Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Idul Adha & Audit Hati,[Hewan Kurban & Keikhlasan]

Idul Adha & Audit Hati,[Hewan Kurban & Keikhlasan]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
  • visibility 1.158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pagi jumat kemarin langit Palembang mendung, seperti mau turun hujan, namun  siapa sangka, semangat warga tetap menyala terang, seperti kompor gas tiga tungku. Trotoar penuh, halaman masjid tumpah ruah, jalanan sampai berubah jadi sajadah dadakan.

Dari yang jalan kaki pakai sarung bolong, sampai yang naik motor pakai parfum sebotol semua datang dengan satu niat sholat Idul Adha. Tapi gaya? Masya Allah. Ada yang dandan kayak mau kondangan, padahal niatnya ibadah. Ya, syariat tetap jalan, fesyen pun tak ketinggalan.

Namun di balik pemandangan khusyuk nan wangi minyak kasturi itu, mari kita lihat sisi lain dari makna kurban, sebab yang disembelih hari itu bukan cuma sapi dan kambing, tapi seharusnya juga sifat manusia yang suka berisik. Iya, kadang bukan sapi yang keras kepala, tapi kita. Sapi cuma mengeluarkan suara mooo, manusia bisa “mooo-monyong terus”, sok paling benar.

Khotbah Idul Adha tahun ini, rata-rata berisi pesan yang menusuk-nusuk hati, kayak tusuk sate kambing tapi lebih halus. Intinya takwa itu tak kenal musim. Bukan seperti jaket hujan yang baru dipakai pas deras, lalu ditinggal pas terang. Takwa itu harusnya nempel terus, dari mushola ke kantor, dari rapat RT sampai urusan keluarga besar. Jangan baru takut dosa pas ngaji, tapi begitu pegang mikrofon rapat, langsung berubah jadi singa podium, maki-maki tanpa ampun.

Idul Adha adalah ajang latihan menyembelih. Tapi bukan cuma sembelih hewan. Cobalah sembelih ego, sembelih keinginan rebut mic terus di rapat warga, sembelih rasa ingin selalu benar padahal seringnya lupa titik koma.

Bayangkan kalau semua manusia pengin tampil di baliho, siapa yang mau ngetik laporan kegiatan? Lah, editornya siapa? Printer-nya siapa? Yang ngopi siapa? Kan repot!. Oleh sebab itu, kurban itu juga soal menyisihkan ego demi kerja kolektif, karena sejatinya, kurban adalah tentang siapa yang rela turun dari panggung, demi bereskan panggung itu sendiri.

Puncaknya adalah saat ceramah usai sholat menyentil dengan satu kalimat yang bikin nyut-nyutan dada, “Mampukah kita menyembelih nikmat tidur demi Subuh?”. Nah lo. Ini bukan kurban biasa, ini kurban kelas berat. Kadang potong sapi lebih mudah ketimbang potong hasrat scrolling TikTok jam dua pagi sambil makan keripik kentang. Sapi dibeli, disayang, diberi pakan, akhirnya siap disembelih. Kita? Alarm bunyi masih debat dulu lima kali. Belum lagi kalau disuruh bantu bersih-bersih masjid, eh malah nyapu halaman sendiri sambil berharap tetangga lihat.

Makna kurban juga bukan lomba siapa yang sapinya paling jumbo kayak truk gandeng, tapi siapa yang paling tulus hatinya. Karena dalam hidup, kurban itu tak selamanya berdarah, tapi selalu tentang pengorbanan. Sering kali kita harus menyembelih rasa ingin dipuji, demi belajar rendah hati.

Pepatah kuno mungkin bilang “Lebih baik kehilangan kambing karena ikhlas, daripada kehilangan keikhlasan gara-gara kambing”. Tapi versi zaman sekarang mungkin begini.”Lebih baik tidak eksis di Instagram, daripada semua kurban cuma demi konten dan caption ‘Ikhlas itu penting, beb'”.

