Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat jalan utama Sumsel tak lagi harus berhenti

EMPAT flyover palang pintu kereta api di Sumatera Selatan digadang-gadang jadi jurus pamungkas untuk memutus kemacetan yang sudah terlalu lama jadi tontonan gratis warga. Setiap palang pintu turun, kendaraan langsung antre seperti mau ambil sembako murah, klakson bunyi saling sahut, dan waktu mendadak jadi barang mewah. Hal inin bukan kejadian langka, tetapi  agenda rutin, bahkan nyaris harian.

Di Sumatera Selatan, menunggu palang pintu kereta bukan lagi musibah, tapi keterampilan hidup. Tanpa perlu kursus, tanpa perlu sertifikat.

Begitu palang turun, refleks warga langsung jalan. Ada yang matikan mesin biar hemat bensin, ada yang turun beli kopi, ada yang sempat nelpon rumah, “Mak, aku telat. Kereta lagi lewat.” Padahal keretanya belum tentu kelihatan ujungnya.

Palang pintu ini memang punya wibawa luar biasa. Sekali turun, semua tunduk. Mau pejabat, mau rakyat jelata, mau yang motornya cicilan atau mobilnya plat merah, semua setara dihadapan rel.

Di saat yang sama, kereta batubara melintas dengan gagah dan percaya diri. Panjangnya kadang bikin orang bertanya serius, “Ini satu kereta atau rombongan kereta se-kecamatan?”

Ironisnya, kereta itu membawa energi nasional. Listrik menyala di kota lain, industri hidup di tempat jauh. Tapi di sekitar lintasan, energi yang paling terasa justru energi kesabaran tingkat tinggi.

Klakson berbunyi bukan buat mempercepat, tapi buat pelampiasan emosi. Waktu habis, bensin jalan, dan janji datang tepat waktu ikut ambyar.

Ajaibnya, semua ini sudah lama kita anggap wajar. Dari dulu sampai sekarang ceritanya sama. Bedanya cuma gaya menunggu. Dulu melamun, sekarang scroll ponsel. Dulu ngeluh ke diri sendiri, sekarang update status. Intinya satu rakyat berhenti karena ekonomi sedang lewat di depan hidungnya.

Di tengah ritual harian warga sekitar rel itulah, rencana pembangunan empat flyover terdengar seperti kabar yang bikin alis terangkat.

Flyover Simpang Belimbing, Gunung Megang 1 dan 2, serta Ujan Mas diproyeksikan jadi solusi yang masuk akal untuk masalah yang selama ini diselesaikan dengan cara… ya ditunggu saja.

Logikanya sebenarnya sederhana. Kalau dua arus besar, kereta batubara dan kendaraan umum terus dipertemukan di satu titik sempit, jangan heran kalau macet dan rawan kecelakaan. Itu seperti nyuruh dua rombongan hajatan masuk satu pintu kecil, lalu berharap semua tertib dan saling senyum.

Target 2027

Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga bicara apa adanya. Angkutan batubara, katanya, akan terus meningkat. Wajar, negara butuh energi. Tapi yang juga wajar, rakyat butuh jalan lancar dan aman.

Kalau logistik digenjot tapi jalannya tetap begitu-begitu saja, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi daftar keluhan baru.

Flyover, bukan cuma beton dan aspal, Ia adalah tanda  pemerintah mulai sadar pembangunan jangan cuma lewat, tapi juga mampir sebab jangan sampai daerah penghasil energi malah jadi daerah penghasil emosi.

Apalagi proyek ini digarap rame-rame. Ada PT KAI, PT Bukit Asam, PT Semen Baturaja, pemerintah provinsi, sampai pemerintah pusat. Ibaratnya, semua pihak yang biasanya saling lewat akhirnya duduk satu meja, sepakat bahwa macet tidak bisa diselesaikan dengan saling tunggu.

Targetnya 2027. Angka yang terdengar optimistis dan patut dikawal. Warga Sumsel tentu berharap target ini bukan sekadar janji manis di awal tahun.

Sebab, terlalu sering kita dengar proyek yang niatnya baik, tapi jalannya pelan-pelan, seperti kendaraan yang menunggu palang pintu dibuka.

Saat itulah, palang pintu tak lagi menjadi momok harian, melainkan bagian dari sejarah kemacetan yang berhasil dipatahkan.

Kalau empat flyover ini benar-benar jadi dan berfungsi, dampaknya bukan cuma soal cepat sampai. Ini soal harga diri pengguna jalan. Soal rasa adil. Soal keyakinan pembangunan tidak selalu harus membuat orang berhenti lebih lama.

