Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Kulit Ikan Jadi Kolagen Mahal, Inovasi KKP Ubah Limbah Jadi Ladang Cuan

Kulit Ikan Jadi Kolagen Mahal, Inovasi KKP Ubah Limbah Jadi Ladang Cuan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 1.406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada lomba barang paling sering diremehkan di dapur Indonesia”, kulit ikan pasti dapat juara satu. Juara dua mungkin tutup botol Aqua yang entah kenapa disimpan emak-emak di toples, juara tiga karet gelang bekas ikat sayur yang sudah menghitam. Bedanya, kalau tutup botol dan karet gelang nasibnya cuma jadi pajangan di laci dapur, kulit ikan ternyata punya jalan hidup yang lebih mulia naik kasta jadi kolagen mahal.

Bayangkan, hari ini dia cuma teronggok di talenan, bau amis, basah, dan siap dilempar ke ember sampah. Eh, besok dia bisa mejeng di rak kosmetik kelas atas dengan harga ratusan ribu per botol. Dari “bau amis” jadi “bau duit”. Ini kayak kisah Cinderella versi laut bedanya, pangerannya bukan manusia, tapi teknologi.

Kalau ada pepatah “jangan buang kulit pisang sembarangan, nanti orang jatuh,” maka inovasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini rasanya mau bikin pepatah baru “jangan buang kulit ikan sembarangan, nanti rezeki yang jatuh”.

Ya, selama ini kulit ikan di dapur kampung cuma punya dua nasib dibuang ke tong sampah atau jadi rebutan kucing kampung. Padahal, di tangan Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan Perikanan (BBP3KP) KKP, kulit ikan itu bisa menjelma jadi kolagen mahal yang dicari-cari dunia kecantikan dan kesehatan.

Rahmadi Sunoko, Kepala BBP3KP, bercerita kalau ide ini lahir dari kebiasaan orang Indonesia yang terlalu fokus sama dagingnya, tapi lupa sama kulit dan tulang ikan. Padahal, “di dunia ini, yang dianggap remeh seringkali menyimpan emas”.

Kulit ikan itu baju lusuhnya, kalau dibersihkan, diolah, dan diekstrak, jadilah kolagen murni yang nilainya bisa berkali-kali lipat dari harga ikannya sendiri. Ikan yang tadinya cuma Rp30 ribu sekilo, kulitnya bisa berubah jadi bahan baku kosmetik kelas sultan.

Untuk mengenalkan inovasi ini ke masyarakat, BBP3KP tidak cuma duduk di kantor menunggu tamu. Mereka punya Mobil Alih Teknologi dan Informasi (ATI)  semacam “food truck” tapi isinya bukan kopi latte atau burger, melainkan resep-resep inovatif berbahan ikan dan rumput laut.

Mobil ATI ini keliling kampung, masuk ke desa-desa, mampir ke sekolah, dan nongol di acara PKK. Ada yang diajari bikin abon ikan lembaran, mie kristal rumput laut, sampai cookies ikan. Bahkan di Leuwikaret, Bogor, mereka berkolaborasi sama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Arrahmaniyah. Jadi, kalau dulu mahasiswa KKN identik bikin gapura atau pos ronda, sekarang mereka jadi duta kuliner laut modern.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah, bilang kalau inovasi ini juga punya misi mulia menghapus stigma negatif makan ikan. Katanya, masih banyak yang takut makan ikan karena bau amis, alergi, atau takut durinya.

Nah, produk-produk turunan ini memecahkan masalah itu. Mau makan ikan tanpa duri? Bisa. Mau makan ikan tapi rasanya manis seperti cookies? Bisa, bahkan kalau mau makan ikan tapi wajah tetap glowing, ya tinggal konsumsi kolagen dari kulit ikan.

Kalau ibu-ibu PKK di kampung bisa bikin olahan kolagen dari kulit ikan, ini bukan cuma usaha sampingan, tapi bisa jadi bisnis turun-temurun, seperti pepatah, “Jangan wariskan anakmu rumah saja, wariskan juga cara mencari rezeki”

Produk hilirisasi ini bisa masuk pasar oleh-oleh, toko herbal, bahkan ekspor, kita pernah lihat rumput laut dari Indonesia diproses di luar negeri lalu balik lagi jadi kosmetik dengan harga selangit. Nah, sekarang kita bisa bikin sendiri.

Menurut data Grand View Research (2023), pasar kolagen global nilainya mencapai USD 9,1 miliar dan terus tumbuh. Di sektor kosmetik, kolagen dipuja-puja seperti dewa awet muda. Sementara albumin punya pasar medis yang luas, dari pemulihan pasien operasi sampai terapi gizi.

Artinya, Indonesia dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia punya modal melimpah untuk merajai pasar ini. Tinggal bagaimana inovasi seperti ini masuk ke industri dan UMKM, bukan berhenti di rak laboratorium.

