Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Mainan Anak Itu Bukan Lagi Boneka, Saatnya Strategi Taklukkan Dunia, Apa Itu!

Mainan Anak Itu Bukan Lagi Boneka, Saatnya Strategi Taklukkan Dunia, Apa Itu!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 1.693
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bayangkan kalau hidup ini seperti main monopoli. Yang punya banyak tanah bisa senyum lebar, yang kena pajak terus bisa ngamuk-ngamuk sambil ngeratapi nasib. Nah, kalau hidup adalah papan permainan, maka buku adalah kartu peluang yang bisa bikin kita loncat tiga langkah lebih maju atau bebas dari penjara kebodohan. Dan lebih dari itu, buku bisa jadi satu-satunya harta yang kalau dibaca nggak bikin lemari makin berat tapi justru otak makin ringan dari ketololan.

Inilah yang kemarin dibahas Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat ngopi-ngopi sambil berstrategi dengan dua srikandi dari Guru Bumi, Nathania Tifara Sjarief dan Anita Dyah Ratnaningrum.

Bertempat di Gedung Autograph, Thamrin Nine, Jakarta, belum lama ini, mereka membicarakan hal yang tak kalah genting dari harga cabai bagaimana caranya supaya buku dan board game anak buatan lokal bisa lebih dari sekadar penghuni rak berdebu di toko, tapi menembus pasar global, bahkan kalau bisa, jadi suvenir wajib buat bocah bule pulang dari Bali.

Dan ini bukan sekadar ngimpi di siang bolong. Wamenekraf Irene tegas bilang bahwa buku dan board game itu punya nilai ekonomi tinggi. “Kementerian Ekraf siap bantu aktivasi distribusi buku dan board game dari Guru Bumi, termasuk menjajaki Kids Corner di stasiun dan bandara,” ujarnya sambil mungkin dalam hati berharap setiap delay pesawat bisa dimanfaatkan buat baca buku, bukan cuma scroll TikTok.

Guru Bumi sendiri bukan sembarang penerbit. Mereka ini semacam Avengers-nya dunia literasi anak, mereka bikin buku dan permainan edukatif yang nggak cuma lucu-lucu pop-up-nya, tapi juga padat kandungan lokal dari legenda Nusantara sampai cara ngupas salak dengan tatapan penuh cinta lingkungan. Produk mereka ngajak anak-anak kenalan sama Indonesia lewat cerita dan mainan. Bukan lewat sinetron pukul tujuh yang bikin IQ menurun perlahan.

Di luar negeri, hal semacam ini bukan hal baru. Finlandia, misalnya, punya pepatah “Orang yang membaca hidup seribu kali lebih banyak daripada yang hanya menonton.” Negara itu bahkan kasih buku ke semua bayi baru lahir. Jadi, bukan cuma imunisasi yang penting, tapi juga ‘literasi pertama’ sejak dalam gendongan.

Di Jepang, toko buku bekas seperti Book-Off bisa ramai kayak pasar Senin, karena budaya baca mereka begitu kuat. Sementara di Jerman, anak-anak sekolah bahkan diwajibkan membaca Grimm Brothers bukan buat nambah nilai, tapi buat nambah akhlak.

Jadi kalau kita mau bersaing di pasar global, jangan cuma andalkan minyak goreng dan ekspor nikel. Ekspor dongeng juga penting. Karena siapa tahu, di masa depan, buku tentang kisah Roro Jonggrang dalam bahasa Spanyol bisa jadi bestseller di Peru, dan board game tentang flora-fauna Kalimantan bisa dimainkan bocah Kanada sambil nyemil maple syrup.

Sebagaimana disampaikan Nathania dari Guru Bumi, “Kami berharap Kemenekraf bisa jadi jembatan agar produk kami bisa langsung bertemu dengan pasarnya.” Sebuah harapan yang bukan sekadar puisi, tapi target bisnis beraroma nasionalisme yang mantap.

Langkah seperti membuat Pojok Membaca di Taman Mini juga patut diacungi dua jempol dan satu buku. Kalau bisa, taman-taman kota lain juga punya taman baca, bukan cuma taman buat nongkrong sambil rebahan ngitung bintang pakai kuota darurat.

Kesimpulannya, negeri ini butuh lebih banyak buku di rak dan lebih sedikit hoaks di grup WhatsApp keluarga. Butuh lebih banyak board game edukatif dan lebih sedikit sinetron tokek berjodoh. Karena literasi bukan soal keren-kerenan, tapi soal bertahan hidup di zaman yang makin canggih tapi juga makin penuh tipu-tipu.

