Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Pasar & Sampahnya”

“Pasar & Sampahnya”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 955
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP kota menyimpan denyut hidupnya di tempat-tempat yang tak selalu glamor, bukan mal mewah, bukan perkantoran dengan lift canggih, tapi di pasar tradisional, di mana keringat dan cerita rakyat tumpah tanpa sensor.

Di sanalah kehidupan benar-benar terasa hidup teriakan pedagang, tawa pembeli, aroma terasi, dan jejak tapak kaki yang kadang harus meniti genangan air sisa cucian ayam potong.

Salah satu yang menyimpan denyut itu adalah Pasar Jaya Teluk Gong, Jakarta Utara. Pasar yang mungkin tak tercetak di brosur wisata, tapi setiap hari menjadi panggung ratusan drama kecil, seorang ibu yang menawar setengah harga sambil gendong anak, seorang pedagang yang tetap senyum meski cabainya basi, dan tentu saja drama yang tak pernah absen drama sampah.

Sampah di pasar bukan sekadar tumpukan sisa, ia adalah cermin, cermin dari pola hidup kita, cermin dari kebiasaan buang-lalu-lupakan yang sudah jadi budaya.

Kita, masyarakat urban, seringkali hanya tahu satu hal beli–pakai–buang, lalu berharap ada petugas yang akan mengurusnya diam-diam. Sampah jadi seperti perasaan yang tak sempat diungkap disimpan diam-diam, padahal pelan-pelan membusuk.

Di Pasar Teluk Gong, setiap hari sekitar 4 meter kubik sampah lahir, sungguh produktif. Bahkan lebih konsisten dari jadwal upload YouTuber.

Di dalamnya ada cerita kulit semangka dari pedagang buah, plastik rewel dari pembungkus tahu, bulu ayam yang gugur di medan perjuangan, dan kadang ada tamu misterius sendok plastik nyasar, seolah sedang tersesat dari acara hajatan.

Namun, tak seperti kebanyakan tempat lain yang memilih menutupi kenyataan ini dengan kata-kata manis atau karung plastik besar, pengelola Pasar Teluk Gong memilih jalan berbeda. Jalan sunyi, jalan berbau tak sedap, tapi penuh harapan jalan pengelolaan sampah yang benar.

Suatu hari, datanglah seorang tokoh yang tak biasa Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH. Beliau tidak datang untuk mencicipi jajanan pasar atau selfie di lapak sayur. Ia datang untuk menengok apa kabar sampah kita hari ini.

Langkah beliau menyusuri pasar itu, seperti seorang dokter yang menengok pasien lama waspada, penuh tanya, tapi berharap.

Ternyata, hasilnya tidak membuat dahi berkerut, ada harapan ditumpukan yang selama ini kita sebut kotor. Pasar ini sudah memilah sampah dari sumbernya, organik ke sini, anorganik ke sana, B3 jangan disentuh tanpa cinta.

Sampah-sampah yang dulu dianggap kutukan kini ditata ulang perannya. Organik diolah sebagian jadi kompos, sebagian jadi pupuk cair, sebagian jadi makanan larva maggot BSF.

Siapa sangka, dari kulit pepaya yang dulu dipijak-pijak tanpa rasa, kini bisa lahir kompos yang menyuburkan halaman rumah dari sisa nasi basi, bisa lahir cairan penyubur yang bisa membuat tanaman tumbuh percaya diri.

Dan si maggot?, dulu mungkin dipandang jijik, tapi sekarang, mereka adalah pekerja senyap nan mulia, mereka makan limbah, diam-diam, tanpa komplain, mereka juga tak demo, tak minta subsidi. Mereka cuma minta kita tak serampangan membuang sisa makanan, sebuah teladan yang lebih elegan dari sebagian pejabat negara.

Sementara itu, sampah anorganik tidak ditinggal diam, plastik dikumpulkan mingguan. Kardus, botol, dan kaleng tak lagi dilempar sembarangan bahkan bulu ayam dan tempurung kelapa yang selama ini mungkin hanya dilihat sebagai hiasan got, kini jadi komoditas.

Ekonomi sirkular

Ada ekonomi sirkular yang mulai tumbuh bukan mimpi akademis dari seminar di hotel berbintang, tapi praktik nyata di lorong sempit pasar. Nilai-nilai baru lahir dari yang selama ini dianggap tak bernilai. Barang buangan kini punya harga, punya peluang, dan punya masa depan.

Oleh karena itu, truk pengangkut sampah yang dulu harus siaga tiap pagi, kini bisa beristirahat, mereka hanya datang tiga sampai empat hari sekali. Dulu mungkin mereka seperti driver ojol yang harus siap kapan saja. Sekarang? mereka bisa ngopi dulu karena beban mereka dikurangi oleh sistem yang sudah bekerja.

Namun seperti kata pepatah “Jangan bilang rumahmu bersih hanya karena tamunya duduk di ruang tamu. Lihat dulu dapur dan kamar mandi”

Menteri Hanif pun memberi catatan, meski pengelolaan sudah baik, masih ada yang belum tersentuh sampah B3. Limbah seperti baterai, kemasan sabun keras, hingga sisa-sisa bahan kimia, masih belum tertangani optimal. Dan inilah yang sering jadi jebakan.

Kita terbuai oleh keberhasilan di permukaan, tapi lupa pada yang tersembunyi seperti hubungan yang kelihatan mesra di Instagram, tapi sebenarnya saling blokir di WhatsApp.

