Infrastruktur & Transportasi

PDAM Tirta Musi Bakal di Suntik Modal, Semoga Air Bersih Mengalir di Perum Kami, Asa Warga

foto : Istimewa

HUJAN beberapa hari ini menjadi berkah bagi masyarakat Perum Pesona Harapan dan Nirvana, Jalan KH. Azhari Kalidoni Palembang. Maklum daerah ini merupakan salah satu zona merah air bersih yang ada di Kota Palembang.

Hampir 7 tahun, warga setempat yang tinggal di perum itu, bertahan hidup dengan mengandalkan air sumur yang kondisinya berkarat, kuning, bau, dan asam pekat, jika tidak disaring. Namun mereka tetap bersabar selama bertahun-tahun menempati tinggal bersubsidi tersebut.

Meski Palembang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumsel yang dikenal sebagai Kota Metropolis. Ternyata ketersediaan kebutuhan air bersih untuk warga hingga kini belum maksimal.

Padahal air bersih sendiri sebagai kebutuhan yang sangat sentral bagi masyarakat. Pemerataan ketersediaan air bersih dengan pertumbuhan daerah baru belum seimbang. Hal ini tentunya seharusnya menjadi pekerjaan rumah [PR].

Seperti contoh, masyarakat yang tinggal di Jalan KH. Azhari, Kalidoni, terutama di areal perumahan belum tersentuh pembangunan air bersih.

Padahal daerah tersebut, termasuk daerah yang letaknya sangat strategis, karena jalan tersebut bisa tembus ke Jalan Harapan Jaya, Lebak Jaya, May.Zen, Jalan Jepang, Purwo, Mata Merah, Sematang Borang Kenten, Sekojo.

Masyarakat yang tinggal di perumahan tersebut dan lingkungan tersebut sangat berharap dengan program SPAM Kalidoni yang tak lama lagi di Bangun dapat menyentuh daerah mereka.

Mereka berharap adanya jalur pipanisasi air bersih di daerah tersebut, dengan adanya infrastruktur air bersih diperkirakan daerah tersebut bakal berkembang pesat. Terlebih ada 3 pengembang lagi yang tengah merealisasikan perumahan di jalan tersebut.

Seorang Warga Perum Pesona Harapan Jaya, Nizom, dia mengakui sudah hampir 7 tahun menempatkan rumah bersubsidi tersebut.

Selama itu juga hanya mengandalkan air bersih yang disaring dari sumur. “Kami saring, hasilnya masih asam,hanya untuk mandi dan mencuci, sementara untuk minum beli air bersih dari galon,”akunya.

Dia berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kota, apalagi PDAM Tirta Musi merupakan BUMD milik Pemkot.

Hal senada juga diterangkan Uda, Pemkot seharusnya lebih adil dalam pemerataan pembangunan, seperti menuhi kebutuhan air bersih untuk warga yang tinggal di daerah-daerah marjinal.

“Setidaknya ada solusinya, dan peka terhadap keluhan warga, misalnya jika belum mampu membangun pipanisasi air bersih, perlu disediakan tangki air bersih seperti era 90 –an, sehingga warga dapat membeli air bersih yang disediakan tersebut menggunakan dirigen, atau mengirim air bersih melalui truk tangki air,”tuturnya.

Apalagi di musim kemarau, keluhnya daerah ini sangat sulit air, air sumur yang airnya keruh, berkarat, bau tersebut kering. Janaria, Warga Pesona Harapan juga menambahkan, sebenarnya memang ada jalan keluarnya semua, namun tergantung dari kepekaaan mereka yang berwenang, PDAM, dan Pemkot Palembang yang memiliki saham BUMD air ini.

Apalagi kabarnya, ungkap dia, SPAM Kalidoni mulai direalisasikan dan PDAM kemarin juga dikabarkan mendapat suntikan dana sebesar Rp800 miliar yang disetujui DPRD Kota Palembang.

“Nah, dari situ daerah zona merah terkait air bersih harus menjadi skala prioritas,”ulasnya.

Dia mengakui, dulu pernah mendapat khabar air bersih bisa direalisasikan, namun dari manajemen PDAM Tirta Musi menyebutkan warga harus membeli pipanisasi sendiri dan pompa air senilai Rp500 juta.

“Kami tak sanggup karena judul rumahnya disini rumah bersubsidi, kok pipa induknya dibebankan ke masyarakat,”tuturnya.

Tengok saja, katanya seperti PLN, jasa jaringan internet, seperti Telkom, CBN, My Republika saja berani investasi jaringan, warga tinggal memasang saja, namun kok, PDAM harus membebankan pipa jaringan kepada masyarakat. “Padahal  perusahaan daerah tersebut disuntik modal berasal dari uang rakyat juga,”keluhnya.

Menurutnya, semoga ini menjadi PR bagi mereka yang ada di atas sana, masyarakat hanya pasra saja. Terlebih PDAM Tirta Musi dapat sudah disuntik dana. “Semoga sebagian kecil bisa untuk pengembangan jaringan pipanisasi di tempat kami,”paparnya.

Dia menambahkan, saat ini semua warga juga bersyukur karena musim kemarau tidak terlalu panjang, musim hujan mulai turun menjadi berkah bagi warga yang tidak dialirin air bersih.

 

Suntik Dana

Sebelumnya Pemkot Palembang bakal menyuntikan dana senilai  Rp800 miliar kepada PDAM Tirta Musi Palembang setelah Panitia Khusus I DPRD Palembang bersama Pemkot, menyepakati pemberian dana dalam rapat paripurna DPRD Kota Palembang ke-16 terkait Laporan Panitia Khusus I, V, VI, dan VII yang Membahas Rancangan Peraturan Daerah Kota Palembang Tahun 2020 dan Persetujuan Bersama, belum lama ini.

Wali Kota Palembang H Harnojoyo, Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda, Ketua dan para Wakil Ketua DPRD, Sekda Ratu Dewa, unsur FKPD Palembang, para kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Palembang.

Suntikan penyertaan modal ini diharapkan meningkatkan kinerja Tirta Musi dalam pelayanan dan penyediaan air bersih di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini. Karena, besaran alokasi anggaran tersebut diperuntukkan guna pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM Tirta Musi sehingga layanan kepada masyarakat lebih maksimal.

Penyertaan modal ini juga untuk peningkatan PAD,. Karena itu, PDAM Tirta Musi butuh dana dalam bentuk investasi dan penyertaan modal agar bisa berkontribusi bagi daerah.

Dalam pembahasan pansus I tersebut, penyertaan modal PDAM Tirta Musi menjadi penambahan penyertaan modal dari sebelumnya Rp450 miliar menjadi Rp800 miliar. Suntikan modal diberikan PDAM Tirta Musi akan diberikan bertahap hingga 2021.

“Kita berharap Walikota Palembang menyelesaikan hingga jabatan berakhir pada 2023,”kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Palembang, M Ridwan Saiman.[****]

 

One

 

 

 

 

Comments

Terpopuler

To Top