Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Sulap Limbah Masker Medis Jadi Bahan Organik

Sulap Limbah Masker Medis Jadi Bahan Organik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 4.506
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABAR gembira datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mampu mengembangkan tempat sampah ramah lingkungan yang mampu mengolah limbah masker medis menjadi bahan organik.

Ya, sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, persoalan limbah medis menjadi pekerjaan rumah tambahan untuk menguraikannya. Volume limbah medis melonjak luar biasa ketika masyarakat memakainya untuk perawatan maupun sebagai pencegahan penularan virus corona.

Kondisi meningkatnya limbah medis ini, mendorong para mahasiswa UGM tersebut menciptakan tempat sampah ramah lingkungan. Piranti ini, menurut mereka, dari hasil uji coba dapat menguraikan bahan-bahan polutif yang sulit diurai dari limbah medis.

“Proses pengolahan sampah masker medis ini menggunakan cara yang paling ramah lingkungan karena tidak meninggalkan bahan yang sulit terurai di lingkungan,” kata Ketua Tim Pengembang Muhammad Ardillah Rusydan di Yogyakarta, belum lama ini.

Tempat sampah ramah lingkungan tersebut dikembangkan Ardillah bersama Gizela Aulia Agustin (Biologi), Isthafaina Dea Fairuz (Gizi Kesehatan), dan Asyifa Rizki Daffa (Teknik Nuklir 2020) lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM.

Tempat sampah ramah lingkungan itu dibuat dengan menambahkan agen biodegradasi berupa mikroba Pseudomonas aeruginosa. Sebagai ilustrasi, limbah masker akan diurai oleh mikroba dalam waktu sekitar 10-14 hari.

Kendati proses degradasi memakan waktu yang lama, tetapi dengan pengembangan alat melalui penambahan sejumlah proses dapat mempercepat proses degradasi. “Proses pemanasan dan penambahan nutrient serta penambahan jenis mikroba akan dapat mempercepat proses degradasi dari sampah masker medis,” kata Ardillah, mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini.

Tempat sampah itu juga dilengkapi dengan shredder di bagian atas yang berfungsi mencacah masker medis menjadi cacahan kecil. Pada bagian bawah shredder terdapat sensor ultrasonik yang telah disambungkan dengan mikrokontroler dan sprayer.

Dengan begitu, saat cacahan masker jatuh melewati sensor tersebut maka secara otomatis sprayer yang telah terisi dengan larutan bakteri akan menyemprotkan larutan tersebut ke arah cacahan masker medis. Di bagian dasar tempat sampah didesain sedemikian rupa agar cacahan masker yang telah terdegradasi oleh mikroba akan masuk ke tabung penampungan.

Teknologi Pengolah Limbah

Kontribusi dari mahasiswa kampus itu merupakan salah satu dari upaya bersama mengatasi persoalan masalah limbah medis jika tidak diatasi segera akan memicu “bencana baru”, bisa berupa kasus infeksi menular lainnya. Limbah medis sudah dinyatakan masuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tri Laksana Handoko menyebutkan, sudah ada beberapa teknologi pengolah limbah ramah lingkungan yang sudah terbukti untuk mengatasi limbah B3, khususnya limbah medis berskala kecil dan mobile. Seperti teknologi pengolahan limbah cair dengan plasma nano-bubble, limbah padat dengan plasma, dan pengolahan limbah plastik medis menggunakan teknologi pelletizing dan rekristalisasi.

Sementara itu untuk pengolahan limbah jarum suntik, menggunakan mesin daur ulang APJS GLP Destromed 01 Needle Destroyer yang sudah memiliki paten dan izin edar. Menurut Handoko, teknologi tersebut cocok untuk menjangkau daerah-daerah yang penduduknya relatif sedikit dengan skala limbah tidak banyak dibandingkan dengan membangun insinerator yang besar dengan harga mahal dan terkendala dengan pengumpulan limbah yang terpusat.

Selain mampu meningkatkan kapasitas pengolahan limbah medis, teknologi daur ulang limbah medis karya anak bangsa itu juga berpotensi memunculkan nilai tambah dan ekonomi baru dalam rangka meningkatkan kepatuhan fasilitas kesehatan, karena ada insentif finansial dari sisi bisnis yang dapat mengurangi biaya pengolahan limbah.

Dalam suatu kesempatan, Menkominfo Johnny G Plate memaparkan, jumlah limbah medis meningkat hingga 30% per hari selama pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, rata-rata limbah medis mencapai 400 ton per hari. Kini, rata-rata limbah medis meningkat menjadi 520 ton per hari.

“Dari total limbah medis yang ada saat ini, masker menjadi penyumbang yang paling besar. Kita tahu masker digunakan secara umum baik di lingkungan penanganan Covid-19 ataupun tidak. Setidaknya, 16% limbah medis saat ini berasal dari masker,” ujar Menteri Johnny.

