Pascakebakaran Lorong Sabar, Warga Bertahan di Tengah Kehilangan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bantuan kemanusiaan untuk 25 KK korban kebakaran.
Sebanyak 25 kepala keluarga korban kebakaran di Lorong Sabar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, menerima bantuan dari Pemkot Palembang, TP PKK, dan Baznas Kota Palembang, Senin (26/10/2026).
DI ANTARA warga yang hadir dalam penyaluran bantuan, perhatian tertuju pada para ibu yang berhadapan langsung dengan perwakilan pemerintah dan lembaga penyalur bantuan.
Seorang ibu berjilbab krem dengan pakaian bernuansa merah tampak berdiri di hadapan seorang perempuan berjilbab biru toska.
Di sekeliling mereka, warga lain mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Pada momen lainnya, seorang ibu berjilbab krem menerima bantuan, sementara sejumlah petugas dan warga berdiri di dekatnya.
Adegan sederhana itu menjadi gambaran pertemuan antara warga yang terdampak kebakaran dan pihak-pihak yang datang memberikan dukungan.
Bantuan yang diserahkan bukan hanya berupa bahan pangan, tetapi juga perlengkapan rumah tangga yang dibutuhkan untuk menjalani keseharian setelah musibah.
Bagi seorang ibu yang harus kembali mengupayakan kebutuhan keluarga setelah kebakaran, beras, air mineral, kasur, bantal, dan kompor gas merupakan barang yang memiliki kegunaan langsung. Kebutuhan tersebut tidak dapat menggantikan rumah dan harta benda yang hilang, tetapi dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
“Terima kasih atas kepedulian dari Pemkot Palembang, TP PKK, dan Baznas yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak kebakaran. Kami berharap bisa melewati masa sulit ini dan perlahan menata kembali kehidupan bersama keluarga,” kata seorang warga.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Palembang, TP PKK Kota Palembang, dan Baznas Kota Palembang. Dinas Sosial memberikan beras, mi instan, serta air mineral.
Sementara itu, Baznas menyalurkan kasur, bantal, selimut, kompor gas beserta tabung gas tiga kilogram, alat salat, dan santunan uang tunai.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani, S.Ag., menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Lorong Sabar. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban sekaligus memberikan dukungan moral agar mereka tetap kuat menghadapi masa sulit.
“Kami turut berduka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga di Lorong Sabar. Harapan kami, bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji. Tetap tabah dan sabar, karena di balik musibah ini pasti ada hikmah dan pertolongan Allah SWT yang menanti,” ujar Dewi.
Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Edison, mengatakan koordinasi penanganan telah dilakukan sejak hari pertama kejadian untuk memastikan kebutuhan darurat warga dapat segera direspons.
Sementara itu, Plh Ketua Baznas Kota Palembang, Ustaz Suhadi, menjelaskan bahwa bantuan dari Baznas bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi 25 keluarga di Lorong Sabar, bantuan ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan setelah kebakaran.
Pemulihan memang tidak selesai hanya dengan penyaluran bahan pangan dan perlengkapan rumah tangga. Namun, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga melewati hari-hari berikutnya sembari menata kembali kehidupan mereka.
Di Lorong Sabar, langkah untuk bangkit dimulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan keseharian. Karena setiap paket bantuan ada makna, karena ada keluarga yang perlu melanjutkan hidup setelah kehilangan. Dan upaya pemulihan itu, kepedulian menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat menguatkan warga untuk menghadapi hari esok. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
