Rabu, 26 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Smart Home Rasa Kopi

Smart Home Rasa Kopi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
  • visibility 1.374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Saya membaca rilis Kemenparekraf tentang kunjungan Wamenekraf Irene Umar ke booth BARDI di Megabuild Indonesia 2025, dan jujur saja, tema itu sangat menarik, rasa kagum saya tumpah kayak kopi panas di jalanan berlubang.

Bukan apa-apa, di tengah serbuan produk luar negeri yang makin ganas kayak diskon akhir tahun, ternyata ada satu nama lokal yang tetap berdiri gagah dengan prinsip “Bisa kok, dari Indonesia.”

BARDI, merek smart home lokal ini, bukan sekadar jualan stop kontak bisa dinyalain dari HP. Mereka menanam benih visi besar membangun ekosistem rumah pintar dengan cita rasa nasionalisme.

Bayangin, kan cukup keren dan menarik, karena sebelumnya pemerintah sempat mengibas bendera hilirisasi, BARDI sudah gerak duluan kayak anak osis yang inisiatif beresin lapangan sebelum upacara.

Mereka sadar, kalau mau teknologi bertahan lama di negeri sendiri, ya harus dibikin, dikembangkan, dan dirawat dari tanah sendiri.

BARDI memulainya dari bawah, dari melihat realita di Indonesia, smart home itu, dulunya barang mahal, seperti sapi terbang  ada, tapi cuma bisa dilihat di film.

Lalu  saat itu pandemi datang, aktivitas di rumah naik, kebutuhan rumah pintar ikut melonjak. BARDI gak mau ketinggalan kereta. Mereka tancap gas lewat pemasaran digital, dan ternyata.. boom!, luar biasa, salut, karena sekarang mereka sudah punya lebih dari 3 juta pengguna dan 6 juta perangkat aktif,  penggunannya itu bukan lokalan, namun dari Sabang hingga Merauke, dari Meikarta sampai Papua.

“Sebagian besar produksi BARDI sudah dilakukan di dalam negeri. Bahkan sebelum hilirisasi digaungkan pemerintah, mereka sudah lebih dulu berkomitmen,” aku Wamenekraf Irene Umar.

Seperti yang dikatakan  Clayton Christensen, profesor Harvard Business School dan penulis buku The Innovator’s Dilemma, ia mengatakan inovasi tidak datang dari menunggu. Inovasi datang dari tindakan berani yang dimulai  oleh mereka yang berani mengambil risiko, dan berani berpikir di luar kebiasaan.”

Jika dihubungkan, BARDI membuktikan itu, mereka tidak menunggu tren, tapi menciptakan tren sendiri, dengan tekad dan keberanian berinovasi di tanah air. Bahkan yang lebih keren lagi, BARDI gak cuma menjual produk.

Mereka menjual imajinasi, lewat karakter superhero lokal bernama BARDION, mereka mencoba menjangkau generasi muda, memperkenalkan teknologi dengan cara yang fun.

Wamenekraf Irene bahkan mengatakan. “Saya sangat menantikan animasi BARDION dan produk Gacha Box mereka. Ini bukti nyata bagaimana teknologi dan industri kreatif bisa berkolaborasi.”

Tengok misalnya Jepang sudah membangun budaya teknologi lewat karakter, seperti Doraemon dan Gundam  hasilnya? Jepang punya insinyur robot dari usia belasan,  selain itu Korea Selatan tidak hanya melahirkan boyband, tapi juga pengembang aplikasi dan game bertaraf global. bahkan Belanda sudah membuat edukasi tentang lingkungan dan teknologi berbasis game interaktif sejak usia dini.

Apa yang dilakukan BARDI ini langkah kecil, tapi fundamental. Mengerti pasar, mencintai negeri, dan membangun masa depan lewat kreativitas.Wamenekraf Irene juga menegaskan pentingnya kolaborasi. “Arahan Presiden Prabowo jelas kita harus menghapus ego sektoral, industri, akademisi, pemerintah semua harus jalan bareng.”

Dan saya  sangat setuju, kita ini seringkali sibuk berdebat siapa yang pegang panci, padahal supnya malah gosong. Padahal di negara maju, pemerintah, industri, dan kampus kayak main futsal oper-operan, bukan rebutan bola sendiri. Nah, melihat dari  perjalanan BARDI, tentunya kita perlu  belajar bahwa inovasi dan cinta tanah air itu bukan pilihan, tapi satu paket kombo seperti ayam geprek level 10 pedes, tapi nagih, ha..ha tul nggak !!.

Yang jelas, patut jadi renungan, jika ingin bangsa ini maju, kita harus mulai dari hal kecil, misalnya  mempercayai kekuatan anak bangsa, menanam teknologi sejak usia dini, dan berani berinovasi tanpa minder, sebab bangsa besar tidak lahir dari ketergantungan, namuna dari keberanian memproduksi sendiri.

Mengutip Steve Jobs, pendiri Apple Inc., ia mengatakan, “Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut.”. Jika kita ingin menjadi pemimpin, kita harus berani menjadi yang pertama dalam berinovasi.