Pasar Teluk Gong adalah cermin kecil dari masa depan, ia memperlihatkan bahwa perubahan bukan soal anggaran besar, bukan soal teknologi rumit. Tapi soal niat dan sistem.

Soal mau atau tidak, soal membangun kesadaran bahwa setiap kulit bawang yang kita buang sembarangan, setiap plastik yang kita tancapkan ke tanah, adalah warisan pahit untuk generasi cucu kita nanti.

Pasar ini mengajarkan bahwa tempat yang selama ini dianggap sumber kekacauan justru bisa jadi pionir perubahan.
Dan jika pasar dengan segala riuh, bau amis, dan keterbatasannya bisa melangkah ke arah berkelanjutan, lalu alasan kita apa?

Sampah bukan soal kotor atau bau,  ia adalah soal pilihan, kita bisa memilih membuang tanpa peduli, atau mulai memikirkan ke mana ia akan berakhir, karena sejatinya, sampah adalah jejak dari gaya hidup dan gaya hidup itu adalah refleksi dari siapa kita sebenarnya.

Kalau Pasar Jaya Teluk Gong bisa berubah, maka kita juga bisa.
Cuma butuh satu hal sedikit rasa tanggung jawab, dan niat untuk tidak cuek, sebab seperti kata Mbah kakek saya”Kalau kamu hidup cuma mau enaknya doang, nanti cucumu yang kebagian baunya”

“Tidak semua yang bau itu harus dibuang, kadang, ia hanya butuh disentuh dengan kesadaran”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Titip Pesan kepada LDII

    Alex Titip Pesan kepada LDII

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Zero conflict adalah salah satu modal utama bagi daerah untuk bisa berkembang.

  • Resmikan Musi IV, Walikota Palembang Berencana Pasang CCTV

    Resmikan Musi IV, Walikota Palembang Berencana Pasang CCTV

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah Kota Palembang berencana akan memasang Closed Circuit Television (CCTV) di setiap sudut jembatan tersebut guna memantau segala aktivitas di Jembatan Musi IV yang baru diresmikan hari ini, Selasa (8/1/2019).  Menurut orang nomor satu di Kota Palembang, Harnojoyo dengan adanya kamera tersebut setidaknya kemacetan dapat dipantau sehingga dapat segera mencari jalan keluarnya. […]

  • Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 666
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis, 2 Juni 2022, mencatat nilai  Ekspor pada April 2022 mengalami kenaikan 8,46 persen. Sedangkan dibandingkan pada April 2021 nilai ekspor tumbuh tinggi menjadi 62,65 persen. Naiknya perkembangan ekspor tersebut juga terjadi di beberapa sektor diantaranya sektor nonmigas pada April 2022 mencapai […]

  • Jadwal Tes CPNS 2020 Sudah Keluar, Catat Lokasinya

    Jadwal Tes CPNS 2020 Sudah Keluar, Catat Lokasinya

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.430
    • 0Komentar

    BAGI para pendaftar seleksi CPNS yang sudah dinyatakan lulus adminitrasi bersiaplah untuk memulai ujian menggunakan Computer Assited Test (CAT) dimulai tanggal 27 Januari 2020. Jadwal tes CPNS 2020 untuk wilayah Sumsel sudah diumumkan hal itu dibenarkan Kepala BKN Regional VII Palembang Agus Sutiadi saat di hubungi. Dia mengatakan hal ini telah tertulis pada surat Menteri PAN-RB […]

  • Muba Beri Sanksi Bagi Pelanggar Perbup

    Muba Beri Sanksi Bagi Pelanggar Perbup

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    ADANYA pelonjakan jumlah kasus COVID-19 secara Nasional, membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus memaksimalkan pencegahan dan penanganan penularan COVID-19 serta mensosialisasikan Peraturan Bupati No 67 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pola hidup masyarakat yang sehat, disiplin dan produktif di Era Kebiasaan Baru COVID-19. Hal ini terungkap pada  Webinar Virtual tentang Peningkatan Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) […]

  • ASN Palembang Award 2020, Ciptakan ASN Berkualitas

    ASN Palembang Award 2020, Ciptakan ASN Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.121
    • 0Komentar

    MALAM Grand Final Pemilihan Aparatur Sipil Negara (ASN) Palembang Awards 2020 yang berlangsung di The Sultan Convention Center menjadi bukti bahwa selain lulus kompetensi dalam pertarungan CPNS, ternyata memiliki ilmu pengetahuan serta menguasai penugasan disegala bidang menjadi sebuah pertimbangan dalam mempercepat kinerja. Dalam acara tersebut  dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Ketua BPK RI Agung Firman […]

expand_less
WordPress Archive Multicon – Multi-Purpose Construction Industry Theme Multikart – eCommerce HTML + Admin + Email + Invoice Template Multikart – React Next JS Multipurpose Ecommerce, React Hooks , Context API MultiLive – Multiple Live Stream Broadcaster Plugin for WordPress Multimedia Responsive Carousel with Image Video Audio Support – WordPress Plugin Multinews | Multi-purpose WordPress News,Magazine Multiple Vendor for Rental Marketplace in WooCommerce (add-ons) MultiPurpose Before After Slider MultiPurpose – Responsive HTML5 Website Template MultiSaas – Multi-Tenancy Multipurpose Website Builder (Saas)