Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

Empat Flyover, Putuskan Kutukan Palang Pintu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat jalan utama Sumsel tak lagi harus berhenti

EMPAT flyover palang pintu kereta api di Sumatera Selatan digadang-gadang jadi jurus pamungkas untuk memutus kemacetan yang sudah terlalu lama jadi tontonan gratis warga. Setiap palang pintu turun, kendaraan langsung antre seperti mau ambil sembako murah, klakson bunyi saling sahut, dan waktu mendadak jadi barang mewah. Hal inin bukan kejadian langka, tetapi  agenda rutin, bahkan nyaris harian.

Di Sumatera Selatan, menunggu palang pintu kereta bukan lagi musibah, tapi keterampilan hidup. Tanpa perlu kursus, tanpa perlu sertifikat.

Begitu palang turun, refleks warga langsung jalan. Ada yang matikan mesin biar hemat bensin, ada yang turun beli kopi, ada yang sempat nelpon rumah, “Mak, aku telat. Kereta lagi lewat.” Padahal keretanya belum tentu kelihatan ujungnya.

Palang pintu ini memang punya wibawa luar biasa. Sekali turun, semua tunduk. Mau pejabat, mau rakyat jelata, mau yang motornya cicilan atau mobilnya plat merah, semua setara dihadapan rel.

Di saat yang sama, kereta batubara melintas dengan gagah dan percaya diri. Panjangnya kadang bikin orang bertanya serius, “Ini satu kereta atau rombongan kereta se-kecamatan?”

Ironisnya, kereta itu membawa energi nasional. Listrik menyala di kota lain, industri hidup di tempat jauh. Tapi di sekitar lintasan, energi yang paling terasa justru energi kesabaran tingkat tinggi.

Klakson berbunyi bukan buat mempercepat, tapi buat pelampiasan emosi. Waktu habis, bensin jalan, dan janji datang tepat waktu ikut ambyar.

Ajaibnya, semua ini sudah lama kita anggap wajar. Dari dulu sampai sekarang ceritanya sama. Bedanya cuma gaya menunggu. Dulu melamun, sekarang scroll ponsel. Dulu ngeluh ke diri sendiri, sekarang update status. Intinya satu rakyat berhenti karena ekonomi sedang lewat di depan hidungnya.

Di tengah ritual harian warga sekitar rel itulah, rencana pembangunan empat flyover terdengar seperti kabar yang bikin alis terangkat.

Flyover Simpang Belimbing, Gunung Megang 1 dan 2, serta Ujan Mas diproyeksikan jadi solusi yang masuk akal untuk masalah yang selama ini diselesaikan dengan cara… ya ditunggu saja.

Logikanya sebenarnya sederhana. Kalau dua arus besar, kereta batubara dan kendaraan umum terus dipertemukan di satu titik sempit, jangan heran kalau macet dan rawan kecelakaan. Itu seperti nyuruh dua rombongan hajatan masuk satu pintu kecil, lalu berharap semua tertib dan saling senyum.

Target 2027

Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga bicara apa adanya. Angkutan batubara, katanya, akan terus meningkat. Wajar, negara butuh energi. Tapi yang juga wajar, rakyat butuh jalan lancar dan aman.

Kalau logistik digenjot tapi jalannya tetap begitu-begitu saja, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi daftar keluhan baru.

Flyover, bukan cuma beton dan aspal, Ia adalah tanda  pemerintah mulai sadar pembangunan jangan cuma lewat, tapi juga mampir sebab jangan sampai daerah penghasil energi malah jadi daerah penghasil emosi.

Apalagi proyek ini digarap rame-rame. Ada PT KAI, PT Bukit Asam, PT Semen Baturaja, pemerintah provinsi, sampai pemerintah pusat. Ibaratnya, semua pihak yang biasanya saling lewat akhirnya duduk satu meja, sepakat bahwa macet tidak bisa diselesaikan dengan saling tunggu.

Targetnya 2027. Angka yang terdengar optimistis dan patut dikawal. Warga Sumsel tentu berharap target ini bukan sekadar janji manis di awal tahun.

Sebab, terlalu sering kita dengar proyek yang niatnya baik, tapi jalannya pelan-pelan, seperti kendaraan yang menunggu palang pintu dibuka.

Saat itulah, palang pintu tak lagi menjadi momok harian, melainkan bagian dari sejarah kemacetan yang berhasil dipatahkan.

Kalau empat flyover ini benar-benar jadi dan berfungsi, dampaknya bukan cuma soal cepat sampai. Ini soal harga diri pengguna jalan. Soal rasa adil. Soal keyakinan pembangunan tidak selalu harus membuat orang berhenti lebih lama.

