Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Mainan Anak Itu Bukan Lagi Boneka, Saatnya Strategi Taklukkan Dunia, Apa Itu!

Mainan Anak Itu Bukan Lagi Boneka, Saatnya Strategi Taklukkan Dunia, Apa Itu!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 1.706
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bayangkan kalau hidup ini seperti main monopoli. Yang punya banyak tanah bisa senyum lebar, yang kena pajak terus bisa ngamuk-ngamuk sambil ngeratapi nasib. Nah, kalau hidup adalah papan permainan, maka buku adalah kartu peluang yang bisa bikin kita loncat tiga langkah lebih maju atau bebas dari penjara kebodohan. Dan lebih dari itu, buku bisa jadi satu-satunya harta yang kalau dibaca nggak bikin lemari makin berat tapi justru otak makin ringan dari ketololan.

Inilah yang kemarin dibahas Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat ngopi-ngopi sambil berstrategi dengan dua srikandi dari Guru Bumi, Nathania Tifara Sjarief dan Anita Dyah Ratnaningrum.

Bertempat di Gedung Autograph, Thamrin Nine, Jakarta, belum lama ini, mereka membicarakan hal yang tak kalah genting dari harga cabai bagaimana caranya supaya buku dan board game anak buatan lokal bisa lebih dari sekadar penghuni rak berdebu di toko, tapi menembus pasar global, bahkan kalau bisa, jadi suvenir wajib buat bocah bule pulang dari Bali.

Dan ini bukan sekadar ngimpi di siang bolong. Wamenekraf Irene tegas bilang bahwa buku dan board game itu punya nilai ekonomi tinggi. “Kementerian Ekraf siap bantu aktivasi distribusi buku dan board game dari Guru Bumi, termasuk menjajaki Kids Corner di stasiun dan bandara,” ujarnya sambil mungkin dalam hati berharap setiap delay pesawat bisa dimanfaatkan buat baca buku, bukan cuma scroll TikTok.

Guru Bumi sendiri bukan sembarang penerbit. Mereka ini semacam Avengers-nya dunia literasi anak, mereka bikin buku dan permainan edukatif yang nggak cuma lucu-lucu pop-up-nya, tapi juga padat kandungan lokal dari legenda Nusantara sampai cara ngupas salak dengan tatapan penuh cinta lingkungan. Produk mereka ngajak anak-anak kenalan sama Indonesia lewat cerita dan mainan. Bukan lewat sinetron pukul tujuh yang bikin IQ menurun perlahan.

Di luar negeri, hal semacam ini bukan hal baru. Finlandia, misalnya, punya pepatah “Orang yang membaca hidup seribu kali lebih banyak daripada yang hanya menonton.” Negara itu bahkan kasih buku ke semua bayi baru lahir. Jadi, bukan cuma imunisasi yang penting, tapi juga ‘literasi pertama’ sejak dalam gendongan.

Di Jepang, toko buku bekas seperti Book-Off bisa ramai kayak pasar Senin, karena budaya baca mereka begitu kuat. Sementara di Jerman, anak-anak sekolah bahkan diwajibkan membaca Grimm Brothers bukan buat nambah nilai, tapi buat nambah akhlak.

Jadi kalau kita mau bersaing di pasar global, jangan cuma andalkan minyak goreng dan ekspor nikel. Ekspor dongeng juga penting. Karena siapa tahu, di masa depan, buku tentang kisah Roro Jonggrang dalam bahasa Spanyol bisa jadi bestseller di Peru, dan board game tentang flora-fauna Kalimantan bisa dimainkan bocah Kanada sambil nyemil maple syrup.

Sebagaimana disampaikan Nathania dari Guru Bumi, “Kami berharap Kemenekraf bisa jadi jembatan agar produk kami bisa langsung bertemu dengan pasarnya.” Sebuah harapan yang bukan sekadar puisi, tapi target bisnis beraroma nasionalisme yang mantap.

Langkah seperti membuat Pojok Membaca di Taman Mini juga patut diacungi dua jempol dan satu buku. Kalau bisa, taman-taman kota lain juga punya taman baca, bukan cuma taman buat nongkrong sambil rebahan ngitung bintang pakai kuota darurat.

Kesimpulannya, negeri ini butuh lebih banyak buku di rak dan lebih sedikit hoaks di grup WhatsApp keluarga. Butuh lebih banyak board game edukatif dan lebih sedikit sinetron tokek berjodoh. Karena literasi bukan soal keren-kerenan, tapi soal bertahan hidup di zaman yang makin canggih tapi juga makin penuh tipu-tipu.

Dan terakhir, izinkan kami menutup dengan satu pepatah modifikasi. “Barangsiapa menanam buku, ia akan menuai masa depan. Barangsiapa menanam konten clickbait, ia akan panen kebingungan.”

Mari kita dukung industri kreatif anak-anak negeri. Karena masa depan tak ditentukan oleh seberapa cepat internetmu, tapi seberapa banyak buku yang kamu baca sebelum tidur dan seberapa sering kamu kalah main board game karena terlalu banyak nanya.

