Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Nataru 2022, Pemda Diingatkan Belajar Kembali Pengalaman Covid -19 2020, Satgas Sebut 5 Efek Setiap Kebijakan

Nataru 2022, Pemda Diingatkan Belajar Kembali Pengalaman Covid -19 2020, Satgas Sebut 5 Efek Setiap Kebijakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
  • visibility 2.392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENYAMBUT periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang, pemerintah daerah (Pemda) dan seluruh lapisan masyarakat perlu belajar kembali dari pengalaman penanganan COVID-19 di Indonesia tahun 2020. Karena, dampak yang ditimbulkan dari periode Natal dan Tahun Baru 2021, berujung terjadinya lonjakan pertama (first wave) di Indonesia.

Untuk itu menuju periode Natal dan Tahun Baru mendatang, pemda harus mulai mempersiapkan kebijakan didasarkan pada situasi masing-masing daerah. “Seperti kebijakan relaksasi dapat dilakukan hingga 50% kapasitas. Namun harus mewaspadai potensi kenaikan kasus akibat periode libur,” Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (14/10/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Kemudian dilakukan Pemda melakukan pengawasan hingga tingkat terkecil melalui Satgas atau posko desa/kelurahan maupun Satgas fasilitas umum. Pemerintah daerah juga harus segera menyiapkan skenario pembatasan begitu terlihat tren kenaikan yang signifikan.

Pemda dan masyarakat juga perlu belajar kembali, serta efek yang ditimbulkan dari setiap kebijakan gas dan rem yang pernah diterapkan selama ini. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diikuti PPKM Level 1 – 4 yang berhasil mengatasi lonjakan kedua pada Juli 2021.

“Pembelajaran ini harus dijadikan pegangan utama pada periode Natal dan tahun baru yang berpotensi meningkatkan kembali kasus COVID-19,” tegas Wiku.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan sejumlah kebijakan bersifat gas dan rem, sejak Maret 2020 lalu. Kebijakan disesuaikan  perkembangan situasi daerah dengan memperhatikan aspek kesehatan dan ekonomi dan terus diperbaharui agar semakin komprehensif dan tepat sasaran.

“Kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian. Aplikasi indikator-indikator kesehatan tingkat nasional maupun tingkat kabupaten/kota menjadi landasan keputusan gas dan rem pembukaan aktivitas sosial-ekonomi,” jelasnya.

Berikut merupakan efek dari setiap kebijakan yang diterapkan terhadap perkembangan kasus:

PSBB 

Kebijakan pertama terhadap pembatasan aktivitas masyarakat. PSBB pertama diterapkan selama 8 minggu. Saat itu, mayoritas aktivitas masyarakat ditiadakan kecuali perkantoran sektor esensial dan transportasi yang dibatasi kapasitasnya. Efeknya, kasus tetap meningkat namun rata-rata hanya bertambah 1600 kasus perbulan.

 PSBB Transisi 

Memasuki Juni 2020, pemerintah merelaksasi dengan kebijakan PSBB transisi. Sekolah tatap muka masih ditiadakan, namun perkantoran, tempat umum, rumah ibadah dan kegiatan sosial mulai dibuka dengan kapasitas 50%. Masyarakat saat itu mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru. Namun, kasus meningkat 216% dengan rata-rata kenaikan 6.000 kasus per bulan.

Mengatasinya pemerintah kembali menerapkan PSBB selama 4 minggu dan berhasil menurunkan kasus sebesar 8% atau turun 1.421 kasus dalam 1 bulan. Penurunan ini diikuti PSBB transisi selama 14 minggu dengan kegiatan masyarakat maksimal kapasitas 50%. Sayangnya, pelonggaran ini  bertepatan periode libur Nataru 2021 sehingga kasus meningkat signifikan hingga 122% atau rata-rata naik 10.000 kasus perbulan. “Kenaikan ini menandakan first wave atau Puncak kasus pertama di Indonesia,” lanjutnya.

PPKM 

Kebijakan ini dikeluarkan setelah mengevaluasi PSBB dan PSBB transisi. Karena nyatanya tidak dapat menekan kasus secara konsisten dalam waktu yang panjang. PPKM awalnya dikhususkan di Pulau Jawa – Bali ssbagai penyumbang kasus terbanyak secara nasional.

Periode ini, untuk sekolah tatap muka, fasilitas umum dan kegiatan masyarakat ditutup. Namun perkantoran diperbolehkan work from home (WFH) dengan kapasitas 75%, restoran 25%, dan tempat ibadah 50%. Pembatasan yang lebih ketat ini berhasil menekan kasus sehingga kenaikannya hanya sebesar 5% dari yang kenaikan  kasus sebelumnya 122%.