Nelayan tua di pesisir Pati pernah bilang pada saya, “Laut itu seperti ibu. Kalau kita ambil dengan hormat, dia akan memberi lebih dari yang kita minta”. Inovasi ini buktinya, dari seekor ikan, kita bisa dapat daging, kulit, tulang, bahkan inspirasi bisnis.

Jadi leader

Oleh sebab itu, jangan buru-buru membuang apa yang terlihat sepele, dunia ini sering kali membayar mahal untuk hal yang dulu dianggap remeh.

Inovasi KKP ini bisa membuat Indonesia jadi leader di pasar kolagen laut kalau konsisten. Tapi, seperti nelayan yang harus sabar menunggu ikan naik ke jaring, hilirisasi butuh waktu, kerja keras, dan kerjasama semua pihak.

Inovasi kolagen dan albumin dari kulit serta tulang ikan adalah contoh nyata  limbah bukan akhir cerita, tapi awal dari rezeki baru, dengan teknologi, edukasi lewat Mobil ATI, dan dukungan masyarakat, ini bisa jadi komoditas unggulan yang mendongkrak ekonomi nelayan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Kalau kata pepatah modern “Di tangan kreatif, kulit ikan pun bisa jadi kulit sultan,” dan kalau ini berhasil, bukan mustahil anak-anak muda desa nanti bisa bilang, “Kerjaanku? Ekspor kolagen, bos!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Gandeng PT.KBM Pasang Videotron

    Pemkab Muba Gandeng PT.KBM Pasang Videotron

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Paparan PT. Karya Baru Manunggal tentang Rencana Kerjasama Lemasangan Videotron di Wilayah Kabupaten Muba, di Ruang Rapat Randik, Senin (20/5/2019). Rapat dipimpin Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi, dihadiri Plt Kepala Dinas Komisi dan Informatika Kabupaten Muba Dicky Meiriando, […]

  • Bangkitkan Sektor Wisata, Ajang World Superbike Memacu Pemulihan Ekonomi

    Bangkitkan Sektor Wisata, Ajang World Superbike Memacu Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.586
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, memastikan Indonesia siap menggelar ajang balap motor produksi masal dunia (World Superbike), di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menkominfo Johnny meyakini bahwa World Superbike akan memacu pemulihan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat pada khususnya dan di […]

  • Tenaga Kerja Lokal, Bukan Lokal-lokalan

    Tenaga Kerja Lokal, Bukan Lokal-lokalan

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN besar udah mangkal di Muba, tapi karyawan dari luar daerah terus yang direkrut, warga lokal cuma kebagian senyum dari balik pagar. Lho, ini tenaga kerja lokal atau hanya lokal di KTP doang? DPRD dan Pemkab pun turun tangan kayak emak-emak ngamuk, karena anaknya diselingkuhin perusahaan. Oleh sebab itu, kalau bisa kerja itu di kampung […]

  • COVID-19 Muba: 1 Terkonfirmasi Positif, total saat ini dirawat 3 orang kasus terkonfirmasi 

    COVID-19 Muba: 1 Terkonfirmasi Positif, total saat ini dirawat 3 orang kasus terkonfirmasi 

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Musi Banyuasin, Rabu (19/8/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus terkonfirmasi positif, dengan demikian total kasus terkonfirmasi di Muba tercatat sampai hari ini  ada 76 kasus dan update hari pasien yang terkonfirmasi positif total masih  dirawat di RS 3 pasien. “Penambahan 1 kasus yakni kasus 76 yang berasal dari Desa Lais Kecamatan Lais […]

  • 290 Cakades di OKI Jalani Psikotes

    290 Cakades di OKI Jalani Psikotes

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    TAHAPAN pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah memasuki tahapan pemeriksaan narkoba dan Jasmani Rohani yang diikuti 102 Desa di Gedung Olahraga Biduk Kajang Kayuagung, kemarin. Dari 320 orang, tercatat hanya 290 cakades mengikuti pemeriksaan rohani (psikotes) yang melibatkan RSUD Kayuagung dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Sumsel. Sedangkan 30 orang […]

  • Peringati Halun, Ini Pesan Meskes untuk Lansia

    Peringati Halun, Ini Pesan Meskes untuk Lansia

    • calendar_month Rabu, 9 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    Untuk menciptakan lansia yang produktif inilah Menkes mengimbau agar keluarga dapat memanfaatkan perannya mengarahkan lansia menjadi sosok yang mandiri.

expand_less
WordPress Archive Touch N Swipe Gallery jQuery Plugin Touch Timeline TouchUp – Cosmetic and Plastic Surgery WordPress Theme Touchy – WordPress Mobile Menu Plugin Tour Booking – Tour Adventure WordPress Theme – Entrada Tour Booking Travel | EXPLOORE Travel Tour Guide Builder for WordPress– Zero-Code Onboarding and Walkthroughs Tour Package – WordPress Travel/Tour Theme Tour Packer – Agency WordPress Theme Tourimo – Tour Booking WordPress Theme