Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya? Jawaban Anak-anak Ini Buka Kisah Perjuangan W.R. Supratman Jelang HUT RI ke-81

Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya? Jawaban Anak-anak Ini Buka Kisah Perjuangan W.R. Supratman Jelang HUT RI ke-81

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Menjelang sore akhir pekan lalu, bangku beton sederhana di bawah pohon sawit depan rumahku kembali menjadi tempat berkumpul anak-anak Perumahan Pesona Harapan RT 50 Tahap Satu, Kalidoni, Palembang.

Seperti biasanya, suara tawa mereka mulai terdengar ketika matahari perlahan turun ke ufuk barat. Ada yang membawa bola, ada yang berlari mengejar teman, dan ada pula yang duduk santai sambil bercerita tentang kegiatan sekolah.

Namun sore itu suasananya sedikit berbeda, pasalnya bukan hanya permainan biasa yang mereka lakukan. Diva datang membawa sebuah buku pengetahuan umum yang tampak sudah sering dibaca. Sampulnya mulai kusam, tetapi isinya masih menarik perhatian. “Ayo kita main cerdas cermat menyambut HUT RI,” kata Diva.

Usulan itu langsung disambut gembira, tidak ada panggung, tidak ada mikrofon dan tidak ada hadiah besar, karena cerdas cermat itu hanya sebuha permainan menjelang sore menunggi magrib. Namun dari sebuah buku itu, beberapa anak yang penuh rasa ingin tahu, dan semangat kecil untuk menguji pengetahuan mereka.

Pertanyaan demi pertanyaan mulai dibacakan.

“Ibu kota Indonesia?”

“Jakarta!” jawab salah seorang anak dengan cepat.

“Dasar negara Indonesia?”

“Pancasila!” sahut yang lain.

“Hari Kemerdekaan Indonesia diperingati setiap tanggal?”

“17 Agustus!” jawab mereka hampir bersamaan.

Suasana semakin ramai. Kadang jawaban mereka tepat, kadang juga membuat teman-temannya tertawa.

Hingga akhirnya Diva membuka halaman berikutnya.

“Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?”

Tiba-tiba suasana menjadi lebih tenang.

Beberapa anak saling berpandangan. Mereka mencoba mengingat pelajaran sejarah yang pernah diberikan guru di sekolah.

Tak lama kemudian, Inara mengangkat tangan.

“Wage Rudolf Supratman.”

“Betul!” seru teman-temannya.

Jawaban sederhana itu membuat saya yang duduk tidak jauh dari mereka ikut tersenyum.

Bagi sebagian orang, nama W.R. Supratman mungkin hanya dikenal sebagai nama yang tertulis di buku pelajaran. Namun di balik nama itu ada kisah seorang pemuda yang menggunakan musik sebagai cara membangkitkan semangat bangsa. Pertanyaan kecil dari permainan anak-anak itu membawa ingatan kita kembali ke masa ketika Indonesia masih berada dalam penjajahan.

Seorang Pemuda dan Sebuah Lagu Perjuangan

Wage Rudolf Supratman lahir pada 9 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Tengah. Sejak muda, ia dikenal memiliki kecintaan terhadap musik. Ia belajar memainkan biola dan mulai mengenal dunia musik yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Namun, bagi Supratman, musik bukan hanya tentang nada dan irama, musik menjadi cara untuk menyampaikan gagasan dan membangkitkan rasa kebangsaan.

Pada masa pergerakan nasional, ketika banyak pemuda mulai memperjuangkan kemerdekaan melalui organisasi dan pendidikan, Supratman memilih jalannya sendiri: menciptakan sebuah lagu yang mampu menyatukan perasaan rakyat Indonesia, dari situlah lahir lagu Indonesia Raya.

Lagu tersebut pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II di Batavia pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda, saat itu, lagu Indonesia Raya dimainkan dengan biola oleh W.R. Supratman.

Kalau kita membayangkan sejenak seperti dalam cerita, suasananya. Sebuah ruangan dipenuhi para pemuda yang memiliki satu cita-cita, yaitu melihat bangsa Indonesia berdiri sendiri. Di tengah suasana penuh semangat itu, alunan biola Supratman membawa pesan tentang persatuan dan harapan.

Lagu yang Tetap Hidup Hingga Kini

Perjuangan W.R. Supratman tidak berlangsung mudah. Lagu Indonesia Raya yang ia ciptakan sempat mendapat perhatian dari pemerintah kolonial Belanda karena dianggap membangkitkan semangat kebangsaan.

Namun, lagu itu terus hidup di tengah masyarakat, bertahun-tahun kemudian, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia. Hingga hari ini, lagu tersebut selalu berkumandang dalam berbagai momen penting, mulai dari upacara bendera, peringatan kemerdekaan, hingga acara kenegaraan.

Menariknya, kisah besar tentang perjuangan bangsa itu kembali muncul dari sebuah permainan sederhana anak-anak di bawah pohon sawit, tidak ada aula besar, tidak ada buku sejarah tebal, yang ada hanya sebuah pertanyaan cerdas cermat dan rasa ingin tahu anak-anak yang membawa kita kembali mengenang seorang pemuda bernama W.R. Supratman.

