Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » BUKU DIARI PAGI – Selasa Pagi di Pesona Harapan Jaya : Ngopi Pahit, Pohon & Filosofi Hidup ala Blok A

BUKU DIARI PAGI – Selasa Pagi di Pesona Harapan Jaya : Ngopi Pahit, Pohon & Filosofi Hidup ala Blok A

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.072
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

USAI shubuh, langit masih menggantung mendung, bukan mendung yang galau macam mantan yang belum move on, tapi mendung yang adem sejuk, tenang, dan menggoda untuk rebahan lagi. Tapi aku memilih bangun, karena katanya, “siapa bangun pagi rezekinya lebih dulu disambar ayam”. Pepatah baru ini belum populer, tapi cocok buat yang sering telat ke pasar dan kehabisan cabe murah.

Pagi itu, suasana masih setenang kolam lele yang belum dilempar pelet. Burung pun belum sempat nyanyi, mungkin lagi sibuk update status di dahan pohon. Udaranya segar, seperti disaring dari paru-paru alam langsung tanpa campuran pendingin ruangan.

Aku duduk di ruang tamu, di hadapanku laptop menyala, tapi layar masih kosong, bukan karena aku tak punya ide, tapi karena kopi belum selesai disruput. Secangkir kopi hitam pekat menemaniku, kopi pahit tanpa gula, sekelam cinta waktu SMA yang gagal karena terlalu malu nyapa.

Di sebelahnya, sebatang Djisamsoe sedang kuisap pelan, membubung bersama angan. Asap putih itu melesat keluar jendela, menari-nari seperti kenangan masa kecil yang belum bayar uang sekolah tapi masih sempat main layangan.

Ruang tamu ini terasa seperti studio meditasi dadakan, tempat pikiran meliuk-liuk seperti asap rokok. Kusengaja buka pintu dan jendela selebar mungkin, agar angin tahu, aku di sini, sedang berpikir keras… soal sarapan.

Perumahan tempatku tinggal, Pesona Harapan Jaya Tahap 1 Kalidoni, sering kusebut kampung. Walau di depan nama ada kata “Pesona”, belakangnya tetap “Jaya”, tapi suasananya lebih mirip “Desa Damai Bab III”. Kiri kanan masih rimbun. Ada akasia, gelam, sawit, bahkan pohon karet yang udah pensiun dini.

Mereka semua berdiri seperti satpam lingkungan, diam, kokoh, tapi ikut menjaga sejuknya hari, kadang aku mikir, pohon-pohon inilah yang bikin tetangga tetap bisa senyum meski listrik naik.

Tepat pukul 6 pagi, seperti skrip sinetron, babak baru dimulai, suara motor mulai menyala sebagian menderu, sebagian lagi batuk-batuk karena aki tua.

Pintu mobil ditutup perlahan, sopan. Ibu-ibu keluar dengan tas belanja, ada yang pakai kerudung rapi, ada juga yang masih ngucek mata sambil nyeker, berburu daun singkong dan tahu isi.

Lalu, terdengarlah suara ikonik itu

“Wulaaan… ada donat?!”
Sebuah panggilan penuh harap dari tetangga sebelah.

“Gak buat, Bu! Cuma pastel sama risol hari ini…”
Jawab Wulan, pedagang keliling legendaris dari Blok A, sambil mengangkat wadah kue jualan, meski kantung matanya seperti habis nyetrika bantal semalaman.

Wulan ini ibarat alarm alami kampung, kalau dia belum lewat, artinya pagi belum resmi dimulai. Dia tidak sekadar menjual donat dan risol dan kue lainnya. Dia menjual harapan, energi karbo di pagi selasa ini.

Pasukan kecil..

Anak-anak sekolah siang pun mulai keluar, mereka berkeliaran seperti pasukan kecil yang siap perang lawan kantuk. Ada yang main bola plastik, ada yang main kejar-kejaran sambil teriak, “WOY CEPATAN!” teriakan khas bocah yang belum kenal konsep tenang. Mereka tahu pagi adalah waktu emas sebelum disuruh mandi sama emak.

Di sela keramaian itu, aku menyesap kopi lagi, menarik napas panjang, pagi sudah mulai terang, sedikit demi sedikit, langit bergeser dari kelabu menjadi biru pucat, dari sepi jadi ramai. Hidup pun begitu. Tak selalu cerah di awal, tapi perlahan, akan terang juga, asal sabar dan punya risol, he..he.

Dan… kadang, bahagia itu sederhana, bukan soal mobil baru atau gadget mahal, tapi soal kopi pahit, rokok sebatang, dan suara “Wulan, ada donat?” yang menandakan bahwa hidup masih berjalan, dan kita masih bagian dari cerita kecil di salah satu kampung yang  marjinal di Kota Palembang.

Jadi begitulah pagi di Blok A, tempat di mana risol, donat dan kue sarapan pagi punya peran sosial, dan kopi pahit bisa jadi pengingat bahwa hidup gak selalu manis, tapi tetap bisa dinikmati asal ada jeda dan tawa.

Karena seperti kata pepatah kampung yang belum tercetak di buku motivasi mana pun

“Hari boleh Selasa, tapi semangat jangan setengah rasa.”

