Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Gaji ASN & Honor di Pemrov Sumsel Terancam Molor Dibayar, Apa Masalahnya ?

Gaji ASN & Honor di Pemrov Sumsel Terancam Molor Dibayar, Apa Masalahnya ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
  • visibility 1.112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GAJI ASN, Gubernur/Wakil Gubernur Prov. Sumsel terancam molor pembayarannya menyusul penetapan KUA/PPS anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel tahun 2020 molor dari waktu yang ditetapkan.

Bahkan penundaan gaji bagi Gubernur dan Wagub, ASN serta honorer di lingkungan Pemprov Sumsel bisa selama 6 bulan kedepan.

Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati mengatakan, hingga sekarang RAPBD Sumsel tahun 2020 masih dibahas dan perlu konsultasi, dimana pengesahan KUA dan PPAS APBD Sumsel 2020 dijadwalkan pada bulan Desember mendatang.

Meskipun Kementrian Dalam Negeri [Mendagri] telah memberikan tenggat waktu penyusunan APBD 2020 sampai 30 Desember. Namun diperkirakan penetapan KUA/PPS anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel tahun 2020, molor dari waktu yang ditetapkan.

“Denhan molornya waktu yang disampaikan ke kami, kami berusaha tegap menjalankan fungsi budgeting kami, untuk pembahasannya, dan kita sudah susun agenda pada 11 Desember nantu baru kita sahkan (KUA dan PPAS),” kata Anita disela- sela KUA dan PPAS APBD Sumsel 2020 dengan TAPD di ruang rapat Banggar DPRD Sumsel, Senin (25/11/2019).

Menurut Anita, molornya pengesahan itu dikarenakan kesalahan pihak eksekutif (Pemprov), dimana DPRD Sumsel baru menerima dokumen KUA dan PPAS pada 4 November, padahal ada beberapa hal perlu disinkronisasikan tentang beberapa pemahaman, persamaan aspirasi jaringan asmara dari anggota dewan, yang harus dimasukam ke KUA dan PPAS.

“Kita sudah minta kepastian untuk pembahasan itu di Kemendagri, yang telah kami sampaikan. Dimana surat kami per 2 September kita ulankan pada 24 Oktober, untuk meminta Pemprov menyampaikan KUA-PPAS, karena belum disampaikan. Seharusnya kata Kemendagri KUA-PPAS itu disampaikan ke DPRD harusnya bulan Juli atau paling lambat Agustus. Karena, kita diberi kan waktu untuk pembahasan itu 60 hari,” terangnya.

Menurut dia Kemendagri, karena DPRD sudah melaksanakan tuganya, melalui surat- surat yang disampaikan terdahulu, kalau ada keterlambatan yang salah adalah pihak eksekutif,” terangnya.

Politisi Golkar menegaskanakan ada pertimbangan dari Kemendagri, yang akan mengevaluasi dan menyampaikan kronologis keterlambatan pembahasan yang telah mereka sampaikan.

Dimana Anita menyampaikan kronologis yang ada, pada 4 November DPRD Sumsel baru terima berkas dan itu perlu sinkronisasi, kemudian pada 4 September hingga 11 November belum ada sinkronisasi, sehingga pihaknya mengirim surat lagi untuk duduk bersama antara pemprov dan DPRD, agara pemikiran yang ada untuk dimasukkan ke KUA-PPAS.

“Dampaknya jelas di dalam PP dan UU, kalau keterlambatan itu bisa dibuktikan disengaja oleh eksekutif, maka ada penundaan 6 bulan gaji, klo dewannya tidak. Kalau menurut peraturan seperti itu, dan menurut pak Riki (perencanaan bidang anggaran wilayah Sumatera dari Kemendagri) yang menerima kami. Tentunya ASN dan homor (tunda gaji), tapi ini belum pernah dicoba di Sumsel, sehingga saya belum bisa menyampaikan dampaknya, siapa yang akan merasakan,” terang Anita.

Disinggung pembahasan itu alot karena aspirasi anggota dewan sedikit yang diserap dan merata, Anita, memastikan jika pihaknya sudah menyampaikan ke eksekutif dan pihaknya masih menemukan anggaran yang semestinya menyalahi aturan masih ada.

“Kita sudah tahu format yang bukan kewenangan provinsi dianggarkan, dan itu tidak diperbolehkan dalam aturan. Seperti tanggung jawab Kabupaten/ kota untuk membangun kembatan dan jalan itu, itu jelas- jelas kewenangan kabupaten/ kota, tetapi tetap dianggarkan melalui OPD provinsi. Kita juga mengingatkan DPRD itu penyelenggara pemerintah juga di daerah, memang kepala daerah kepala pemerintahan tetapi kebijakan harus dibahas DPRD, agar pembiayaan kebijakan program pemda itu, sesuai peraturan undang- undangan,” tandasnya.

 

Optimistis

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumsel Nasrun Umar mengaku optimis, pengesahan KUA- PPAS APBD Sumsel 2020 akan tepat waktu, meski legislatif sudah pesimis.

