Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Ada Kesenjangan di Digital Indonesia, Tol Langit Sangat Dibutuhkan untuk Pulau Terdepan

Ada Kesenjangan di Digital Indonesia, Tol Langit Sangat Dibutuhkan untuk Pulau Terdepan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
  • visibility 2.371
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAKTI Kominfo terus berupaya menghadirkan jaringan internet di seluruh Indonesia khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dengan membangun Tol Langit.

Istilah Tol Langit ini menggambarkan sebuah sambungan bebas hambatan berupa sinyal internet yang dapat menghubungkan seluruh daerah di Indonesia tanpa terkecuali.

Hal ini dapat diwujudkan dengan membangun jaringan backbone nasional dan satelit multifungsi berteknologi tinggi (High Throughput Satelite).

Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif menjelaskan,   kehadiran Tol Langit sangat dibutuhkan mengingat masih adanya kesenjangan digital di Indonesia, di mana hampir di seluruh wilayah masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses internet.

Tercatat pengguna internet aktif pada tahun 2019—2020 baru 73,7% dari seluruh total penduduk Indonesia, dengan tingkat penetrasi tertinggi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Target pemerintah setidaknya sebanyak 92,6% dari total penduduk merupakan pengguna internet aktif.

“Tol Langit seperti jalan tol bebas hambatan. Jaringan internet di pedalaman yang sebelumnya hanya terwujud oleh satelit kini digantikan oleh fiber optic sehingga internet bisa lebih cepat seperti di kota besar,” jelasnya lebih lanjut,Selasa (14/9/2021).

Salah satu cara mewujudkan Tol Langit dengan membangun infrastruktur telekomunikasi backbone yang menghubungkan antarkota/kabupaten melalui jaringan serat optik Palapa Ring serta infrastruktur middle mile berupa satelit, serat optik, dan microwave link sebagai penghubung hingga ke wilayah kecamatan.

BAKTI berencana membangun fiber optic Palapa Ring Integrasi di tahun 2022—2023 dengan total 12.083 km dalam 2 fase pembangunan, fase 1 (2022) sepanjang 5.226 km dan fase 2 (2023) sepanjang 6.857 km. Dari total fiber optic yang akan dibangun, 8.203 km akan digelar di daratan, 3.880 km di laut, dan sisanya berupa microwave link. Jaringan ini akan mengitegraskan 3 paket Palapa Ring yang sudah terbangun, yakni Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur sehingga saling terhubung.

Program pembagunan Palapa Ring Integrasi yang menelan biaya hingga 8 triliun Ini akan menjadi bagian utama dari Tol Langit Nasional.

Tujuannya untuk memperkuat jaringan yang sudah ada dan menjadi backup bila di satu wilayah jaringannya terputus, sehingga pemanfaatan internet akan lebih maksimal. Sumber pendanaan program rencananya didapat dari kerjasama pemerintah dan pihak swasta.

Jaringan Palapa Ring yang saat ini sudah terbangun di wilayah Barat, Tengah dan Timur pun dalam prakteknya tidak mudah untuk dikerjakan. Banyak kendala lapangan yang dihadapi oleh BAKTI dan para mitra kerjanya. Umumnya tantangan hadir dari faktor geografis, sosial dan administratif. Hal ini juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Moratelindo Galumbang Menak, salah satu mitra kerja BAKTI yang dipercaya untuk membangun jaringan Palapa Ring wilayah Barat dan Timur.

Kondisi geografis Indonesia yang memiliki pegunungan tinggi memberi tantangan yang luar biasa, khususnya di wilayah Papua yang gunung-gunungnya bisa mencapai lebih dari 4000 m di atas permukaan laut. Lokasi yang hanya bisa diakses dengan helicopter ini juga menghambat kinerja para pekerja lapangan, karena suhu udara dan kadar oksigen yang rendah.

Kendala tidak hanya di masalah teknologi, namun juga dari sisi keamanan. Penyerangan dan pengerusakan bisa terjadi kapan saja dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Dalam hal ini Moratelindo harus terus berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menjamin keselamatan karyawannya.

“Membangun Palapa Ring tidak hanya mengorbankan keringat dan memakan biaya yang besar, tapi juga harus berkorban nyawa. Sudah banyak korban, baik dari karyawan, kontraktor, maupun aparat TNI yang gugur demi mewujudkan internet di pelosok negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” ungkap Galumbang.

Untuk mengubah wajah dan pola hidup masyarakat di daerah 3T lewat kehadiran internet sangat tidak mudah. Peran serta berbagai pihak sangat dibutuhkan. Bukan hanya pemerintah pusat yang bergerak maju bersama dengan mitra-mitranya, aparat keamanan TNI dan Polri yang mengawal program ini supaya berjalan aman,  namun juga peran pemerintah daerah yang juga harus proaktif memberi akses kemudahan lewat berbagai perizinan yang dibutuhkan.

Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi perizinan yang berbelit hingga membutuhkan 29 izin hanya untuk membangun jaringan fiber optic sepanjang 60—70 km. Semoga cukup satu perizinn sudah bisa memberi akses untuk melaksanakan pekerjaan sehingga program-program pemerintah dapat berjalan dengan lebih cepat dan hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UAS Dilarang Masuk Singapura, Ini Kata Kedubes

    UAS Dilarang Masuk Singapura, Ini Kata Kedubes

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.364
    • 0Komentar

    KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura meminta penjelasan dari Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (Immigration and Checkpoints Authority/ICA) Singapura mengenai penolakan masuk Ustadz Abdul Somad (UAS) dan rombongannya ke negara tersebut. Berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan KBRI dan otoritas Singapura, diperoleh informasi bahwa Penolakan (refusal of entry) didasarkan atas alasan “tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan […]

  • Pemprov Sumsel Segera Sesuaikan Kebijakan Agar Penyandang Disabilitas Disetarakan

    Pemprov Sumsel Segera Sesuaikan Kebijakan Agar Penyandang Disabilitas Disetarakan

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    KOMISIONER Komnas Disabilitas, Dr. Rachmita M. Harahap, ST., M.Sn menyampaikan bahwa audiensi yang dilakukannya dalam rangka sosialisasi serta pengenalan diri Komnas Disabilitas berempat di Ruang Tamu Sekda, Kamis (31/3/2023) Dijelaskaannya bahwa ada beberapa tugas pokok penting yang menjadi konsentrasi Komnas Disabilitas diantaranya memastikan dan memantau pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (P3HPD) diberbagai […]

  • Untuk Jawa dan Bali, PKM Diperpanjang Hingga Akhir Mei

    Untuk Jawa dan Bali, PKM Diperpanjang Hingga Akhir Mei

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, dan luar Jawa-Bali diperpanjang sejak 10 Mei hingga 23 Mei 2022 mengingat Pandemi Covid masih ada. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/5/2022). Safrizal menuturkan, perpanjangan PPKM Jawa Bali diatur dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) […]

  • Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

    Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

    • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.292
    • 0Komentar

        Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di seluruh dunia. Hutan hujan ini merupakan paru-paru dunia – tempat penyerapan karbon terjadi dan kemudian melepaskan oksigen untuk kita nikmati sehari-hari. Sayangnya, hutan Indonesia masih terus dihantui berbagai ancaman yang mengintai. Berikut beberapa ancaman terhadap hutan Indonesia di tahun 2023 ini:   Kebakaran hutan […]

  • Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 13 – Planet Tanpa Filter : “Mencari Kebenaran dalam Dunia Ilusi”]

    Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 13 – Planet Tanpa Filter : “Mencari Kebenaran dalam Dunia Ilusi”]

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    SETELAH keluar dari Planet PETI tempat semua wajah seperti hasil cetakan spanduk pemilu—Sarip akhirnya mendarat darurat di sebuah planet kecil yang tampaknya belum sempat masuk katalog wisata antargalaksi. Nama planet ini terdengar aneh, tapi jujur Planet LUGAS. Bukan singkatan dari Lulus Ujian Galaksi Antar Sektor, tapi katanya, artinya memang… ya, lugas. Apa adanya. Tak ada […]

  • Tidak Perlu Dilindungi, Sawit Bukan Tanaman Hutan

    Tidak Perlu Dilindungi, Sawit Bukan Tanaman Hutan

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.312
    • 0Komentar

    SAWIT dipastikan bukan tanaman hutan yang harus dilindungi dan direhabilitasi oleh masyarakat dan pemerintah. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PHL KLHK), Agus Justianto, menegaskan berbagai peraturan pemerintah, analisis historis, dan kajian akademik berlapis telah menjelaskan status tanaman primadona industri perkebunan tersebut. ”Dari berbagai peraturan, nilai historis, kajian akademik, wacana […]

expand_less
WordPress Archive App Landing WordPress Theme Appro App Portal – foxartstudios | CodeCanyon Appa – Mobile App & Startup Elementor Template Kit Apparatus | A Multi-Purpose One-Page Portfolio and App Landing Theme Appark – App Landing Page WordPress Theme Appbox – App Store WordPress Theme Appdev – Mobile App Showcase WordPress Theme Appeal – Fully Functional Petition Theme Apper – App Landing Page WordPress Theme Appiah – App Landing Page Elementor Template Kit