Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Smart Home Rasa Kopi

Smart Home Rasa Kopi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
  • visibility 1.406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Saya membaca rilis Kemenparekraf tentang kunjungan Wamenekraf Irene Umar ke booth BARDI di Megabuild Indonesia 2025, dan jujur saja, tema itu sangat menarik, rasa kagum saya tumpah kayak kopi panas di jalanan berlubang.

Bukan apa-apa, di tengah serbuan produk luar negeri yang makin ganas kayak diskon akhir tahun, ternyata ada satu nama lokal yang tetap berdiri gagah dengan prinsip “Bisa kok, dari Indonesia.”

BARDI, merek smart home lokal ini, bukan sekadar jualan stop kontak bisa dinyalain dari HP. Mereka menanam benih visi besar membangun ekosistem rumah pintar dengan cita rasa nasionalisme.

Bayangin, kan cukup keren dan menarik, karena sebelumnya pemerintah sempat mengibas bendera hilirisasi, BARDI sudah gerak duluan kayak anak osis yang inisiatif beresin lapangan sebelum upacara.

Mereka sadar, kalau mau teknologi bertahan lama di negeri sendiri, ya harus dibikin, dikembangkan, dan dirawat dari tanah sendiri.

BARDI memulainya dari bawah, dari melihat realita di Indonesia, smart home itu, dulunya barang mahal, seperti sapi terbang  ada, tapi cuma bisa dilihat di film.

Lalu  saat itu pandemi datang, aktivitas di rumah naik, kebutuhan rumah pintar ikut melonjak. BARDI gak mau ketinggalan kereta. Mereka tancap gas lewat pemasaran digital, dan ternyata.. boom!, luar biasa, salut, karena sekarang mereka sudah punya lebih dari 3 juta pengguna dan 6 juta perangkat aktif,  penggunannya itu bukan lokalan, namun dari Sabang hingga Merauke, dari Meikarta sampai Papua.

“Sebagian besar produksi BARDI sudah dilakukan di dalam negeri. Bahkan sebelum hilirisasi digaungkan pemerintah, mereka sudah lebih dulu berkomitmen,” aku Wamenekraf Irene Umar.

Seperti yang dikatakan  Clayton Christensen, profesor Harvard Business School dan penulis buku The Innovator’s Dilemma, ia mengatakan inovasi tidak datang dari menunggu. Inovasi datang dari tindakan berani yang dimulai  oleh mereka yang berani mengambil risiko, dan berani berpikir di luar kebiasaan.”

Jika dihubungkan, BARDI membuktikan itu, mereka tidak menunggu tren, tapi menciptakan tren sendiri, dengan tekad dan keberanian berinovasi di tanah air. Bahkan yang lebih keren lagi, BARDI gak cuma menjual produk.

Mereka menjual imajinasi, lewat karakter superhero lokal bernama BARDION, mereka mencoba menjangkau generasi muda, memperkenalkan teknologi dengan cara yang fun.

Wamenekraf Irene bahkan mengatakan. “Saya sangat menantikan animasi BARDION dan produk Gacha Box mereka. Ini bukti nyata bagaimana teknologi dan industri kreatif bisa berkolaborasi.”

Tengok misalnya Jepang sudah membangun budaya teknologi lewat karakter, seperti Doraemon dan Gundam  hasilnya? Jepang punya insinyur robot dari usia belasan,  selain itu Korea Selatan tidak hanya melahirkan boyband, tapi juga pengembang aplikasi dan game bertaraf global. bahkan Belanda sudah membuat edukasi tentang lingkungan dan teknologi berbasis game interaktif sejak usia dini.

Apa yang dilakukan BARDI ini langkah kecil, tapi fundamental. Mengerti pasar, mencintai negeri, dan membangun masa depan lewat kreativitas.Wamenekraf Irene juga menegaskan pentingnya kolaborasi. “Arahan Presiden Prabowo jelas kita harus menghapus ego sektoral, industri, akademisi, pemerintah semua harus jalan bareng.”

Dan saya  sangat setuju, kita ini seringkali sibuk berdebat siapa yang pegang panci, padahal supnya malah gosong. Padahal di negara maju, pemerintah, industri, dan kampus kayak main futsal oper-operan, bukan rebutan bola sendiri. Nah, melihat dari  perjalanan BARDI, tentunya kita perlu  belajar bahwa inovasi dan cinta tanah air itu bukan pilihan, tapi satu paket kombo seperti ayam geprek level 10 pedes, tapi nagih, ha..ha tul nggak !!.

