Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Sulap Limbah Masker Medis Jadi Bahan Organik

Sulap Limbah Masker Medis Jadi Bahan Organik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 4.516
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABAR gembira datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mampu mengembangkan tempat sampah ramah lingkungan yang mampu mengolah limbah masker medis menjadi bahan organik.

Ya, sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, persoalan limbah medis menjadi pekerjaan rumah tambahan untuk menguraikannya. Volume limbah medis melonjak luar biasa ketika masyarakat memakainya untuk perawatan maupun sebagai pencegahan penularan virus corona.

Kondisi meningkatnya limbah medis ini, mendorong para mahasiswa UGM tersebut menciptakan tempat sampah ramah lingkungan. Piranti ini, menurut mereka, dari hasil uji coba dapat menguraikan bahan-bahan polutif yang sulit diurai dari limbah medis.

“Proses pengolahan sampah masker medis ini menggunakan cara yang paling ramah lingkungan karena tidak meninggalkan bahan yang sulit terurai di lingkungan,” kata Ketua Tim Pengembang Muhammad Ardillah Rusydan di Yogyakarta, belum lama ini.

Tempat sampah ramah lingkungan tersebut dikembangkan Ardillah bersama Gizela Aulia Agustin (Biologi), Isthafaina Dea Fairuz (Gizi Kesehatan), dan Asyifa Rizki Daffa (Teknik Nuklir 2020) lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM.

Tempat sampah ramah lingkungan itu dibuat dengan menambahkan agen biodegradasi berupa mikroba Pseudomonas aeruginosa. Sebagai ilustrasi, limbah masker akan diurai oleh mikroba dalam waktu sekitar 10-14 hari.

Kendati proses degradasi memakan waktu yang lama, tetapi dengan pengembangan alat melalui penambahan sejumlah proses dapat mempercepat proses degradasi. “Proses pemanasan dan penambahan nutrient serta penambahan jenis mikroba akan dapat mempercepat proses degradasi dari sampah masker medis,” kata Ardillah, mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini.

Tempat sampah itu juga dilengkapi dengan shredder di bagian atas yang berfungsi mencacah masker medis menjadi cacahan kecil. Pada bagian bawah shredder terdapat sensor ultrasonik yang telah disambungkan dengan mikrokontroler dan sprayer.

Dengan begitu, saat cacahan masker jatuh melewati sensor tersebut maka secara otomatis sprayer yang telah terisi dengan larutan bakteri akan menyemprotkan larutan tersebut ke arah cacahan masker medis. Di bagian dasar tempat sampah didesain sedemikian rupa agar cacahan masker yang telah terdegradasi oleh mikroba akan masuk ke tabung penampungan.

Teknologi Pengolah Limbah

Kontribusi dari mahasiswa kampus itu merupakan salah satu dari upaya bersama mengatasi persoalan masalah limbah medis jika tidak diatasi segera akan memicu “bencana baru”, bisa berupa kasus infeksi menular lainnya. Limbah medis sudah dinyatakan masuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tri Laksana Handoko menyebutkan, sudah ada beberapa teknologi pengolah limbah ramah lingkungan yang sudah terbukti untuk mengatasi limbah B3, khususnya limbah medis berskala kecil dan mobile. Seperti teknologi pengolahan limbah cair dengan plasma nano-bubble, limbah padat dengan plasma, dan pengolahan limbah plastik medis menggunakan teknologi pelletizing dan rekristalisasi.

Sementara itu untuk pengolahan limbah jarum suntik, menggunakan mesin daur ulang APJS GLP Destromed 01 Needle Destroyer yang sudah memiliki paten dan izin edar. Menurut Handoko, teknologi tersebut cocok untuk menjangkau daerah-daerah yang penduduknya relatif sedikit dengan skala limbah tidak banyak dibandingkan dengan membangun insinerator yang besar dengan harga mahal dan terkendala dengan pengumpulan limbah yang terpusat.

Selain mampu meningkatkan kapasitas pengolahan limbah medis, teknologi daur ulang limbah medis karya anak bangsa itu juga berpotensi memunculkan nilai tambah dan ekonomi baru dalam rangka meningkatkan kepatuhan fasilitas kesehatan, karena ada insentif finansial dari sisi bisnis yang dapat mengurangi biaya pengolahan limbah.

Dalam suatu kesempatan, Menkominfo Johnny G Plate memaparkan, jumlah limbah medis meningkat hingga 30% per hari selama pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, rata-rata limbah medis mencapai 400 ton per hari. Kini, rata-rata limbah medis meningkat menjadi 520 ton per hari.

“Dari total limbah medis yang ada saat ini, masker menjadi penyumbang yang paling besar. Kita tahu masker digunakan secara umum baik di lingkungan penanganan Covid-19 ataupun tidak. Setidaknya, 16% limbah medis saat ini berasal dari masker,” ujar Menteri Johnny.

