Usaha Perikanan Sumatera Bangkit, 5.729 Hektare Kembali Aktif
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kkp.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemulihan usaha perikanan Sumatera pascabencana terus dikebut. Hingga Oktober 2026, sebanyak 5.729,33 hektare tambak dan kolam budi daya ikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali beroperasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyalurkan bantuan untuk membantu nelayan, pengolah ikan, dan petambak garam memulihkan usaha mereka.
Bencana di tiga provinsi tersebut berdampak pada 2.742 nelayan, 16.023 pembudidaya ikan, 364 unit pengolah ikan, dan 1.095 petambak garam. Kerusakan juga mencakup 2.041 sarana penangkapan ikan, 31.248 hektare lahan tambak dan kolam beserta prasarana pendukung, serta 2.053 unit keramba. Kawasan produksi garam di enam kabupaten/kota turut terdampak.
Untuk membantu nelayan kembali melaut, KKP menyalurkan 129 unit mesin kapal penangkap ikan dan 302 paket alat penangkapan ikan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan sarana kerja nelayan yang terdampak bencana.
Di sektor pengolahan, KKP menyalurkan 366 unit coolbox dan paket peralatan pengolahan hasil perikanan. Dukungan ini diharapkan membantu pelaku usaha menangani hasil tangkapan dan kembali menjalankan kegiatan produksi.
Sementara itu, pemulihan usaha garam dilakukan melalui rehabilitasi 506 dapur perebusan garam yang tersebar di lima kabupaten di Aceh. KKP juga mengerahkan 12 unit ekskavator untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pemulihan pascabencana menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan sektor kelautan dan perikanan tetap berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Di wilayah terdampak bencana Sumatera, prioritas kami adalah mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan usaha dan aktivitas ekonominya,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta, melansir dilaman resmi kkp.
Menurut Trenggono, pemulihan perlu menjangkau seluruh mata rantai usaha, mulai dari penangkapan ikan dan budi daya hingga pengolahan hasil perikanan serta produksi garam rakyat.
KKP melanjutkan rehabilitasi sarana usaha yang terdampak agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan. Pemulihan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha kelautan dan perikanan melanjutkan aktivitas produksi secara berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