Idul Adha itu mestinya jadi ajang audit iman, bukan ajang pamer sapi yang dibeli pakai patungan tapi fotonya sendiri yang dipajang. Audit iman artinya kita menimbang sudahkah kita rela memotong kesombongan? Sudahkah kita sembelih rasa gengsi? Sudahkah kita sadar bahwa kadang yang perlu dikurbankan bukan hewan, tapi ambisi pribadi yang bikin hidup makin ribet?

Ai manusia, yuk sesekali kurbankan hasrat tampil di kamera, lalu pelajari filosofi kambing, banyak suara, tapi tetap patuh saat diminta berkorban, kadang kita perlu belajar diam, seperti kambing, bukan bicara terus kayak toa masjid yang volumenya lupa dikecilkan.

Oleh sebab itu, di Hari Raya Kurban ini,  jangan cuma sibuk motong sapi sambil mikirin daging bagian mana yang cocok buat rendang. Tapi potong juga bagian-bagian dalam diri yang bikin hidup kita jadi keras kayak daging belum direbus, rasa iri, dengki, gengsi, dan hobi tampil paling alim di luar tapi nyinyir di dalam.

Sapi dan kambing mungkin sudah pasrah, mereka rela jadi simbol ketakwaan, sementara kita manusia malah masih galau antara ikhlas atau cuma ikut-ikutan. Kadang kita berkorban, tapi masih sambil hitung-hitungan, “Ini pahala masuk surga jalur cepat gak ya?” Padahal kurban yang sejati adalah ketika kita bisa membuang rasa pengen dipuji, padahal niat kita sebenarnya cuma mau posting story dan ngetag semua kontak biar tahu “Aku berkurban loh, like-nya mana nih?”

Manusia juga harus bisa belajar dari hewan kurban, mereka gak pernah debat soal posisi atau takdir, mereka juga gak pernah minta fotonya diedit dulu sebelum disembelih. Kalau cuma sapi yang disembelih, tapi sifat sombong dan rasa paling bener terus dipelihara, ya itu sama aja kayak makan daging empuk dengan hati keras. Cobalah sesekali korbankan spotlight panggung.

Karena ujung-ujungnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling banyak potong hewan, tapi siapa yang paling ringan tangan, lapang dada, dan sabar hati. Lebih baik kehilangan kambing karena ikhlas, daripada kehilangan keikhlasan gara-gara kambing. Sebab, kurban sejati bukan soal darah yang menetes, tapi soal hati yang bersih dari niat pamer, dan pikiran yang bebas dari rasa ingin dinomorsatukan. Dan nafsu buat selalu dipuji walau kerja belum tentu rapi.

Mari rayakan Idul Adha tahun ini bukan hanya dengan sate dan gulai, tapi juga dengan hati yang lebih siap menyembelih iri, dengki. Sapi dan kambing mungkin sudah pasrah diikat, tapi kita? Masih ngotot mempertahankan rasa ‘aku paling benar’. Padahal yang paling halal di Hari Raya ini bukan hanya dagingnya, tapi niatnya. Jadi, kalau sapi sudah pasrah demi ridho Ilahi, masa kita masih ngotot demi ridho netizen?. “Sapi boleh digulai, tapi ego jangan dibiarkan terus menggelegak, karena daging cuma enak sehari, tapi keikhlasan bisa jadi amal selamanya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengisian Daya Kendaraan Listrik Merek Hong Kong yang Sukses – Cornerstone Technologies Kini Hadir di Indonesia

    Pengisian Daya Kendaraan Listrik Merek Hong Kong yang Sukses – Cornerstone Technologies Kini Hadir di Indonesia

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

      Cornerstone Technologies telah mencapai 7.800 tempat parkir pengisian EV di perumahan pribadi dan lebih dari 1.500 tempat parkir pengisian EV di umum, kini mulai menjejaki Eropa dan Asia   Pingintau.id, Jakarta  – Cornerstone Technologies, inovator terkemuka dalam EV Charging Total Solutions yang berasal dari Hong Kong, mengumumkan kehadirannya di Indonesia pada hari ini.   […]