Yang jelas, patut jadi renungan, jika ingin bangsa ini maju, kita harus mulai dari hal kecil, misalnya  mempercayai kekuatan anak bangsa, menanam teknologi sejak usia dini, dan berani berinovasi tanpa minder, sebab bangsa besar tidak lahir dari ketergantungan, namuna dari keberanian memproduksi sendiri.

Mengutip Steve Jobs, pendiri Apple Inc., ia mengatakan, “Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut.”. Jika kita ingin menjadi pemimpin, kita harus berani menjadi yang pertama dalam berinovasi.

“The people who are crazy enough to think they can change the world are the ones who do.” — Steve Jobs, maksudnya orang-orang yang cukup gila untuk berpikir mereka bisa mengubah dunia adalah orang-orang yang melakukannya.

Kutipan ini menyiratkan pesan penting inovasi, meski terdengar gila atau mustahil, adalah langkah pertama menuju perubahan besar. BARDI mengubah cara kita melihat teknologi rumah pintar dengan visi mereka yang luar biasa.

Begitu pula kita, jika ingin negara ini berkembang, kita harus berani berpikir besar dan bertindak lebih besar. Smart home rasa kopi ini bukan sekadar produk, ini  merupakan simbol bahwa anak bangsa mampu bikin teknologi seenak buatan luar, dengan harga yang masuk akal dan jiwa nasionalisme yang membuncah.

Saatnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tribun teknologi global, tapi masuk ke lapangan, berlari, dan mencetak gol kemenangan sendiri. Semoga anak muda Indonesia lebih termotivasi lagi untuk berinovasi.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan Berkah, Rusun Santri Senilai Rp6,5 M di Kampar Siap Dihuni

    Ramadan Berkah, Rusun Santri Senilai Rp6,5 M di Kampar Siap Dihuni

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Ramadan membawa berkah. Begitulah yang dirasakan para santri yang sedang menuntut ilmu agama di Yayasan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau karena mereka menempati rumah susun. Selain menjalankan ibadah puasa, di Ramadan 2022 ini, mereka mendapat kado berupa rumah susun (Rusun) dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat […]

  • Bukan Karena Berhasil Kelolah Migas Doang, Tapi Terobosan & Inovasi Pengolahan Ini Alasan Bupati Muba  Dilantik Jadi Ketua Bidang Energi & SDM di APKASI

    Bukan Karena Berhasil Kelolah Migas Doang, Tapi Terobosan & Inovasi Pengolahan Ini Alasan Bupati Muba Dilantik Jadi Ketua Bidang Energi & SDM di APKASI

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    KEPIAWAIAN Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dalam mengelola serta melakukan inovasi di sektor energi dan Sumber Daya Mineral (SDM) membuat dirinya mendapat amanah untuk menjabat Ketua Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral (SDM) di kepengurusan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Masa Bakti 2021-2026, Sabtu (19/6/2021) di Bali Nusa […]

  • 5 Pesan Religius Bupati Muba di Saat Menuaikan Sholat Idul Adha 1440 H Bersama Warga

    5 Pesan Religius Bupati Muba di Saat Menuaikan Sholat Idul Adha 1440 H Bersama Warga

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    Pemkab Muba  mempunyai visi membangun umat berbasis agama dengan berbagai program mental keagamaan.

  • Belum Siap New Normal, PSBB Di Palembang Bakal Diperpanjang

    Belum Siap New Normal, PSBB Di Palembang Bakal Diperpanjang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    USAI rapat evaluasi, Walikota Palembang, H. Harnojoyo, memberi sinyal pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) d Kota Palembang, bakal di perpanjang. Saat ini terang Harnojoyo, Pemerintah Kota Palembang, sedang melakukan evaluasi terkait penerapan PSBB. PSBB sendiri pada dasarnya, merupakan salah satu dasar dalam penerapan New Normal, yang mana terang Harnojoyo, masyarakat dibiasakan dengan penerapan pola […]

  • cpns-kemendes

    Jangan Lupa..! Kementrian Desa Buka Lowongan Kerja

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mulai 26 hingga 31 Desember 2017 membuka pendaftaran untuk penerimaan 13.053 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau Tenaga Pendamping Desa Tahun Anggaran 2017.

  • Warga Muba di Palembang Siap Menangkan AKHOR

    Warga Muba di Palembang Siap Menangkan AKHOR

    • calendar_month Sabtu, 24 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    “Pasangan ini sangat serasi untuk memimpin Kota Palembang,”

expand_less
WordPress Archive Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor JetCompareWishlist For Elementor JetElements - Widget Addon for Elementor Page Builder JetEngine - Adding & Editing Dynamic Content with Elementor JetMenu For Elementor