Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Kincir Angin Tambak, Hemat Energi

Kincir Angin Tambak, Hemat Energi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
  • visibility 7.372
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BUDIDAYA udang menjadi salah satu primadona di kalangan pelaku usaha perikanan saat ini. Melihat pesatnya perkembangan usaha budidaya udang, berbagai teknologi pun terus dikembangkan. Salah satunya adalah inovasi kincir air tambak yang dikembangkan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur. Satuan pendidikan ini berada di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran sangat penting dalam menciptakan kondisi agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan tambak. Kincir air berperan dalam menyuplai oksigen perairan tambak dan membantu dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan bawah. Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dasar tambak sehingga menstabilkan kualitas air.

Pentingnya penggunaan kincir air dalam budidaya ikan dan udang, terutama yang dilakukan secara intensif ternyata membawa permasalahan tersendiri. Kincir air yang ada dipasaran harganya relatif mahal dan biaya operasional dan perawatannya besar.

Melihat kondisi ini Politeknik KP Sidoarjo membuat inovasi teknologi kincir air hemat energi dari bahan lokal yang ada di sekitar, sehingga apabila ada kerusakan maka perawatannya ringan dan suku cadangnya mudah didapat. Melalui berbagai uji coba di perairan tambak ikan dan udang, Politeknik ini mengembangkan mesin kincir air hemat energi bertenaga listrik yang ramah lingkungan tanpa ada gas buang dan tidak menimbulkan kebisingan.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, inovasi yang dikembangkan pihaknya mendukung tiga program terobosan KKP pada Tahun 2021-2024. Pertama, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. Kedua, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor. Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan berbasis kearifan lokal. Inovasi kincir tambak Politeknik KP SIdoarjo khususnya mendukung poin kedua dan ketiga.

Menurut Direktur Politeknik KP Sidoarjo Muhammad Hery Riyadi Alauddin, kincir tersebut berbahan baku lokal, yang memiliki tingkat komponen dalam negeri di atas 50%. Kontruksi kincir air ini memiliki penggerak motor listrik dengan komsumsi daya 0,5 HP 1 phase, dimana gear dan rantai sebagai transmisi daya  yang mereduksi putaran mesin dari 1400 RPM menjadi 110 RPM. Putaran mesin hasil reduksi diteruskan poros utama berbahan baku pipa galvalum dengan ukuran 3/4 dim dan pillow block sebagai bantalan poros sehingga poros dapat berputar sempurna. Hasil putaran poros kemudian diteruskan oleh roda penggerak dari velg sepeda mini sebagai penopang daun kincir. Sebagai penopang seluruh komponen kincir ini dipasang rangka utama yang terbuat dari pipa galvalum yang dibentuk sesuai desain sehingga seluruh komponen ditopang. Kincir digunakan di kolam tambak selama 1 siklus (kurang lebih 3 bulan). Untuk membuat kincir air terapung maka dipasang pipa PVC dengan ukuran 6 dim sepanjang 2 meter sejumlah 2 buah untuk menopang beban kincir air sehingga dapat terapung seimbang di atas air. Untuk menghindari percikan air tambak dan air hujan maka dipasang penutup mesin dengan menggunakan plat gavalum sehingga air tidak dapat masuk ke dalam mesin penggerak.

Pembuatan maupun perakitan kincir mulai dari komponen rangka sampai dengan daun kincir dikerjakan oleh dosen dan taruna Program Studi Mekanisasi Perikanan Politeknik tersebut.  Melalui hasil riset kolaborasi yang dilakukan mulai dari tahun 2015 sampai dengan sekarang, kincir ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang lain, dimana dissolved oxygen (DO) yang dihasilkan tinggi, cakupan area maupun tinggi semburan maksimal, biaya operasional lebih murah, sparepart mudah didapatkan, perawatan mudah dikerjakan dan  tentu saja dengan harga lebih kompetitif. Dengan adanya kincir ini diharapkan akan menekan biaya operasional budidaya udang, sehingga pendapatan menjadi lebih meningkat dan kesejahteraan petambak terwujud.

Upaya pengembangan terus dilakukan dengan menggandeng pihak lain. Pada 3 Maret 2021, Politeknik KP Sidoarjo menandatangani kerja sama berupa nota kesepahaman dengan PT. Barata Indonesia (Persero) pada Pameran Nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencananya kincir air tersebut akan digunakan untuk mendukung program perikanan budidaya secara nasional, terutama budidaya udang.