Oleh karena itu, Menkominfo memastikan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi hal itu, salah satunya dengan membangun insinerator di berbagai daerah. Pembangunan insinerator yang diinisiasi sejak tahun lalu itu telah berkontribusi dalam pemusnahan 150 ton limbah medis per hari.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberi relaksasi kebijakan terutama untuk fasyankes yang belum memiliki izin operasi pengelolaan limbah medis. Pemerintah memberikan dispensasi operasi dengan syarat insinerator suhu 800 derajat celcius dan memberikan supervisi atas pengelolaan insinerator tersebut.

Satu hal, Kementerian Kesehatan selalu mengingatkan masker bekas sekali pakai harus didesinfeksi sebelum dibuang dengan disinfektan atau klorin. Lantas masker bekas tersebut digunting agar tidak bisa dipakai ulang.

Kumpulkan masker bekas yang sudah didesinfeksi ke dalam plastik, bungkus rapat dengan simpul mati. Pisahkan sampah masker dengan sampah rumah tangga. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah membuang masker.

Dengan mengikuti kiat tersebut, setidaknya Anda turut berpartisipasi untuk mencegah sampah alat-alat pelindung kesehatan agar tidak menjadi petaka.[***]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan 3 Menteri & Ketua KPK untuk PJ Bupat Muba

    Pesan 3 Menteri & Ketua KPK untuk PJ Bupat Muba

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 654
    • 0Komentar

    PEJABAT (Pj) Bupati Musi Banyuasin (Muba) Drs Apriyadi MSi diundang secara langsung menghadiri  Rapat Koordinasi Penjabat Kepala Daerah serta Pengarahan dan Pembekalan Dalam Rangka Konsolidasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di Daerah serta Menguatkan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Jakarta, Kamis (16/6/2022). Dalam kesempatan itu, […]

  • Mantap, OKI Bentuk Balakar Untuk Pantau Desa, Apa Itu ?

    Mantap, OKI Bentuk Balakar Untuk Pantau Desa, Apa Itu ?

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    MENEKAN bencana kebakaran khususnya di pemukiman warga, Pemkab Ogan Komering Ilir [OKI] melalui Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran membentuk Barisan Relawan Kebakaran (Balakar). Relawan tersebut nantinya ada di setiap desa dan siap setiap saat apabila diperlukan. Kepala Satpol PP dan Damkar OKI, Alexander Bustomi mengatakan, langkah tersebut sebagai upaya mitigasi bencana kebakaran. “Mengingat wilayah […]

  • HMI: Di Tengah Covid 19, Kok Sibuk Pemindahan Kantor Gubernur

    HMI: Di Tengah Covid 19, Kok Sibuk Pemindahan Kantor Gubernur

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.354
    • 0Komentar

    HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) Kordinator Komisariat (Korkom) UIN Raden Fatah Palembang menyampaikan rapor merah dua tahun kepemimpinan Herman Deru-Mawawardi Yahya (HY). Salah satunya, sikap Pemprov Sumsel yang dinilai kurang tepat. Karena di tengah pandemic Covid -19, pemerintah Sumsel sibuk dengan perpindahan kantor gubernur. “ Ini sepertinya sangat tidak subtansial di tengah pengangguran, kemiskinan , dan […]

  • Uji Coba LRT Palembang Selesai, Juli Siap Beroperasi

    Uji Coba LRT Palembang Selesai, Juli Siap Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 24 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Serangkaian uji coba kereta ringan (light rail transit/LRT) di Palembang Sumatera Selatan sudah selasai, dipastikan kereta ringan siap dioperasikan guna mendukung sarana transportasi Asian Games Agustus mendatang. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, mengutip Antara, mengatakan Kemenhub memastikan tingkat keamanan dan keselamatan dalam pengoperasiannya nanti. “Terkait hal […]

  • Jadi Juwara di Liga 3, MU Siap Tampil di Laga 2 Musim Depan

    Jadi Juwara di Liga 3, MU Siap Tampil di Laga 2 Musim Depan

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    MUBA United (MU) berhasil menjuarai kompetisi liga 3 Asprov PSSI Sumsel. Selanjutnya, Laskar Ranggonang bersiap untuk tampil di zona regional dan nasional merebut tiket berlaga di Liga 2 musim depan. Seperti yang disampaikan Ketua Umum MU, Dodi Reza Alex Noerdin usai menerima piala liga 3, Kamis (31/10/2019) di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. “Kami akan perkuat amunisi […]

  • Kunker Dapil II, Ini Janji Legislator Gerindra OKI untuk 3 Warga di Kecamatan

    Kunker Dapil II, Ini Janji Legislator Gerindra OKI untuk 3 Warga di Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, OKI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatra Selatan (Sumsel) gelar Program Kunjungan Kerja (Kunker) dalam rangka Reses II Masa Sidang II Tahun Sidang 2022-2023, Mulai dari tanggal 24 February Sampai Tanggal 1 Maret 2023. Dalam Menampung Aspirasi Masyarakat selaku Anggota DPRD terpilih dari Dapil Masing Masing.”Anggota Dewan Perwakilan […]

expand_less
WordPress Archive Pzyche – Psychology & Counseling Elementor Template Kit Qahira - Umrah & Hajj Tour Travel Elementor Template Kit Qalam – NewsPaper and Magazine WordPress Theme Qamico – Indie Games Studio WordPress Theme Qaween – Wedding WordPress Theme Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder