Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Kulit Ikan Jadi Kolagen Mahal, Inovasi KKP Ubah Limbah Jadi Ladang Cuan

Kulit Ikan Jadi Kolagen Mahal, Inovasi KKP Ubah Limbah Jadi Ladang Cuan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 1.395
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada lomba barang paling sering diremehkan di dapur Indonesia”, kulit ikan pasti dapat juara satu. Juara dua mungkin tutup botol Aqua yang entah kenapa disimpan emak-emak di toples, juara tiga karet gelang bekas ikat sayur yang sudah menghitam. Bedanya, kalau tutup botol dan karet gelang nasibnya cuma jadi pajangan di laci dapur, kulit ikan ternyata punya jalan hidup yang lebih mulia naik kasta jadi kolagen mahal.

Bayangkan, hari ini dia cuma teronggok di talenan, bau amis, basah, dan siap dilempar ke ember sampah. Eh, besok dia bisa mejeng di rak kosmetik kelas atas dengan harga ratusan ribu per botol. Dari “bau amis” jadi “bau duit”. Ini kayak kisah Cinderella versi laut bedanya, pangerannya bukan manusia, tapi teknologi.

Kalau ada pepatah “jangan buang kulit pisang sembarangan, nanti orang jatuh,” maka inovasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini rasanya mau bikin pepatah baru “jangan buang kulit ikan sembarangan, nanti rezeki yang jatuh”.

Ya, selama ini kulit ikan di dapur kampung cuma punya dua nasib dibuang ke tong sampah atau jadi rebutan kucing kampung. Padahal, di tangan Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan Perikanan (BBP3KP) KKP, kulit ikan itu bisa menjelma jadi kolagen mahal yang dicari-cari dunia kecantikan dan kesehatan.

Rahmadi Sunoko, Kepala BBP3KP, bercerita kalau ide ini lahir dari kebiasaan orang Indonesia yang terlalu fokus sama dagingnya, tapi lupa sama kulit dan tulang ikan. Padahal, “di dunia ini, yang dianggap remeh seringkali menyimpan emas”.

Kulit ikan itu baju lusuhnya, kalau dibersihkan, diolah, dan diekstrak, jadilah kolagen murni yang nilainya bisa berkali-kali lipat dari harga ikannya sendiri. Ikan yang tadinya cuma Rp30 ribu sekilo, kulitnya bisa berubah jadi bahan baku kosmetik kelas sultan.

Untuk mengenalkan inovasi ini ke masyarakat, BBP3KP tidak cuma duduk di kantor menunggu tamu. Mereka punya Mobil Alih Teknologi dan Informasi (ATI)  semacam “food truck” tapi isinya bukan kopi latte atau burger, melainkan resep-resep inovatif berbahan ikan dan rumput laut.

Mobil ATI ini keliling kampung, masuk ke desa-desa, mampir ke sekolah, dan nongol di acara PKK. Ada yang diajari bikin abon ikan lembaran, mie kristal rumput laut, sampai cookies ikan. Bahkan di Leuwikaret, Bogor, mereka berkolaborasi sama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Arrahmaniyah. Jadi, kalau dulu mahasiswa KKN identik bikin gapura atau pos ronda, sekarang mereka jadi duta kuliner laut modern.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah, bilang kalau inovasi ini juga punya misi mulia menghapus stigma negatif makan ikan. Katanya, masih banyak yang takut makan ikan karena bau amis, alergi, atau takut durinya.

Nah, produk-produk turunan ini memecahkan masalah itu. Mau makan ikan tanpa duri? Bisa. Mau makan ikan tapi rasanya manis seperti cookies? Bisa, bahkan kalau mau makan ikan tapi wajah tetap glowing, ya tinggal konsumsi kolagen dari kulit ikan.

Kalau ibu-ibu PKK di kampung bisa bikin olahan kolagen dari kulit ikan, ini bukan cuma usaha sampingan, tapi bisa jadi bisnis turun-temurun, seperti pepatah, “Jangan wariskan anakmu rumah saja, wariskan juga cara mencari rezeki”

Produk hilirisasi ini bisa masuk pasar oleh-oleh, toko herbal, bahkan ekspor, kita pernah lihat rumput laut dari Indonesia diproses di luar negeri lalu balik lagi jadi kosmetik dengan harga selangit. Nah, sekarang kita bisa bikin sendiri.

Menurut data Grand View Research (2023), pasar kolagen global nilainya mencapai USD 9,1 miliar dan terus tumbuh. Di sektor kosmetik, kolagen dipuja-puja seperti dewa awet muda. Sementara albumin punya pasar medis yang luas, dari pemulihan pasien operasi sampai terapi gizi.

Artinya, Indonesia dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia punya modal melimpah untuk merajai pasar ini. Tinggal bagaimana inovasi seperti ini masuk ke industri dan UMKM, bukan berhenti di rak laboratorium.

Nelayan tua di pesisir Pati pernah bilang pada saya, “Laut itu seperti ibu. Kalau kita ambil dengan hormat, dia akan memberi lebih dari yang kita minta”. Inovasi ini buktinya, dari seekor ikan, kita bisa dapat daging, kulit, tulang, bahkan inspirasi bisnis.