Selain itu, menurut Hery Riyadi, kincir air tambak hemat energi ini telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual KKP  untuk mendapatkan paten. Kincir ini juga sedang diproses untuk mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia dari Badan Sertifikasi Nasional.[***]

 

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tolak & Minta Dibatalkan Perwali, Aptrindo Sumsel Stop Operasional Kendaraan

    Tolak & Minta Dibatalkan Perwali, Aptrindo Sumsel Stop Operasional Kendaraan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.029
    • 0Komentar

    PENGUSAHA truk angkutan yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Sumatera Selatan mengeluarkan sikap terkait Peraturan Walikota Palembang No.26 tahun 2019 tentang Pengaturan Rute Mobil Barang dalam kota Palembang. “Kami menolak dan meminta dibatalkannya Peraturan Walikota No. 26 tahun 2019 dan surat Edaran BPH MIGAS karena menyebabkan kerugian, dengan perincian kerugian,”kata Ketua […]

  • Era Digital, Ini Tantangan yang Dihadapi Kominfo Sumsel

    Era Digital, Ini Tantangan yang Dihadapi Kominfo Sumsel

    • calendar_month Rabu, 28 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kepala Dinas Kominfo Dr. Irnanda Karina Astari Fatma, S.Si, M.Si menjelaskan sebagai salah satu entitas baru pada 2017 lalu atas amanat dari Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan Peraturan Menteri Kominfo RI No. tahun 2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah […]

  • H – 12 FORNAS, Peserta Sudah Capai 11 Ribu

    H – 12 FORNAS, Peserta Sudah Capai 11 Ribu

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 609
    • 0Komentar

    MASYARAKAT Sumsel patut berbangga karena penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI yang digelar di Sumsel 1-7 Juli mendatang segera mencetak sejarah sebagai daerah penyelenggara dengan jumlah peserta kontingen terbanyak. Dari 10.000 peserta kontingen yang ditargetkan awal, kini jumlah peserta kontingen yang terdaftar sudah over target mencapai 11.000 peserta kontingen lebih yang berasal dari 34 […]

  • PT RAJ Sepakat Mediasi Terkait Lahan Seluas 819 Hektare

    PT RAJ Sepakat Mediasi Terkait Lahan Seluas 819 Hektare

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    SETELAH sebelumnya dilakukan pertemuan dengan pihak tergugat dalam hal ini PT Rambang Agro Jaya (PT RAJ), Muhammad Salim warga Kelurahan Perigi Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) selaku pihak penggugat yang diwakili oleh tim kuasa hukum yang diketuai oleh H Bastari, sepakat melakukan mediasi tahap pertama di Pengadilan Negeri Kabupaten OKI, kemarin. Tim kuasa […]

  • Minta Dukungan Sebagai Tuan Rumah PON, Wagub NTT Berkunjung Ke Pemprov Sumsel

    Minta Dukungan Sebagai Tuan Rumah PON, Wagub NTT Berkunjung Ke Pemprov Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    JAJARAN Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A. Nae Soi kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dalam rangka silaturahmi sekaligus meminta dukungan dan masukan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Kehadiran Wagub dan rombongan […]

  • Laguna Wayag salah satu ekosistem SAP Waigeo Sebelah Barat

    Laguna Wayag salah satu ekosistem SAP Waigeo Sebelah Barat

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen dalam mengelola Kawasan Konservasi Nasional di Indonesia melalui terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kawasan Konservasi Kepulauan Waigeo Sebelah Barat dan Laut Sekitarnya dan Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat dan Laut Sekitarnya di Provinsi Papua Barat.   Kawasan Konservasi Raja Ampat tersebut juga mendapat […]

expand_less
WordPress Archive Burgos – Street Food WordPress Theme Burgry – Burger & Fast Food Restaurant Elementor Template Kit Burido – Minimal Multipurpose WordPress Theme Burst – Creative Design Agency WordPress Theme Burto – Saas & Digital Agency Elementor Template Kit Buruh – Laser Cutting & Engineering Company Elementor Template Kit Buruhan | A Portfolio Theme for Freelancers and Agencies Bus Ticket Booking with Seat Reservation for WooCommerce Busia – Creative Agency Theme Busico – Multipurpose Business & Technology WordPress Theme