Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Pasar & Sampahnya”

“Pasar & Sampahnya”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 933
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP kota menyimpan denyut hidupnya di tempat-tempat yang tak selalu glamor, bukan mal mewah, bukan perkantoran dengan lift canggih, tapi di pasar tradisional, di mana keringat dan cerita rakyat tumpah tanpa sensor.

Di sanalah kehidupan benar-benar terasa hidup teriakan pedagang, tawa pembeli, aroma terasi, dan jejak tapak kaki yang kadang harus meniti genangan air sisa cucian ayam potong.

Salah satu yang menyimpan denyut itu adalah Pasar Jaya Teluk Gong, Jakarta Utara. Pasar yang mungkin tak tercetak di brosur wisata, tapi setiap hari menjadi panggung ratusan drama kecil, seorang ibu yang menawar setengah harga sambil gendong anak, seorang pedagang yang tetap senyum meski cabainya basi, dan tentu saja drama yang tak pernah absen drama sampah.

Sampah di pasar bukan sekadar tumpukan sisa, ia adalah cermin, cermin dari pola hidup kita, cermin dari kebiasaan buang-lalu-lupakan yang sudah jadi budaya.

Kita, masyarakat urban, seringkali hanya tahu satu hal beli–pakai–buang, lalu berharap ada petugas yang akan mengurusnya diam-diam. Sampah jadi seperti perasaan yang tak sempat diungkap disimpan diam-diam, padahal pelan-pelan membusuk.

Di Pasar Teluk Gong, setiap hari sekitar 4 meter kubik sampah lahir, sungguh produktif. Bahkan lebih konsisten dari jadwal upload YouTuber.

Di dalamnya ada cerita kulit semangka dari pedagang buah, plastik rewel dari pembungkus tahu, bulu ayam yang gugur di medan perjuangan, dan kadang ada tamu misterius sendok plastik nyasar, seolah sedang tersesat dari acara hajatan.

Namun, tak seperti kebanyakan tempat lain yang memilih menutupi kenyataan ini dengan kata-kata manis atau karung plastik besar, pengelola Pasar Teluk Gong memilih jalan berbeda. Jalan sunyi, jalan berbau tak sedap, tapi penuh harapan jalan pengelolaan sampah yang benar.

Suatu hari, datanglah seorang tokoh yang tak biasa Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH. Beliau tidak datang untuk mencicipi jajanan pasar atau selfie di lapak sayur. Ia datang untuk menengok apa kabar sampah kita hari ini.

Langkah beliau menyusuri pasar itu, seperti seorang dokter yang menengok pasien lama waspada, penuh tanya, tapi berharap.

Ternyata, hasilnya tidak membuat dahi berkerut, ada harapan ditumpukan yang selama ini kita sebut kotor. Pasar ini sudah memilah sampah dari sumbernya, organik ke sini, anorganik ke sana, B3 jangan disentuh tanpa cinta.

Sampah-sampah yang dulu dianggap kutukan kini ditata ulang perannya. Organik diolah sebagian jadi kompos, sebagian jadi pupuk cair, sebagian jadi makanan larva maggot BSF.

Siapa sangka, dari kulit pepaya yang dulu dipijak-pijak tanpa rasa, kini bisa lahir kompos yang menyuburkan halaman rumah dari sisa nasi basi, bisa lahir cairan penyubur yang bisa membuat tanaman tumbuh percaya diri.

Dan si maggot?, dulu mungkin dipandang jijik, tapi sekarang, mereka adalah pekerja senyap nan mulia, mereka makan limbah, diam-diam, tanpa komplain, mereka juga tak demo, tak minta subsidi. Mereka cuma minta kita tak serampangan membuang sisa makanan, sebuah teladan yang lebih elegan dari sebagian pejabat negara.

Sementara itu, sampah anorganik tidak ditinggal diam, plastik dikumpulkan mingguan. Kardus, botol, dan kaleng tak lagi dilempar sembarangan bahkan bulu ayam dan tempurung kelapa yang selama ini mungkin hanya dilihat sebagai hiasan got, kini jadi komoditas.

Ekonomi sirkular

Ada ekonomi sirkular yang mulai tumbuh bukan mimpi akademis dari seminar di hotel berbintang, tapi praktik nyata di lorong sempit pasar. Nilai-nilai baru lahir dari yang selama ini dianggap tak bernilai. Barang buangan kini punya harga, punya peluang, dan punya masa depan.

Oleh karena itu, truk pengangkut sampah yang dulu harus siaga tiap pagi, kini bisa beristirahat, mereka hanya datang tiga sampai empat hari sekali. Dulu mungkin mereka seperti driver ojol yang harus siap kapan saja. Sekarang? mereka bisa ngopi dulu karena beban mereka dikurangi oleh sistem yang sudah bekerja.

Namun seperti kata pepatah “Jangan bilang rumahmu bersih hanya karena tamunya duduk di ruang tamu. Lihat dulu dapur dan kamar mandi”

Menteri Hanif pun memberi catatan, meski pengelolaan sudah baik, masih ada yang belum tersentuh sampah B3. Limbah seperti baterai, kemasan sabun keras, hingga sisa-sisa bahan kimia, masih belum tertangani optimal. Dan inilah yang sering jadi jebakan.

Kita terbuai oleh keberhasilan di permukaan, tapi lupa pada yang tersembunyi seperti hubungan yang kelihatan mesra di Instagram, tapi sebenarnya saling blokir di WhatsApp.

Pasar Teluk Gong adalah cermin kecil dari masa depan, ia memperlihatkan bahwa perubahan bukan soal anggaran besar, bukan soal teknologi rumit. Tapi soal niat dan sistem.

