Senin, 3 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya? Jawaban Anak-anak Ini Buka Kisah Perjuangan W.R. Supratman Jelang HUT RI ke-81

Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya? Jawaban Anak-anak Ini Buka Kisah Perjuangan W.R. Supratman Jelang HUT RI ke-81

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Menjelang sore akhir pekan lalu, bangku beton sederhana di bawah pohon sawit depan rumahku kembali menjadi tempat berkumpul anak-anak Perumahan Pesona Harapan RT 50 Tahap Satu, Kalidoni, Palembang.

Seperti biasanya, suara tawa mereka mulai terdengar ketika matahari perlahan turun ke ufuk barat. Ada yang membawa bola, ada yang berlari mengejar teman, dan ada pula yang duduk santai sambil bercerita tentang kegiatan sekolah.

Namun sore itu suasananya sedikit berbeda, pasalnya bukan hanya permainan biasa yang mereka lakukan. Diva datang membawa sebuah buku pengetahuan umum yang tampak sudah sering dibaca. Sampulnya mulai kusam, tetapi isinya masih menarik perhatian. “Ayo kita main cerdas cermat menyambut HUT RI,” kata Diva.

Usulan itu langsung disambut gembira, tidak ada panggung, tidak ada mikrofon dan tidak ada hadiah besar, karena cerdas cermat itu hanya sebuha permainan menjelang sore menunggi magrib. Namun dari sebuah buku itu, beberapa anak yang penuh rasa ingin tahu, dan semangat kecil untuk menguji pengetahuan mereka.

Pertanyaan demi pertanyaan mulai dibacakan.

“Ibu kota Indonesia?”

“Jakarta!” jawab salah seorang anak dengan cepat.

“Dasar negara Indonesia?”

“Pancasila!” sahut yang lain.

“Hari Kemerdekaan Indonesia diperingati setiap tanggal?”

“17 Agustus!” jawab mereka hampir bersamaan.

Suasana semakin ramai. Kadang jawaban mereka tepat, kadang juga membuat teman-temannya tertawa.

Hingga akhirnya Diva membuka halaman berikutnya.

“Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?”

Tiba-tiba suasana menjadi lebih tenang.

Beberapa anak saling berpandangan. Mereka mencoba mengingat pelajaran sejarah yang pernah diberikan guru di sekolah.

Tak lama kemudian, Inara mengangkat tangan.

“Wage Rudolf Supratman.”

“Betul!” seru teman-temannya.

Jawaban sederhana itu membuat saya yang duduk tidak jauh dari mereka ikut tersenyum.

Bagi sebagian orang, nama W.R. Supratman mungkin hanya dikenal sebagai nama yang tertulis di buku pelajaran. Namun di balik nama itu ada kisah seorang pemuda yang menggunakan musik sebagai cara membangkitkan semangat bangsa. Pertanyaan kecil dari permainan anak-anak itu membawa ingatan kita kembali ke masa ketika Indonesia masih berada dalam penjajahan.

Seorang Pemuda dan Sebuah Lagu Perjuangan

Wage Rudolf Supratman lahir pada 9 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Tengah. Sejak muda, ia dikenal memiliki kecintaan terhadap musik. Ia belajar memainkan biola dan mulai mengenal dunia musik yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Namun, bagi Supratman, musik bukan hanya tentang nada dan irama, musik menjadi cara untuk menyampaikan gagasan dan membangkitkan rasa kebangsaan.

Pada masa pergerakan nasional, ketika banyak pemuda mulai memperjuangkan kemerdekaan melalui organisasi dan pendidikan, Supratman memilih jalannya sendiri: menciptakan sebuah lagu yang mampu menyatukan perasaan rakyat Indonesia, dari situlah lahir lagu Indonesia Raya.

Lagu tersebut pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II di Batavia pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda, saat itu, lagu Indonesia Raya dimainkan dengan biola oleh W.R. Supratman.

Kalau kita membayangkan sejenak seperti dalam cerita, suasananya. Sebuah ruangan dipenuhi para pemuda yang memiliki satu cita-cita, yaitu melihat bangsa Indonesia berdiri sendiri. Di tengah suasana penuh semangat itu, alunan biola Supratman membawa pesan tentang persatuan dan harapan.

Lagu yang Tetap Hidup Hingga Kini

Perjuangan W.R. Supratman tidak berlangsung mudah. Lagu Indonesia Raya yang ia ciptakan sempat mendapat perhatian dari pemerintah kolonial Belanda karena dianggap membangkitkan semangat kebangsaan.

Namun, lagu itu terus hidup di tengah masyarakat, bertahun-tahun kemudian, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia. Hingga hari ini, lagu tersebut selalu berkumandang dalam berbagai momen penting, mulai dari upacara bendera, peringatan kemerdekaan, hingga acara kenegaraan.