“Kalau donat hari ini nggak datang, mungkin hidup lagi ngajak kita puasa dari ekspektasi.”
“Dan ingat! kopi pahit pun akan terasa nikmat… kalau kita tahu cara menikmatinya, bukan malah nyalahin sendok”

Selamat hari Selasa, teman-teman, jangan terlalu serius menghadapi dunia. Kadang, cukup disenyumin aja… kayak senyuman Wulan yang bawa risol dan kue lainnya tapi nggak ada namanya donat.

Jangan terlalu sibuk mengejar cahaya dari kota sebelah, sampai lupa bahwa sinar mentari pagi pun menembus rumahmu… asal jendelanya dibuka.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbatasan Timor Leste,  Warga Serahkan Senjata Api Rakitan

    Perbatasan Timor Leste, Warga Serahkan Senjata Api Rakitan

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 502
    • 0Komentar

    WARGA masyarakat yang berdomisili di Perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste di Desa Dualas kecamatan Kakuluk Mesak secara sukarela menyerahkan empat pucuk senjata api rakitan kepada aparat keamanan. Senjata ini kemudian diserahkan kepada Lantamal VII Kupang. Warga tersebut yaitu Antonio Gomes (55 th) dan Fransisco Da Silva (39 th) secara sukarela atas dasar keinginan pribadi […]

  • Andrea Schenker-Wicki, Presiden Universitas Basel, Universitas Tertua di Swiss & Universitas Riset Global Terkemuka, akan Dihormati AUW pada 5 April

    Andrea Schenker-Wicki, Presiden Universitas Basel, Universitas Tertua di Swiss & Universitas Riset Global Terkemuka, akan Dihormati AUW pada 5 April

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – CHATTOGRAM, BANGLADESH –  Asian University for Women (AUW) akan mengadakan upacara khusus di kampusnya di Chittagong pada 5 April pukul 14:00. menganugerahkan gelar Doctor of Laws, honoris causa, kepada Prof. dr. dr. h.c. Andrea Schenker-Wicki, Presiden universitas tertua di Swiss dan salah satu universitas penelitian global terkemuka, University of Basel. Upacara akan diprediksi […]

  • 800 Kg Ketamin di Natuna, BNN Telusuri Kaitan Fuchangxing I dan MV Ashley

    800 Kg Ketamin di Natuna, BNN Telusuri Kaitan Fuchangxing I dan MV Ashley

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengungkapan 800 kilogram barang yang diduga ketamin di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, tidak berhenti pada penemuan di satu kapal. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim gabungan kini menelusuri kemungkinan keterkaitan dua kapal yang diamankan dalam pengembangan kasus tersebut. Dua kapal yang menjadi perhatian petugas adalah Fuchangxing I dan MV Ashley. Pemeriksaan terhadap keduanya […]

  • “Hijau di Ujung Kabel, Hitam di Ujung Pabrik”

    “Hijau di Ujung Kabel, Hitam di Ujung Pabrik”

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.536
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima tamu penting di ruang kerjanya kemarin. Bukan tamu yang datang membawa pempek atau tekwan, melainkan rombongan serius dengan map tebal dan rencana panjang, yaitu kendaraan listrik, charging station, dan masa depan hijau. Topik ini terdengar modern, bahasanya juga meyakinkan, kata kuncinya satu ‘ramah lingkungan,’ pas banget dengan narasi […]

  • Akibat Banjir Bandang, Warga Kota Palopo Mengungsi di Tempat Ibadah

    Akibat Banjir Bandang, Warga Kota Palopo Mengungsi di Tempat Ibadah

    • calendar_month Minggu, 31 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.498
    • 0Komentar

    BANJIR bandang melanda beberapa kelurahan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu malam (30/10). Peristiwa tersebut berlangsung pada pukul 20.00 waktu setempat. BPBD melaporkan ada sebagian warga mengungsi ke tempat ibadah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo melaporkan kejadian tersebut menerjang empat kelurahan di Kecamatan Telluwanua, yaitu Kelurahan Pentojangan, Jaya, Sumarambu dan Salubattang. Warga […]

  • Laporan Diperiksa, Integritas Diuji

    Laporan Diperiksa, Integritas Diuji

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri yang pepatahnya lebih banyak dari jumlah kode anggaran belanja daerah, ada satu pelajaran penting dari Exit Meeting antara Pemkab Muba dan BPK Sumsel, Jumat kemarin. Seperti murid yang habis ujian lalu dipanggil wali kelas dan wali murid sekaligus, rapat ini bukan sekadar pamit-pamitan, tapi juga momen membedah catatan nilai, evaluasi PR, […]

expand_less
WordPress Archive Life Coach – Public Speaker Personal Page WordPress theme Life Coach WordPress Theme LifeCoach | Mentor & Trainer Template Kit Lifeline Donation Pro – WordPress plugin to get donations Lifest – Insurance Agency WordPress Theme Lifevent – Event Conference WordPress Theme LiftSupply – Single Product WooCommerce WordPress theme Light – Minimalist WordPress portfolio theme Liker – WordPress Rating Plugin Lilac – Fashion Responsive WooCommerce WordPress Theme