Oleh karena itu, Menkominfo memastikan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi hal itu, salah satunya dengan membangun insinerator di berbagai daerah. Pembangunan insinerator yang diinisiasi sejak tahun lalu itu telah berkontribusi dalam pemusnahan 150 ton limbah medis per hari.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberi relaksasi kebijakan terutama untuk fasyankes yang belum memiliki izin operasi pengelolaan limbah medis. Pemerintah memberikan dispensasi operasi dengan syarat insinerator suhu 800 derajat celcius dan memberikan supervisi atas pengelolaan insinerator tersebut.

Satu hal, Kementerian Kesehatan selalu mengingatkan masker bekas sekali pakai harus didesinfeksi sebelum dibuang dengan disinfektan atau klorin. Lantas masker bekas tersebut digunting agar tidak bisa dipakai ulang.

Kumpulkan masker bekas yang sudah didesinfeksi ke dalam plastik, bungkus rapat dengan simpul mati. Pisahkan sampah masker dengan sampah rumah tangga. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah membuang masker.

Dengan mengikuti kiat tersebut, setidaknya Anda turut berpartisipasi untuk mencegah sampah alat-alat pelindung kesehatan agar tidak menjadi petaka.[***]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pjs Walikota Palembang : Pendapatan Kota Palembang Meningkat Jelang Asian Games

    Pjs Walikota Palembang : Pendapatan Kota Palembang Meningkat Jelang Asian Games

    • calendar_month Selasa, 3 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – PJS Walikota Palembang, H. Akhmad Najib mengatakan, hadir mengikuti sosialisasi Asian Games kali ini sebanyak 1500 orang masyarakat dari 6 kecamatan di Kota Palembang, hadir juga 37 Lurah dari masing masing kecamatan. Menurutnya, kedatangan masyarakat tersebut sebagai tindak lanjut dari keinginan masyarakat sendiri untuk bersilaturahmi dan menerima arahan langsung dari Gubernur Sumsel […]

  • Asa OKI di Proprov Sumsel XIII

    Asa OKI di Proprov Sumsel XIII

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel mendukung habis-habisan para atlet yang berlaga di ajang Porprov XIII OKU Raya mulai dari pembinaan, pelatihan, persiapan hingga pendampingan kepada cabor yang berjuang mengharumkan nama Ogan Komering Ilir di ajang bergengsi Porprov OKU Raya. . “Event seperti Porprov ini mesti mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Tidak hanya […]

  • “Paket Komplit! Kluivert Ramu Strategi, Cruyff Kasih Jurus, Garuda Tinggal Gaspol!, Siap Main Kelas Dunia

    “Paket Komplit! Kluivert Ramu Strategi, Cruyff Kasih Jurus, Garuda Tinggal Gaspol!, Siap Main Kelas Dunia

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.795
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-Ada yang baru di langit sepak bola Indonesia! Patrick Kluivert dan Jordi Cruyff resmi mendarat di Jakarta, Minggu (9/3/2025), menandai babak baru dalam perjalanan Timnas Garuda. Duo legenda sepak bola ini disambut hangat oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang terlihat sumringah seperti anak kecil baru dapat jersey tim favoritnya. Kluivert dan Cruyff tiba di […]

  • Walikota Apresiasi Kinerja Baznas, Ini Karena Jumlah Zakat Meningkat

    Walikota Apresiasi Kinerja Baznas, Ini Karena Jumlah Zakat Meningkat

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    KESADARAN warga Kota Palembang membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang, terus meningkat. Buktinya, nominal zakat yang dihimpun Baznas terus bertambah. “Grafiknya terus meningkat. Alhamdulillah. Mulai dari Rp100 juta per bulan, sekarang sudah Rp400 juta tiap bulan,” kata Wali Kota Palembang H Harnojoyo, di acara penyerahan hasil audit Baznas Kota Palembang Tahun […]

  • Lima Komisi DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel 2017

    Lima Komisi DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel 2017

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Gubernur Sumsel Alex Noerdin, menghadiri Rapat Paripurna XLVI DPRD Prov. Sumsel dengan Agenda, Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Komisi-Komisi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2017, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (26/7/2018). Dalam agenda rapat itu diketahui Lima komisi menyatakan sepakat dan menyetujui atas Laporan Hasil […]

  • Ini Harapan Gubernur Sumsel kepada PT Pusri

    Ini Harapan Gubernur Sumsel kepada PT Pusri

    • calendar_month Selasa, 22 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.580
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Meski sudah berstatus holding, Gubernur Sumsel H.Herman Deru meminta PT.Pupuk Sriwijaya (Pusri) tetap menjadi perusahaan pupuk yang membanggakan masyarakat Sumsel. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi jajaran Direksi PT.Pusri di ruang tamu Gubernur, Selasa (22/1/2019) siang. Diceritakannya dulu sebelum holding, semua orang bangga jika bekerja bahkan tinggal di sekitar pabrik Pusri. Namun […]

expand_less
WordPress Archive Pzyche – Psychology & Counseling Elementor Template Kit Qahira - Umrah & Hajj Tour Travel Elementor Template Kit Qalam – NewsPaper and Magazine WordPress Theme Qamico – Indie Games Studio WordPress Theme Qaween – Wedding WordPress Theme Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder