Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Ada Kesenjangan di Digital Indonesia, Tol Langit Sangat Dibutuhkan untuk Pulau Terdepan

Ada Kesenjangan di Digital Indonesia, Tol Langit Sangat Dibutuhkan untuk Pulau Terdepan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
  • visibility 2.357
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAKTI Kominfo terus berupaya menghadirkan jaringan internet di seluruh Indonesia khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dengan membangun Tol Langit.

Istilah Tol Langit ini menggambarkan sebuah sambungan bebas hambatan berupa sinyal internet yang dapat menghubungkan seluruh daerah di Indonesia tanpa terkecuali.

Hal ini dapat diwujudkan dengan membangun jaringan backbone nasional dan satelit multifungsi berteknologi tinggi (High Throughput Satelite).

Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif menjelaskan,   kehadiran Tol Langit sangat dibutuhkan mengingat masih adanya kesenjangan digital di Indonesia, di mana hampir di seluruh wilayah masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses internet.

Tercatat pengguna internet aktif pada tahun 2019—2020 baru 73,7% dari seluruh total penduduk Indonesia, dengan tingkat penetrasi tertinggi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Target pemerintah setidaknya sebanyak 92,6% dari total penduduk merupakan pengguna internet aktif.

“Tol Langit seperti jalan tol bebas hambatan. Jaringan internet di pedalaman yang sebelumnya hanya terwujud oleh satelit kini digantikan oleh fiber optic sehingga internet bisa lebih cepat seperti di kota besar,” jelasnya lebih lanjut,Selasa (14/9/2021).

Salah satu cara mewujudkan Tol Langit dengan membangun infrastruktur telekomunikasi backbone yang menghubungkan antarkota/kabupaten melalui jaringan serat optik Palapa Ring serta infrastruktur middle mile berupa satelit, serat optik, dan microwave link sebagai penghubung hingga ke wilayah kecamatan.

BAKTI berencana membangun fiber optic Palapa Ring Integrasi di tahun 2022—2023 dengan total 12.083 km dalam 2 fase pembangunan, fase 1 (2022) sepanjang 5.226 km dan fase 2 (2023) sepanjang 6.857 km. Dari total fiber optic yang akan dibangun, 8.203 km akan digelar di daratan, 3.880 km di laut, dan sisanya berupa microwave link. Jaringan ini akan mengitegraskan 3 paket Palapa Ring yang sudah terbangun, yakni Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur sehingga saling terhubung.

Program pembagunan Palapa Ring Integrasi yang menelan biaya hingga 8 triliun Ini akan menjadi bagian utama dari Tol Langit Nasional.

Tujuannya untuk memperkuat jaringan yang sudah ada dan menjadi backup bila di satu wilayah jaringannya terputus, sehingga pemanfaatan internet akan lebih maksimal. Sumber pendanaan program rencananya didapat dari kerjasama pemerintah dan pihak swasta.

Jaringan Palapa Ring yang saat ini sudah terbangun di wilayah Barat, Tengah dan Timur pun dalam prakteknya tidak mudah untuk dikerjakan. Banyak kendala lapangan yang dihadapi oleh BAKTI dan para mitra kerjanya. Umumnya tantangan hadir dari faktor geografis, sosial dan administratif. Hal ini juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Moratelindo Galumbang Menak, salah satu mitra kerja BAKTI yang dipercaya untuk membangun jaringan Palapa Ring wilayah Barat dan Timur.

Kondisi geografis Indonesia yang memiliki pegunungan tinggi memberi tantangan yang luar biasa, khususnya di wilayah Papua yang gunung-gunungnya bisa mencapai lebih dari 4000 m di atas permukaan laut. Lokasi yang hanya bisa diakses dengan helicopter ini juga menghambat kinerja para pekerja lapangan, karena suhu udara dan kadar oksigen yang rendah.

Kendala tidak hanya di masalah teknologi, namun juga dari sisi keamanan. Penyerangan dan pengerusakan bisa terjadi kapan saja dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Dalam hal ini Moratelindo harus terus berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menjamin keselamatan karyawannya.

“Membangun Palapa Ring tidak hanya mengorbankan keringat dan memakan biaya yang besar, tapi juga harus berkorban nyawa. Sudah banyak korban, baik dari karyawan, kontraktor, maupun aparat TNI yang gugur demi mewujudkan internet di pelosok negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” ungkap Galumbang.