Sore itu, mungkin Inara hanya menjawab satu pertanyaan, namun dari satu jawaban itu, ada pelajaran besar yang kembali diingat, yaitu kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan dengan senjata, tetapi juga melalui karya, gagasan, dan semangat untuk menyatukan bangsa.

Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke – 81, kisah W.R. Supratman mengingatkan kita bahwa sebuah lagu sederhana dapat memiliki kekuatan luar biasa, sebuah lagu bisa menyimpan sejarah, sebuah lagu bisa membangkitkan semangat bahkan sebuah lagu bisa menjadi suara sebuah bangsa. (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan berbagai referensi sejarah mengenai W.R. Supratman dan perjalanan lagu Indonesia Raya. Disajikan dengan gaya literasi populer khas rubrik JEDA agar ringan dibaca, menghibur, sekaligus mengajak pembaca mengenang kembali nilai perjuangan para tokoh bangsa.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Daerah, Gubernur Minta Kabupaten Utamakan Kebutuhan Rakyat

    Bangun Daerah, Gubernur Minta Kabupaten Utamakan Kebutuhan Rakyat

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru minta Kabupaten dan Kota di Sumsel termasuk Ogan Komering Ulu untuk membuat program pembangunan yang kompetitif dan dapat membawa manfaat luas pada masyarakat. Program yang dibuat tersebut harus bersifat super prioritas dan bermanfaat bagi masyarakat serta ditargetkan dapat rampung akhir tahun ini, kata gubernur disela rapat bersama Bupati OKU […]

  • Gamelan, Saman hingga Rayuan Pulau Kelapa, Trio Mesra Penggoyang Diplomasi

    Gamelan, Saman hingga Rayuan Pulau Kelapa, Trio Mesra Penggoyang Diplomasi

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co,.id, – Kalau diplomasi itu seni menjaga hubungan, maka konser budaya adalah seni menyentuh hati lewat gerakan lemah gemulai dan nada-nada merdu. Dan pada Senin malam (14/04/2025) di Ciputra Artpreneur Jakarta, panggung diplomasi berubah jadi panggung hiburan yang bikin duta besar pun bisa goyang bahu. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yang biasanya sibuk mikirin […]

  • Ditemukan Nelayan Di Desa Lebung, Bupati Langsung Berikan Bantuan

    Ditemukan Nelayan Di Desa Lebung, Bupati Langsung Berikan Bantuan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.532
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin melalui Camat Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, Hasanul Hak, BPBD Kesabangpol Banyuasin, dan Dinas Sosial mengunjungi rumah duka, guna  memberikan bantuan peduli kasih kepada keluarga korban Rosmala, yang merupakan salah satu Warga Desa Penandingan, korban tenggelam akibat perahu yang ditumpanginya menabrak kapal Tongkang pukul 04: 00 WIB, Selasa [26/5/2020]. Menurut Camat Hasanul Hak, […]

  • bpn kota palembang

    Warga Sumsel Wajib Cek! Mulai Senin Besok, Girik dan Letter C Tak Lagi Jadi Bukti Sah Kepemilikan Tanah

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Bagi Anda pemilik lahan dengan dokumen lama seperti Girik, Petok D, atau Letter C, Senin (2/2/2026) besok menjadi tanggal yang sangat krusial. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021, berbagai dokumen tanah adat tersebut resmi dinyatakan tidak berlaku lagi sebagai alat bukti kepemilikan. Pemerintah memberikan tenggat waktu lima tahun sejak aturan tersebut terbit, […]

  • Terkait Evaluasi Soal Ini, Tim Auditor BPKP Prov.Sumsel Kunjungi Muba

    Terkait Evaluasi Soal Ini, Tim Auditor BPKP Prov.Sumsel Kunjungi Muba

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan mengunjungi Muba dalam rangka Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran APBD Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada Program Pengentasan Kemiskinan, Penurunan Stunting, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan Daya Saing Pariwisata, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Selasa (10/10/2023). […]

  • Sekda Palembang Ajak Milenial Manfaatkan Hak Pilih

    Sekda Palembang Ajak Milenial Manfaatkan Hak Pilih

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Sekda Kota Palembang Harobin Mustofa meminta para pemilih pemula dapat berperan aktif dalam memberikan hak suaranya pada pesta demokrasi pemilu 17 April mendatang. Hal ini disampaikan Harobin saat menghadiri acara penyuluhan pendidikan politik bagi pemilih pemula, di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Kamis (14/2/2019). “Para generasi milenial, pemilih pemula ini tidak […]

expand_less
WordPress Archive Themify Builder Slider Pro Themify Builder Slideshow Themify Builder Tiles Addon Themify Builder Timeline Addon Themify Builder Typewriter Addon Themify Builder WooCommerce Addon Themify Corporate WordPress Theme Themify Elegant WordPress Theme Themify Elemin WordPress Theme Themify Event WordPress Theme