“The people who are crazy enough to think they can change the world are the ones who do.” — Steve Jobs, maksudnya orang-orang yang cukup gila untuk berpikir mereka bisa mengubah dunia adalah orang-orang yang melakukannya.

Kutipan ini menyiratkan pesan penting inovasi, meski terdengar gila atau mustahil, adalah langkah pertama menuju perubahan besar. BARDI mengubah cara kita melihat teknologi rumah pintar dengan visi mereka yang luar biasa.

Begitu pula kita, jika ingin negara ini berkembang, kita harus berani berpikir besar dan bertindak lebih besar. Smart home rasa kopi ini bukan sekadar produk, ini  merupakan simbol bahwa anak bangsa mampu bikin teknologi seenak buatan luar, dengan harga yang masuk akal dan jiwa nasionalisme yang membuncah.

Saatnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tribun teknologi global, tapi masuk ke lapangan, berlari, dan mencetak gol kemenangan sendiri. Semoga anak muda Indonesia lebih termotivasi lagi untuk berinovasi.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan, BI Gandeng TPIP & TPID se-Jawa, Luncurkan 2 Program Ini

    Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan, BI Gandeng TPIP & TPID se-Jawa, Luncurkan 2 Program Ini

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan, Bank Indonesia [BI] menggandeng Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) se-Jawa, tak tanggung-tanggung dua  Program pun diluncurkan sebagai wujud komitmen ke dua belah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, dan  pangan bisa terkendali  menjelang Idul Fitri. Kedua program tersebut yaitu digitalisasi hulu hilir sektor pangan dan quick wins pengendalian […]

  • Dibatasi Usia, Bocil Digital Pindah ke Mana?

    Dibatasi Usia, Bocil Digital Pindah ke Mana?

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Pintu itu sekarang mulai ditutup pelan-pelan. PLATFORM digital, seperti X dan Bigo Live mulai merapikan ‘gerbang masuknya’ Yang dulu longgar, sekarang dijaga. Misalnya X menetapkan usia minimal 16 tahun, sementara Bigo Live langsung tegas di angka 18+. Kalau ini warung kopi, mungkin sudah ada tulisan “yang belum cukup umur, jangan nongkrong di sini.” Tapi, masalahnya, […]

  • Diingatkan, Senin ASN Muba Harus Masuk Kerja, Jika Bolos, Ini Sanksinya

    Diingatkan, Senin ASN Muba Harus Masuk Kerja, Jika Bolos, Ini Sanksinya

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    LIBUR perayaan Idul Fitri 1440 H telah usai, Senin (10/6/2019) besok Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan kembali beraktifitas seperti biasa. Aparatur sipil negara (ASN) yang membolos setelah libur Lebaran akan dikenai sanksi disiplin. Para ASN diharuskan kembali bekerja pada Senin,10 Juni 2019. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik […]

  • Festival Marunda 2025 : Literasi Anak, Kolam Gratis & Ruang Aman di Tengah Beton Jakarta

    Festival Marunda 2025 : Literasi Anak, Kolam Gratis & Ruang Aman di Tengah Beton Jakarta

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 468
    • 0Komentar

    ANTARA rusun yang menjulang dan tiang listrik yang saling lirik di langit Marunda, terdengar tawa bocah yang lebih murni dari hasil polling quick count. Mereka tak butuh gadget mahal, cukup halaman, kolam, dan buku-buku yang bisa membuka semesta. “Kami cuma mau main… tapi jangan bayar, dong!” Dari sinilah Festival Marunda 2025 menggebrak, bukan dengan kembang […]

  • Tiba di Benoa Bali,  19 Nelayan Indonesia KM Bandar Nelayan 188 Selamat

    Tiba di Benoa Bali, 19 Nelayan Indonesia KM Bandar Nelayan 188 Selamat

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    SEBANYAK 19 ABK WNI KM Bandar Nelayan 188 telah tiba dengan selamat di Tanah Air pada Jumat pagi, 21/05/21, dihantar Kapal Perang AL Australia HMAS ANZAC melalui Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali. Kedatangan HMAS ANZAC di perairan Indonesia disambut KRI Yos Sudarso dan selanjutnya dilakukan pemindahan ABK secara ship-to-ship ke KRI Escolar tanpa kendala. Debarkasi para […]

  • Rusli Habibie Ditunjuk Sebagai  Ketua DMDI  Gorontalo

    Rusli Habibie Ditunjuk Sebagai  Ketua DMDI  Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru yang juga Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia,  menyerahkan mandat kepada Gubernur Provinsi Gorontalo H. Rusli Habibie sebagai Ketua DMDI Provinsi Gorontalo. Penyerahan mandat sekaligus gelar Datuk Sri ini dilakukannya tak lain untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan suku, adat serta budaya melayu di Provinsi yang dikenal dengan sebutan […]

expand_less
WordPress Archive Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor JetCompareWishlist For Elementor JetElements - Widget Addon for Elementor Page Builder JetEngine - Adding & Editing Dynamic Content with Elementor JetMenu For Elementor