Mungkin suatu hari nanti, anak-anak Sumsel hanya mengenal palang pintu dari cerita orang tuanya. Cerita tentang masa lalu, ketika orang-orang pernah berhenti lama di jalan, hanya untuk menunggu kereta lewat dan sekarang bisa tertawa karena itu sudah lewat.

Kata pepatah  “Jalan yang baik bukan yang paling megah, tapi yang bikin orang nggak keburu emosi sebelum sampai tujuan.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng KPPI, Pemprov Dongkrak Partisipasi Perempuan Sumsel di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi 

    Gandeng KPPI, Pemprov Dongkrak Partisipasi Perempuan Sumsel di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi 

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.770
    • 0Komentar

    BERBAGAI upaya dilakukan Pemprov Sumsel untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial maupun ekonomi. Selain gencar melakukan sosialisasi, Pemprov juga mendorong pembentukan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Wilayah Sumsel. Menurut Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya, lahirnya Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPRD, dan DPD khususnya Pasal 53 […]

  • CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

    CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, berita datang lebih cepat dari gosip tetangga, baru batuk di beranda, udah masuk grup WA RT, yang salah bukan batuknya, tapi grupnya yang kelewat aktif. Begitulah gambaran era tsunami informasi. Kita hidup di zaman di mana fakta dan fiksi beda tipis, saking tipisnya kayak kripik singkong yang diserut silet. Pemerintah, […]

  • IRMA Baiturrahman Kebun Bunga Dilatih Branding & Bikin Produk SIRUCI

    IRMA Baiturrahman Kebun Bunga Dilatih Branding & Bikin Produk SIRUCI

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.338
    • 0Komentar

    ESSENSI Pemberdayaan sebagai bentuk dari penciptakaan nilai dan kapasitas sosial masyarakat khususnya,  bagi peningkatan peran partisipasi ekonomi di Kalangan  Remaja selama Pandemi Covid-19, menjadi tema pokok pada kegiatan kegiatan PKM yang  diinisasi oleh Dosen FIPB dan Dosen FKIP Universitas Indo Global Mandiri pada hari Minggu 20 Maret 2022 kemarin. Kegiatan PKM yang berlangsung tersebut,  diketuai […]

  • Gubernur Inginkan Para  Alumni SMPP 26 Palembang Jadi Contoh Para  Generasi Muda 

    Gubernur Inginkan Para  Alumni SMPP 26 Palembang Jadi Contoh Para  Generasi Muda 

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    MASIH dalam suasana Idul Fitri Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Reuni Akbar dan halal bihalal  alumni Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) 26 Palembang yang digelar  di Kantor DPW Nasdem Sumsel, Sabtu (7/5). Dalam  Herman Deru harapkan ajang Reuni Akbar dan halal bihalal tahun 2022 alumni SMPP 26 Palembang, atau yang sekarang dikenal […]

  • Adu Kuat Ex Simbels Versus David FC, Siapa Menang?

    Adu Kuat Ex Simbels Versus David FC, Siapa Menang?

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    GELARAN turnamen Pahlawan Cup telah memasuki fase knock out. Tim Ex Simbels akhirnya melaju ke babak perempat final bertemu dengan David FC di Stadion Garuda Km 9 Palembang, Selasa (8/12). Tampil dengan kekuatan penuh Ex Simbels tentunya tak ingin kehilangan momen ditengah menanjaknya performa anak asuhan pelatih Ujang Capelo itu. Pasca kekalahan atas Bhayangkara di […]

  • Jangan Khawatir Final AN CUP 2019 Tetap Berlangsung, Usai Pemilu Alex Noerdin Terbang ke Brazil

    Jangan Khawatir Final AN CUP 2019 Tetap Berlangsung, Usai Pemilu Alex Noerdin Terbang ke Brazil

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Tertundanya kedatangan bintang sepak bola dunia asal Brasil Ronaldinho ke Palembang pada 31 Maret mendatang, tidak berpengaruh pada jadwal pelaksanaan turnamen sepak bola All Star Tour Sumatera Selatan Alex Noerdin Cup 2019. Seluruh perwakilan tim kabupaten dan kota se Sumsel tetap menjalani laga 18 besar di Stadion Bumi Sriwijaya, hingga laga final pada Rabu, […]

expand_less
WordPress Archive Facultic – Online Education Courses WordPress Theme Falar – College University Elementor WordPress Theme Falcons – Directory for Lawyers & Law Firms WordPress Theme Falkorn – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Fame – Digital Technology/Service WordPress Theme Fana - Fashion Shop WordPress Theme Fancy Heading addon for elementor Fancy Product Designer | WooCommerce WordPress Fancy Product Designer Plus Add-On | WooCommerce WordPress Fande – Crowdfunding & Charity WordPress Theme + RTL