Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Penuhi Kewajiban Lestarikan Lingkungan, Menteri LHK Apresiasi 10 Perusahaan Merehabilitasi Hutan Bekas Tambang dan DAS

Penuhi Kewajiban Lestarikan Lingkungan, Menteri LHK Apresiasi 10 Perusahaan Merehabilitasi Hutan Bekas Tambang dan DAS

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
  • visibility 710
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya, mengapresiasi 10 perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang telah memenuhi kewajiban mereklamasi hutan bekas tambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).

Dilansir dari InfoPublik.id, 10 perusahaan pemegang IPPKH itu telah menyerahkan hasil rehabilitasi hutan yang telah dinyatakan memenuhi kriteria keberhasilan tanaman, sehingga layak untuk diserah terimakan, dengan total luasan area sekitar 4.337 hektar (Ha).

“Terima kasih kepada 10 bisnis leaders atas kerja keras ditengah berbagai kesulitan dan kondisi yang cukup berat, masa-masa sulit COVID-19 dan saya mendorong para bisnis leaders yang masih memiliki kewajiban merehabilitasi DAS. Mari kita selesaikan kewajiban kita bersama untuk kesejahteran masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Menteri LHK dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik terkait acara serah terima hasil pekerjaan rehabilitasi hutan dari pemegang IPPKH ke pemerintah, pada Selasa Malam (12/10/2021).

Lebih lanjut Menteri LHK menjelaskan, 10 perusahaan pemegang IPPKH tersbeut antara lain:

(1) SKK Migas-Medco Sumsel (18,83 ha) di Kawasan Hutan Lindung Meranti Sungai Merah, Kabupaten (Kab) Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

(2) SKK Migas BP Berau (320 ha) di Kawasan Hutan Lindung di Kab. Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

(3) PT. Alam Jaya Barapratama (1.241,25 ha) di KHDTK Hutan Diklat Tahura Bukit Soeharto, Provinsi Kalimantan Timur.

(4) PT. Antam UBPN Malut (981,77 ha) di Kawasan HL di Kab. Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara;

(5) PT. Multi Utama Tambang Jaya (746,10 ha) di Kawasan Hutan Konservasi di Kab. Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

(6) SKK Migas Medco Salamander Kalsel (83 ha) di Kawasan Hutan Produksi Tetap di Kab. Murung Raya, Provinsi Kalteng.

(7) PT. Adaro Indonesia (440,43 ha) di Tahura Sultan Adam, Provinsi Kalimantan Selatan.

(8) PT. Bumi Suksesindo Jatim (215,66) di Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Tetap, Kab. Bondowoso, Provinsi Jawa Timur.

(9) PT. Suprabari Mapanindo Mineral (200 ha) di KHDTK Tumbang Nusa, Provinsi Kalteng.

(10) PT. Vale Indonesia (90 ha) di Kawasan Hutan Lindung di Kab. Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.

Para perusahan pemegang ijin, kata dia, telah dievaluasi secara terpadu oleh tim penilai yang terdiri dari unsur Balai Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Dinas Provinsi yang membidangi Kehutanan, dan pemangku atau pengelola kawasan.

Evaluasi ini dinilai penting sebagai upaya untuk memulihkan, memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan fungsi daerah aliran sungai sebagai penyangga kehidupan.

“Langkah ini sangat penting dilakukan, tidak saja hanya sebagai kewajiban dalam upaya memulihkan lingkungan, namun juga dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat serta dalam upaya membangun reputasi dunia usaha, yang mau tidak mau sudah harus concern dan bekerja nyata untuk kelestarian lingkungan,” kata dia.

Menurut Menteri LHK, kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan sangat penting karena secara mendasar akan menjadi sistem penopang kehidupan melalui fungsi hutan.

Hal ini karena hutan memiliki fungsi hidrologis dalam suatu sistem DAS, yang adalah salah satu dari sistem penopang kehidupan (life support system), dengan tolok ukur air.

Dia juga mengatakan, revitalisasi hutan dan DAS harus mendukung pelaksanaan kegiatan Project Strategis Nasional, seperti pada wilayah-wilayah pendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Dalam hal ini Menteri LHK ingin supaya ada kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan pada wilayah bukit Menoreh di kawasan Borobudur, Provinsi Jawa Tengah, yang mendukung pariwisata Candi Borobudur.

