Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat jalan utama Sumsel tak lagi harus berhenti

EMPAT flyover palang pintu kereta api di Sumatera Selatan digadang-gadang jadi jurus pamungkas untuk memutus kemacetan yang sudah terlalu lama jadi tontonan gratis warga. Setiap palang pintu turun, kendaraan langsung antre seperti mau ambil sembako murah, klakson bunyi saling sahut, dan waktu mendadak jadi barang mewah. Hal inin bukan kejadian langka, tetapi  agenda rutin, bahkan nyaris harian.

Di Sumatera Selatan, menunggu palang pintu kereta bukan lagi musibah, tapi keterampilan hidup. Tanpa perlu kursus, tanpa perlu sertifikat.

Begitu palang turun, refleks warga langsung jalan. Ada yang matikan mesin biar hemat bensin, ada yang turun beli kopi, ada yang sempat nelpon rumah, “Mak, aku telat. Kereta lagi lewat.” Padahal keretanya belum tentu kelihatan ujungnya.

Palang pintu ini memang punya wibawa luar biasa. Sekali turun, semua tunduk. Mau pejabat, mau rakyat jelata, mau yang motornya cicilan atau mobilnya plat merah, semua setara dihadapan rel.

Di saat yang sama, kereta batubara melintas dengan gagah dan percaya diri. Panjangnya kadang bikin orang bertanya serius, “Ini satu kereta atau rombongan kereta se-kecamatan?”

Ironisnya, kereta itu membawa energi nasional. Listrik menyala di kota lain, industri hidup di tempat jauh. Tapi di sekitar lintasan, energi yang paling terasa justru energi kesabaran tingkat tinggi.

Klakson berbunyi bukan buat mempercepat, tapi buat pelampiasan emosi. Waktu habis, bensin jalan, dan janji datang tepat waktu ikut ambyar.

Ajaibnya, semua ini sudah lama kita anggap wajar. Dari dulu sampai sekarang ceritanya sama. Bedanya cuma gaya menunggu. Dulu melamun, sekarang scroll ponsel. Dulu ngeluh ke diri sendiri, sekarang update status. Intinya satu rakyat berhenti karena ekonomi sedang lewat di depan hidungnya.

Di tengah ritual harian warga sekitar rel itulah, rencana pembangunan empat flyover terdengar seperti kabar yang bikin alis terangkat.

Flyover Simpang Belimbing, Gunung Megang 1 dan 2, serta Ujan Mas diproyeksikan jadi solusi yang masuk akal untuk masalah yang selama ini diselesaikan dengan cara… ya ditunggu saja.

Logikanya sebenarnya sederhana. Kalau dua arus besar, kereta batubara dan kendaraan umum terus dipertemukan di satu titik sempit, jangan heran kalau macet dan rawan kecelakaan. Itu seperti nyuruh dua rombongan hajatan masuk satu pintu kecil, lalu berharap semua tertib dan saling senyum.

Target 2027

Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga bicara apa adanya. Angkutan batubara, katanya, akan terus meningkat. Wajar, negara butuh energi. Tapi yang juga wajar, rakyat butuh jalan lancar dan aman.

Kalau logistik digenjot tapi jalannya tetap begitu-begitu saja, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi daftar keluhan baru.

Flyover, bukan cuma beton dan aspal, Ia adalah tanda  pemerintah mulai sadar pembangunan jangan cuma lewat, tapi juga mampir sebab jangan sampai daerah penghasil energi malah jadi daerah penghasil emosi.

Apalagi proyek ini digarap rame-rame. Ada PT KAI, PT Bukit Asam, PT Semen Baturaja, pemerintah provinsi, sampai pemerintah pusat. Ibaratnya, semua pihak yang biasanya saling lewat akhirnya duduk satu meja, sepakat bahwa macet tidak bisa diselesaikan dengan saling tunggu.

Targetnya 2027. Angka yang terdengar optimistis dan patut dikawal. Warga Sumsel tentu berharap target ini bukan sekadar janji manis di awal tahun.

Sebab, terlalu sering kita dengar proyek yang niatnya baik, tapi jalannya pelan-pelan, seperti kendaraan yang menunggu palang pintu dibuka.

Saat itulah, palang pintu tak lagi menjadi momok harian, melainkan bagian dari sejarah kemacetan yang berhasil dipatahkan.

Kalau empat flyover ini benar-benar jadi dan berfungsi, dampaknya bukan cuma soal cepat sampai. Ini soal harga diri pengguna jalan. Soal rasa adil. Soal keyakinan pembangunan tidak selalu harus membuat orang berhenti lebih lama.