  • Tawa Anak Tukar Botol dengan Susu di PAUD Ceria

    Tawa Anak Tukar Botol dengan Susu di PAUD Ceria

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.414
    • 0Komentar

    PAGI yang tak terlalu panas, di Sungai Pedado, Palembang, tawa anak-anak pecah, seperti kembang api yang meletus di langit malam. Mereka berlarian ke halaman PAUD KB Ceria sambil menenteng botol plastik bekas, bukan untuk dijual ke tukang loak, bukan pula untuk dilempar ke sungai, melainkan untuk ditukar dengan sayur-mayur, susu, tempe, hingga telur. Sistemnya sederhana, […]

  • Negara Hadir, Negara Tidak Boleh Kalah, Dankor Brimob Polri Pimpin Upacara Pembukaan Pra Ops Nemangkawi II, Terus Siapkan Diri Agar Lebih Profesional

    Negara Hadir, Negara Tidak Boleh Kalah, Dankor Brimob Polri Pimpin Upacara Pembukaan Pra Ops Nemangkawi II, Terus Siapkan Diri Agar Lebih Profesional

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.690
    • 0Komentar

    BERTEMPAT di lapangan Mako Satlat Brimob Polri, Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol. Drs. Anang Revandoko memimpin Upacara Pembukaan Pelatihan Pra Operasi Nemangkawi 2021 dalam rangka penegakan hukum terhadap gangguan kelompok kriminal bersenjata diwilayah hukum Polda Papua. Dalam kegiatan upacara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Danpas Pelopor Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Drs. Imam Widodo, M. […]

  • Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh Covid di Muba Bertambah 6 Orang, Positif Tidak Ada

    Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh Covid di Muba Bertambah 6 Orang, Positif Tidak Ada

    • calendar_month Minggu, 6 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (6/6/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus positif dan bertambah 6 kasus sembuh. “Tidak ada penambahan kasus positif dan bertambah 6 kasus sembuh per 6 Juni 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Kadin Kominfo Muba ini menyebutkan, hingga 6 Juni 2021 ada sebanyak 1534 kasus diantaranya […]

  • Pengacara Sebut Perkara Ahmad Yani Dilatari Untuk Menjatuhkan Firli Bahuri

    Pengacara Sebut Perkara Ahmad Yani Dilatari Untuk Menjatuhkan Firli Bahuri

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 799
    • 0Komentar

    SIDANG lanjutan dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani. Dalam eksepsi yang dibacakan dihadapan majelis hakim, Mahdir Ismail kuasa hukum Ahmad Yani, bahkan  mengatakan bahwa perkara dugaan suap yang menjerat kliennya, dilatarbelakangi konflik internal dalam KPK yang ingin menjatuhkan Firli Bahuri sebagai ketua KPK yang baru terpilih. Bahkan Mahdir mengatakan,bahwa perkara ini […]

  • Pemkot Palembang Tambah Anggaran Untuk Pencegahan Covid-19

    Pemkot Palembang Tambah Anggaran Untuk Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menambah anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk penanganan Virus Corona atau COVID-19 di Palembang. Penambahan sebesar Rp 4 m, menambah anggaran pencegahan Virus Corona sebelumnya Rp 116 M. “Penambahan anggaran ini akan diambil dari pergeseran dana hibah dan lain-lain,” kata Walikota Palembang H.Harnojoyo Selasa (7/4/2020) usai rapat via video conference […]

expand_less
WordPress Archive Black – Creative Digital Agency WordPress Theme Black Label – Fullscreen Video & Image Background Blackcats – CCTV & Security WordPress Theme Blackdsn – Creative Ajax Portfolio WordPress Theme Blackfyre – Create Your Own Gaming Community Blackink – Tattoo Studio Elementor Template Kit Blacksilver Photography Theme for WordPress Blade – Responsive Multi-Functional Theme Blade – Responsive Multi-Functional WordPress Theme BladeHub – Barber Shop & Hairdressers WordPress Theme