Dan terakhir, izinkan kami menutup dengan satu pepatah modifikasi. “Barangsiapa menanam buku, ia akan menuai masa depan. Barangsiapa menanam konten clickbait, ia akan panen kebingungan.”

Mari kita dukung industri kreatif anak-anak negeri. Karena masa depan tak ditentukan oleh seberapa cepat internetmu, tapi seberapa banyak buku yang kamu baca sebelum tidur dan seberapa sering kamu kalah main board game karena terlalu banyak nanya.

Ingat, buku itu gudangnya ilmu, dan board game itu ladang strategi, jangan sampai masa kecil kita hanya penuh lari-lari di gang sempit, tapi masa kecil anak-anak kita penuh makna lewat lembar demi lembar cerita yang bikin bangga jadi Indonesia. Mau kita cetak masa depan yang cemerlang? Mulailah dari satu buku, bisa kan !, atau mau lebih bagus lagi, satu rak, he..he!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uji coba penggunaan Smart Class Digital 

    Uji coba penggunaan Smart Class Digital 

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- Uji coba penggunaan Smart Class Digital dilakukan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan sebagai terobosan sebagai bagian dari percepatan transformasi digital sekaligus peningkatan kualitas layanan. Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki mengatakan Pusdiklat menginisiasi terwujudnya Smart Class Digital, dan ini adalah yang pertama di lembaga kediklatan di lingkungan Kementerian Agama. Mastuki berharap peserta uji […]

  • 2 Kebudayaan OKI Diakui Kemendikbud Sebagai WBTB

    2 Kebudayaan OKI Diakui Kemendikbud Sebagai WBTB

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

        KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan Adat Perkawinan Mabang Handak dan Lelang Lebak Lebung sebagai Warisan Budaya Takbenda yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Warisan Budaya Takbenda (WBTb) sendiri merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sarat akan makna dan nilai-nilai luhur sehingga diperlukan sosialisasi, edukasi, peningkatan […]

  • Bismillah,…100 paket disalurkan OKI untuk masyarakat miskin ekstrim di 2 kelurahan

    Bismillah,…100 paket disalurkan OKI untuk masyarakat miskin ekstrim di 2 kelurahan

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir membagikan 100 paket beras melalui program Bismillah (Baznas Isi Subsidi dengan Amal Ibadah). Paket beras ini diperuntukan bagi masyarakat miskin ektrim di kelurahan paku dan kelurahan sukadana. Pembagian paket beras  dirangkai dengan gelaran Operasi Pasar Murah di Kelurahan Paku, Kayuagung, Kamis (28/04/2024). Sebelumnya Melalui surat edaran nomor 500/II/2024 Pj. Bupati […]

  • KPK Ingatkan Pemda Sumsel Bijak Manfaatkan Anggaran Covid-19

    KPK Ingatkan Pemda Sumsel Bijak Manfaatkan Anggaran Covid-19

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pemerintah daerah di wilayah Sumatera Selatan agar bijak dalam membelanjakan dana yang diamanahkan untuk kepentingan umum. Mengingat besarnya alokasi dana yang disiapkan pemda untuk penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) dan potensi kerawanannya, KPK memastikan akan terus mengawasi. Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam pembukaan rapat koordinasi pencegahan korupsi […]

  • Ingat.! Penyelenggara Pemilu Harus Punya Tanggung Jawab Moral & Hukum, Jangan Mau Diadu Domba

    Ingat.! Penyelenggara Pemilu Harus Punya Tanggung Jawab Moral & Hukum, Jangan Mau Diadu Domba

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    Menekankan penyelenggara untuk menjaga akses pemilih dan roda pemerintahan secara berkala.

  • Agar Imun Tubuh Kuat Hadapi Covid-19, Muba, DPR RI & KKP Ajak Masyarakat  Gemarikan

    Agar Imun Tubuh Kuat Hadapi Covid-19, Muba, DPR RI & KKP Ajak Masyarakat  Gemarikan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Riezky Aprilia SH MH dan Direktur Sistem Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Innes Rahmania API SSos MM melaksanakan Kunjungan kerja di Kecamatan Tungkal Jaya, dan Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (04/06/2020) tepatnya di […]

expand_less
WordPress Archive Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme Evenday – Event Management & Expo Orgaziner Elementor Template Kit Evendo – Event & Conference WordPress Theme Eveng - Event Catering Services Elementor Pro Template Kit Evenio – Event Conference WordPress Theme Evenizer – Event Planner & Organizer Elementor Template Kit Event Booking for WooCommerce Event Booking Pro : byDay Calendar Add on Event Booking Pro : Event Slider Addon