Untuk mengubah wajah dan pola hidup masyarakat di daerah 3T lewat kehadiran internet sangat tidak mudah. Peran serta berbagai pihak sangat dibutuhkan. Bukan hanya pemerintah pusat yang bergerak maju bersama dengan mitra-mitranya, aparat keamanan TNI dan Polri yang mengawal program ini supaya berjalan aman,  namun juga peran pemerintah daerah yang juga harus proaktif memberi akses kemudahan lewat berbagai perizinan yang dibutuhkan.

Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi perizinan yang berbelit hingga membutuhkan 29 izin hanya untuk membangun jaringan fiber optic sepanjang 60—70 km. Semoga cukup satu perizinn sudah bisa memberi akses untuk melaksanakan pekerjaan sehingga program-program pemerintah dapat berjalan dengan lebih cepat dan hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Kerajinan Lokal

    Perkuat Kerajinan Lokal

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    DI tengah jadwal kunkernya yang sangat padat ke kabupaten/kota se-Sumsel, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel, Hj Feby Deru didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya tetap kompak menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas, yang digelar di Gedung Jendral Ahmad Yani Kantor Pusat Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Selasa (10/9/2019). Melalui Rakernas ini, Feby […]

  • bang-napi

    Innalillahi wa Innalillahi Rojiun, ‘Bang Napi’ Tutup Usia

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.623
    • 0Komentar

    Masih ingat dengan Arie Hendrosaputro , presenter Bang Napi yang pernah ngentren beberapa tahun silam di salah satu stasiun televisi swasta itu tutup usia
    Kabar duka tersebut, pada Selasa (3/10/2017) datang dari keluarganya, ia meninggal akibat penyakit diabetes yang ia alami.

  • PSSI Anniversary Cup 2018, Bahrain Bungkam Timnas U-23 0-1

    PSSI Anniversary Cup 2018, Bahrain Bungkam Timnas U-23 0-1

    • calendar_month Sabtu, 28 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Bekasi-  Dalam Laga pertama turnamen PSSI Anniversary Cup 2018, Tim Nasional U-23 tak mampu meraih angka tiga poin setelah di bungkam Bahrain dengan skor tipis 0-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (27/4/2018). Bahrain menang lewat gol cepat pada menit ke lima tak lama wasit asal Hong Kong Luk Kin Sun meniup peluit […]

  • Tingkatkan Nilai IP ASN Pemkab Muba, Pj Sekda Muba Ikuti Rakor Kepegawaian Pemprov Sumsel

    Tingkatkan Nilai IP ASN Pemkab Muba, Pj Sekda Muba Ikuti Rakor Kepegawaian Pemprov Sumsel

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Sekda Kabupaten Muba Musni Wijaya S Sos MSi menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) kepegawaian antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Selatan dengan BKPSDM Kabupaten Kota se Sumatera Selatan tahun 2023 di Hotel Novotel Palembang, Kamis (02/11/2023). Rakor dengan tema strategi peningkatan nilai Indeks Profesional Aparatur Sipil Negara (IP ASN) tahun 2023 […]

  • Kalau Tenun Bisa Masuk Metaversem, Warisan 500 Tahun di Ujung Jempol Gen Z

    Kalau Tenun Bisa Masuk Metaversem, Warisan 500 Tahun di Ujung Jempol Gen Z

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama orang kampung “jangan biarkan kain nenekmu hanya jadi taplak meja, padahal bisa jadi tiket ke masa depan”. Nah, pepatah ini entah siapa yang bikin, tapi rasanya cocok banget kalau kita ngomongin tenun Sekomandi, warisan 500 tahun dari Mandar, Sulawesi Barat. Bayangkan, kain yang ditenun dengan sabar berbulan-bulan, motifnya penuh filosofi hidup, tiba-tiba […]

  • Dorong Kesadaran Masyarakat untuk Olah Sampah

    Dorong Kesadaran Masyarakat untuk Olah Sampah

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    MUSI Banyuasin dan Indonesia bersih sampah, Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) , kemarin (19/09/2020) di tengah lingkungan RT 10 Komplek Perumnas Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, melakukan pencanangan  aksi bersih dan pilah sampah menuju Muba Maju Berjaya 2022. Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro SH MHum, didampingi Seketaris DLH Muba, Jexi Levin […]

expand_less
WordPress Archive App Landing WordPress Theme Appro App Portal – foxartstudios | CodeCanyon Appa – Mobile App & Startup Elementor Template Kit Apparatus | A Multi-Purpose One-Page Portfolio and App Landing Theme Appark – App Landing Page WordPress Theme Appbox – App Store WordPress Theme Appdev – Mobile App Showcase WordPress Theme Appeal – Fully Functional Petition Theme Apper – App Landing Page WordPress Theme Appiah – App Landing Page Elementor Template Kit