“Perlu kekhususan dalam mendesain pola rehabilitasi DAS di perbukitan Menoreh, mengingat wilayah tersebut adalah daerah tangkapan air sehingga desainnya harus mampu membangun menara air alami untuk menopang kebutuhan air, memiliki nuansa asri dan keindahan, serta melakukan pemberdayaan kelembagaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” jelas dia.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seri Pembuka,  Indonesia Ikut Finish Terdepan di MotoGP 2022 Seri Qatar

    Seri Pembuka, Indonesia Ikut Finish Terdepan di MotoGP 2022 Seri Qatar

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.548
    • 0Komentar

    INDONESIA turut finish terdepan di gelaran MotoGP seri pembuka musim 2022 di Sirkuit Internasional Losail, Qatar. Sejumlah merek produk Indonesia yang ikut mendukung pembalap dari tim Gresini Racing, Enea Bastianini, terpampang setelah ia muncul sebagai juara l, mendahului pembalap lainnya. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, melalui siaran persnya di […]

  • Lihat perlintasan gajah di KM 12 ruas tol Pekanbaru-Dumai, Ini Respon Presiden RI

    Lihat perlintasan gajah di KM 12 ruas tol Pekanbaru-Dumai, Ini Respon Presiden RI

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Dumai – Pembangunan infrastruktur di Tanah Air harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan menjamin keberlangsungan hidup satwa liar. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo setelah melihat perlintasan gajah di KM 12 ruas tol Pekanbaru-Dumai, Kamis (05/01/2023). “Saya terus mengingatkan mengenai pentingnya juga memperhatikan lingkungan, seperti yang kita bangun Jalan Tol Pekanbaru-Dumai misalnya, ada terowongan untuk […]

  • Dirancang Nol Defisit, APBD OKI 2023 Diyakini Makin Sehat

    Dirancang Nol Defisit, APBD OKI 2023 Diyakini Makin Sehat

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI—Jajaran legislatif dan eksekutif Ogan Komering Ilir (OKI) ketuk palu  terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI tahun anggaran 2023. APBD setahun mendatang dirancang nol defit atau berimbang dan sehat. Adapun postur rencana perda APBD OKI tahun 2023 memproyeksi pendapatan daerah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah […]

  • KETUM Kadin Sumsel Instruksikan Daerah /Kota Gelar Musda

    KETUM Kadin Sumsel Instruksikan Daerah /Kota Gelar Musda

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin selaku Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Sumatera Selatan memimpin Rapat Secara Virtual melalui Aplikasi Zoom bersama Kadin Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumsel, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (22/9/2020). Dalam kesempatan tersebut Dodi menginstruksikan agar Kadin Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumsel dapat melaksanakan Musyawarah […]

  • Festival Anak Shaleh Indonesia 2023 di OKI, Ini Asanya

    Festival Anak Shaleh Indonesia 2023 di OKI, Ini Asanya

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Dalam rangka kegiatan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tahun 2023 Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang di selenggarakan di Pendopo kabupaten ogan komering ilir OKI. Dalam kegiatan Festival Anak Shaleh (FASI) yang diselenggarakan Pemkab OKI terdapat macam-macam perlombaan untuk memeriahkan festival yang di ikuti Santriwan dan Santriwati tingkat TPA, […]

  • Tak Ingin Jadi Daerah Penyumbang Asap, Banyuasin Siap Antisipasi Karhutla, Api Sekecil pun Harus Dipadamkan

    Tak Ingin Jadi Daerah Penyumbang Asap, Banyuasin Siap Antisipasi Karhutla, Api Sekecil pun Harus Dipadamkan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.466
    • 0Komentar

    KABUPATEN Banyuasin siap semaksimal mungkin menangani kebakaran hutan dan lahan [karhutla] agar nantinya tak menjadi daerah penyumbang asap di musim kemarau tahun ini. Pernyataan itu diungkapkan Bupati Banyuasin H. Askolani saat hadir dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel Tahun 2020 di Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung Kabupaten […]

expand_less
WordPress Archive Easy Digital Downloads Wallet Addon Easy Digital Downloads Widgets Pack Addon Easy Digital Downloads Wish Lists Easy Digital Downloads Xero Easy Digital Downloads Zapier Addon Easy Select and Share Pro Easy Social Share Buttons for WordPress Easy Table of Contents for AMP Easy Tables – Table Manager for WPBakery Page Builder Easy Video Player WordPress & WooCommerce Plugin