Menariknya, kisah besar tentang perjuangan bangsa itu kembali muncul dari sebuah permainan sederhana anak-anak di bawah pohon sawit, tidak ada aula besar, tidak ada buku sejarah tebal, yang ada hanya sebuah pertanyaan cerdas cermat dan rasa ingin tahu anak-anak yang membawa kita kembali mengenang seorang pemuda bernama W.R. Supratman.

Sore itu, mungkin Inara hanya menjawab satu pertanyaan, namun dari satu jawaban itu, ada pelajaran besar yang kembali diingat, yaitu kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan dengan senjata, tetapi juga melalui karya, gagasan, dan semangat untuk menyatukan bangsa.

Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke – 81, kisah W.R. Supratman mengingatkan kita bahwa sebuah lagu sederhana dapat memiliki kekuatan luar biasa, sebuah lagu bisa menyimpan sejarah, sebuah lagu bisa membangkitkan semangat bahkan sebuah lagu bisa menjadi suara sebuah bangsa. (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan berbagai referensi sejarah mengenai W.R. Supratman dan perjalanan lagu Indonesia Raya. Disajikan dengan gaya literasi populer khas rubrik JEDA agar ringan dibaca, menghibur, sekaligus mengajak pembaca mengenang kembali nilai perjuangan para tokoh bangsa.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dodi- Aswari, Yakin Masyarakat Sumsel Sudah Pintar, Tolak Juga Kampanye Hitam

    Dodi- Aswari, Yakin Masyarakat Sumsel Sudah Pintar, Tolak Juga Kampanye Hitam

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Yang penting gimana dapat mengenalkan program-program yang sifatnya membangun untuk kepentingan masyarakat, secara pribadi saya menolak kampanye hitam,”

  • Gelar Pendidikan Calon Advokat, DPC Peradi Palembang Gandeng FH UMP

    Gelar Pendidikan Calon Advokat, DPC Peradi Palembang Gandeng FH UMP

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Palembang kembali menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokad (PKPA). Pelaksanaan PKPA angkatan XII – 2020 berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, kali ini DPC Peradi Palembang menyelenggarakan pendidikan bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMP). PKPA angkatan XII yang dibuka Dekan FH UMP Nur Husni Emilson, Sabtu (18/1) […]

  • Waspada !!, Positif COVID-19, Di Palembang Pasien Menular dengan Status OTG

    Waspada !!, Positif COVID-19, Di Palembang Pasien Menular dengan Status OTG

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.597
    • 0Komentar

    Plt Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr Ayus Astoni, mengatakan dari data terbaru sejumlah pasien baru di Palembang hampir keseluruhan menular dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). “Data masih kita kumpulkan secara keseluruhan, karena kemungkinan besar pasien berada di tempat sama dan mereka adalah pasien yang penularannya terjadi antar anggota keluarga dan tinggal di satu rumah,” […]

  • Program Pesawat Pra-Milik Bersertifikat Bombardier Terus Berkembang, Tampilkan Pesawat Pristine Challenger 605 di EBACE 2023

    Program Pesawat Pra-Milik Bersertifikat Bombardier Terus Berkembang, Tampilkan Pesawat Pristine Challenger 605 di EBACE 2023

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.729
    • 0Komentar

      JENEWA, (GLOBE NEWSWIRE)- Bombardier hari ini mempersembahkan untuk pertama kalinya program pesawat Pra-Milik Bersertifikat (CPO) turn-key dengan menampilkan pesawat Challenger 605 murni di European Business Aviation Convention & Exhibition (EBACE) . Diluncurkan pada pertengahan 2021, Bombardier adalah OEM pertama yang memperkenalkan penawaran perbaikan dan peningkatan untuk jet bisnis – kelas premium pesawat Learjet, Challenger, […]

  • Atlet Muda Muba Borong Juara Lagi di Tenis Meja Sumeks Open II

    Atlet Muda Muba Borong Juara Lagi di Tenis Meja Sumeks Open II

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wibowo SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA- Atlet Muda Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] memborong juara kembali di ajang turnamen Tenis Meja Sumeks Open II di Palembang 29-30 September 2018 lalu. Adapun juara tersebut diraih Muba untuk kategori kelompok U-18 putra, yakni diraih Avicena Minang (juara I), kategori putri Dewi Puspita Rahayu (juara I), Ria Nurvita Sari […]

  • Medco Bikin Panca Lomba TOGA di Muba, Apa Itu ?

    Medco Bikin Panca Lomba TOGA di Muba, Apa Itu ?

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    Saat ini telah berkembang menjadi tujuh kelompok yang berada di Desa Lumpatan I dan II.

expand_less
WordPress Archive Themify Builder Slider Pro Themify Builder Slideshow Themify Builder Tiles Addon Themify Builder Timeline Addon Themify Builder Typewriter Addon Themify Builder WooCommerce Addon Themify Corporate WordPress Theme Themify Elegant WordPress Theme Themify Elemin WordPress Theme Themify Event WordPress Theme