbalik melawan rupiah mulai jelas terlihat dari menipisnya apresiasi rupiah. Jika pada pembukaan […]

expand_less
WordPress Archive Worksuite Saas – Project Management System World Wide News – Magazine Responsive WordPress Theme World Wide – Responsive Magazine WordPress WorldNews Magazine RTL Responsive WordPress Blog WorldPay Gateway for WooCommerce WorldPay Jetpack CRX Addon WorldPay Woocommerce Payment Gateway Plugin WorldWides – Multipurpose WooCommerce Theme WotaHub | Coworking Space WordPress Theme Wotech – IT Service & Business WordPress Theme + RTL