Jalan Khusus Batu Bara Sumsel Sudah Terkoneksi, Mengapa Jalan Pertamina Dilirik?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara di Sumatera Selatan disebut sudah berjalan dan terkoneksi. Namun, Pemerintah Provinsi Sumsel masih menjajaki pemanfaatan jalan inspeksi milik PT Pertamina di Kabupaten Lahat sebagai akses alternatif menuju pelabuhan di kawasan Muara Lematang, hal itu dilakukan sebagai upaya menata angkutan batu bara sebagai pembangunan jalan khusus.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Provinsi Sumsel, Selasa (13/10/2026).
Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara disebut sudah berjalan dan terkoneksi. Meski demikian, akses tambahan melalui jalan Pertamina masih masuk dalam pembicaraan pemerintah bersama pihak perusahaan dan pelaku usaha tambang.
Cik Ujang menegaskan, langkah itu merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumsel untuk menjalankan instruksi gubernur agar angkutan batu bara tidak lagi melintasi jalan umum.
Menurut dia, pemerintah daerah siap menjembatani rencana pemanfaatan akses milik Pertamina. Namun, prosesnya tidak bisa dilakukan begitu saja karena harus mengikuti ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Alhamdulillah, pembangunan jalan khusus angkutan batu bara sudah berjalan dan terkoneksi. Pemprov Sumsel siap menjembatani pemanfaatan akses jalan Pertamina ini, namun seluruh prosesnya wajib mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Cik Ujang.
Peluang penggunaan jalan inspeksi tersebut belum berarti akses itu bisa langsung dimanfaatkan untuk lalu lintas angkutan batu bara.
Pihak PT Pertamina, melalui Head of Land Operation Zona 4, Gawang, menyatakan terbuka untuk pembahasan lebih lanjut. Namun, pemanfaatannya harus tetap menjaga kelancaran operasional perusahaan serta memperhitungkan dampak sosial dan keselamatan masyarakat di sekitar jalur.
Persyaratan perizinan sesuai kewenangan pemerintah pusat juga menjadi bagian yang harus dipenuhi. Dengan demikian, rencana ini masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat dipastikan pelaksanaannya. Persetujuan penggunaan jalan, aspek keselamatan, dan kepastian perizinan menjadi hal penting yang perlu dituntaskan.
Jalan inspeksi Pertamina di Kabupaten Lahat direncanakan menjadi akses alternatif bagi sejumlah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk mengangkut batu bara menuju pelabuhan di kawasan Muara Lematang.
Jika rencana tersebut dapat direalisasikan sesuai ketentuan, akses ini berpotensi menjadi bagian dari upaya penataan jalur distribusi batu bara di Sumatera Selatan.
Namun, masih ada sejumlah hal yang perlu diperjelas, termasuk perusahaan yang akan memanfaatkan jalur tersebut, skema penggunaan jalan, serta jadwal pelaksanaannya.
Pemprov Sumsel berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pelaku usaha tambang dapat menghasilkan kesepahaman yang mendukung angkutan batu bara lebih tertib dan terukur, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta iklim investasi di daerah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