 PPKM Mikro 

Keberhasilan PPKM mendorong pemerintah memperluas penerapannya di seluruh wilayah di Indonesia pada level yang lebih mikro melalui kebijakan PPKM Mikro. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi hingga tingkat RT RW dan didorong dengan pengawasan melalui Satgas posko tingkat desa atau kelurahan.

Pada periode ini aktivitas masyarakat dibuka dengan kapasitas 50%. Kebijakan ini berhasil menurunkan kasus hingga 134 persen selama 14 minggu. Namun sayangnya, paska Idul Fitri kasus kembali meningkat hingga 374% hanya dalam waktu 6 minggu.

PPKM Darurat dan PPKM Level 1 – 4 

Paska kenaikan kasus yang sangat signifikan dan menjadi lonjakan kedua, pemerintah memperketat lagi aktivitas masyarakat melalui kebijakan PPKM Darurat yang diikuti dengan ppkm level 4 selama 4 minggu. Pada periode ini Seluruh aktivitas masyarakat ditiadakan dan diberlakukan pengawasan yang ketat pada mobilitas penduduk.

Hasilnya dalam 4 minggu kasus sempat meningkat 104 persen, namun dapat segera ditekan hingga turun 22%. PPKM dengan level 1 – 4 yang dilanjutkan menyesuaikan situasi dan kesiapan masing-masing daerah hingga tingkat kabupaten/kota. Implementasi selama 10 minggu ini berhasil menurunkan kasus sebesar 97% dari puncak kedua.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Zero Waste Lifestyle’

    ‘Zero Waste Lifestyle’

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.455
    • 0Komentar

    SEMENJAK saya merasakan bahwa lingkungan kita sudah tak lagi seperti dulu. Mulai dari polusi udara kita yang diatas ambang batas dan ternyata Indonesia meraih peringkat ke- 2 terbanyak penghasil sampah plastik. Mau gak mau harus segera ada solusi terbaik bagi seluruh elemen kehidupan di bumi. Kalau tidak segera di atasi yang dimulai dari diri sendiri, […]

  • Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    PROVINSI Papua merupakan salah satu daerah endemis dari kasus malaria yang masih tinggi di Indonesia dan kontingen PON harus terhindar dari wabah tersebut. Dilansir dari InfoPublik.id Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika, Raynold R. Ubra, mengatakan pihaknya telah melakukan pencegahan malaria satu tahun sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di mulai. “Yaitu melakukan melakukan […]

  • Ini Agenda Kunjungan Presiden Ke Sumsel, Ground Breaking Hilirisasi Batubara

    Ini Agenda Kunjungan Presiden Ke Sumsel, Ground Breaking Hilirisasi Batubara

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.363
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (24/1/2022). Dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden dan rombongan lepas landas menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.20 WIB. Dikutip dari laman setkab.go.id, setibanya di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Presiden akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan […]

  • Aliansi Umat Islam di Palembang Bergabung Suarakan Palestina di Bundaran Air Mancur

    Aliansi Umat Islam di Palembang Bergabung Suarakan Palestina di Bundaran Air Mancur

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Aksi tersebut juga dilakukan penggalangan dana untuk Rakyat Palestina, dan mendoakan

  • Matangkan persiapan Piala Asia 2023, STY genjot fisik & skill

    Matangkan persiapan Piala Asia 2023, STY genjot fisik & skill

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.950
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan untuk berlaga di Piala Asia 2023. Huseyin Aygun Football Center, Titanic Deluxe Belek, Antalya, Turki, menjadi arena latihan di hari ketiga masa pemusatan latihan. Penggawa Garuda terus digenjot fisik dan skill-nya oleh seluruh staf kepelatihan yang dipimpin Shin Tae-yong. Pola makan tentunya turut juga terus dijaga. Asnawi Mangkualam […]

  • Dampak Covid-19, Misbar di OKI Capai 56.751

    Dampak Covid-19, Misbar di OKI Capai 56.751

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    DAMPAK dari Corona virus Disease (Covid-19) begitu luas, salah satunya, yakni membuat masyarakat miskin baru [misbar] cukup meningkat. Misalnya saja di Kab. OKI, terdata sudah 56.751 warga misbar, jumlah tersebut diperoleh melalui pendataan dari Ketua RT, Ketua RW dan perangkat desa, dalam mendata warga miskin baru terdampak Covid-19 di 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten […]

expand_less
WordPress Archive Worksuite Saas – Project Management System World Wide News – Magazine Responsive WordPress Theme World Wide – Responsive Magazine WordPress WorldNews Magazine RTL Responsive WordPress Blog WorldPay Gateway for WooCommerce WorldPay Jetpack CRX Addon WorldPay Woocommerce Payment Gateway Plugin WorldWides – Multipurpose WooCommerce Theme WotaHub | Coworking Space WordPress Theme Wotech – IT Service & Business WordPress Theme + RTL