“Saya punya keyakinan dapat diselesaikan dengan beberapa waktu yang ada, tidak ada yang tidak mungkin kita tetap optimis. Mepet atau tidak yang penting selesai,” tandasnya.

Dilanjutkan Nasrun, adanya pembahasan yang cukup panjang ini, karena perlu sinkronisasi, dimana pemerintahan daerah ada dua yaitu eksekutif dan legislatif di dalam sistem penganggaran pembangunan, dan diperlukan sinkronisasi dan pemikiran kedua belah pihak.

“Tak ada seandai- andainnya (tertunda). Tidak ada terburuk, kita tetap optimis. Soal usulan besaran APBD Sumsel 2020, KUA-PPAS saja belum diketok, jadi belum tahu anggaran pastinya,” pungkas Nasrun.[**]

 

Penulis : one

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh..!! Senangnya Anak-anak di Provinsi Gaza Mozambique Belajar Alat Musik Tradisional RI Ini, Video Wonderful Indonesia Pukau Undangan

    Duh..!! Senangnya Anak-anak di Provinsi Gaza Mozambique Belajar Alat Musik Tradisional RI Ini, Video Wonderful Indonesia Pukau Undangan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    BILENE, Maputo – Anak-anak dari Centro de Recursos EducaÇao Inclusiva (CREI), di Bilene, salah satu sekolah di Provinsi Gaza, Mozambique, sangat antusias dan bersemangat dalam belajar mengenai Angklung pada kunjungan persahabatan Duta Besar RI untuk Mozambique dan Malawi, Herry Sudradjat, saat bertemu dengan Gubernur Gaza, Margarida Sebastião Mapandzene Chongo (01/12/2021). Tujuan dari kunjungan persahabatan tersebut dalam rangka mewarnai perayaan […]

  • Berguru dengan OKI, Pemkab OKU Ingin Digitalisasi Layanan Media & Kehumasan

    Berguru dengan OKI, Pemkab OKU Ingin Digitalisasi Layanan Media & Kehumasan

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan kaji tiru ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalamrangka mendigitalisasi tata kelola komunikasi publik. Dalam kunjungan kerjanya, Plh. Bupati OKU, Drs. H. Edward Chandra, MH mengatakan proses digitalisasi pengelolaan Komunikasi publik khususnya melalui media massa di Kabupaten OKI merupakan langkah yang inovatif. “Adanya peraturan kepala daerah dan digitalisasi […]

  • Bantu Perbaikan Masjid untuk Sambut Ramadhan

    Bantu Perbaikan Masjid untuk Sambut Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Gubernur Sumsel Herman Deru memilih Masjid Al Hidayah Pulo Gadung KM 9 Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, sebagai tempat melaksanakan Safari Jumat bersama masyarakat, Jumat (29/3/2019). Tak hanya ber silaturahmi dengan masyarakat, ia juga menyerahkan bantuan untuk perbaikan masjid tersebut. “Hari ini saya terjadwal di Masjid Al Hidayah, kemarin ada tiga pilihan untuk […]

  • Menpora Nyatakan, PSSI dan LIB Sudah Siap Gelar Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dengan Prokes Ketat

    Menpora Nyatakan, PSSI dan LIB Sudah Siap Gelar Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dengan Prokes Ketat

    • calendar_month Minggu, 8 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022 rencanannya akan bergulir kembali 20 Agutus mendatang. Menpora pun merasa yakin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19. […]

  • Pemda Diminta Percepat Vaksinasi untuk Pendidik dan Tenaga Pendidik Upaya Dukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

    Pemda Diminta Percepat Vaksinasi untuk Pendidik dan Tenaga Pendidik Upaya Dukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.361
    • 0Komentar

    PEMERINTAH daerah diminta untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 untuk pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat ini sekolah di wilayah PPKM Level 1-3 dibolehkan untuk lakukan PTM terbatas, terutama untuk sekolah yang sudah vaksinasi pendidik dan tenaga pendidik (PTK) wajib menawarkan PTM terbatas sebagai alternatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal […]

  • Ini Penjelasan BI Terkait Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

    Ini Penjelasan BI Terkait Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Hari Widodo dalam kata sambutannya mengatakan, Kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang membaik juga tercermin dari kinerja sistem keuangan daerah yang terjaga. Pada triwulan III 2020, penghimpunan DPK dan aset perbankan meningkat di tengah kinerja penyaluran kredit yang masih terkontraksi. “Aset perbankan tumbuh 4,41% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan […]

expand_less
WordPress Archive Restrict Content Pro REST API Restrict Content Pro Restrict Past Content Restrict Content Pro Restriction Timelock Restrict Content Pro Restriction Timeouts Restrict Content Pro Site Creation RestroFood | Online Food Ordering & Delivery WordPress Plugin Resty – Restaurant WooCommerce WordPress Theme Resume Theme ResumeX – Resume & One Page Portfolio WordPress Thmee Retro Portfolio – One Page Vintage Template