Mungkin suatu hari nanti, anak-anak Sumsel hanya mengenal palang pintu dari cerita orang tuanya. Cerita tentang masa lalu, ketika orang-orang pernah berhenti lama di jalan, hanya untuk menunggu kereta lewat dan sekarang bisa tertawa karena itu sudah lewat.

Kata pepatah  “Jalan yang baik bukan yang paling megah, tapi yang bikin orang nggak keburu emosi sebelum sampai tujuan.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow,,,!! Kata Alex Palembang Bakal Jadi Kota Tercantik di Indonesia

    Wow,,,!! Kata Alex Palembang Bakal Jadi Kota Tercantik di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 30 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Ribuan tenaga honorer se- Kota Palembang antusias menyimak sosialisasi Asian Games XVIII tahun 2018 yang disampaikan langsung Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, di Gedung Sriwijaya Promosi Center Jakabaring Rabu (30/5/2018). Dalam paparannya, Alex menuturkan Asian Games sebenarnya bukanlah tujuan, akan tetapi Asian Games itu sebagai alat mencapai tujuan, dimana pembangunan infrastruktur […]

  • Panen Raya di OKUS, Jika Petani Lakukan Ini, Sumsel Bisa Jadi Peringkat 5 Penghasil Pangan di Indonesia

    Panen Raya di OKUS, Jika Petani Lakukan Ini, Sumsel Bisa Jadi Peringkat 5 Penghasil Pangan di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.671
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru melakukan Panen Raya Padi Sawah Varietas Mikongga bersama para petani di Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan, Selasa (12/10/20). Pjs Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Nora Elisya  Herman Deru melihat hasil produksi pertanian di OKUS dan dia optimis Sumsel tak lama lagi menjadi jawara penghasil pangan tingkat nasional. […]

  • Kolaborasi Pemkot & BSB Salurkan CSR 7 Gerobak UMKM

    Kolaborasi Pemkot & BSB Salurkan CSR 7 Gerobak UMKM

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    PEMERINTAH  kota Palembang bersama Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumsel Babel, memberikan bantuan 7 gerobak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah kepada pedagang diseputaran kuliner simpang dogang kelurahan Sako Kecamatan Sako. Berdasarkan sejarahnya, lokasi tersebut sudah lama terkenal  menjual es dogan, sehingga tempat tersebut melekat sampai sekarang dengan sebutan simpang pertiga dogan atau simpang dogan. Saat […]

  • 3.726 Orang Ikut Tes PPPK OKI

    3.726 Orang Ikut Tes PPPK OKI

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pemerintah Kabupaten OKI melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan kembali menggelar seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2023 rebutkan 1.035 formasi untuk Jabatan Fungsional Guru, Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Maulidini, SKM mengatakan tahun pemkab OKI menerima 3.726 orang CASN PPPK yang berhasil lulus […]

  • Kepri Diharapankan Bentuk Satgas Covid, Dengan Adanya Kepulangan Pekerja Migran Indonesia

    Kepri Diharapankan Bentuk Satgas Covid, Dengan Adanya Kepulangan Pekerja Migran Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    DALAM upaya mencegah terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 dari repatriasi Warga Negara Indonesia (WNI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo memberikan masukan agar pemerintah daerah setempat membentuk organisasi khusus lintas batas atau satgas kepulangan. Melalui satgas khusus […]

  • 20 Tempat Terbaik untuk Bekerja di APAC pada tahun 2023 terungkap

    20 Tempat Terbaik untuk Bekerja di APAC pada tahun 2023 terungkap

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 18 Desember 2023 – Organisasi Tempat Kerja Terbaik hari ini mengumumkan daftar 20 Tempat Kerja Terbaik di Asia Pasifik dengan kinerja terbaik pada tahun 2023. Alcon, perusahaan perangkat medis terkemuka yang berspesialisasi dalam produk perawatan mata, masuk dalam daftar tersebut. posisi pertama diikuti oleh Novo Nordisk, perusahaan perawatan […]

expand_less
WordPress Archive Facultic – Online Education Courses WordPress Theme Falar – College University Elementor WordPress Theme Falcons – Directory for Lawyers & Law Firms WordPress Theme Falkorn – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Fame – Digital Technology/Service WordPress Theme Fana - Fashion Shop WordPress Theme Fancy Heading addon for elementor Fancy Product Designer | WooCommerce WordPress Fancy Product Designer Plus Add-On | WooCommerce WordPress Fande – Crowdfunding & Charity WordPress Theme + RTL