Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » 40 Hari Terakhir, Pajak Miliaran Palembang Jadi Taruhan, Lurah Sampai Jadi Striker!

40 Hari Terakhir, Pajak Miliaran Palembang Jadi Taruhan, Lurah Sampai Jadi Striker!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 2.952
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JELANG tutup tahun 2025, suasana di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang bukan lagi seperti kantor biasa. Suara ketikan komputer dan rapat staf kini bercampur dengan aroma “deadline” yang menggantung di udara.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp264 miliar seakan jadi bola panas yang bergulir di lapangan waktu, sebab tinggal 40 hari sebelum peluit akhir tahun berbunyi.

Di tengah suasana itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, maju paling depan. Ia tak mau hanya sekadar jadi penonton di tribun.

Ia memompa semangat semua lini, mulai dari OPD sampai Lurah, agar bergerak bersama. “Kalau semua bergerak kompak, target bisa tercapai. Tapi kalau cuma rapat doang semangat, di lapangan malah jalan santai, ya wassalam,” sindirnya ringan tapi nyentil.

Dan benar saja sejak itu, suasana berubah. Lurah-lurah di 18 kecamatan Palembang kini seperti pemain bola yang baru dikasih bonus tambahan. Mereka bukan cuma mengurus surat atau stempel, tapi juga “menyerang” rumah ke rumah, mengingatkan warga agar segera melunasi PBB-nya. Bahkan ada lurah yang bilang, “Pak, ini bukan kejar setoran, tapi kejar kemajuan.” Mantap.

Bapenda pun ikut naikan gigi 4 dan langsung tancap gas. Kepala Bapenda, Marhaen, SH, M.Si, menyebut hingga awal November, realisasi pajak daerah sudah mencapai 72,55 persen atau Rp1,3 triliun dari target Rp1,8 triliun. Dari 14 jenis pajak, PBB paling menonjol  74,57 persen atau Rp246 miliar sudah masuk kantong daerah. Tapi masih ada miliaran yang belum. Nah, di sinilah laga penentuan dimulai.

Daripada mengandalkan gertakan atau surat peringatan, Bapenda mengambil langkah manis, program pemutihan. Ini bukan urusan skincare, tapi program penghapusan pokok dan denda PBB tahun 2002–2019 hingga 100 persen, dan potongan 50 persen untuk tahun 2020–2024, asalkan bayar PBB tahun 2025 dan berlaku sampai 30 Desember 2025.

Artinya, warga yang dulu takut ke kantor pajak karena merasa berdosa, sekarang bisa datang dengan kepala tegak. Bapenda seolah bilang, “Ayo, kita mulai dari nol lagi, yang lalu biarlah berlalu”. Pepatah pun cocok di sini “Tak ada kata terlambat untuk berbuat baik, apalagi kalau demi PAD”.

Lucunya, suasana Palembang akhir tahun ini jadi mirip turnamen bola antar-Kecamatan. Ada Lurah yang keliling naik motor, ada yang bikin posko bayar pajak di warung kopi, bahkan ada yang pasang spanduk di depan kelurahan bertuliskan “Bayar Pajak Sekarang, Nikmati Jalan Mulus Nanti”, kreatif banget.

Sekda sendiri menggambarkan kerja ini seperti sepak bola. Lurah dan camat harus jadi tim solid, tidak bisa main sendiri-sendiri. Lurah sebagai striker harus jago mencetak gol  alias mengumpulkan PBB.

Camat berperan sebagai playmaker, mengatur arah permainan agar tak kebobolan target. Sementara Bapenda? Ya itu dia, pelatih kepala yang tiap hari mantengin papan skor sambil doa “Semoga gak over time”.

Jemput bola

Kalau Palembang sedang sibuk mengejar pajak di sisa waktu yang mepet, kota lain di Indonesia bahkan dunia sudah membuktikan bahwa inovasi dan kolaborasi bisa mengubah segalanya.

Lihat Surabaya, misalnya. Kota itu sukses meningkatkan PAD lewat program jemput bola pajak, di mana petugas turun langsung ke pasar dan permukiman untuk mempermudah pembayaran. Tak ada lagi alasan sibuk atau lupa, karena petugasnya sudah nongol di depan pintu.

Kemudian Bandung, yang sudah lebih dulu menerapkan sistem pembayaran daring. Bayar PBB cukup lewat gawai, tanpa perlu antre di kantor. Akibatnya, partisipasi warga naik signifikan, bahkan target tahunan mereka tercapai sebelum akhir tahun.

Dan kalau mau menengok ke luar negeri, Tokyo jadi contoh keren. Pemerintahnya memberikan insentif pajak rumah bagi warga yang membayar tepat waktu, sehingga warga malah berlomba-lomba untuk taat pajak. Bukan karena takut denda, tapi karena sistemnya jelas, transparan, dan menguntungkan.

Palembang jelas bisa meniru itu, tapi tentu dengan gaya lokal, santai, tapi pasti tegas, tapi tetap humanis.

Kalau dipikir-pikir, strategi Pemkot Palembang ini bukan cuma urusan angka di laporan keuangan. Ini soal rasa  rasa tanggung jawab dan rasa memiliki. Ketika warga membayar pajak, itu bukan semata setoran ke negara, tapi bentuk cinta kepada kota sendiri. Sama seperti orang yang rela iuran untuk memperbaiki jalan kampung, karena tahu manfaatnya bakal kembali ke mereka juga.

Pajak, dengan kata lain, adalah investasi emosional. Ia menumbuhkan rasa keterikatan antara warga dan kota. Ketika semua orang sadar itu, tak perlu ada ancaman atau denda kesadaran sudah cukup jadi bahan bakarnya.