Ingat, buku itu gudangnya ilmu, dan board game itu ladang strategi, jangan sampai masa kecil kita hanya penuh lari-lari di gang sempit, tapi masa kecil anak-anak kita penuh makna lewat lembar demi lembar cerita yang bikin bangga jadi Indonesia. Mau kita cetak masa depan yang cemerlang? Mulailah dari satu buku, bisa kan !, atau mau lebih bagus lagi, satu rak, he..he!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali ke Sekolah: Tetap di Jalur Semester Ini Dengan Kekuatan Ekosistem Galaxy yang Terhubung

    Kembali ke Sekolah: Tetap di Jalur Semester Ini Dengan Kekuatan Ekosistem Galaxy yang Terhubung

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, news.samsung. com -Apakah Anda seorang siswa berpengalaman atau mahasiswa baru pertama kali, musim kembali ke sekolah adalah waktu yang menyenangkan untuk semua. Untuk membantu Anda merayakan awal tahun ajaran baru dengan penuh gaya, Samsung sekali lagi menjalankan program Back to School,1 sebuah kampanye yang didedikasikan untuk membantu siswa di seluruh dunia menyelami ekosistem Galaxy. […]

  • Lagi, Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di OKI

    Lagi, Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di OKI

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.409
    • 0Komentar

    LAGI –lagi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] dikagetkan penemuan mayat, kali ini sesosok mayat itu ditemukan mengambang di Lebak Bungur yang berada di pinggir jalan tol STA 3+200 Kampung III Desa Batun Baru, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, Jumat (7/2/2020) pagi. Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Jejawi […]

  • Pertamina Lubricants Salurkan Bantuan & Ganti Oli Gratis untuk Korban Gempa Majene- Mamuju

    Pertamina Lubricants Salurkan Bantuan & Ganti Oli Gratis untuk Korban Gempa Majene- Mamuju

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    PERTAMINA Lubricants menyalurkan Bantuan & Ganti Oli Gratis untuk Korban Gempa Majene- Mamuju, Sulawesi Barat melalui melalui program Pertamina Lubricants Peduli. Disamping itu, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri Domestik dan Internasional ini memberikan dukungan kepada para relawan di Kabupaten Majene dan Mamuju. Tim Pertamina Lubricants Peduli menyalurkan berbagai […]

  • Stok Pupuk Subsidi di Sumsel Katanya Aman, Anehnya Petani di Lalan Ngeluh ke PJ Bupatinya Soal Minimnya Distribusi Pupuk

    Stok Pupuk Subsidi di Sumsel Katanya Aman, Anehnya Petani di Lalan Ngeluh ke PJ Bupatinya Soal Minimnya Distribusi Pupuk

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Lalan, Muba – PT Pusri Palembang menyebutkan stok pupuk bersubsidi aman Oktober hingga musim tanam Maret 20223 untuk petani di Sumsel, tapi anehnya persoalan distribusi pupuk subsidi berbanding terbalik  di Kecamatan Lalan Kabupaten Muba, karena menjadi keluhan serius petani di Lalan ke Bupatinya. “Kami sangat minim mendapatkan pupuk subsidi di Kecamatan Lalan,” […]

  • Dari Rice Cooker ke Roda Listrik [Ketika Polytron Gak Mau Cuma Jadi Colokan di Rumah Sendiri]

    Dari Rice Cooker ke Roda Listrik [Ketika Polytron Gak Mau Cuma Jadi Colokan di Rumah Sendiri]

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.325
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dulu, Polytron itu identik dengan televisi tabung yang kalau dipukul bisa sembuh, kulkas dua pintu yang bisa simpan duren tanpa bikin serumah mabok, dan rice cooker yang jadi saksi bisu gagal move on. Tapi sekarang? Wussssh! Polytron masuk jalur cepat bikin mobil listrik sendiri, kayak tetangga yang dulu tukang layangan, sekarang tiba-tiba jualan […]

  • Perjuangkan Aspira Warga Dapil 4, Mustamar Siap Sampaikan ke Pemerintah.

    Perjuangkan Aspira Warga Dapil 4, Mustamar Siap Sampaikan ke Pemerintah.

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    DITENGAH pandemi Covid-19, anggota DPRD Ogan Komering Ilir, M. Mustamar turun langsung melakukan reses I masa sidang I tahun 2021-2022. Sejumlah desa yang menjadi titik konsentrasi politisi Partai Gerindra ini yaitu Kecamatan Mesuji, Mesuji Raya dan Mesuji Makmur. Seluruh wilayah yang dikunjungi tersebut masuk kedalam daerah pemilihan (Dapil) 4. “Insyaallah semua aspirasi dan usulan masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme Evenday – Event Management & Expo Orgaziner Elementor Template Kit Evendo – Event & Conference WordPress Theme Eveng - Event Catering Services Elementor Pro Template Kit Evenio – Event Conference WordPress Theme Evenizer – Event Planner & Organizer Elementor Template Kit Event Booking for WooCommerce Event Booking Pro : byDay Calendar Add on Event Booking Pro : Event Slider Addon