Jadi leader

Oleh sebab itu, jangan buru-buru membuang apa yang terlihat sepele, dunia ini sering kali membayar mahal untuk hal yang dulu dianggap remeh.

Inovasi KKP ini bisa membuat Indonesia jadi leader di pasar kolagen laut kalau konsisten. Tapi, seperti nelayan yang harus sabar menunggu ikan naik ke jaring, hilirisasi butuh waktu, kerja keras, dan kerjasama semua pihak.

Inovasi kolagen dan albumin dari kulit serta tulang ikan adalah contoh nyata  limbah bukan akhir cerita, tapi awal dari rezeki baru, dengan teknologi, edukasi lewat Mobil ATI, dan dukungan masyarakat, ini bisa jadi komoditas unggulan yang mendongkrak ekonomi nelayan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Kalau kata pepatah modern “Di tangan kreatif, kulit ikan pun bisa jadi kulit sultan,” dan kalau ini berhasil, bukan mustahil anak-anak muda desa nanti bisa bilang, “Kerjaanku? Ekspor kolagen, bos!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Mitigasi, Adaptasi & Edukasi dalam Penanggulangan Isu Perubahan Iklim

    Pentingnya Mitigasi, Adaptasi & Edukasi dalam Penanggulangan Isu Perubahan Iklim

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.332
    • 0Komentar

    KBRI Havana bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan University of West Indies, Jamaika menyelenggarakan “Virtual Discussion on Climate Change Indonesia – Jamaika” (12/01/2022). Diskusi ini dalam rangka peringatan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jamaika yang diperingati pada 17 Desember 2021 Duta Besar RI untuk Kuba yang juga merangkap Jamaika, Nana Yuliana, […]

  • Kolaborasi Kunci Pengendalian Karhutlabun di OKI

    Kolaborasi Kunci Pengendalian Karhutlabun di OKI

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    KOLABORASI antar pemangku kepentingan jadi kunci pengendalian kebakaran hutan, lahan dan kebun di Ogan Komering Ilir tahun ini. Selain itu upaya pencegahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih difokuskan selain upaya pemadaman. “Saya menekankan kita harus lebih berkomitmen bahwa bencana adalah masalah bersama untuk itu kita harus fokus, terpadu dan terintegrasi menghadapi ini,” kata Wakil Bupati […]

  • Dari Kelas ke Laboratorium AI, Mahasiswa Dilatih Jadi Talenta Masa Depan

    Dari Kelas ke Laboratorium AI, Mahasiswa Dilatih Jadi Talenta Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    INGAT Zaman dulu!, mahasiswa rajin nongkrong di kantin kampus sambil berdebat soal filsafat, cinta, dan hutang di warung fotokopi. Tapi sekarang, debat itu harus pindah, bukan lagi soal siapa gebetan si A atau teori Karl Marx, melainkan siapa yang bisa bikin robot ngobrol sopan atau algoritma yang bisa bedain tempe mendoan gosong dan yang masih […]

  • BNPB laporkan 1 meninggal akibat banjir bandang di OKU Selatan

    BNPB laporkan 1 meninggal akibat banjir bandang di OKU Selatan

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.010
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (5/7) mengakibatkan satu korban jiwa meninggal dunia. Menurut BNPB dalam laman resminya menyebutkan tiga orang warga hanyut, dua berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat namun satu jiwa ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Selain satu orang warga […]

  • Danrem : Lahan Terdampak Kahutla Dapat di Dijadikan Lokasi Agro Wisata

    Danrem : Lahan Terdampak Kahutla Dapat di Dijadikan Lokasi Agro Wisata

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.506
    • 0Komentar

    KOMANDAN Korem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika S.I.P M.Si M.Tr (Han), menjadi narasumber dalam kegiatan Poadcast One Day One Innovation dengan materi inovasi Pemanfaatan Lahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi Lahan Pertanian Terpadu (Agrowisata Tekno 44). Kegiatan tersebut, diselenggarakan di Kantor Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda) Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (17/2/2022). […]

  • Jelang Imlek, Pengguna KRL Berkurang

    Jelang Imlek, Pengguna KRL Berkurang

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.418
    • 0Komentar

    PENGGUNA kereta rel listrik (KRL) di seluruh stasiun pada Senin (31/1) atau di penghujung Januari 2022 hingga pukul 08.00 WIB menjelang Imlek tercatat mencapai 126.725 orang atau berkurang 17 persen dibanding pekan sebelumnya pada waktu yang sama yaitu 151.080 orang. Kepala Sekretaris Perusahaan KAI Commuter, Anne Purba, mengungkapkan berdasarkan pantauan dari sejumlah stasiun, sebagian besar […]

expand_less
WordPress Archive Touch N Swipe Gallery jQuery Plugin Touch Timeline TouchUp – Cosmetic and Plastic Surgery WordPress Theme Touchy – WordPress Mobile Menu Plugin Tour Booking – Tour Adventure WordPress Theme – Entrada Tour Booking Travel | EXPLOORE Travel Tour Guide Builder for WordPress– Zero-Code Onboarding and Walkthroughs Tour Package – WordPress Travel/Tour Theme Tour Packer – Agency WordPress Theme Tourimo – Tour Booking WordPress Theme