Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cari Solusi untuk Tekan Angka Kemiskinan Sumsel

Cari Solusi untuk Tekan Angka Kemiskinan Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 7 Des 2018
  • visibility 1.078
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menandatangani nota kesepakatan antara Kepala Daerah Provinsi Sumsel dengan DPRD Provinsi Sumsel tentang Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel tahun 2018-2023, pada Rapat Paripurna LII (52) di DPRD Sumsel, Jumat (7/12/2018).

Dia mengatakan dalam penyusunan Rancangan Awal RPJMD Pemprov sudah memperhatikan kondisi saat ini sebagai modal dasar atau bahkan permasalahan mendasar yang harus dicarikan solusinya.

“Ada dua permasalahan makro hang menjadi perhatian khusus dalam RPJMD tahun 2018-2023 yaitu angka kemiskinan Sumsel yang lebih tinggi dari nasional dan IPM Sumsel 2018 yang masih di bawah angka nasional,” jelasnya.

Menurut HD pembangunan Sumsel harus direncanakan dan dilaksanakan secara utuh, terintegrasi, tepat sasaran serta tepat lokasi. Pembangunan Sumsel bukan hanya dilaksanakan oleh Pemprov namun juga dilakukan bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat.

“Maka sudah saatnya kita rapatkan barisan untuk bersinergi membangun Sumsel, dengan visi provinsi Sumsel 2018-2023 yaitu Sumsel untuk Semua,” jelasnya.

HD merinci visi tersebut diturunkan menjadi 5 misi sesuai janji kampanye kepala daerah yakni, membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan di perkotaan dan pedesaan.

Kemudian meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik laki-laki maupun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran dan integritas.

“Misi ketiga mewujudkan tata kelola pemerintah yang bebas korupsi, kolusi dna nepotisme dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur oemerintahan yang jujur dan berintegritas profesional dan responsif,” jelasnya.

Selanjutnya misi ke empat adalah membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur termasuk infrastruktur dasar, guna percepatan pembangunan wilayah pedalaman dan perbatasan untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk. Serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah.

“Dalam misi kelima kita ingin meningkatkan kehidupan beragama seni dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraha sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius,” jelasnya.

Dia menjelaskan visi misi tersebut secara lebih detil dan terukur harus dijabarkan dalam RPJMD Provinsi Sumsel 2018-2023 yang akan dicapai dalam 5 tahun.

Penyusunan RPJMD sampai ditetapkan menjadi Perda masih harus melalui beberapa tahapan sesuai regulasi yang mengatur hal tersebut, yaitu sesuai Permendagru Nomor 86 Tahun 2017.

Permendagri itu, jelas HD mengamanatkan RPJMD harus telah ditetapkan menjadi Perda paling lama 6 bulan setelah dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur.” Untuk itu kami mohon dukungan dan kerjasamanya, agar RPJMD dapat kita selesaikan tepat waktu,” tambahnya.

Sementara itu rapat Paripurna tersebut dibuka langsung Plt Ketua DPRD Provinsi Sumsel, M.Yansuri.

“Atas nama pimpinan DPRD Provinsi Sumsel saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan seluruh anggota badan pembentukan peraturan daerah DPRD Provinsi Sumsel, saudara gubernur Sumsel serta jajaran dan tim penyusun Rancangan Awal RPJMD,” pungkas Yansuri.[**]

 

Penulis : One

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa yang Bikin Program Kopi Tebat Benawa Diakui di Asia?
    CSR

    Apa yang Bikin Program Kopi Tebat Benawa Diakui di Asia?

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Tidak semua program pemberdayaan masyarakat mampu meraih pengakuan di tingkat internasional. Pengakuan tersebut umumnya diberikan kepada program yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan. Hal itu tercermin dalam Program Kopi Tebat Benawa yang dijalankan PT Pusri Palembang, hingga akhirnya mendapat apresiasi melalui Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 kategori Social Empowerment. Bukan hanya […]

  • Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Kegiatan Reses Tahap II dalam Paripurna

    Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Kegiatan Reses Tahap II dalam Paripurna

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Anggota DPRD Prov. Sumsel menyampaikan laporan hasil Reses pada Rapat Paripurna LXXIII (73) dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Reses Tahap II Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov. Sumsel hari ini. Laporan ini disampakan Setelah sebelumnya Anggota DPRD Prov. Sumsel melakukan kunjungan ke Desa dan […]

  • Jelang Nataru, Satpol PP Sumsel Gencarkan Razia Pekat

    Jelang Nataru, Satpol PP Sumsel Gencarkan Razia Pekat

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    SATUAN Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tak henti-hentinya melakukan penertiban guna menjaga kenyamanan dan ketenteraman masyarakat khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Salah satunya yakni razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Sat Pol PP Sumsel bersama tim terpadu Sat Pol PP Kabupaten Banyuasin, TNI dan Polri,” Kamis (19/12/2019) […]

  • Inflasi Muba Stabil, 4 Bahan Pangan Ini Mulai Diwaspadai

    Inflasi Muba Stabil, 4 Bahan Pangan Ini Mulai Diwaspadai

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Inflasi Muba masih berada dalam kondisi stabil, dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang cenderung aman. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tetap diminta mewaspadai pergerakan harga daging ayam, telur ayam, cabai merah dan cabai rawit yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang diikuti […]

  • Cara Pemerintah Bangkitkan  Kinerja Industri Otomotif di Tanah Air di Masa Pandemi, 21 Tipe Kendaraan Dapat PPnBM DTP

    Cara Pemerintah Bangkitkan  Kinerja Industri Otomotif di Tanah Air di Masa Pandemi, 21 Tipe Kendaraan Dapat PPnBM DTP

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.241
    • 0Komentar

    PEMERINTAH berupaya membangkitkan kinerja industri otomotif di tanah air agar kembali bergeliat karena merupakan salah satu sektor yang terkena dampak signifikan dari pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan dan stimulus dirancang guna meningkatkan pembelian dan produksi kendaraan sehingga akan mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Instrumen yang siap diimplementasikan yakni pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif […]

  • Bangunkan Lahan Tidur di Sumsel 500 Ribu Hektare, Pendapatan Petani Bisa Naik Rp12 Triliun, Benarkah ?

    Bangunkan Lahan Tidur di Sumsel 500 Ribu Hektare, Pendapatan Petani Bisa Naik Rp12 Triliun, Benarkah ?

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P menuturkan, Kementerian Pertanian membangunkan lahan tidur kurang lebih 500.000 hektare di Provinsi Sumsel. Menurutnya untuk tahap pertama sebanyak 200.000 hektare, dimana, ia yakin kalau program ini berhasil akan berpengaruh pada pendapatan petani di Provinsi Sumsel yang naik hingga mencapai Rp12 triliun. […]

expand_less
WordPress Archive Qalam – NewsPaper and Magazine WordPress Theme Qamico – Indie Games Studio WordPress Theme Qaween – Wedding WordPress Theme Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder Qodify – IT Solutions And Services WordPress Theme Qohwa - Coffee Shop & Store Ecommerce Elementor Pro Template Kit