Soal mau atau tidak, soal membangun kesadaran bahwa setiap kulit bawang yang kita buang sembarangan, setiap plastik yang kita tancapkan ke tanah, adalah warisan pahit untuk generasi cucu kita nanti.

Pasar ini mengajarkan bahwa tempat yang selama ini dianggap sumber kekacauan justru bisa jadi pionir perubahan.
Dan jika pasar dengan segala riuh, bau amis, dan keterbatasannya bisa melangkah ke arah berkelanjutan, lalu alasan kita apa?

Sampah bukan soal kotor atau bau,  ia adalah soal pilihan, kita bisa memilih membuang tanpa peduli, atau mulai memikirkan ke mana ia akan berakhir, karena sejatinya, sampah adalah jejak dari gaya hidup dan gaya hidup itu adalah refleksi dari siapa kita sebenarnya.

Kalau Pasar Jaya Teluk Gong bisa berubah, maka kita juga bisa.
Cuma butuh satu hal sedikit rasa tanggung jawab, dan niat untuk tidak cuek, sebab seperti kata Mbah kakek saya”Kalau kamu hidup cuma mau enaknya doang, nanti cucumu yang kebagian baunya”

“Tidak semua yang bau itu harus dibuang, kadang, ia hanya butuh disentuh dengan kesadaran”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAKIP Muba  Alami Peningkatan, Tim Evaluator PAN-RB : Masyarakat Diminta Aktif Kontrol Pemerintah

    SAKIP Muba  Alami Peningkatan, Tim Evaluator PAN-RB : Masyarakat Diminta Aktif Kontrol Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 632
    • 0Komentar

    TIM Evaluator PAN-RB  Canggih Hangga Wicaksono SST mengatakan, dari tahun 2017 hingga 2020 penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) di Kabupaten Muba terdapat peningkatan. “Kita pastikan semangat di Muba sangat luar biasa, Namun masih ada beberapa dokumen yang kurang, Semoga dapat segera dilengkapi,”ujarnya. Inovasi dalam penegakan integritas merupakan cara untuk […]

  • “Lowongan Banyak, Tapi Cocok Nggak? Siapa Lolos?”

    “Lowongan Banyak, Tapi Cocok Nggak? Siapa Lolos?”

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    PERNAH nggak kau naksir seseorang, tapi begitu mau melamar ternyata syaratnya panjang nian? Harus mapan, harus rajin, harus begini begitu. Nah, kurang lebih begitulah suasana rekrutmen baru dari Disnakertrans Muba bareng PT Bata Tama Wijaya (BTJ).Lowongan memang banyak, peluangnya besar, tapi tetap saja cocok atau tidak, kembali ke syarat. Cerita ini mulai menggelinding ketika Disnakertrans […]

  • Keuangan ‘Ngos- ngosan’, Sumsel Tetap Pertahankan Anggaran Pendidikan & Kesehatan

    Keuangan ‘Ngos- ngosan’, Sumsel Tetap Pertahankan Anggaran Pendidikan & Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    Penghargaan dan apresiasinya kepada DPRD khususnya ketua, wakil-wakil ketua dan para anggota Banggar DPRD Sumsel

  • Palembang-Banyuasin Sepakat Bangun Wil.Perbatasan

    Palembang-Banyuasin Sepakat Bangun Wil.Perbatasan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang – Kab. Banyuasin sepakat dalam membangun wilayah perbatasan.Walikota Palembang, H. Harnojoyo menjelaskan, hal tersebut merupakan suatu kelanjutan yang telah dilaksanakan Walikota sebelumnya, yaitu Edi Santana bersama mantan Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed. “Tapi tadi kami minta jangan hanya seremonial, tetapi harus kongkrit. Seperti contoh kecil masalah PDAM, tidak mungkin Palembang menikmati fasilitas air […]

  • “ Salah Masok “   

    “ Salah Masok “  

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Tanggal mudo Kacibob ngajak ujang pegi kepasar buat nyari sepatu, sampenyo dipasar mereka masuk kesalah satu toko sepatu dan memilih-milih sepatu yang sesuai dengan selera mereka. Setelah memilih-milih jenis sepatu mano,, akhirnyo mereka menemukan sepatu yang cocok di hati dan sepakat untuk membeli duo pasang sepatu dengan hargo Rp300.000. akan tetapi ketika Kacibob nak bayar […]

  • Alhamdulillah, UKM di Pagar Alam Peroleh Bantuan dari AMIK Lembah Dempo

    Alhamdulillah, UKM di Pagar Alam Peroleh Bantuan dari AMIK Lembah Dempo

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    USAHA kecil menengah (UKM) di Kota Pagar Alam memperoleh bantuan dari AMIK Lembah Dempo berupa Teknologi Tepat Guna. Penyerahan dilakukan secara langsung Direktur AMIK Lembah Dempo, Lendy Rahmadi, M.Kom. Mitra program PPTTG yang memperoleh bantuan itu, yaitu UKM Depati Kopi dan UKM Kawah Dempo, UKM Depati Kopi dan UKM Kawah Dempo, merupakan UKM pengolahan kopi di […]

expand_less
WordPress Archive Multicon – Multi-Purpose Construction Industry Theme Multikart – eCommerce HTML + Admin + Email + Invoice Template Multikart – React Next JS Multipurpose Ecommerce, React Hooks , Context API MultiLive – Multiple Live Stream Broadcaster Plugin for WordPress Multimedia Responsive Carousel with Image Video Audio Support – WordPress Plugin Multinews | Multi-purpose WordPress News,Magazine Multiple Vendor for Rental Marketplace in WooCommerce (add-ons) MultiPurpose Before After Slider MultiPurpose – Responsive HTML5 Website Template MultiSaas – Multi-Tenancy Multipurpose Website Builder (Saas)