Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya? Jawaban Anak-anak Ini Buka Kisah Perjuangan W.R. Supratman Jelang HUT RI ke-81
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : Ilustrasi?AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Menjelang sore akhir pekan lalu, bangku beton sederhana di bawah pohon sawit depan rumahku kembali menjadi tempat berkumpul anak-anak Perumahan Pesona Harapan RT 50 Tahap Satu, Kalidoni, Palembang.
Seperti biasanya, suara tawa mereka mulai terdengar ketika matahari perlahan turun ke ufuk barat. Ada yang membawa bola, ada yang berlari mengejar teman, dan ada pula yang duduk santai sambil bercerita tentang kegiatan sekolah.
Namun sore itu suasananya sedikit berbeda, pasalnya bukan hanya permainan biasa yang mereka lakukan. Diva datang membawa sebuah buku pengetahuan umum yang tampak sudah sering dibaca. Sampulnya mulai kusam, tetapi isinya masih menarik perhatian. “Ayo kita main cerdas cermat menyambut HUT RI,” kata Diva.
Usulan itu langsung disambut gembira, tidak ada panggung, tidak ada mikrofon dan tidak ada hadiah besar, karena cerdas cermat itu hanya sebuha permainan menjelang sore menunggi magrib. Namun dari sebuah buku itu, beberapa anak yang penuh rasa ingin tahu, dan semangat kecil untuk menguji pengetahuan mereka.
Pertanyaan demi pertanyaan mulai dibacakan.
“Ibu kota Indonesia?”
“Jakarta!” jawab salah seorang anak dengan cepat.
“Dasar negara Indonesia?”
“Pancasila!” sahut yang lain.
“Hari Kemerdekaan Indonesia diperingati setiap tanggal?”
“17 Agustus!” jawab mereka hampir bersamaan.
Suasana semakin ramai. Kadang jawaban mereka tepat, kadang juga membuat teman-temannya tertawa.
Hingga akhirnya Diva membuka halaman berikutnya.
“Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?”
Tiba-tiba suasana menjadi lebih tenang.
Beberapa anak saling berpandangan. Mereka mencoba mengingat pelajaran sejarah yang pernah diberikan guru di sekolah.
Tak lama kemudian, Inara mengangkat tangan.
“Wage Rudolf Supratman.”
“Betul!” seru teman-temannya.
Jawaban sederhana itu membuat saya yang duduk tidak jauh dari mereka ikut tersenyum.
Bagi sebagian orang, nama W.R. Supratman mungkin hanya dikenal sebagai nama yang tertulis di buku pelajaran. Namun di balik nama itu ada kisah seorang pemuda yang menggunakan musik sebagai cara membangkitkan semangat bangsa. Pertanyaan kecil dari permainan anak-anak itu membawa ingatan kita kembali ke masa ketika Indonesia masih berada dalam penjajahan.
Seorang Pemuda dan Sebuah Lagu Perjuangan
Wage Rudolf Supratman lahir pada 9 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Tengah. Sejak muda, ia dikenal memiliki kecintaan terhadap musik. Ia belajar memainkan biola dan mulai mengenal dunia musik yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Namun, bagi Supratman, musik bukan hanya tentang nada dan irama, musik menjadi cara untuk menyampaikan gagasan dan membangkitkan rasa kebangsaan.
Pada masa pergerakan nasional, ketika banyak pemuda mulai memperjuangkan kemerdekaan melalui organisasi dan pendidikan, Supratman memilih jalannya sendiri: menciptakan sebuah lagu yang mampu menyatukan perasaan rakyat Indonesia, dari situlah lahir lagu Indonesia Raya.
Lagu tersebut pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II di Batavia pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda, saat itu, lagu Indonesia Raya dimainkan dengan biola oleh W.R. Supratman.
Kalau kita membayangkan sejenak seperti dalam cerita, suasananya. Sebuah ruangan dipenuhi para pemuda yang memiliki satu cita-cita, yaitu melihat bangsa Indonesia berdiri sendiri. Di tengah suasana penuh semangat itu, alunan biola Supratman membawa pesan tentang persatuan dan harapan.
Lagu yang Tetap Hidup Hingga Kini
Perjuangan W.R. Supratman tidak berlangsung mudah. Lagu Indonesia Raya yang ia ciptakan sempat mendapat perhatian dari pemerintah kolonial Belanda karena dianggap membangkitkan semangat kebangsaan.
Namun, lagu itu terus hidup di tengah masyarakat, bertahun-tahun kemudian, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia. Hingga hari ini, lagu tersebut selalu berkumandang dalam berbagai momen penting, mulai dari upacara bendera, peringatan kemerdekaan, hingga acara kenegaraan.
Menariknya, kisah besar tentang perjuangan bangsa itu kembali muncul dari sebuah permainan sederhana anak-anak di bawah pohon sawit, tidak ada aula besar, tidak ada buku sejarah tebal, yang ada hanya sebuah pertanyaan cerdas cermat dan rasa ingin tahu anak-anak yang membawa kita kembali mengenang seorang pemuda bernama W.R. Supratman.
Sore itu, mungkin Inara hanya menjawab satu pertanyaan, namun dari satu jawaban itu, ada pelajaran besar yang kembali diingat, yaitu kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan dengan senjata, tetapi juga melalui karya, gagasan, dan semangat untuk menyatukan bangsa.
Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke – 81, kisah W.R. Supratman mengingatkan kita bahwa sebuah lagu sederhana dapat memiliki kekuatan luar biasa, sebuah lagu bisa menyimpan sejarah, sebuah lagu bisa membangkitkan semangat bahkan sebuah lagu bisa menjadi suara sebuah bangsa. (***)
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan berbagai referensi sejarah mengenai W.R. Supratman dan perjalanan lagu Indonesia Raya. Disajikan dengan gaya literasi populer khas rubrik JEDA agar ringan dibaca, menghibur, sekaligus mengajak pembaca mengenang kembali nilai perjuangan para tokoh bangsa.
- Penulis: Irwan Wahyudi