Mungkin suatu hari nanti, anak-anak Sumsel hanya mengenal palang pintu dari cerita orang tuanya. Cerita tentang masa lalu, ketika orang-orang pernah berhenti lama di jalan, hanya untuk menunggu kereta lewat dan sekarang bisa tertawa karena itu sudah lewat.

Kata pepatah  “Jalan yang baik bukan yang paling megah, tapi yang bikin orang nggak keburu emosi sebelum sampai tujuan.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah

    Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    TRADISI Safari Jum’at yang dilakukan Gubernur Sumsel H Herman Deru setiap pekannya, rupanya menjadi salah satu sarana untuk melihat langsung kondisi suatu wilayah, termasuk kondisi masjid yang didatanginya. Seperti pada safari Jum’at di Masjid BMKM Al Ikhlas H Mansurdin Arma di Jalan Soekarno Hatta Palembang, Jum’at (18/3). Dimana selain beribadah bersama para jema’ah masjid, orang […]

  • “Tahilalats ke Swiss, WIPO Ketawa: Kekayaan Intelektual Kita Bukan Cuma untuk Pajangan Rak!”

    “Tahilalats ke Swiss, WIPO Ketawa: Kekayaan Intelektual Kita Bukan Cuma untuk Pajangan Rak!”

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 630
    • 0Komentar

    ADA yang beda di Jenewa, Swiss, Kamis 17 Juli 2025 kemarin, bukan karena salju turun mendadak di tengah musim panas, tapi karena Menteri Ekonomi Kreatif kita, Teuku Riefky Harsya, naik panggung WIPO (World Intellectual Property Organization) ia bukan cuma bawa pidato, tapi juga bawa semangat, ide, dan… “komik Tahilalats!”. Iya, betul, itu komik absurd yang […]

  • Salurkan Hobi Pembalap, Pemprov Dukung Pembangunan Lintasan  Drag Sirkuit Palembang

    Salurkan Hobi Pembalap, Pemprov Dukung Pembangunan Lintasan  Drag Sirkuit Palembang

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 663
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menegaskan, Pemprov Sumsel mendukung rencana pengurus Ikatan Dragster Sumsel (IDSS) untuk melakukan pembangunan Jakabaring Drag Sirkuit Palembang. Bahkan, Wagub mempersilahkan pengurus IDSS menggunakan lahan yang ada di Jakabaring Sport City (JSC) untuk membangun sirkuit tersebut. “Kita mendukung untuk memberi tempat kepada olahraga otomotif khususnya drag ini. Silahkan gunakan lahan […]

  • Vidcon Pemantauan PAM Tahun Baru 2024

    Vidcon Pemantauan PAM Tahun Baru 2024

    • calendar_month Senin, 1 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pj Bupati Muba H. Apriyadi Mahmud bersama Forkopimda Muba mengikuti Pemantauan PAM Tahun baru 2024 oleh Kapolri melalui video conferense, Minggu (31/12/2023) malam. Kegiatan ini berlangsung di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate (Rumah Dinas Bupati Muba) yang diikuti Kapolres Muba AKBP Imam Safi’i SIk MSi, Dandim 0401 Muba Letkol Inf Erry Dwianto SPsi […]

  • Alhamdullilah, Atlet dan Official Indonesia di Asian Games Bakal Peroleh Asuransi

    Alhamdullilah, Atlet dan Official Indonesia di Asian Games Bakal Peroleh Asuransi

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.160
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Selama Asian Games yang berlangsung 18 Agustus-2 September 2018, para Official dan Altet Indonesia akan dilindungi asuransi. Hal itu tertuang dalam kerjasama asuransi kesehatan dan jiwa antara Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan AXA Mandiri mengutip Antara, kemarin. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua Umum KOI Erick Thohir dengan President Director […]

  • Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    SEPANJANG Covid -19 mewabah di Sumsel, ada sekitar 14 tenaga kesehatan [nakes] yang meninggal dunia saat menangani Covid-19. 14 nakes yang meninggal karena COVID-19 itu rinciannya adalah 4 dokter, 4 bidan, 5 perawat, dan 1 nakes lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, Selasa (5/1/2021). Lesty menambahkan, jumlah tersebut tidak bisa dikatakan banyak atau […]

expand_less
WordPress Archive Facultic – Online Education Courses WordPress Theme Falar – College University Elementor WordPress Theme Falcons – Directory for Lawyers & Law Firms WordPress Theme Falkorn – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Fame – Digital Technology/Service WordPress Theme Fana - Fashion Shop WordPress Theme Fancy Heading addon for elementor Fancy Product Designer | WooCommerce WordPress Fancy Product Designer Plus Add-On | WooCommerce WordPress Fande – Crowdfunding & Charity WordPress Theme + RTL