Ada filosofi sederhana di balik semangat Pemkot Palembang ini, “Kota yang besar bukan dibangun dari gedung tinggi, tapi dari komitmen warganya”. Pajak hanyalah alat, tapi komitmen adalah bahan bakarnya. Kalau semua pihak pemerintah, OPD, camat, lurah, hingga warga jalan bareng, tak ada target yang terlalu tinggi.

Sekda Aprizal pun benar ketika bilang, “Kalau kita mau Palembang maju, komitmen harus tumbuh dari semua sisi”, karena kalau hanya satu pihak yang kerja keras, hasilnya bakal timpang.

Kini waktu tinggal 40 hari. Angka yang di mata sebagian orang mungkin pendek, tapi di tangan orang yang mau bergerak, bisa jadi panjang dan berarti. Pemerintah sudah menyiapkan jurus, warga punya kesempatan, dan kota menanti hasilnya.

Apakah target miliaran itu akan tercapai? Melihat semangat tim yang bermain, peluangnya besar. Palembang sedang menunjukkan bahwa kerja keras bisa tetap disajikan dengan senyum, strategi bisa dibalut empati, dan kejar target tak harus diiringi ketegangan.

Jadi, kalau nanti Anda melihat lurah berkeliling sambil bawa berkas pajak dan senyum selebar papan skor, jangan heran. Mereka sedang beraksi di lapangan pajak, memastikan Palembang menutup tahun dengan skor kemenangan. Karena di kota ini, bahkan urusan PBB pun bisa jadi kisah perjuangan yang seru  dan sedikit kocak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pengarah Situs Fortrea kumpulkan para pemimpin riset untuk berfokus pada pengembangan situs, sponsor, dan hubungan dengan pasien

    Dewan Pengarah Situs Fortrea kumpulkan para pemimpin riset untuk berfokus pada pengembangan situs, sponsor, dan hubungan dengan pasien

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, DURHAM, N.C., Dec. 14, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Fortrea (Nasdaq: FTRE) (“Perusahaan”), organisasi riset kontrak global terkemuka (CRO), hari ini mengumumkan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan perdana Dewan Pengarah Situs minggu lalu, suatu kolaborasi antara situs peneliti riset klinis (“situs”) dan pemimpin industri untuk menciptakan pengalaman uji coba klinis yang lebih baik bagi situs, pasien, […]

  • FGD Diorama Sumsel

    FGD Diorama Sumsel

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.929
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Keberadaan arsip dinilai penting bagi suatu badan usaha, kelembagaan maupun pemerintahan. Dimana arsip merupakan rekaman atau catatan atas kinerja yang telah dilakukan. Arsip tidak hanya sebagai langkah untuk membukukan suatu kegiatan yang telah dilakukan, namun hal itu dapat menjadi sarana untuk mencatat suatu peristiwa yang sebelumnya pernah terjadi sehingga nantinya dapat bermanfaat […]

  • Ingat! Anak Adalah Titipan Allah SWT..

    Ingat! Anak Adalah Titipan Allah SWT..

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Selalu ada kelebihan dibalik kekurangan seorang anak. Oleh karena itu orangtua harus senantiasa menjaga dan memelihara anak dengan baik bagaimanapun keadaannya. “Anak adalah titipan Allah yang harus senantiasa kita jaga serta pelihara dengan baik. Dibalik kekurangan seorang anak akan selalu ada kelebihannya,” ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumatera Selatan dr Silvia […]

  • Curi Ikan, KKP Ringkus Kapal Asing

    Curi Ikan, KKP Ringkus Kapal Asing

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    KAPAL Pengawas Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meringkus satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia di WPPNRI 571 Selat Malaka pada, kemarin. Penangkapan kapal ikan asing ilegal merupakan komitmen Menteri Trenggono, KKP menyatakan perang terhadap aksi pencurian ikan di laut Indonesia. “Kami mengonfirmasi penangkapan satu kapal ikan asing […]

  • Usaha Perikanan Sumatera Bangkit, 5.729 Hektare Kembali Aktif

    Usaha Perikanan Sumatera Bangkit, 5.729 Hektare Kembali Aktif

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemulihan usaha perikanan Sumatera pascabencana terus dikebut. Hingga Oktober 2026, sebanyak 5.729,33 hektare tambak dan kolam budi daya ikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali beroperasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyalurkan bantuan untuk membantu nelayan, pengolah ikan, dan petambak garam memulihkan usaha mereka. Bencana di tiga provinsi tersebut berdampak […]

  • Gubernur Ikuti Monev Pencegahan Korupsi KPK, Pejabat Harus Gencar Cegah Korupsi

    Gubernur Ikuti Monev Pencegahan Korupsi KPK, Pejabat Harus Gencar Cegah Korupsi

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 691
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan korupsi terintegrasi 2021 bersama Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah II KPK RI, Nana Mulyana dan PIC Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Sumatera Selatan Alfi Rachman Waluyo di Auditorium Bina Praja Selasa (12/10) pagi. Melalui monitoring dan evaluasi ini HD berharap tata kelola […]

expand_less
WordPress Archive VUP – Fitness Center WordPress Theme W2S – Migrate WooCommerce to Shopify W8 Contact Form – WordPress Contact Form Plugin Wadon – Feminine Business Consultant Elementor Template Kit WakingIT Mailchimp Newsletter WordPress Plugin Walk – Responsive Business WordPress Theme Walk&Away – Travel Blog & Tours Elementor Template Kit Walker – WooCommerce WordPress Theme WalkOn – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Wallace Inline | Front-end Content Editor for Beaver Builder